Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode

Pemekaran Provinsi Sumatera Tenggara Diprediksi Gagal

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2011
  • print Cetak


Tapsel,

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan yang hingga kini belum menjalankan amanah Undang Undang Nomor 37 dan 38 Tahun 2007 terkait perpindahan ibukota Tapanuli Selatan ke Sipirok diperkirakan bakal menjadi batu sandungan terwujudnya pemekaran Provinsi Sumatera Tenggara.

Hal itu diungkapkan tokoh masyarakat Sipirok Parmonangan Ritonga kepada wartawan di Padang Sidimpuan, Rabu (09/02/2011). “Sejujurnya kita sangat menginginkan terwujudnya Provinsi Sumteng karena itu sangat kita harapkan agar Pemkab Tapsel segera melaksanakan perpindahan ibukota Tapsel ke Sipirok sehingga tidak menjadi batu sandungan berdirinya Provinsi Sumteng,” ujarnya.

Dikatakannya, perpindahan ibukota Tapsel itu merupakan amanah undang-undang. “Jika undang undang yang satu saja belum dilaksanakan, konon lagi pemerintah pusat mau melahirkan undang-undang terkait pemekaran yang berkaitan dengan wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan, Padanglawas Utara dan Padanglawas maupun Kabupaten lainnya yang ingin mewujudkan berdirinya sebuah provinsi. Ini akan menjadi pertimbangan yang diperkirakan akan menciderai perjuangan tokoh tokoh maupun pemrakarsa pembentukan Provinsi Sumteng,” tukasnya.

Menurutnya, para pemimpin di Kabupaten Tapanuli Selatan saat ini hendaknya segera merealisasikan perpindahan ibukota tersebut sehingga tidak menjadi komoditi politik selama pilkada saja tetapi hendaknya dibuktikan dengan perbuatan. “Bahkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tapsel 2011-2015 sendiri tidak mengakomodir rencana perpindahan ibukota ke Sipirok,” ketus Ritonga.

Sebelumnya, Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Ike Taken Hasibuan dalam penyampaian pandangan fraksi atas RPJMD Tapsel 2011-2015 di gedung dewan, Selasa (08/02/2011) mempertanyakan perpindahan ibukota Tapsel ke Sipirok tersebut sejalan dengan UU 37 dan 38 Tahun 2007. “Bupati Tapsel diharapkan memberikan penjelasan terkait belum direalisasikannya perpindahan ibukota pemerintahan Tapsel ke Sipirok sejalan dengan undang-undang dan dengan sudah adanya ijin prinsip pembebasan lahan untuk perkantoran pemerintahan Tapsel di Sipirok dari kementerian terkait,” ujarnya.

Demikian halnya Fraksi Nasional DPRD Tapsel yang disampaikan Ali Imran juga mempertanyakan pelaksanaan perpindahan ibukota Tapsel ke Sipirok. (BS-029)
Sumber : Beritasumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rencana Perpanjangan Jabatan Kepala Desa Perlu Kajian Serius

    Rencana Perpanjangan Jabatan Kepala Desa Perlu Kajian Serius

    • calendar_month Rabu, 25 Jan 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pada tanggal 17 Januari 2023 ratusan kepala desa berdemonstrasi di depan gedung DPR RI untuk menuntut perpanjangan masa jabatan kepala desa yang awalnya 6 tahun menjadi 9 tahun. Alasan tidak cukup waktu untuk membangun desa karena masih ada ketegangan politik setelah Pilkades, dan perlu persiapan 1 tahun untuk menyiapkan diri sebelum masuk masa Pilkades kembali […]

  • Ops Ketupat Toba 2012,  Polisi Bersenjata Disiagakan

    Ops Ketupat Toba 2012, Polisi Bersenjata Disiagakan

    • calendar_month Sabtu, 11 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, (MO)- Personil polisi bersenjata akan disiagakan di sepanjang Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) guna memberi rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang hendak mudik. “Hal ini merupakan upaya mengurangi gangguan keamanan menjelang maupun saat perayaan Idul Fitri 1433 Hijriah,” ujar Kapolda Sumut Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro usai apel gelar Pasukan Operasi (Ops) Ketupat Toba […]

  • PMII Sumut Minta Kapoldasu Evaluasi Kapolres Madina

    PMII Sumut Minta Kapoldasu Evaluasi Kapolres Madina

    • calendar_month Senin, 11 Sep 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Sumatera Utara meminta Kapolda Sumatera Utara melakukan evaluasi terhadap kinerja Kapolres Mandailing Natal (Madina). Itu dicetuskan Wakil Ketua PKC PMII Sumut,  Muhammad Amin Lubis kepada wartawan di Panyabungan, Senin (11/9/201). Amin Lubis menyatakan PMII Sumut menilai Kapolres Madina relatif gagal dalam menjaga kekondusifan Mandailing Natal akhir-akhir […]

  • Capaian Vaksinasi Rendah, MPC PP Madina Gelar Vaksinasi Massal

    Capaian Vaksinasi Rendah, MPC PP Madina Gelar Vaksinasi Massal

    • calendar_month Rabu, 27 Okt 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Capaian target vaksinasi di Mandailing Natal (Madina) masih rendah. Ini dibuktikan dengan penetapan PPKM level 3 melalui Inmendagri nomor 54. Padahal yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Madina nihil. Hal ini membuat Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC PP) Madina tergerak untuk melakukan vaksinasi massal sebagai upaya membantu pemerintah dalam mencapai kekebalan […]

  • Mendagri: Pembahasan Pemekaran Tak Mendesak

    Mendagri: Pembahasan Pemekaran Tak Mendesak

    • calendar_month Selasa, 4 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    57 Pemekaran tak Ada Masuk Kategori Baik JAKARTA-Mendagri Gamawan Fauzi menjelaskan, grand design penataan daerah yang akan dijadikan acuan pemekaran daerah, telah dimasukkan dalam draf rancangan revisi UU Nomor 32 Tahun 2004. Hal ini dianggap penting agar ada payung hukum bagi grand design sebagai acuan pemekaran. “Karena ketika grand design akan diaplikasikan, maka harus ada […]

  • Puskesmas Patiluban Adakan Pengobatan Gratis

    Puskesmas Patiluban Adakan Pengobatan Gratis

    • calendar_month Jumat, 15 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Puskesmas Patiluban Mudik mengadakan pengobatan gratis di Desa Pasir Pasar II Natal, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Kamis (14/10/2010). Pengobatan gratis ini untuk membantu masyarakat misikin supaya lebih sehat dan untuk memberantas penyakit di tengah-tengah masyarakat. Saat dikonfirmasi wartawan, Kepala Puskesmas Sri Windumi mengatakan, pihaknya melakukan pengobatan gratis setiap bulannya, tetapi berpindah-pindah desa. […]

expand_less