Minggu, 11 Okt 2026
light_mode

Rahudman Harahap selesai ditangan KPK

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 19 Agt 2011
  • print Cetak


MEDAN – Terkatung-katungnya proses hukum terhadap kasus dugaan korupsi mantan sekretaris daerah Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Sekda Tapsel), Rahudman Harahap, menjadi preseden buruk bagi institusi penegak hukum di Sumatera Utara. Sejak ditetapkan sebagai tersangka 25 Oktober 2010 lalu, hingga kini Rahudman masih menghirup udara bebas. Saat ini, Rahudman menjabat sebagai walikota Medan.

Oleh karena itu, anggota Komisi A DPRD Sumut, Hardi Mulyono, berpendapat bahwa kasus ini hanya bisa terselesaikan bila ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK. Maka dari itu, jelas Hardi, KPK harus didesak untuk mengambil alih kasus ini. Sebab, baik kinerja Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) maupun Kejaksan Agung (Kejagung), sangat lamban dalam penanganan kasus ini.
Bahkan terkesan tidak mampu dan tidak bersedia untuk mengungkap kasus korupsi ini. “KPK harus segera mengambil alih kasus dugaan korupsi Rahudman Harahap. Sebab langkah dan kinerja Kejagung untuk menuntaskan kasus Rahudman, hingga kini belum menunjukkan keseriusan yang berarti,” kepada Waspada Online, hari ini Hardi mengatakan.

Dikatakan ketua fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) di DPRD Sumut ini, hingga kini pihak Kejagung masih berdalih pada belum terbitnya surat izin dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), untuk melakukan pemeriksaan terhadap Rahudman. “Untuk itu, sudah selayaknya kasus Rahudman tersebut diambil alih oleh KPK. Karena, jika KPK yang langsung menangani kasus ini, tidak diperlukan lagi izin dari presiden untuk memeriksa Rahudman,” jelasnya.

Menurut Hardi, campur tangan KPK dalam kasus ini sangat dibutuhkan, karena hal ini juga memperlihatkan keseriusan pemerintah untuk menegakkan proses hukum di Indonesia. Selain itu, hal ini juga bakal menjadi daya dongkrak bagi KPK, bahwa lembaga superbody ini benar-benar menjalankan fungsinya untuk memberantas korupsi.

“Kita yakin KPK akan cepat bekerja, jika berkenan untuk mengambil alih kasus dugaan korupsi Rahudman. Ini juga akan menghasilkan apresiasi yang tinggi terhadap KPK, karena berhasil membuat efek jera bagi para kepala daerah atau pejabat pemerintahan untuk korupsi,” tegasnya.

Pernyataan seirama juga dilontarkan oleh LBH (Lembaga Bantuan Hukum) Medan. Menurut Wakil Direktur LBH Medan, Muslim Muis, belum juga diproses dan diperiksannya Rahudman dalam kasus korupsi dana TPAPD (Tunjangan Pendapatan Apratur Pemerintahan Desa) Tapsel senilai Rp1,5 miliar, ketika menjabat sebagai Sekda Tapsel tahun 2005 lalu, sudah layak diambil alih KPK. Sebab, Kejati Sumut sebagai lembaga adhiyaksa dinilai lamban dan terkesan sengaja untuk mengambil langkah bijak dalam menegakan hukum.

“Rahudman sudah ditetapkan Kejati Sumut sebagai tersangka. Tapi mengapa prosesnya hukumnya masih mengambang?” kata Muslim.

Lanjut Muslim, jika dilihat berdasarkan kinerja Kejati Sumut dapat disimpulkan kinerjanya gagal. Akibatnya, asumsi negatif dari publik pun muncul terhadap Kejati Sumut, sehingga publik tidak lagi percaya pada proses hukum di negara ini. “Tidak ada alasan KPK untuk tidak mengambil alih kasus ini. Contoh, seperti kasus Bupati Nias, Binahati Baeha dan kasus RE Siahaan. Kasusnya membuahkan hasil ketika sudah ditangani KPK,” ucapnya.

Dijelaskannya, kegagalan-kegagalan Kejati Sumut dalam mengungkap berbagai kasus korupsi di Sumut bukan baru kali ini saja. “Jadi kita meminta KPK untuk segera mengambil alih kasus korupsi ini. Kita tidak ingin kasus serupa seperti Monang Sitorus yang ditangani Kejati Sumut tidak jelas. Buktinya, hingga sampai saat ini kasusnya masih mengambang,” pungkasnya.
Sumber : waspada.co.id

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembolos, anggota DPR makan gaji buta
    Tak Berkategori

    Pembolos, anggota DPR makan gaji buta

    • calendar_month Kamis, 16 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Daftar hadir anggota DPR dalam Rapat Paripurna diwarnai banyaknya para pembolos. Pengamat politik Charta Politika, Arya Fernandes, menilai mereka yang bolos Rapat Paripurna sama saja makan gaji buta. “Masyarakat harus memberikan perhatian kepada pembolos. Ini sama saja memakan gaji buta,” kata Arya kepada wartawan, hari ini. Menurutnya, untuk mengurangi banyaknya para pembolos harus […]

  • Atika Minta BNPB Pusat Bantu Madina Hadapi Bencana

    Atika Minta BNPB Pusat Bantu Madina Hadapi Bencana

    • calendar_month Jumat, 8 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) –  Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution menemui BNPB di Jakarta terkait posisi Madina sebagai daerah rawan bencana. Atika bertemu dengan Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB Ir. Harmensyah, Dipl. SE, MM, di Graha BNPB Jakarta, Jumat (8/10/2021) pagi. Dalam pertemuan itu, Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution didampingi Plt. Kepala […]

  • Minta PLTP Ditutup, Mahasiswa Azan di Depan DPRD Madina 

    Minta PLTP Ditutup, Mahasiswa Azan di Depan DPRD Madina 

    • calendar_month Kamis, 24 Mar 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Puluhan mahasiswa mendesak penutupan operasional pembangkit listrik tenaga panas bumi di Kabupaten Madina yang dikelola PT. SMGP. Desakan itu dicuatkan dalam satu aksi unjukrasa di halaman kantor bupati Mandailing Natal (Madina), Kamis (24/3/2022). Aksi juga berlanjut ke DPRD Madina. Di halaman gedung legislatif itu mahasiswa sempat mengumandangkan azan sekira 5 menit […]

  • SRI dan BPGC Bantuk  Tim Pengembangan Kopi Mandailing

    SRI dan BPGC Bantuk Tim Pengembangan Kopi Mandailing

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sumatera Rainforest Institute (SRI) dan Batang Pungkut Green Conservation (BPGC) sepakat membentuk tim pengembangan kopi Mandailing.  Tujuannya, mengupayakan kembali kejayaan kopi Mandailing.   Demikian disampaikan Penasehat BPGC Iswar Matondang didampingi direktur SRI Rasyid Assaf Dongoran,M.Si kepada wartawan, Rabu (4/3) di Panyabungan. Gerakan tim dinyatakan sebagai bentuk respon terhadap keluhan petani […]

  • Dikelurahan Simpang Gambir, Bupati Madina Sumbangkan Gaji Pada Anak Yatim dan Jompo

    Dikelurahan Simpang Gambir, Bupati Madina Sumbangkan Gaji Pada Anak Yatim dan Jompo

    • calendar_month Selasa, 12 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    SIMPANG GAMBIR( Mandailing Online ) Bupati Mandailing Natal H.M.Ja’far Sukhairi Nasution dalam kunjungannya ke Kecamatan Lingga Bayu menyempatkan diri berbagi pada anak yatim dan jompo. Ia memberikan jatah uang gaji nya pada anak yatim dan jompok di Kelurahan Simpang Gambir. selasa 12/9/2023. ” sesuai komitmen kami saat kampanye, kami akan sumbangkan gajinkami selama jadi Bupati […]

  • BOLANG – Ornamen Tradisional Mandailing (bagian 4)

    BOLANG – Ornamen Tradisional Mandailing (bagian 4)

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Edi Nasution 11. Alaman Bolak (Alaman Silangse Utang) melambangkan wewenang dan kekuasaan Raja. Makna: Kalau terjadi perkelaian misalnya dan salah seorang diantaranya berlari ke Alaman Bolak yang terdapat di depan Bagas Godang (Istana Raja), maka orang tersebut tidak boleh diganggu oleh siapapun. Kalau ada orang lain yang mengganggu, maka yang menjadi lawannya adalah semua […]

expand_less