Selasa, 28 Jul 2026
light_mode

Rapper Asal Amerika Ini Temukan Kedamaian dalam Islam

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 4 Okt 2013
  • print Cetak

“Aku memiliki segalah hal, ketenaran, uang, wanita , rumah mewah dan semua yang diinginkan dalam hidup. Tapi aku masih saja tidak senang. Aku tak dapat menemukan kedamaian jiwa,” ujar Mutah Beale Wassin Shabazz, seorang anggota grup hip-hop Outlaw binaan rapper ternama Amerika,Tupac Shakur.

Ketenaran dan kekayaan tak membuat rapper dengan nama panggung Naopleon itu bahagia. Islam lah yang kemudian menjadi kunci kebahagiannya.

Mutah sebenarnya lahir di tengah keluarga muslim. Sang ayah merupakan Amerika-Afrika Muslim bernama Salek Beale. Ibunya, Aquilleh Beale, merupakan muslimah asal Poerto Rico. Namun keduanya meninggal saat Mutah baru berusia tiga tahun. Nahas, Mutah dan seorang adiknya menyaksikan kematian orangtua mereka yang ditembak mati kelompok garis keras. Mutah pun seketika menjadi yatim piatu yang kemudian dibesarkan oleh sang nenek dalam lingkungan nasrani.

Bersama keluarga besar, Mutah hidup dalam kemiskinan. Tak adanya pendidikan yang memadai membuat Mutah menjadi pemuda liar. Ia bahkan pernah menghisap narkoba dan sepat ditangkap aparat. Hingga kemudian Mutah ingin merubah nasibnya karena merasa iba dengan sang nenek yang mengurus banyak cucu dengan membanting tulang.

Ia pun mengejar karirnya menjadi penyanyi rap. Bermula menjadi rapper jalanan selama bertahun-tahun, Mutah kemudian dipertemukan dengan Tupac Shakur. “Tupac mengajakku untuk bergabung dengan grup Outlawz dan dari grup itulah aku langsung menjadi seleb,” ujarnya dikutip dari Majalah Weekend Trust.

Hidup glamor di dunia hiburan pun menjadi rutinitas Mutah. Inilah cita-cita Mutah sejak merintis karir dari jalanan. Ia pu tak lagi diliputi kemiskinan dan dapat memberikan hidup layak bai sang nenek. Namun apa yang terjadi, Mutah justru tak merasa bahagia. “Apakah ini adalah tujuan akhir hidupku,” pertanyaan yang selalu menjadi beban benak pria kelahiran New Jersey tersebut.

Hingga suatu hari, sang nenek yang mengurusnya dari kecil meninggal dunia. Mutah diliputi kesedihan yang sangat. Tak lama kemudian, Tupac yang menaungi grup rapnya pun meninggal dunia dengan targis. Makin berlipat gandalah kesedihan Mutah. “Aku bertanya-tanya, mengapa segala sesuatu pergi satu per satu? Mengapa semua orang yang memberiku harapan pergi satu per satu. Aku bertanya pada diri sendiri, Apakah ini benar-benar kehidupan? Apakah semua kekerasan dan sakit yang kurasa selalu ada dalam hidup?” ujar Mutah mengenang masa lalunya saat dilanda kegalauan hidup yang sangat.

Setelah berbagai peristiwa pilu, hidup Mutah tak karuan. Ia pergi dari klub malam satu ke klub lain. Ia kehilangan semangat hidupnya. Hingga suatu hari ia pernah memukuli adiknya hingga nyaris tewas. Saat itu Mutah dalam kondisi mabuk berat. Saat itulah terdapat seorang muslim berada di lokasi.

“Suatu hari aku terlibat perkelahian dengan adikku. Aku terus memukul kepalanya hingga darah tak berhenti mengucur. Lalu kami ditarik terpisah dan salah seorang bertanya, bagaimana jika saat aku sadar esok hari, aku mendapati adiikku terbunuh dengan tanganku sendiri. Sontak aku pun sadar dan sedih. Orang itu lah yang kemudian mengenalkan saya pada Islam,” kisah Mutah.

Itulah awal Mutah mengenal Islam. Ia pun kemudian mempelajari Islam dengan rasa pensaran yang sangat. “Aku tak tahu apa-apa tentang agama. Tapi aku penasaran danmencari tahu tentang Islam. Menariknya, saat mempelajarinya, aku menyadari bahwa Islam adalah cara hidup yan saya inginkan selama ini,” ujar Mutah menceritakan manisnya hidayah yang ia dapat.

Mutah pun kemudian bersyahadat. Tak tanggung-tanggung, ia ingin menjdi muslim sejati, seorang muslim yang kaffah. Tak hanya perkara wajib yang ia taati. Namun Sunnah Rasulullah pun ia jalani. Mutah begitu semangat berislam. Sejak mengenal Islam, ia mendapati ketenangan hidup yang selama ini ia inginkan.

Pensiun dan Menuntut Ilmu ke Haramain
Setelah berislam, Mutah meninggalkan profesinya sebagai rapper. Tentu pilihannya tersebut merupakan perkara yang berat. Namun dengan mengikhlaskan diri kepada Allah, Mutah pun meninggalkan dunia musik.

“Tantangan paling sulit yang harus aku hadapi adalah meninggalkan industri (musik). Bagiku, industri musik adalah way of life. Ini adalah cara hidup dan aku tahu ini adalah cara saya mendapatkan uang. Namun atas rahmat Allah , Dia membuatnya mudah bagi saya untuk pergi meninggalkan ini semua,” ujarnya.

Kemudahan itu didapatkan Mutah saat ia menunaikan ibadah haji untuk kali pertaa. Saat itu ia merasa hidupnya hanya bersama Allah. Sepulang haji, Mutah pun amat kehilangan persaan dekat itu. Ia kemudian enggan kembali ke kehidupan lamanya. Ia ingin hidupnya dipenuhi kedamaian jiwa sebagaimana saat menunaikan ibadah haji. Itulah yang benar-benar ia inginkan.

Ia kemudian pindah ke Arab Saudi dan belajar Islam disana. Sejumlah ulama dan masyayikh Saudi menjadi gurunya. Mutah bahkan seringkali menjadi motivator untuk para mualaf. Kisahnya juga difilmkan dalam sebuah dokumenter bertajuk “The Life of an Outlaw”. Saat ini Mutah sangat bahagia menjadi muslimin dan hidup di tanah kelahiran Islam. “Saudi merupakan rumah saya sekarang,” pungkasnya.(rmol)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gandeng Akademisi, Madina Perkuat Petani di Budidaya Pisang

    Gandeng Akademisi, Madina Perkuat Petani di Budidaya Pisang

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      ​MEDAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) berupaya memperkuat kalangan petani dalam pengembangan budidaya pisang dari sisi transfer pengetahuan. Bupati Madina, H. Saipullah Nasution, yang di dampingi Wakil Atika azmi Utammi serta Kadis pertanian,Taufik zulhandra melakukan diskusi mendalam bersama jajaran pakar dari Universitas Medan Area (UMA) guna membahas strategi pengembangan budidaya pisang […]

  • Diduga Bukan Kriminal Biasa

    Diduga Bukan Kriminal Biasa

    • calendar_month Jumat, 4 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Rumah milik Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Jefri Antoni dibakar orang tak dikenal (OTK), Kamis (03/02/2011) sekira pukul 04.00 WIB. Ruang tamu rumah jenis minimalis yang terletak di Jalan Abdul Haris Nasution, Lingkar Timur, Kayujati, Panyabungan itu hangus terbakar. Ketua DPD II Golkar Madina As Imran Khaitami Daulay, mengutuk keras pelaku […]

  • Dispora Madina Tak Diberitahu Soal Turnamen Mobile Legends

    Dispora Madina Tak Diberitahu Soal Turnamen Mobile Legends

    • calendar_month Jumat, 22 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dinas Pemuda dan Olahraga Mandailing Natal menyatakan tidak mengetahui rencana turnamen Mobile Legends. “Bahkan pihak panitia juga tidak ada konfirmasi ke kita,” kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Mandailing Natal, Rahmat menjawab Mandailing Online via WhatsAap, Jum’at malam (22/4/2022). Dia menyatakan Dispora Madina tidak tahu tentang rencana turnamen itu karena […]

  • Plasma PTPN IV Terkendala Status Lahan Tumpang Tiindih

    Plasma PTPN IV Terkendala Status Lahan Tumpang Tiindih

    • calendar_month Kamis, 1 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak PTPN IV mengaku kesulitan mengadakan lahan perkebunan plasma sawit yang akan diperuntukkan bagi warga sekitar. Sebab, banyak lahan yang berstatus tumpang tindih. Hal itu terungkap pada acara dengatr pendapat antara DPRD Kabupaten Mandailing Natal dengan pihak PTPN IV di gedung dewan, Selasa (1/11). DPRD memanggil manajemen PTPN IV terkait mencuatnya […]

  • Penghujan Tengah Berlangsung, Warga Dihimbau Waspada Longsor dan Banjir

    Penghujan Tengah Berlangsung, Warga Dihimbau Waspada Longsor dan Banjir

    • calendar_month Jumat, 20 Sep 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kawasan Mandailing Natal seperti halnya di beberapa wilayah Sumatera Utara tengah memasuki musim penghujan. Bupati Mandailing Natal Ja’far Sukhairi Nasution melalui Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mandailing Natal, Mukhsin Nasution menjawab Mandailing Online di Panyabungan, Jum’at (20/9/2024) bahwa berdasar prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) potensi hujan lebat […]

  • Demonstran Duduki Gedung DPRD Psp

    Demonstran Duduki Gedung DPRD Psp

    • calendar_month Jumat, 4 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tanyakan Besarnya Anggaran Pansus Sangkumpal Bonang SIDIMPUAN- Sekitar 30-an massa dari Yayasan Kompak dan Komunitas Pinggiran Payung Hitam (Kopi Pahit) berunjuk rasa ke gedung DPRD Padangsidimpuan, Rabu (2/2). Mereka mempertanyakan besarnya anggaran Pansus Pasar Sangkumpal Bonang yang mencapai Rp206 juta serta dugaan korupsi di Sekretariat DPRD. Bahkan, demonstran masuk ke dalam gedung dan menduduki kursi […]

expand_less