Senin, 21 Sep 2026
light_mode

Bahasa Daerah Perlu Diterapkan di Sekolah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 16 Nov 2010
  • print Cetak


SIPIROK-Ketua Umum (Ketum) Ikatan Keluarga Alumni Pelajar Sipirok Sekitarnya (IKAPSI) Sumatera Utara (Sumut), Ir Muhammad Yamin MM, menegaskan, bahasa daerah perlu diterapkan dan masuk kurikulum sekolah.

“Mata pelajaran aksara, bahasa, dan adat budaya daerah yang ada di Tapanuli Selatan (Tapsel) perlu dimasukkan dalam kurikulum setiap sekolah. Tujuannya, untuk menjaga kelestarian budaya, memberikan pengetahuan dan pemahaman terhadap generasi muda tentang pentingnya menjaga budaya sebagai kekayaan bangsa,” ujar Yamin kepada METRO, belum lama ini.

Menurut Yamin, pengetahuan dan pemahaman terhadap aksara, bahasa, dan adat istiadat daerah di kalangan pelajar sudah berkurang ditelan perkembangan zaman. Pasalnya, saat ini generasi muda cenderung mempelajari budaya dan bahasa asing.

Sementara itu Ketua Naposo Nauli Bulung Napa-Napa ni Sibualbulai (NBPS) Sipirok, Faisal Reza Pardede, kepada METRO, Minggu (14/11), mengatakan, saat ini generasi muda sudah mengedepankan kemampuan berbahasa asing dalam menghadapi dunia kerja yang kompetitif.

Kondisi tersebut sangat wajar, namun tidak boleh melupakan jati diri bangsa yang terdiri dari berbagai etnik dan suku. Sebab, hal itu merupakan kekayaan khasanah budaya bangsa termasuk kemampuan menguasai dan menggunakan aksara, bahasa, dan adat istiadat yang dimilki daerah.

‘’Etnografi Angkola Sipirok harus dapat kita lestarikan sedemikian rupa, seperti mengupayakan budaya daerah menjadi budaya nasional, sehingga anak-anak bangsa bisa memahami kebudayaannya dengan baik dan benar termasuk bahasa daerah tadi karena hal itu merupakan kekayaan bangsa,” katanya.

Faisal menambahkan, saat ini generasi muda cenderung mengedepankan pengetahuan modern dalam menyongsong persaingan global sehingga pengetahuan dan pemahaman kekayaan daerah terkesan dikesampingkan. Dan akhirnya kehidupan sehari-hari semakin banyak generasi yang tidak tahu bertutur sapa sesuai dengan yang diatur adat budaya Angkola Sipirok.

“Banyak generasi sekarang yang tidak bisa bertutur sapa dengan baik seperti tulang, nattulang, namboru, amangboru dan lainnya. Kondisi ini menjadi tanggung jawab kita bersama, misalnya dalam penggunaan tutur secara sederhana jika dibiasakan dalam lingkungan keluarga tentu akan terbiasa dalam kehidupan bermasyarakat. Tanggung jawab ini bisa dibiasakan orangtua kepada sesuai dengan tutur sapa dalam kebudayaan kita,” ungkapnya. (ran)
Sumber: Metro Tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Serangan Hama Tikus, Diperkirakan 20 Ton Produksi Padi Turun

    Serangan Hama Tikus, Diperkirakan 20 Ton Produksi Padi Turun

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dalam sebulan terakhir hama tikus melantak sejumlah kawasan persawahan di Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal (Madina). Akibatnya, sekitar 20 hektar tanaman padi rusak dengan rincian 13 hektar kerusakan ringan, 5 hektar kerusakan sedang, dan 2 hektar kerusakan berat. Penyusutan produksi padi di kawasan Panyabungan musim ini diperkirakan 2 ton akibat serangan […]

  • RUU Pemekaran Segera Dibahas Lagi

    RUU Pemekaran Segera Dibahas Lagi

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      JAKARTA – DPR akan kembali membahas nasib lima Rancangan Undang-undang (RUU) pembentukan daerah otonom baru dalam masa sidang dewan saat ini. Ketua Komisi II DPR Rambe Kamarulzaman meyakinkan bahwa pihaknya akan memperjuangkan aspirasi pemekaran. Hanya saja, Rambe tidak berani memastikan seluruh RUU pemekaran yang sudah ada bisa disahkan menjadi UU dalam waktu dekat. Alasannya, […]

  • KMM Salurkan Zakat Usaha ke  Angota dan Warga Sekitar

    KMM Salurkan Zakat Usaha ke Angota dan Warga Sekitar

    • calendar_month Kamis, 31 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )- Koperasi Konsumen Mitra Manindo (KMM) telah menyalurkan zakat usaha kepada 41 orang warga yang layak menerimanya pada akhir pekan lalu. Seluruh penerima zakat itu bertempat tinggal di sekitar kantor kas (KK) KMM yang berada di KK Kotanopan, KK Siabu, KK Maga, KK Panyabungan dan dan di sekitar gudang gas LPG […]

  • ANTI KHILAFAH: DULU DAN KINI

    ANTI KHILAFAH: DULU DAN KINI

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Di Tanah Air, Khilafah terus diperbincangkan. Padahal pengusung utamanya, HTI, telah dibubarkan. Sepertinya, dalam jangka panjang, isu Khilafah—juga HTI—masih tetap akan dimainkan. Setidaknya untuk terus digoreng, dijadikan kambing hitam, atau sekadar untuk pengalih perhatian dari ragam persoalan yang gagal diatasi oleh rezim saat ini. Khilafah bahkan selalu dituding sebagai ancaman. Padahal jelas, ancaman itu datang […]

  • Gelombang di Pantai Barat Sumut Capai Ketinggian 3,5 Meter

    Gelombang di Pantai Barat Sumut Capai Ketinggian 3,5 Meter

    • calendar_month Sabtu, 13 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – Ombak di pantai barat Sumatera Utara diperkirakan bisa mencapai ketinggian 3,5 meter. Ombak setinggi itu berpeluang terjadi di perairan Tapanuli Tengah, Kepulauan Nias, dan Sibolga. Karenanya, nelayan di kawasan itu diminta waspada. Tidak hanya di pantai barat, di Pantai Timur seperti perairan Belawan, Deli Serdang, Asahan, dan Tanjung Balai, ombak bisa mencapai […]

  • Ketua DPD Golkar Sumut Buka Muscam di MBG

    Ketua DPD Golkar Sumut Buka Muscam di MBG

    • calendar_month Minggu, 26 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SINGKUANG (Mandailing Online) – Ketua DPD Golkar Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah membuka Musyawarah Kecamatan (Muscam) Partai Golkar Kecamatan Muara Batang Gadis (MBG) di Desa Singkuang, Minggu (26/9). Ini merupakan muscam pertama yang dibuka oleh Ketua DPD Provinsi Sumatera Utara. Hal ini terjadi karena dalam kepengurusan Golkar Sumut tidak begitu terpaku pada birokrasi atau jenjang […]

expand_less