Jumat, 16 Okt 2026
light_mode

Pelunasan untuk Guru Swasta Dulu

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 20 Sep 2013
  • print Cetak

Kemenag Cicil Hutang Tunjangan Sertifikasi

JAKARTA, – Kementerian Agama (Kemenag) akhirnya menunjukkan tanda-tanda kewalahan menuntaskan tunggakan hutang pembayaran sertifikasi guru. Mereka memutuskan melunasinya dengan sistem dicicil. Pelunasan dimulai tahun depan dengan mendahulunan guru swata.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kemenag Nur Syam menuturkan bahwa total hutang Kemenag untuk membayar sejumlah tunjangan, termasuk tunjangan sertifikasi guru madrasah dan guru agama di sekolah umum mencapai Rp 5 triliun. “Kita tidak bisa melunasi langsung dalam satu tahun anggaran,” katanya kemarin.

Sebagai solusinya, mantan rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya itu menuturkan pelunasan hutang tadi akan dicicil. “Kita sudah sepakati dengan DPR, pelunasan mulai tahun depan sekitar Rp 1 triliun dulu,” ujarnya. Karena anggaran pelunasan hutang itu terbatas, Nur Syam mengatakan Kemenag menetapkan skala prioritas.

Hasilnya disepakati bahwa guru swasta yang berhak mendapatkan pelunasan tunggakan pembayaran tunjangan sertifikasi. Alasannya adalah murni karena faktor kesejahteraan guru. Menurut Nur Syam, guru swasta umumnya mengandalkan penghasilan dari tunjangan sertifikasi. Guru-guru swasta ini tidak seperti guru negeri yang mendapatkan gaji pokok rutin setiap bulan.

“Guru swasta memang ada gajinya per bulan. Tetapi jumlahnya kecil, masih besar tunjangan sertifikasi yang memang jadi harapan mereka,” urai Nur Syam.

Dia masih belum menghitung secara detail berapa jumlah guru swasta yang bakal menerima pelunasan tunjangan sertifikasi itu. Kepastian pelunasan ini digedok bersama dengan penetapan RKA-KL (Rencana Kerja Anggaran Kementerkan/Lembaga) Kemenag 2014.

Nur Syam menegaskan bahwa anggaran pelunasan tunjangan sertifikasi tadi di luar anggaran rutin. Dia menegaskan bahwa Kemenag berharap pengalaman pahit pada 2013 ini tidak terulang pada 2014 nanti. Nur Syam mengatakan bahwa Kemenag sampai menunggak hutang pembayaran tunjangan profesi guru ini karena anggaran mereka diblokir Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

“Tahun depan kami optimis tidak ada blokir-blokiran lagi,” katanya. Sehingga pembayaran tunjangan sertifikasi bisa lancar seperti periode sebelumnya. Dari data Kemenag dijelaskan bahwa tunggakan pembayaran tunjangan profesi guru PNS sebesar Rp 1,9 triliun. Lalu hutang pembayaran tunjangan profesi dan tunjangan fungsional guru swasta sebesar Rp 580 miliar.

Anggota Komisi VIII (Bidang Keagamaan/Kemenag) DPR Raihan Iskandar meminta Kemenag fokus menuntaskan tunggakan hutang itu. Dia masih menilai dalam rincian anggaran Kemenag 2014 belum tampak keseriusan menuntaskan persoalan yang dikeluhkan guru itu.

“Belum serius karena anggaran pelunasan hutang itu masuk dalam mata anggaran tambahan. Bukan mata anggaran pokok,” kata dia. (jpnn)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pasca Putusan MA 2006 Eksekusi Register 40 Palas Belum Direalisasikan

    Pasca Putusan MA 2006 Eksekusi Register 40 Palas Belum Direalisasikan

    • calendar_month Sabtu, 8 Des 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PALAS, (MO) – Hingga saat ini eksekusi fisik lahan Register 40 Padang Lawas (Palas) belum juga direalisasikan Kejatisu dan Poldasu. Putusan Mahkamah Agung (MA) tahun 2006 lalu sudah berjalan lebih lima tahun. Eksekusi diminta segera dilakukan untuk menghindari konflik sosial ditengah masyarakat. Tokoh Pemuda Kecamatan Huristak, Kabupaten Palas, Jabaluddin Siregar SH kepada METRO, Jumat (7/12) […]

  • Harun-Ikhwan di Mata Pelaku UMKM

    Harun-Ikhwan di Mata Pelaku UMKM

    • calendar_month Rabu, 28 Agt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pasangan Harun Mustafa Nasution-Muhammad Ichwan Husein Nasution dinilai memiliki visi tajam menggerakkan perekonomian Mandailing Natal khususnya UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah). Pasangan bakal calon bupati/wakil bupati Mandailing Natal ini dinilai memiliki kemampuan itu plus kemauan politik mengembangkan sektor ekonomi. Sosok Harun Mustafa misalnya, disamping mempunyai jaringan luas, juga sudah berpengalaman […]

  • Ahli Waris Penemu Padi Siganteng Dapat Deposito 60 Juta

    Ahli Waris Penemu Padi Siganteng Dapat Deposito 60 Juta

    • calendar_month Senin, 8 Sep 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Siabu (Mandailing Online) – Plt Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution menyatakan Pemkab Madina sudah berencana memberikan dana pendidikan dalam bentuk deposito sebesar 60 juta rupiah untuk ahli waris penemu varietas padi Siganteng. Uang itu akan dikucurkan dari APBD 2015 dan didepositokan atas nama Siganteng di salah sautu bank di Panyabungan. Dan deposito ini […]

  • Kebijakan Sekarat: Utang Untuk Selamatkan Rakyat

    Kebijakan Sekarat: Utang Untuk Selamatkan Rakyat

    • calendar_month Jumat, 6 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Novida Sari, S.Kom Ketua Majelis Islam Kaffah Mandailing Natal Di tengah keterpurukan ekonomi dan menurunnya daya beli masyarakat, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengeluarkan pernyataan kontroversional. Ia mengatakan di dalam acara bedah buku Mengarungi Badai Pandemi, bahwa utang merupakan salah satu instrumen untuk menyelamatkan masyarakat dan perekonomian di masa pandemi covid-19. Pasalnya, APBN mengalami […]

  • Pj Bupati Madina Diminta Tak Berpihak

    Pj Bupati Madina Diminta Tak Berpihak

    • calendar_month Jumat, 24 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pengurus Badan Komunikasi Pemuda dan Remaja Masjid (BKPRMI) Provinsi Sumatera Utara meminta Pejabat (Pj) Bupati Mandailing Natal (Madina), Ir H Aspan Sopian Batubara MM agar independen atau tidak memihak salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati di Pemilukada ulang nantinya. Hal itu diungkapkan Wakil Ketua BKPRMI Sumut, Sofhan Ahmadi Nasution saat dihubungi METRO melalui […]

  • Apakah Khilafah Kedaluwarsa?

    Apakah Khilafah Kedaluwarsa?

    • calendar_month Kamis, 15 Jun 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Akhir-akhir ini istilah khilafah menjadi topik perbincangan masyarakat. Ada anggapan bahwa istilah khilafah itu tidak ada dalam al-Quran. Karena itu Khilafah tidak perlu disuarakan. Bahkan seolah ingin ditanamkan kepada umat bahwa Khilafah itu bukan ajaran Islam sehingga umat tidak perlu menyibukkan diri dengan urusan Khilafah. Memang benar, kata khilafah dalam makna sistem pemerintahan Islam—sebagaimana […]

expand_less