Kamis, 16 Jul 2026
light_mode

Pelunasan untuk Guru Swasta Dulu

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 20 Sep 2013
  • print Cetak

Kemenag Cicil Hutang Tunjangan Sertifikasi

JAKARTA, – Kementerian Agama (Kemenag) akhirnya menunjukkan tanda-tanda kewalahan menuntaskan tunggakan hutang pembayaran sertifikasi guru. Mereka memutuskan melunasinya dengan sistem dicicil. Pelunasan dimulai tahun depan dengan mendahulunan guru swata.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kemenag Nur Syam menuturkan bahwa total hutang Kemenag untuk membayar sejumlah tunjangan, termasuk tunjangan sertifikasi guru madrasah dan guru agama di sekolah umum mencapai Rp 5 triliun. “Kita tidak bisa melunasi langsung dalam satu tahun anggaran,” katanya kemarin.

Sebagai solusinya, mantan rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya itu menuturkan pelunasan hutang tadi akan dicicil. “Kita sudah sepakati dengan DPR, pelunasan mulai tahun depan sekitar Rp 1 triliun dulu,” ujarnya. Karena anggaran pelunasan hutang itu terbatas, Nur Syam mengatakan Kemenag menetapkan skala prioritas.

Hasilnya disepakati bahwa guru swasta yang berhak mendapatkan pelunasan tunggakan pembayaran tunjangan sertifikasi. Alasannya adalah murni karena faktor kesejahteraan guru. Menurut Nur Syam, guru swasta umumnya mengandalkan penghasilan dari tunjangan sertifikasi. Guru-guru swasta ini tidak seperti guru negeri yang mendapatkan gaji pokok rutin setiap bulan.

“Guru swasta memang ada gajinya per bulan. Tetapi jumlahnya kecil, masih besar tunjangan sertifikasi yang memang jadi harapan mereka,” urai Nur Syam.

Dia masih belum menghitung secara detail berapa jumlah guru swasta yang bakal menerima pelunasan tunjangan sertifikasi itu. Kepastian pelunasan ini digedok bersama dengan penetapan RKA-KL (Rencana Kerja Anggaran Kementerkan/Lembaga) Kemenag 2014.

Nur Syam menegaskan bahwa anggaran pelunasan tunjangan sertifikasi tadi di luar anggaran rutin. Dia menegaskan bahwa Kemenag berharap pengalaman pahit pada 2013 ini tidak terulang pada 2014 nanti. Nur Syam mengatakan bahwa Kemenag sampai menunggak hutang pembayaran tunjangan profesi guru ini karena anggaran mereka diblokir Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

“Tahun depan kami optimis tidak ada blokir-blokiran lagi,” katanya. Sehingga pembayaran tunjangan sertifikasi bisa lancar seperti periode sebelumnya. Dari data Kemenag dijelaskan bahwa tunggakan pembayaran tunjangan profesi guru PNS sebesar Rp 1,9 triliun. Lalu hutang pembayaran tunjangan profesi dan tunjangan fungsional guru swasta sebesar Rp 580 miliar.

Anggota Komisi VIII (Bidang Keagamaan/Kemenag) DPR Raihan Iskandar meminta Kemenag fokus menuntaskan tunggakan hutang itu. Dia masih menilai dalam rincian anggaran Kemenag 2014 belum tampak keseriusan menuntaskan persoalan yang dikeluhkan guru itu.

“Belum serius karena anggaran pelunasan hutang itu masuk dalam mata anggaran tambahan. Bukan mata anggaran pokok,” kata dia. (jpnn)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sepanjang 5,5 km Jalan Simpang Pagur-Banjar Lancat Dibangun Hotmix

    Sepanjang 5,5 km Jalan Simpang Pagur-Banjar Lancat Dibangun Hotmix

    • calendar_month Jumat, 17 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ):” Pertama kita bangun mulai simpang Pagur melewati Ranto Natas sampai ujung Desa Pardomuan, baru ditahun berikutnya dilanjutkan dengan target hingga desa paling ujung Bandar Lancat, semoga tidak ada kendala seperti cuaca atau lainnya,” kata Kadis PUPR Madina Elpiyanti Harahap Jum’at 17/5/2024. Saat sekarang kata Elpi , Kontraktir pemenang tender mulai […]

  • Berharap Tetap di Jalan Lurus, Tapi Maksiat Jalan Terus?

    Berharap Tetap di Jalan Lurus, Tapi Maksiat Jalan Terus?

    • calendar_month Jumat, 3 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Ummu Taqiyya Aktivis Dakwah dan Mompreneur   Kita sadar bahwa kita hanyalah makhluk yang diciptakan. Tidak mungkin kita ada, kalau tidak ada yang menciptakan. Siapa yang menciptakan kita? Tentu saja Allah azza wa jalla, Tuhan yang Maha Menciptakan. Allah bukan saja menciptakan tapi juga memberikan aturan untuk kita. Selama ini kita sudah berusaha […]

  • Atika Sambut Kepulangan Jamaah Haji di Medan

    Atika Sambut Kepulangan Jamaah Haji di Medan

    • calendar_month Kamis, 27 Jun 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) –  Sebanyak 360 jamaah haji tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 3 Debarkasi Medan, Rabu (26/06/2024) sekira pukul 19.13 wib tiba di Bandara Kualanamu Internasional Airport. Adapun jamaah haji tergabung dalam Kloter 3 berjumlah 360 orang terdiri dari 350 jamaah haji asal Kabupaten Mandailing Natal, 2 jamaah haji asal Langkat (Mutasi) yaitu Erlis Afriyanti Binti Muclis […]

  • Mantu Tewas di Malam Takziah Ibu Mertua

    Mantu Tewas di Malam Takziah Ibu Mertua

    • calendar_month Sabtu, 21 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ditabrak Truk di Jalinsum Sipirok-Psp SIPIROK- Airmata Maslian Siregar (55) masih menetes di pipi usai pemakaman ibunya, Ompu Asmia (90), Kamis (19/1) pagi. Ompu Asmia meninggal Rabu (18/1) sekira pukul 14.00 WIB. Namun, belum lagi airmata itu mengering, Maslian harus menangis kembali saat takziah malam pertama sang ibu. Sebab, suaminya, Saruddin Batubara (55) tewas dalam […]

  • “Mayat” Ikut Mencoblos Pilkada Madina di Banjar Lancat

    “Mayat” Ikut Mencoblos Pilkada Madina di Banjar Lancat

    • calendar_month Rabu, 16 Des 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) – Borok Pilkada Mandailing Natal (Madina) 2020 terus bermunculan. Di Desa Banjar Lancat, Kecamatan Panyabungan Timur, Madina seorang yang sudah meninggal dunia dipastikan “ikut” mencobolos. “Jenazah” yang ikut mencoblos itu bernama Rohan dan tercatat dalam daftar pemilih tetap (DPT) TPS-002 Desa Banjar Lancat. Rohan mengembuskan nafas terakhir pada usia 59 tahun […]

  • Hartono Tenang Setelah Kembali ke Islam

    Hartono Tenang Setelah Kembali ke Islam

    • calendar_month Selasa, 17 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Acara di radio membuatnya tertarik mempelajari Islam lebih dalam. Hartono (25 tahun) lahir dari keluarga Islam. Namun, ia besar tanpa pendidikan agama. Hal ini membuat jiwanya kosong. Ia mengaku selama itu ia tak pernah mendalami Islam secara sungguh-sungguh. “Saya blank sama sekali tentang Islam,” ujarnya kepada Republika lewat sambungan telepon, pekan lalu. Ia merasa pemahaman […]

expand_less