Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Mal Praktek di RSU Panyabungan Tewaskan Mahasiswi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 2 Jan 2014
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kasus dugaan mal praktek di RSU Panyabungan yang menewaskan seorang mahasiswi, kini mulai ditangani Komisi IV DPRD Mandailing Natal (Madina).

Pertemuan di Komisi IV DPRD Madina berlangsung Kamis (2/1/2014) dipimpin Ketua Komisi Martua Nasution Lc dan Wakil Ketua Komisi, Hamzsah, pihak keluarga korban serta Direktur RSU Panyabungan Drg. Bidasari.

Korban bernama Gongga Sari, warga Kelurahan Muara Sipongi, Kecamatan Muara Sipongi, Madina. Almarhumah seorang mahasiswi S2 Universitas Negeri Medan, tutup usia 23 tahun di RSU Adam Malik, Medan.

Di Komisi IV, pihak keluarga korban menyatakan dugaan mal praktek terjadi ketika korban berobat di RSU Panyabungan, dimana setelah mengkonsumsi obat-obatan yang diresep dokter, korban mengalami gejala gatal-gatal serta bintik-bintik merah di sekujur tubuh.

Kondisi itu dilaporkan kepada dokter, tetap sang dokter menyatakan bahwa gejala gatal dan bintik merah itu hal yang biasa menyebabkan tidak ada penanganan serius lanjutan.

Merasa dokter di RSU Panyabungan bersikap kurang perhatian dan terkesan ceroboh, pihak keluarga akhirnya melarikan korban ke RSU Adam Malik di Medan.

Pihak RSU Adam Malik sendiri berkesimpulan bahwa korban mengalami over dosis oleh obat yang diresep doker RSU Panyabungan. Hanya saja, meski RSU Adam Malik telah memberikan obat antisipasi, korban akhirnya tak terselamatkan dan meninggal dunia di rumah sakit itu pada tanggal 15 Desember 2013 lalu.

“Kami sangat kecewa atas layanan yang rendah serta kecerobohan dokter di RSU Panyabungan,” kata Hj. Isniar lubis, ibu kandung korban di hadapan Komisi IV DPRD Madina.

Sementara itu, Direktur RSU Panyabungan Drg. Bidasari menyatakan bahwa pihaknya tetap mersefon keluhan dan kekecewaan keluarga korban. Hanya saja karena sang dokter tak sempat hadir di Komisi IV itu menyebabkan manajemen RSU belum bisa mengambil sikap.

Ketua Komisi IV DPRD Madina, Martua Nasution Lc usai pertemuan kepada Mandailing Online menyatakan pihaknya juga belum bisa menetapkan kesimpulan akibat dokter yang bersangkutan tak hadir, dan pertemuan serupa akan dilanjutkan pada Selasa pekan depan.

Ketidakhadiran sang dokter, lanjut Martua, disebabkan surat panggilan yang dilayangkan Komisi IV belum sampai ke tangan si dokter.

“Akibatnya keputusan belum dapat kita ambil. Selasa depan akan kita lanjutkan,” kata politisi Partai Keadilan Sejahtera itu.

Peliput/editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Akulturasi Elitis Mandailing: Standar Baru Kemajuan Madina

    Akulturasi Elitis Mandailing: Standar Baru Kemajuan Madina

    • calendar_month Jumat, 19 Jul 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Ludfan Nasution* Sulit menemukan pemahaman yang relatif seragam dalam hal budaya lokal. Lebih-lebih dalam hal kepemimpinan yang bersifat tradisional. Apalagi untuk membaca dan memahami sebuah prosesi adat yang belum “taradat”. Perpaduan unsur adat dengan nilai budaya yang asing atau baru dengan meninggalkan nilai-nilai adat itu sendiri dapat dipahami sebagai akulturasi. Dan, karena pemangku […]

  • Bupati Tegaskan Seluruh Wilayah di Madina Setara, Tak Ada yang Dibedakan

    Bupati Tegaskan Seluruh Wilayah di Madina Setara, Tak Ada yang Dibedakan

    • calendar_month Rabu, 9 Apr 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution menegaskan bahwasanya seluruh wilayah di kabupaten ini setara kedudukannya alias tidak ada yang dikucilkan oleh pemerintah daerah. Bupati tidak ingin siapapun yang mencoba mengucilkan atau membedakan setiap wilayah di Madina, misalnya wilayah Pantai Barat. Pantai Barat, kata bupati, juga tidak terlepas dari perhatian pemerintah, […]

  • Petani Batal Nginap di Simpang Jalan Napa

    Petani Batal Nginap di Simpang Jalan Napa

    • calendar_month Kamis, 12 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tunggu Pertemuan Dimediasi Polres TAPSEL- Ratusan warga yang tergabung dalam Kelompok Tani Andalan Napa (KTAN), Angkola Selatan yang menggelar aksi demo dengan bertahan di pinggir jalan Simpang Jalan Napa, akhirnya membatalkan niatnya. Ini setelah adanya janji Polres Tapsel yang akan memediasi warga dengan pihak perusahaan dan pemerintah. Bendahara KTAN Baginda Harahap menuturkan mereka bersedia tidak […]

  • Plasma PTPN IV Terkendala Status Lahan Tumpang Tiindih

    Plasma PTPN IV Terkendala Status Lahan Tumpang Tiindih

    • calendar_month Kamis, 1 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak PTPN IV mengaku kesulitan mengadakan lahan perkebunan plasma sawit yang akan diperuntukkan bagi warga sekitar. Sebab, banyak lahan yang berstatus tumpang tindih. Hal itu terungkap pada acara dengatr pendapat antara DPRD Kabupaten Mandailing Natal dengan pihak PTPN IV di gedung dewan, Selasa (1/11). DPRD memanggil manajemen PTPN IV terkait mencuatnya […]

  • IPB Kampus Padang Lawas Terima Mahasiswa Baru

    IPB Kampus Padang Lawas Terima Mahasiswa Baru

    • calendar_month Senin, 19 Jun 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SIBUHUAN (Mandailing Online) – Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui Program Studi Di luar Kampus Utama (PSDKU) yang dibuka di Kabupaten Padang Lawas, menerima mahasiswa baru 2017 untuk Diploma (DIII) jurusan Perikanan, Peternakan dan Perkebunan. Bagi siswa  SMA/ SMK sederajat yang ingin mendaftarkan diri untuk masuk di PSDKU IPB, dapat mendaftar secara online dengan alamat […]

  • 6 Bulan Mengendap di DPRD Madina, Laporan Dumas Dugaan Pelanggaran PT Rendi Tak Digubris

    6 Bulan Mengendap di DPRD Madina, Laporan Dumas Dugaan Pelanggaran PT Rendi Tak Digubris

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online )- Laporan pengaduan masyarakat / Dumas terkait dugaan pelanggaran PT Rendi Permata Raya di Desa Singkuang I dan Singkuang II, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal, hingga kini tak ada kejelasan. Padahal laporan itu sudah masuk ke DPRD Madina sejak 6 bulan lalu, tepatnya 23 Februari 2026. Kekecewaan pun diluapkan pelapor […]

expand_less