Minggu, 9 Agu 2026
light_mode

Cahaya Islam di Timor Leste

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Senin, 6 Jan 2014
  • print Cetak

Dakwah pada masa sekarang justru lebih mudah dibandingkan dulu.

Timor Leste pernah menjadi bagian dari Indonesia. Meski dari dulu di daerah ini umat IsLam menjadi minoritas, saat masih menjadi bagian Indonesia, banyak perhatian dan peningkatan aktivitas dakwah di sana.

Timor Leste, dulu bernama Timor Timur,  juga sebagian daerah Nusa Tenggara Timur lainnya mayoritas penduduknya adalah Nasrani. Sebab utamanya adalah daerah ini lama dikuasai Portugis.

Padahal, kedatangan Islam di daerah ini lebih dulu tiba. Namun, sayang Islam banyak terkikis oleh agama Nasrani yang dibawa Portugis dengan semboyan gospelnya, yaitu menyebarkan agama Nasrani di wilayah kolonialnya.

Dalam buku Islam di Timor Timur karya Ambarak A Bazher, dijelaskan, Islam sudah ada di Dilli, ibu kota Timor Timur, sebelum kedatangan Portugis pada 1512.

Pasukan Portugis terusir dari Gowa, Sulawesi Selatan, mereka tiba di Dili dan disambut oleh pemimpin masyarakat setempat yang bernama Abdullah Afif,” tulisnya.

Dari nama masyarakat yang menyambut tersebut, bisa dinilai masyarakat setempat telah mengenal Islam dan ada orang Arab yang tinggal di sana. Banyak perbedaan teori yang mengatakan tentang kapan datangnya Islam di Timor Leste ini.

Ada yang mengatakan datangnya bersamaan dengan penyebaran Islam oleh para pedagang Arab yang berlayar hingga ke pulau-pulau dekat dengan Maluku melalui jalur laut di selatan Sulawesi.

Ada pula yang mengatakan penyebaran Islam ini dilakukan oleh para ulama dari kerajaan-kerajaan Islam di sekitarnya, seperti Gowa-Tallo, juga Ternate, bahkan Samudra Pasai.

Ketika Portugis berlabuh di sini, wajah Islam menjadi berubah. Peran kolonialis yang punya kekuatan yang lebih besar akhirnya perlahan-lahan mematikan budaya serta pengikut Islam. Bahkan, di daerah-daerah yang belum terjamah oleh Islam, Portugis dengan gencar melakukan Kristenisasi.

Karena hal tersebut, hingga sekarang pun jumlah Muslim di daerah ini sangat sedikit. Saat masih menjadi bagian dari Indonesia, tercatat hingga 1990, jumlah penduduk Muslim di sana mencapai lebih dari 31 ribu jiwa. Terdapat juga 13 buah masjid, 30 mushala, 21 madrasah, 20 lembaga Islam, dan 116 dai yang tinggal di Timor Timur.

Saat ini, jumlah Muslim yang tinggal di Timor Leste hanya sekitar 5.000 jiwa. Ini berarti hanya memenuhi tiga persen dari total penduduk Timor Leste.

Penyebab utamanya adalah karena banyak Muslim yang tadinya tinggal di sini adalah warga hasil program transmigrasi dari Pulau Jawa. Kemudian, setelah negara ini berdiri sendiri, mereka pun kembali pulang ke tempat asalnya.

Dalam pemerintahan barunya, penduduk mayoritasnya adalah Nasrani. Muslim hanya mendapatkan sedikit porsi eksistensi. Dalam konstitusi Republik Demokrasi Timor Leste, dalam Pasal 12 dan 45, tercantum negara ini menjamin kebebasan beragama.

Hari-hari besar Islam pun dijadikan hari libur nasional, seperti Idul Fitri dan Idul Adha. Namun, hari besar lainnya, seperti besar Maulid Nabi, Isra Mi’raj, dan tahun baru Hijriyah, belum menjadi hari libur nasional.

Di Timor Leste juga belum ditemukan aturan untuk memberikan dispensasi waktu bagi Muslim yang sedang bekerja untuk menjalankan shalat wajib atau shalat Jumat.

Meski Islam mengalami penurunan drastis dalam segi jumlah, semangat untuk tetap beribadah dan berdakwah di sini tetap terjaga.

Kini, umat Islam di Timor Leste telah membentuk lembaga Islam Timor Leste yang bernama CENCISTIL (Centro da Comunidade Islamica de Timor Leste) atau Pusat Komunikasi Islam Timor Leste.

Dalam akun Facebook-nya, dijelaskan lembaga ini berdiri sejak 10 Desember 2000. Tujuan pendiriannya adalah sebagai wadah pengayom umat, corong suara Komunitas Islam Timor-Leste, sebagai lembaga yang berusaha menjawab kesulitan umat pascamelepaskan diri, serta untuk menjawab kebutuhan umat Islam ketika itu, kini, dan akan datang.

“Keberadaan CENCISTIL sampai saat ini adalah sebagai mitra pemerintah dalam pengurusan mengenai kepentingan umat Islam di Timor Leste,” tulisnya.

Salah satu ikon lain yang menunjukkan eksistensi Muslim di Timor Leste adalah Masjid An Nur. Masjid ini punya nilai sejarah yang sangat tinggi.

Berdiri sejak sebelum Indonesia merdeka dan pernah dihancurkan oleh tembakan bom oleh tentara Jepang. Namun, demi menegakkan Islam di wilayah ini, Masjid An Nur kembali dibangun dan dibesarkan lagi.

Hingga pada 1976, masjid ini kegiatannya semakin meluas. Dibangun pula lembaga dakwah juga madrasah diniyah di dalam kompleksnya. Para dai dari Jawa pun banyak didatangkan untuk berdakwah dan membina Muslim di sini.

Laman Dewan Dakwah menyebutkan, pengiriman dai ke Timor Leste terus berlangsung hingga sekarang. Salah satu dai yang dikirim ke sana, yaitu Ustaz Anwar.

Ia berharap, pengembangan Islam di Timor Leste terus tumbuh. “Bahkan, saya merasa dakwah pada masa sekarang justru lebih mudah dibandingkan dulu,” ujarnya.

Anwar mengatakan, akhir-akhir ini, banyak warga Timor Leste yang memilih Islam dan masuk menjadi Muslim. “Jumlah mualaf baru di sana hingga 2011 saja sudah mencapai 500 orang,” katanya.

Meski sedikit, umat Islam di Timor Leste ini tidak boleh dipandang sebelah mata. Mereka terus berdakwah dan menegakkan syariat Islam meski menjadi minoritas.

Walaupun menghadapi tantangan berat karena fasilitas dan jumlah Muslim yang semakin berkurang, semangat untuk menjalankan syariat Islam tidak pernah pudar.(rmol)

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • PPK Proyek Jalan Nasional di Madina Diduga Perintahkan PT Jaya Kontruksi Bongkar Ulang Bangunan Drainase Tak Sesuai Bestek

    PPK Proyek Jalan Nasional di Madina Diduga Perintahkan PT Jaya Kontruksi Bongkar Ulang Bangunan Drainase Tak Sesuai Bestek

    • calendar_month Jumat, 15 Des 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Proyek Draninase satu paket dengan pengerjaan jalan proyek jalan nasional yang dikerjakan oleh PT Jaya Kontruksi ( Jakon ) di Kabupaten Mandailing kerap bermasalah. Drainase jalan nasional di wilayah pidoli dolok contoh ya, meski drainase itu sudah selesai dikerjakan namun dua hari terakhir kembali di bongkar, ada dugaan PPK ( Pejabat […]

  • Sebelum Daftar ke KPU, Cabub Harun Ziarah Makam Ulama Terkemuka di Madina

    Sebelum Daftar ke KPU, Cabub Harun Ziarah Makam Ulama Terkemuka di Madina

    • calendar_month Kamis, 29 Agt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA – Mandailing Online : Harun Mustafa Nasution menziarahi makam makam ulama terkemuka sebelum daftar ke KPU Madina sebagai Calon Bupati Madina. Ada beberapa makam yang di ziarahi sejak lepas subuh tadi termasuk makam syeh H. Abdul Hamid di Desa Hutapungkut di Kota Nopan, Makam Syeh H Abdul Wahab Lubis di Muara Mais, dan makam […]

  • Pengukuhan Panwascam Menunggu Bawaslu

    Pengukuhan Panwascam Menunggu Bawaslu

    • calendar_month Minggu, 6 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Pengukuhan Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kecamatan menunggu keputusan atau arahan dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pusat. Jadi tugas Panwas Kabupaten saat ini hanya memberikan pembekalan kepeda 23 Panwas Kecamatan. Demikian disampaikan oleh Ketua Panwaslu Madina, Drs M Ikbal Nasution kepada METRO di Kantor Panwaslu Kabupaten Madina, Jumat (4/3) ketika menyikapi kesiapan Panwaslu dalam pemungutan […]

  • PLN Panyabungan Akui Kesalahan Pencatatan Rekening

    PLN Panyabungan Akui Kesalahan Pencatatan Rekening

    • calendar_month Selasa, 19 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Pihak PLN Ranting Panyabungan mengakui ada kesalahan dalam pencatatan rekening listrik milik pelanggan oleh sejumlah petugas. Hal itu dikatakan Rahman, Supervisor Cater pada PLN Ranting Panyabungan kepada MedanBisnis, Senin (18/4), di ruang kerjanya, Panyabungan. Dia mengatakan, dari banyaknya pelanggan yang mereka tangani, pasti ada kesalahan dalam pencatatan rekening listrik. ”Sebagai manusia biasa kita tidak […]

  • PT. Legenda Kopi Katulistiwa Genjot Pasar Kopi Robusta Mandailing

    PT. Legenda Kopi Katulistiwa Genjot Pasar Kopi Robusta Mandailing

    • calendar_month Jumat, 30 Agt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – PT. Kopi Rakyat Indonesia melalui anak perusahaanya PT. Legenda Kopi Katulistiwa terus melalukan ekspansi pasar kopi robusta dari Mandailing. Hingga kini PT. Legenda Kopi Katulistiwa telah mampu memasarkan sekitar 2 hingga 3 ton perbulan kopi robusta bentuk bubuk dan green bean serta  roast bean. Itu diungkapkan Direktur PT. Legenda Kopi […]

  • Gempa 5,5 SR Guncang Sidimpuan Sekitarnya

    Gempa 5,5 SR Guncang Sidimpuan Sekitarnya

    • calendar_month Jumat, 14 Jul 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN (Mandailing Online) – Gempa mengguncang wilayah Kota Sidimpuan, juga dirasakan di Tapanuli Selatan dan Padang Lawas Utara, Jum’at (14/7/2017). Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)  dalam laporan di situs www.bmkg.go.id, gempa sempat mengguncang sebanyak 3 kali dalam kekuatan dan waktu yang berbeda. Gempa pertama terjadi sekira pukul 08:25:16 WIB berkekuatan 5.5 Scala Rihcer (SR) […]

expand_less