Minggu, 8 Nov 2026
light_mode

Cahaya Islam di Timor Leste

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Senin, 6 Jan 2014
  • print Cetak

Dakwah pada masa sekarang justru lebih mudah dibandingkan dulu.

Timor Leste pernah menjadi bagian dari Indonesia. Meski dari dulu di daerah ini umat IsLam menjadi minoritas, saat masih menjadi bagian Indonesia, banyak perhatian dan peningkatan aktivitas dakwah di sana.

Timor Leste, dulu bernama Timor Timur,  juga sebagian daerah Nusa Tenggara Timur lainnya mayoritas penduduknya adalah Nasrani. Sebab utamanya adalah daerah ini lama dikuasai Portugis.

Padahal, kedatangan Islam di daerah ini lebih dulu tiba. Namun, sayang Islam banyak terkikis oleh agama Nasrani yang dibawa Portugis dengan semboyan gospelnya, yaitu menyebarkan agama Nasrani di wilayah kolonialnya.

Dalam buku Islam di Timor Timur karya Ambarak A Bazher, dijelaskan, Islam sudah ada di Dilli, ibu kota Timor Timur, sebelum kedatangan Portugis pada 1512.

“Pasukan Portugis terusir dari Gowa, Sulawesi Selatan, mereka tiba di Dili dan disambut oleh pemimpin masyarakat setempat yang bernama Abdullah Afif,” tulisnya.

Dari nama masyarakat yang menyambut tersebut, bisa dinilai masyarakat setempat telah mengenal Islam dan ada orang Arab yang tinggal di sana. Banyak perbedaan teori yang mengatakan tentang kapan datangnya Islam di Timor Leste ini.

Ada yang mengatakan datangnya bersamaan dengan penyebaran Islam oleh para pedagang Arab yang berlayar hingga ke pulau-pulau dekat dengan Maluku melalui jalur laut di selatan Sulawesi.

Ada pula yang mengatakan penyebaran Islam ini dilakukan oleh para ulama dari kerajaan-kerajaan Islam di sekitarnya, seperti Gowa-Tallo, juga Ternate, bahkan Samudra Pasai.

Ketika Portugis berlabuh di sini, wajah Islam menjadi berubah. Peran kolonialis yang punya kekuatan yang lebih besar akhirnya perlahan-lahan mematikan budaya serta pengikut Islam. Bahkan, di daerah-daerah yang belum terjamah oleh Islam, Portugis dengan gencar melakukan Kristenisasi.

Karena hal tersebut, hingga sekarang pun jumlah Muslim di daerah ini sangat sedikit. Saat masih menjadi bagian dari Indonesia, tercatat hingga 1990, jumlah penduduk Muslim di sana mencapai lebih dari 31 ribu jiwa. Terdapat juga 13 buah masjid, 30 mushala, 21 madrasah, 20 lembaga Islam, dan 116 dai yang tinggal di Timor Timur.

Saat ini, jumlah Muslim yang tinggal di Timor Leste hanya sekitar 5.000 jiwa. Ini berarti hanya memenuhi tiga persen dari total penduduk Timor Leste.

Penyebab utamanya adalah karena banyak Muslim yang tadinya tinggal di sini adalah warga hasil program transmigrasi dari Pulau Jawa. Kemudian, setelah negara ini berdiri sendiri, mereka pun kembali pulang ke tempat asalnya.

Dalam pemerintahan barunya, penduduk mayoritasnya adalah Nasrani. Muslim hanya mendapatkan sedikit porsi eksistensi. Dalam konstitusi Republik Demokrasi Timor Leste, dalam Pasal 12 dan 45, tercantum negara ini menjamin kebebasan beragama.

Hari-hari besar Islam pun dijadikan hari libur nasional, seperti Idul Fitri dan Idul Adha. Namun, hari besar lainnya, seperti besar Maulid Nabi, Isra Mi’raj, dan tahun baru Hijriyah, belum menjadi hari libur nasional.

Di Timor Leste juga belum ditemukan aturan untuk memberikan dispensasi waktu bagi Muslim yang sedang bekerja untuk menjalankan shalat wajib atau shalat Jumat.

Meski Islam mengalami penurunan drastis dalam segi jumlah, semangat untuk tetap beribadah dan berdakwah di sini tetap terjaga.

Kini, umat Islam di Timor Leste telah membentuk lembaga Islam Timor Leste yang bernama CENCISTIL (Centro da Comunidade Islamica de Timor Leste) atau Pusat Komunikasi Islam Timor Leste.

Dalam akun Facebook-nya, dijelaskan lembaga ini berdiri sejak 10 Desember 2000. Tujuan pendiriannya adalah sebagai wadah pengayom umat, corong suara Komunitas Islam Timor-Leste, sebagai lembaga yang berusaha menjawab kesulitan umat pascamelepaskan diri, serta untuk menjawab kebutuhan umat Islam ketika itu, kini, dan akan datang.

“Keberadaan CENCISTIL sampai saat ini adalah sebagai mitra pemerintah dalam pengurusan mengenai kepentingan umat Islam di Timor Leste,” tulisnya.

Salah satu ikon lain yang menunjukkan eksistensi Muslim di Timor Leste adalah Masjid An Nur. Masjid ini punya nilai sejarah yang sangat tinggi.

Berdiri sejak sebelum Indonesia merdeka dan pernah dihancurkan oleh tembakan bom oleh tentara Jepang. Namun, demi menegakkan Islam di wilayah ini, Masjid An Nur kembali dibangun dan dibesarkan lagi.

Hingga pada 1976, masjid ini kegiatannya semakin meluas. Dibangun pula lembaga dakwah juga madrasah diniyah di dalam kompleksnya. Para dai dari Jawa pun banyak didatangkan untuk berdakwah dan membina Muslim di sini.

Laman Dewan Dakwah menyebutkan, pengiriman dai ke Timor Leste terus berlangsung hingga sekarang. Salah satu dai yang dikirim ke sana, yaitu Ustaz Anwar.

Ia berharap, pengembangan Islam di Timor Leste terus tumbuh. “Bahkan, saya merasa dakwah pada masa sekarang justru lebih mudah dibandingkan dulu,” ujarnya.

Anwar mengatakan, akhir-akhir ini, banyak warga Timor Leste yang memilih Islam dan masuk menjadi Muslim. “Jumlah mualaf baru di sana hingga 2011 saja sudah mencapai 500 orang,” katanya.

Meski sedikit, umat Islam di Timor Leste ini tidak boleh dipandang sebelah mata. Mereka terus berdakwah dan menegakkan syariat Islam meski menjadi minoritas.

Walaupun menghadapi tantangan berat karena fasilitas dan jumlah Muslim yang semakin berkurang, semangat untuk menjalankan syariat Islam tidak pernah pudar.(rmol)

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kopi Luwak Mandailing Dipromosikan ke Jepang

    Kopi Luwak Mandailing Dipromosikan ke Jepang

    • calendar_month Selasa, 24 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    TAPSEL, – Organisasi perdagangan dan industri Jepang (The Japan Chamber of Commerce and Industry International Division) melalui Mr Hiroyuki Amaya, bermitra dengan Forum Pengelolaan DAS Lintas Kabupaten dan Lembaga Sipirok Lestari, membuka peluang promosi kopi luwak Sipirok dan Pakantan ke Provinsi Sizuoka dan Fukuoka di Jepang. Seperti yang dikatakan ketua Forum Pengelolaan DAS (Daerah Aliran […]

  • Pilkada Madina : Merobah Sikap Politik dan Cara Berpikir

    Pilkada Madina : Merobah Sikap Politik dan Cara Berpikir

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : Saifuddin Lubis Kabupaten Madina termasuk dalam 12 kab/kota di Sumut yang akan melaksanakan pilkada serentak di akhir 2015 ini. Udara bakal di gelar lagi perhelatan besar  di daerah ini sudah mulai terasa dan ramai di perbincangkan. Berbagai persiapan pun sudah di mulai diantaranya validasi data petugas PPS dan TPS. Namun hingga minggu […]

  • Atlet Panahan Madina Ikuti Seleksi Popnas di Medan

    Atlet Panahan Madina Ikuti Seleksi Popnas di Medan

    • calendar_month Jumat, 24 Feb 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Perpani Kabupaten Mandailing Natal mengirim 10 atlet untuk mengikuti seleksi Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas). Kesepuluh atlet panahan dan official berangkat dari Panyabungan, Kamis (23/2/2017) menuju Medan. “Seleksi digelar di Medan, Sumatera Utara pada tanggal 24,25 dan 26 Februari 2017,” kata Ketua Perpani Madina Sahminan Rangkuti didampingi Sekretaris Mukhtar Hanafi Rangkuti. […]

  • Dana Desa Pintupadang Jae Super Transparan

    Dana Desa Pintupadang Jae Super Transparan

    • calendar_month Selasa, 29 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SIABU (Mandailing Online) – Pemerintah Desa Pintupadang jae Kecamatan Siabu Mandailing Natal tergolong sangat transparan dalam pengelolaan Dana Desa. Salah satu indikator keterbukaan (transparansi) itu siapa saja boleh meng-copy dikumen RAB (Rancangan Anggaran Biaya). Sehingga masyarakat dapat memantau pelaksnaan program Dana Desa berdasar acuan ril dokumen RAB. RAB adalah dokumen yang memuat perhitungan rincian […]

  • Napi Kabur Dari LP Panyabungan Jadi DPO

    Napi Kabur Dari LP Panyabungan Jadi DPO

    • calendar_month Jumat, 4 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online )- Pihak Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) dihari ke 4 ini terus melakukan upaya pengejaran terhadap inisial RH nara pidana yang kabur dari lapas, upaya pencarian nara pidana kasus narkoba ini sudah melibatkan kepolisian Polres Madina. Kalapas Kelas IIB Panyabungan Mustafa Kamal pada Mandailing Online Jum’at […]

  • JKA Dibatasi, Akses Kesehatan Terbelah

    JKA Dibatasi, Akses Kesehatan Terbelah

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Hadi Irfandi, S. Pd   Pemerintah Aceh melakukan penyesuaian terhadap program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) yang akan mulai berlaku pada 1 Mei 2026. Dalam kebijakan baru ini, warga yang tergolong mampu tidak lagi ditanggung biaya kesehatannya oleh pemerintah daerah. Langkah ini diambil sebagai respons atas kondisi keuangan daerah yang sedang mengalami tekanan. Kebijakan tersebut […]

expand_less