Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

PG dirikan posko banjir Ranto Baek

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 6 Des 2010
  • print Cetak


PANYABUNGAN – Jajaran DPD Partai Golkar (PG) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) prihatin terhadap banjir yang melanda enam desa di Kecamatan Ranto Baek.

Menurut data akhir bencana, dan laporan tertulis Camat Kamal Khan, kejadian itu mengakibatkan 34 rumah penduduk hanyut, 47 rusak berat, 47 unit rusak ringan, dua jembatan gantung dan empat mesjid rusak ringan.

“Atas nama keluarga besar PG Madina, kami prihatin atas musibah bencana yang melanda kawasan Pantai Barat Madina. Untuk meringankan beban penderitaan korban diberikan bantuan beras, air mineral, telur, dan mi instan,” ujar Syariful Lubis, tadi pagi.

Syariful yang akrab disapa Sarling, menyatakan rasa percayanya pada Pemkab Madina dapat mengatasi maupun menangani korban banjir tersebut.

”Kita berharap masyarakat yang tertimpa musibah di Desa Simpang Talap, Muara Bangko, Manisak, Torus, Hutaraja dan Padangsilojongan tabah menghadapi musibah dan setiap saat bisa bangkit kembali dan semakin kuat setelah dilanda bencana,” katanya.

Syariful menjelaskan, selain memberikan bantuan kepada korban banjir, PG Madina bersama pengurus Kecamatan Ranto Baek, Lingga Bayu dan Batang Natal juga membuka tiga unit posko tanggap darurat sebagai wujud keprihatinan.

“Kami juga membuka posko di lokasi banjir untuk lebih mengetahui kebutuhan apa saja yang diinginkan masyarakat, sebab hingga kini DPD Partai Golkar Madina masih melakukan penggalangan dana bantuan untuk diserahkan kepada korban banjir,” ungkapnya.

Hal ini lanjutnya, merupakan instruksi langsung dari Ketua DPD II PG Madina, As Imran Khaitami Daulay, agar tetap tanggap atas bencana di seluruh wilayah Madina dan turut berbagi dengan masyarakat.

“Ini merupakan tindakan nyata program PG, yakni selalu berbagi dengan masyarakat dan tanggap dengan derita rakyat, karena suara Golkar itu merupakan suara rakyat,” tambahnya.

Pengamatan, kondisi kesehatan dan pangan masyarakat korban sampai saat ini masih stabil. Hanya saja mereka mulai kesulitan air bersih karena semua sumur yang ada airnya masih keruh, sehingga tidak bisa dimanfaatkan.

Untuk sementara, air bersih khusus keperluan makan dan minum didatangkan dari luar desa yang ditampung menggunakan drum dan bak air.

Sementara, untuk perbaikan pemukiman penduduk masih dalam tahap pembahasan unsur Muspida Madina, karena membutuhkan bahan kayu maupun papan yang tidak sedikit.

Plt Kadis PU dan Pertamben Madina, Nasrin Lubis, mengatakan saat ini sedang melakukan penghitungan dan pengukuran di lokasi banjir. Sehingga kerugian dan program penanggulangan bencana nantinya bisa dirumuskan serta disepakati dalam rapat dilaksanakan muspida bersama aparat terkait.
Sumber : Waspada online

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ratusan Guru Menanti Transfer Tunjangan Fungsional

    Ratusan Guru Menanti Transfer Tunjangan Fungsional

    • calendar_month Sabtu, 25 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sebanyak 923 guru non pegawai PNS yang bernaung di bawah lingkungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menanti dana tunjangan fungsional guru non PNS dari Kantor Perbendaharaan Negara (KPPN), ditransfer ke rekening bank masing-masing. Hal ini disampaikan Kepala Kantor Kemenag Madina, Drs H Muksin Batubara MPd, melalui Kepala Seksi Madrasah dan Pendidikan Agama […]

  • Legalitas Badan Pemangku Adat Dipertanyakan

    Legalitas Badan Pemangku Adat Dipertanyakan

    • calendar_month Selasa, 3 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Panyabungan (MO) – Pihak Harajaan Hutasiantar memprotes Kepengurusan Badan Pemangku Adat (BPA) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) priode sekarang. Pasalnya, pemilihan pengurus tidak sesuai anggaran dasar BPA. Raja Harajaan Hutasiantar, Hasanul Arifin Nasution, S.Sos Gelar Patuan Mandailing, mengaku terkejut setelah mengetahui pengurus baru BPA Madina sudah terbentuk dan sudah pula dikukuhkan. Diungkapkannya, selaku raja Harajaan Hutasiantar, […]

  • SBY: Penegak Hukum Harus Bersih dari Korupsi

    SBY: Penegak Hukum Harus Bersih dari Korupsi

    • calendar_month Kamis, 2 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta, Penegak hukum harus bersih dari korupsi. Jangan sampai sebagai pihak yang bertugas melakukan perang terhadap korupsi justru malah tidak beres. Upaya pemberantasan korupsi tidak akan maksimal. “Cegah dan berantas korupsi di lingkungan penegak hukum. Sebagai yang menghunus pedang, penegak hukum harus yang berdiri paling depan,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sambutan di acara […]

  • Polres Tapsel Harus Ungkap Rentetan Kasus Pembunuhan di Palas

    Polres Tapsel Harus Ungkap Rentetan Kasus Pembunuhan di Palas

    • calendar_month Selasa, 18 Okt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PALAS (Mandailing Online) – Polres Tapanuli Selatan didesak mengungkap berbagai kasus pembunuhan di Kabupaten Padang Lawas (Palas). “Kalau menurut catatan saya sebagai putra asal Desa Sigorbus, yang tersiar di media cetak sudah beberapa kali kasus pembunuhan yang terjadi, hanya beberapa kasus yang terungkap. Karena itu saya mengharapkan kepada Kapolres Tapsel untuk segera mengungkap semua […]

  • Pemkab Kurang Berani Berinvestasi Di Sektor Perkebunan

    Pemkab Kurang Berani Berinvestasi Di Sektor Perkebunan

    • calendar_month Senin, 14 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal (Madina) dinilai kurang berani membuka perkebunan milik pemkab. Padahal potensi perkebunan sangat hebat meningkatkan pendapatan daerah menuju otonomi daerah yang lebih mandiri. “Fakta yang ada ternyata sampai sekarang Pemkab Madina belum pernah mengalokasikan anggaran belanja-nya untuk belanja modal secara serius, terencana dan terukur untuk investasi di bidang perkebunan,” […]

  • Pengembangan Kebudayaan Melalui Inklusif Museum

    Pengembangan Kebudayaan Melalui Inklusif Museum

    • calendar_month Jumat, 14 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUGAN (Mandailing Online) – Masyarakat Mandailing Natal sudah saatnya didorong mengkonversi kebudayaan melalui pola inklusif museum. Itu diungkapkan dosen di Universitas Utrecht, Blanda, Dr.Hayyan Ul Hag SH, LL.M kepada Mandailing Online, usai berkunjung ke KKM, Panyabungan, Mandailing Natal, Jum’at (14/6/2013). Inklusif museum itu adalah model pengembangan dan media pembelajaran bagi masyarakat, dimana setiap anggota masyarakat […]

expand_less