Kamis, 16 Jul 2026
light_mode

Ini Resep dari Putra Habibie untuk Memajukan Negeri

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Senin, 24 Nov 2014
  • print Cetak

JOGJA – Kemiskinan menjadi faktor yang harus dituntaskan oleh pemerintah demi menciptakan negara maju yang se-jahtera. Pernyataan ini dilontarkan Ilham Akbar Habibie, putera Presiden RI keempat BJ Habibie, dalam Seminar Nasional Teknoin 2014 di Fakutas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia (UII),  Sabtu (22/11).

Selain meminimalisasi kemiskinan, ada tiga hal penting lain yang harus jadi perhatian negara. Yakni investasi human capital, investasi ilmu dan teknologi,  pembinaan dan pengembangan inovasi, serta entrepreneurship sumber daya manusia.

Empat hal itu harus dijalankan. Namun, sebelumnya harus dilakukan penggeseran pola pikir ekonomi yang selama ini meni-tikberatkan pada aset, diubah menjadi ilmu pengetahuan. “Itu saya ambil dari pernyataan Presiden Chili pada acara APEC,” ujar peraih doktor ingenieur di Technical University of Munich, Jerman, ini.

Dari pernyataan tersebut, Ilham lantas mengurai alasan human capital lebih penting ketimbang human resource. Maksudnya, negara harus bisa menciptakan kesinambungan antara tempat belajar dengan lapangan kerja yang memadai, sehingga sumber daya manusia (SDM)  yang memiliki kompe-tensi sesuai bidang ilmu masing-masing bisa berkontribusi bagi negara.

“Tidak bisa suatu negara hanya menciptakan SDM berkualitas tinggi, tapi tak diimbangi lapangan kerja,” ujarnya.

Sementara tentang ilmu dan teknologi (iptek), Ilham menganggapnya sebagai investasi karena harganya memang mahal. Tanpa mengubah pola pikir bahwa iptek adalah investasi, maka suau negara akan sulit maju. “Jadi jangan dilihat dari biayanya,” sambung Ilham yang kini menjabat CEO atau chairman di beberapa perusahaan terkemuka itu.

Sementara soal kemiskinan adalah satu hal yang tak bisa dipungkiri setiap negara. “Jerman dan Amerika Serikat juga punya warga miskin,” tuturnya.

Permasalahannya adalah apa yang harus dilakukan pemerintah untuk meminimalisasi kemiskinan. Menurut Ilham, negara harus bisa menekan kesenjangan antara si miskin dan si kaya.

“Semakin maju suatu negara, tingkat kemiskinan harus makin kecil. Jika kesenjangan semakin lebar, justru bisa membahayakan negara,” katanya.

Sumber : Jpnn

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Si Bulus-bulus Si Rumbuk-rumbuk

    Si Bulus-bulus Si Rumbuk-rumbuk

    • calendar_month Minggu, 17 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 4Komentar

    Apa itu Si bulus-bulus Si rumbuk-rumbuk ??? semacam makanankah? Atau tempat kah? Atau semacam mitos??? Yaa, Si bulus-bulus Si rumbuk-rumbuk merupakan karya fenomenal dari Sati Nasution. Siapakah dia??? mungkin banyak orang yang tdk mengenalnya. Bahkan orang mandailing (ato batak) pun banyak tidak mengenalnya. Beliau adalah pahlawan (menurut orang mandailing) pendidikan (pemikir) tentang pentingnya sekolah (menuntut […]

  • Prof. Todung: SMGP Jangan Abaikan Hak Madina, Harus Tunduk pada Aturan

    Prof. Todung: SMGP Jangan Abaikan Hak Madina, Harus Tunduk pada Aturan

    • calendar_month Rabu, 5 Okt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Prof. Todung Mulia Lubis menyatakan PT SMGP jangan mengabaikan penduduk sekitar. Pun juga harus tunduk kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Di sisi lain, Todung berpendapat bahwa keberadaan perusahaan SMGP di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara sejalan dengan kebijakan pemerintah tentang transisi energi melalui Energi Baru Terbarukan (EBT). Itu dikatakan Todung […]

  • Desa Wisata Pastap Julu Capai Target Vaksinasi

    Desa Wisata Pastap Julu Capai Target Vaksinasi

    • calendar_month Sabtu, 20 Nov 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAMBANGAN (Mandailing Online) – Desa Pastap Julu Kecamatan Tambangan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) berhasil menuntaskan vaksinasi di atas 75 % dosis I dan II. Desa ini telah bejuang lama memperoleh status desa tujuan wisata sehingga hard immunity (kekebalan kelompok) sangat mempengaruhi bagi daya dukung kunjungan wisatawan. Keberhasilan tercapai oleh kesolidan lintas sektor meliputi Pemerintah Desa […]

  • 10,46% kosmetik di Sumut tak aman

    10,46% kosmetik di Sumut tak aman

    • calendar_month Minggu, 6 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Kaum wanita di Sumatera Utara diingatkan dalam menggunakan kosmetik. Pasalnya, kosmetik yang beredar di Sumut masih belum aman Dari hasil uji kosmetik tahun 2010 yang dilakukan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Sumut, sebanyak 10,46 persen kosmetik tidak memenuhi syarat kesehatan. Sebagian terbukti mengandung pewarna yang dilarang. Bahkan, masih ada yang mengandung […]

  • Tyimpanum Novem Sikapi Asosiasi Produser Tabagsel

    Tyimpanum Novem Sikapi Asosiasi Produser Tabagsel

    • calendar_month Jumat, 31 Jan 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pimpinan Tyimpanum Novem Film’s, Askolani Nasution akhirnya angkat bicara menyikapi pembentukan Asosiasi Produser Tabagsel (APTA) yang terbentuk pekan lalu di Panyabungan. Dikatakannya, Tympanum dengan tegas tidak akan ikut masuk ke organisasi APTA tersebut karena organisasi ini tidak sesuai dengan desain dan falsafah perjuangan Tympanum. Meski begitu Askolani tetap menghargai orang untuk […]

  • Sejarah Toge Taing Tumpat

    Sejarah Toge Taing Tumpat

    • calendar_month Rabu, 3 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    Pernah Dicicipi Amin Rais PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Siapa tak kenal toge Panyabungan. Toge ini mashur bukan saja bagi masyarakat Mandailing Natal, tetapi juga terkenal di Sumatera Utara. Salah satu toge Panyabungan yang populer adalah toge Taing Tumpat. Bahkan tokoh nasional, Amin Rais pernah singgah di sini. Toge Panyabungan adalah makananan sejenis kolak campuran dari […]

expand_less