Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Magnitute Wacana Balon Bupati Madina, (Bikin Kriteria atau Cari Tokoh?)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 23 Mar 2015
  • print Cetak

 

Oleh: Muhammad Ludfan Nasution

Tanpa harus menyoal kenapa harus Pilkada Langsung dan serentak di 2015 ini, bicara tentang bakal calon (Balon) Bupati Madina tetap menantang, bahkan bisa-bisa bikin frustrasi.

Kita mengenal Madina sedemikian rupa. Ada problem besar. Butuh resolusi tuntas. Ada perspektif sejarah yang adiluhung. Harus mencapai target-target besar yang terkesan mustahil.

Itu satu sisi dari kenyataan Madina kontemporer. Dalam magnitute wacana Pilkada 2015, karakteristik Madina yang sedemikian itu tentu terkonversi secara alamiah ke dalam satu urunan kriteria Balon Bupati.

Di angle berbeda, sebagaimana lahir dari sistem sosial, budaya dan politik, kita memilik banyak orang yang sudah lahir dan besar menjadi tokoh atau bisa ditokohkan. Masing-masing memiliki latar belakang, ciri khas, visi, konsepsi, strategi dan dapat dilukiskan dalam satu deskripsi profile tersendiri.

Beberapa di antaranya, layak muncul sebagai Balon Bupati Madina. Terakhir, sesuai kecukupan prasyarat suara/kursi di DPRD Madina dan dukungan independen, akan mengemuka sejumlah Balon yang layak dijagokan untuk menjadi Bupati Madina periode 2016-2021.

Problemnya sekarang, ketika tahapan dan anggaran Pilkada belum ditetapkan, apa yang harus kita lakukan lebih dulu?

Pilihan pertama, bisa dengan merumuskan kriteria Balon terlebih dahulu, baru kemudian mencari figur balon yang relevan dengan kriteria yang sengguhnya bersifat etis tersebut.

Sebut saja ini cara yang bersifat idealistik. Pilihan kedua, mencari figur paling potensial, paling kuat dan paling populer. Umpamanya, mengambil tiga, lima atau tujuh figur Balon terlebih dahulu.

Selanjutnya, dari mereka yang terseleksi itu diturunkan kriteria yang sudah ada kian dalam diri ketiga, kelima atau ketujuh figur tersebut.

Sebuat saja yang kedua ini cara ala realistik. Mana wacana yang lebih signifikan, lebih sehat, lebih logis dan lebih strategis buat Madina?

Hindari Frustrasi

Karekteristik Madina dalam bidang apa pun dan dari data objektif yang seperti apa pun, adalah standar yang berlaku mutlak bagi identitas dan kondisi ideal Madina yang diharapkan di masa depan.

Di beberapa diskusi informal, muncul argumentasi yang mengkerucut pada penawaran kriteria. Sebagaimana kriteria, jelas menguraikan latar belakang, bobot kepemimpinan, konsepsi, visi, misi dan strategi membangun daerah.

Kriteria demikian tentu memproyeksikan ketokohan, figur dan profile yang baik. Sehingga memunculkan harapan dan optimisme bahwa tokoh-tokoh yang terpresentasi dalam kriteria itu mampu menjawab problem terbesar Madina. Bahkan, kriteria itu mungkin saja membersitkan sedikit harapan bahwa mereka bakal tampil sebagai 'ratu adil' versi Madina.

Masih dari diskusi dadakan yang disebutkan di atas, ketika satu kriteria itu dijajaki ke beberapa tokoh yang sudah muncul, ternyata tidak ada profile dan figur tokoh-tokoh itu yang sama sekali mendekati kriteria.

Nah, kalau begini, wacana Balon dalam Pilkada Madina 2016 bisa bikin frustrasi sosial kan? Tidak juga. Justru inilah cara paling logis untuk mengantisipasi munculnya frustrasi sosial di masa mendatang. Lalu, bagaimana juga jika dari tokoh-tokah yang sudah mengemuka sekarang ditarik kriteria minimalis (realistik)?

Cara ala 'realistik', bisa juga kita jajaki. Hanya saja, problem yang bakal muncul setidaknya dua hal: 1) subjektif dan terlalu cepat menutup peluang bagi yang relatif lebih ideal; dan 2) bisa terjebak dan wacana sekitar Pilkada akan kehilangan orientasi dan akurasi untuk mengetahui standar paling minimal bagi pemimpin dan pengelola Madina, yang kemudian berakibat pada rendahnya target yang bisa diharapkan dari Bupati hasil Pilkada 2015.

 

Kembali Idealistik

Memang kita sudah melalui beragam fase dan masa. Salah satunya, keadaan dimana seakan tidak ada pilihan tepat dan tidak ada target tertentu yang bisa digapai. Akibatnya, kita menerima saja kondisi real yang ada, seolah-olah tak pantas atau tak mungkin mendapatkan hal yang lebih baik, serta seakan harus meyakini bahwa hal terbaik yang bisa diharapkan adalah keadaan yang buruk atau terburuk.

Maka dari itu, karena tahapan Pilkada 2015 juga belum dimulai, alangkah lebih baik kalau daftar balon dibuka dulu selebar-lebarnya. Setidaknya, jangan terfokus dulu pada figur yang sudah muncul. Lagi pula, mungkin saja muncul tokoh, atau tokoh yang sudah populer duluan, justeru menempati posisi sebagai kuda hitam.

Dengan begitu, untuk menjawab pertanyaan pada judul tulisan ini, pilihannya adalah bikin kriteria dulu. Soal tidak ada figur yang mendekati patokan-patokan dalam kriteria balon itu, tak perlu disoal dan dijawab sekarang. Yang jelas, yang terbaik adalah yang paling akurat dengan kriteria.

Madina yang sudah berusia 16 tahun ini tentu memiliki promlematika dengan karakter yang relatif rumit dan unik. Oleh karena itu, kita berharap agar Madina ini dipimpin oleh orang yang paling akurat, paling tepat. Bukankah kita ingin menjadikan Pilkada sebagai bagian utama yang integral dari penyelesaian masalah-masalah yang ada?

Adalah pengalaman yang kelewat traumatis jika prosesi Pilkada yang sudah begitu banyak menyedot energi rakyat dan uang negara itu, dan kali ini dilaksanakan secara serentaka, kembali berakhir dengan kamuplase atau pepesan kosong: bupati dan wakil bupati salah pilih. Makanya, jangan takut bikin kriteria, biar lebih mudah menemukan yang relatif lebih oke. (Muhammad Ludfan Nasution adalah jurnalis tinggal di Madina)

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kunjungi Kampoeng Kaos Madina, Sihar : Industri Harus Berkembang

    Kunjungi Kampoeng Kaos Madina, Sihar : Industri Harus Berkembang

    • calendar_month Kamis, 31 Mei 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Calon Wakil Gubernur Sumut Sihar Sitrous menekankan bahwa pemerintah memiliki peran penting mendorong pertumbuhan UMKM di Sumatera Utara, termasuk Mandailing Natal. Penekanan itu disampaikan Sihar di sela sela mengunjungi Kampoeng Kaos Madina, di Jalan Jambu, Lintas Timur Kelurahan Sipolu, Penyabungan, Selasa (29/5/2018). Sihar menyatakan, ruang kreatifitas harus mendapat daya dukung […]

  • Kronologi PT. Palmaris vs Warga Batahan

    Kronologi PT. Palmaris vs Warga Batahan

    • calendar_month Senin, 21 Mar 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sudah lama masyarakat Batahan menuntut pengembalian tanah yang diserobot oleh PT. Palmaris, sudah lama masyarakat Batahan berjuang, sudah lama masyarakat merasa dizolimi, sudah lama masyarakat Kecamatan Batahan menuntut keadilan, ternyata sudah lama pula pemerintah daerah lemah tak bertindak, bahkan sejak pemerintahan bupati Amru Daulay. Hingga pemerintahan daerah dipimpin Pl. Bupati Aspan Sopyan Batubara sampai era […]

  • Pembangunan Pola Gotong-royong di Desa Pangkat

    • calendar_month Rabu, 29 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Lembah Sorik Marapi (Mandailing Online) – Pemkab Madiling Natal (Madina) menerapkan pembangunan pola gotong-royong di Desa Pangkat Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Selasa (28/5). Proyek yang digotong-royongkan adalah pembangunan rabat beton sepanjang 200 meter. “Pemerintah menyiapkan material yang dibutuhkan. Sementara itu, warga melaksanakan kegiatannya,” ungkap Asisten I Pemkab Madina, Musaddad Daulay. Pola ini diharapkan memiliki tiga […]

  • Warga Sihepeng Blokade Jalinsum Protes Tangkap Lepas Narkoba. Polisi Temukam Belasan Bungkus Narkoba Jenis Sabu

    Warga Sihepeng Blokade Jalinsum Protes Tangkap Lepas Narkoba. Polisi Temukam Belasan Bungkus Narkoba Jenis Sabu

    • calendar_month Senin, 10 Feb 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ): Ratusan masyarakat sehepeng di Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) menggelar aksi blokade jalan lintas sumatera. Aksi ini dilakukan warga sebagai bentuk protes terhadap dugaan tangkap lepas pelaku pengguna narkoba. Senin 10/2/2024 Aksi yang digelar warga sihepeng raya itu sempat menimbulkan kemacetan jalur lintas sumatera. aksi warga ini […]

  • IYE Madina Sabut Ada Dugaan” Kong Kalikong” Penanganan Kasus Stanting di Kejatisu

    IYE Madina Sabut Ada Dugaan” Kong Kalikong” Penanganan Kasus Stanting di Kejatisu

    • calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN-Mandailing Online:  Dengan rentang waktu bulan Desember 2024 hingga Juli 2025, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) belum memberikan kejelasan tentang status pihak-pihak yang telah mereka periksa terkait kasus dugaan korupsi stunting Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tahun 2022-2023. Lambannya pergerakan dari Kejati Sumut ini menyisakan banyak pertanyaan di publik bahkan pertanyaan tersebut menjurus kearah curiga. […]

  • Transparansi Anggaran Desa Aek Banir Dipertanyakan

    Transparansi Anggaran Desa Aek Banir Dipertanyakan

    • calendar_month Jumat, 4 Jul 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN -Mandailing Online : Desa Aek Banir di Kecamatan Panyabungan Kota, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) merupakan desa yang termasuk tertinggal dalam pembangunan. Padahal desa ini tidak begitu jauh dari pusat pemerintahan daerah. Jalan desa ini juga belum di hotmik padahal jalan desa ini menjadi jalan alternatif dari ibu kota kabupaten menuju Kecamatan Tambangan. Penelusuran Mandailing […]

expand_less