Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

ABG Dijual Teman Sendiri

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
  • print Cetak


DIPERIKSA: Bunga (berkerudung), didampingi ibunya memberikan keterangan di Polres Karo, Selasa (25/1).//Iwan Tarigan/Sumut Pos

KARO- Minggat dari rumah, cewek ABG (anak baru gede) malah dijual teman sendiri kepada pria hidung belang. Hal ini dialami Bunga (15), bukan nama sebenarnya, warga Sei Mencirim Pasar VII, Sunggal, Kab Deli Serdang, Jumat (21/1) lalu.

Bunga minggat dari rumahnya bersama teman karibnya AY (14), berbekal pakaian seadanya. Mereka pergi ke Kabanjahe untuk mengadu nasib mencari pekerjaan di ibukota Kabupaten Karo tersebut. Di Terminal Kabanjahe, kedua cewek ABG ini bertemu dengan F, yang merupakan teman AY.

Oleh F, kedua sahabat karib ini dibawa melancong keliling Kota Kabanjahe hingga pukul 13.00 WIB. Usai berkeliling kota, keduanya lantas ditraktir F makan siang. Usai santap siang, Bunga sempat melihat seorang pria yang belakangan diketahui berinisial Sgl memberikan uang Rp200 ribu kepada AY.

Lantas, uang yang diberikan Sgl itu mereka gunakan membeli perlengkapan dan keperluan yang mereka butuhkan. Menurut Bunga, bukan hanya sekali itu saja Sgl memberikan uang kepada AY, namun hingga tiga kali. Tapi ia tidak mengetahui secara rinci berapa jumlah nominal yang diterima AY dari Sgl.

“Saya melihat AY menerima uang dari SGL. Saya sudah curiga, mungkin ada niatnya untuk menjual saya,” ujar Bunga kepada wartawan di ruang periksa Polres Karo, Selasa (25/1). Walau curiga, Bunga masih mencoba untuk berpikir positif.

Selain memberikan uang, Sgl juga menawarkan kedua gadis ABG itu tempat tinggal, di salah satu kamar di sebuah kafé di kawasan Kabanjahe.

Namun pada Sabtu (22/1) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, Bunga diajak Sgl keluar dengan dalih membeli makanan. Ternyata, bukannya membeli makanan, Bunga dibawa ke penginapan kelas melati. Menurut Bunga, di kamar penginapan itulah, dirinya diperkosa Sgl sampai tiga kali.

Setelah kejadian itu, Bunga langsung menghubungi orangtuanya. Mengetahi apa yang terjadi pada anaknya, ibu korban Dewita Br Bangun (35), membuat pengaduan ke Polres Karo.

Kepada wartawan, Selasa (25/1), di ruang periksa unit Judisila, ibu korban mengatakan, pihak keluarga akan terus mengikuti perkembangan kasus yang menimpa anaknya. Bahkan mereka berjanji akan menyampaikan ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

“Berdasarkan visum, anak kami telah rusak. Jika nantinya, kasus ini tidak tuntas, kami akan membuat pengaduan ke Kapoldasu dan KPAI. Ada indikasi kalau anak kami dijual dan selanjutnya akan dipekerjakan di tempat hiburan malam di kawasan Kabanjahe. Kami minta pihak Polres Karo agar tidak main-main dalam hal ini,” ujar Dewita.
Kabag Humas Polres Karo Iptu Sayuti Malik ketika dikonfirmasi melalui telepon selularnya mengatakan, pihak kepolisian masih mendalami kasus tersebut. Sesuai keterangan Sayuti, pihak kepolisian masih memburu tersangka pelaku tindakan asusila tersebut.(wan)
Sumber : Sumut Pos

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kepala Desa 7 Bulan Belum Digaji

    Kepala Desa 7 Bulan Belum Digaji

    • calendar_month Sabtu, 13 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 4Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Para kepala desa di Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) belum menerima gaji dalam 7 bulan terakhir. “Sejak bulan Januari hingga bulan Juli ini,” ungkap Kepala Desa Gunung Tua Panggorengan, Enda Timbul Nasution, Jum’at (12/7/2013) didampingi kepala desa Panyabungan Jae, Darussalam, Gunungtua Tonga dan Desa Siobon. Ketiadaan gaji selama 7 bulan […]

  • Warga dan Muspika Tinjau Lahan Sangketa Yang Digarap PT.PSU

    Warga dan Muspika Tinjau Lahan Sangketa Yang Digarap PT.PSU

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BATANG NATAL (Mandailing Online) – Warga 4 Desa bersama camat, Danramil dan Polsek Muara Soma kembali melakukan peninjauan lahan adat yang dikuasi PT. PSU di Kecamatan Batang Natal, Mandailing Natal (Madina). Laha-lahan tersebut telah ditanami sawit oleh PT. PSU (PT.Perkebunan Sumatera Utara), padahal lahan-lahan itu sudah bersertifikat atas nama masyarakat. Ke-empat desa itu adalah Desa […]

  • Madina dan Nias Paling Rawan Bencana

    • calendar_month Selasa, 4 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PEMATANGSIANTAR, –  Badan Penanggulangan Bencana Daerah mencatat Kabupaten Mandailing Natal dan Nias merupakan daerah yang memiliki kerawanan paling tinggi di Provinsi Sumatera Utara. “Semua potensi bencana ada disana,” Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut Asren Nasution dalam pelatihan pembinaan teknis manajemen dasar penangulangan bencana di Pematang Siantar, Senin malam, 3 Juni 2013. Menurut […]

  • Gunda Pietsch Bersyahadat Dua Kali

    • calendar_month Kamis, 14 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Gunda Pietsch, dididik keluarga yang tidak memandang penting posisi agama dalam hidup. Kedua orangtuanya tak lagi mengunjungi gereja sejak Gunda lahir. “Jadi, saya tidak mengenal Tuhan sejak lahir,” kata dia seperti dilansir onislam.net, Rabu (13/11). Memasuki usia dewasa, Gunda berpikir tidak mungkin kehidupan ini berjalan begitu saja tanpa ada yang mengatur. Awalnya, sikap skeptis Gunda […]

  • RAPBD Madina 2011 Diajukan

    RAPBD Madina 2011 Diajukan

    • calendar_month Senin, 20 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Pj Bupati Mandailing Natal Aspan Sofian Batubara menyampaikan Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPBD) Madina Tahun Anggaran 2011 dalam Rapat Paripurna DPRD dipimpin Ketua DPRD As Imran Khaitami Daulay di Gedung Dewan Komplek Perkantoran Payaloting, Jumat (17/12/2010). Rancangan Peraturan Daerah Tentang RAPBD TA 2011 yang disampaikan sebesar Rp 574 152 038.000. RAPBD […]

  • Pengajian Orbit Undang Mualaf asal Belanda

    Pengajian Orbit Undang Mualaf asal Belanda

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA  – Pengajian Orbit kedatangan tamu istimewa. Tamu itu adalah Malika Feer, mualaf asal Belanda. Feer akan berbagi pengalaman tentang bagaimana ia memutuskan untuk memeluk Islam. Dalam pesan singkat yang diterima ROL, Kamis (15/1), pengajian bersama Malika Feer akan berlangung, Kamis (15/1) malam, pukul 19.30 WIB di Jalan Margasatwa Raya 27, Jakarta Selatan. Kelompok pengajian […]

expand_less