Selasa, 28 Apr 2026
light_mode

Dr. Radjamin Nasution Walikota Pertama Surabaya

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 24 Mei 2022
  • print Cetak

dr Radjamin Nasution

Namanya dr. Radjamin Nasution, gelar Sutan Kumala Pontas, lahir di Barbaran Julu, Panyabungan Barat, Mandailing Natal, Sumatera Utara tanggal 15 Agustus 1892.

Di Surabaya, Radjamin Nasution termasuk bumiputera yang berpendidikan tinggi. Naluri dan jalan pikirannya bangkit. Apalagi ia menyadari bahwa tinggal dan berkeluarga di tempat kelahiran sobatnya, dr. Soetomo. Radjamin mulai menyingsingkan lengan baju, memulai babak baru bertarung berhadapan dengan kaum Belanda di parlemen Kota Surabaya. Karir Radjamin di parlemen makin menguat hingga terpilih menjadi wakil Jawa Timur mewakili Kota Surabaya ke Volksraad (parlemen pusat) dari Partai Parindra. Posisi Radjamin menjadi “double gardan”, di satu tangan menjadi anggota senior Dewan Kota Surabaya (wethouder), dan di tangan lainnya sebagai anggota Volksraad.

Dari kampung ke kampung, Radjamin Nasution melihat kondisi masyarakat dan menampung aspirasi rakyatnya. Dalam hal tertentu, Radjamin tidak segan-segan menegur dan menggertak Walikota Surabaya, Fuchter yang berkebangsaan Belanda jika ada pembangunan yang dijalankan jauh menyimpang dari kebutuhan rakyat.

Figur Radjamin galak terhadap Belanda, sebaliknya santun terhadap rakyatnya. Karakter yang lengkap ini juga disukai pasukan Jepang. Ketika datang pertama kali ke Surabaya, militer Jepang mengangkatnya sebagai walikota, menggantikan kedudukan Fuchter yang saat itu sibuk mengurusi soal deportasi bangsa Eropa dari Surabaya. Bahkan di masa pendudukan Jepang, Radjamin kerap bersinggungan dengan kebijakan pemerintah dari negeri sakura itu.

Saat pemerintahan Jepang menyatakan “kalah” dalam Perang Dunia II, setelah bom atom dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki, tepat pada tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, Takahashi Ichiro kemudian menyerahkan sepenuhnya kepala pemerintahan Kota Surabaya kepada wakilnya, Radjamin Nasution.

Ketika Jepang takluk atas sekutu, pimpinan Republik di Jakarta mengangkatnya menjadi walikota. Konon, pengangkatan Radjamin sebagai walikota incumbent itu atas penilaian Ir. Soekarno sendiri. Soekarno adalah putra daerah Surabaya (lahir dan dibesarkan di Surabaya). Ini berarti, Radjamin tidak memerlukan rekomendasi Amir Sjarifoeddin dan M. Hatta untuk penunjukannya, karena Soekarno sendiri yang merekomendasikan.

Soekarno, Hatta dan Amir adalah tiga founding father negara Republik Indonesia. Sedangkan Amir Sjarifoeddin (Harahap) adalah adik sekampung halaman Radjamin di Tapanuli Selatan.

Radjamin Nasution yang bertempat tinggal di Jalan Alun-alun Rangkah, Surabaya itu, memerintah Kota Surabaya dalam suasana perang. Saat menjadi walikota, Radjamin lebih banyak disibukkan dengan urusan perang. Ketika terjadi pertempuran sengit antara Arek-arek Suroboyo melawan Sekutu yang dikendalikan oleh tentara Inggris, banyak korban berjatuhan. Ratusan dan mungkin ribuan orang gugur di medan perang Surabaya. Patriot bangsa ini kemudian dikuburkan di berbagai tempat.

Atas gagasan Walikota Surabaya Radjamin Nasution, kemudian pemakaman para pejuang yang gugur itu dipindahkan ke lapangan “Canna” (Sekarang TMP Kusuma Bangsa). Untuk pertama kalinya dimakamkan 26 orang pejuang. Upacara pemakaman ini dipimpin langsung oleh Radjamin Nasution selaku kepala pemerintahan Kota Surabaya. Salah satu putranya ialah Irsan Radjamin, suami dari wanita pejuang Surabaya, Hj. Lukitaningsih Irsan Radjamin yang pernah menjabat Ketua Umum Wirawati Catur Panca (Ibu-ibu Kelasyakaran Pejuang Eksponen Angkatan 45).

Ketika menjadi walikota, Radjamin bersama stafnya sibuk mengurusi pengungsian. Radjamin yang seorang dokter juga mengambil posisi sebagai Kepala Dinas Kesehatan Surabaya dan mengkoordinasikan save and rescue terhadap pejuang-pejuang yang terluka dari medan perang. Radjamin berinisiatif mengumpulkan pakaian bekas dan karung goni untuk bahan pakaian para pejuang di Surabaya. Radjamin mondar mandir antara markas pemerintahan Kota Surabaya di pengungsian (Mojokerto dan Tulungagung) dan front pertempuran di Kota Surabaya. Namun setelah pengakuan kedaulatan RI, Radjamin yang bertindak sebagai walikota di pengungsian dan belum pernah dipecat, tak dinyana haknya diambil alih alias dirampas. Radjamin lebih memilih berjuang kembali lewat parlemen untuk bisa tetap dekat dengan rakyatnya.

Sesungguhnya Radjamin Nasution bergelar Sutan Kumala Pontas jauh sebelum dinobatkan rakyat Surabaya sebagai “Arek Soerabaya”. Radjamin sudah menganggap Kota Surabaya sebagai kampung halamannya sendiri.

Radjamin meninggal dunia pada 10 Februari 1957 dan dimakamkan di Surabaya. Saat jenazah disemayamkan di rumah duka ada yang mengusulkan agar almarhum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa. Sebab, dalam kegiatannya menjelang dan setelah Kemerdekaan RI selalu berada di garis perjuangan. Namun atas “wasiat” almarhum yang disampaikan oleh anak-anaknya, ia ingin dimakamkan di tengah-tengah warga Surabaya. Radjamin Nasution dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Rangkah, di Jalan Kenjeran.

Dan diakhir hayatnya beliau sempat tidak diakui sebagai Walikota Surabaya.

Pengurus Besar Ikatan Pemuda Mandailing (PB IPM) meminta kepada Pemerintah Indonesia untuk mengangkat Rajamin Nasution gelar Sutan Kumala Pontas menjadi Pahlawan Nasional Republik Indonesia.***

Naskah ini dikirim Pengurus Besar Ikatan Pemuda Mandailing

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Senin Besok, PUPR Madina Tangani Darurat Irigasi Batang Gadis

    Senin Besok, PUPR Madina Tangani Darurat Irigasi Batang Gadis

    • calendar_month Sabtu, 5 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) Petani di seberbagai Desa di Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal ( Madina), Sumatera Utara ( Sumut ) yang 2 tahun terakhir tidak bisa menanam padi akibat irigasi untuk mengairi sawah mereka tak mengalir mulai bernafas lega. Pemkab Mandailing Natal melalui Dinas PUPR beberapa hari ini akan menangani masalah darurat irigasi batang gadis […]

  • Ketua TP PKK Madina Tinjau Kesiapan Calon Desa Binaan di Panyabungan Barat

    Ketua TP PKK Madina Tinjau Kesiapan Calon Desa Binaan di Panyabungan Barat

    • calendar_month Rabu, 6 Okt 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    BATANG GADIS JAE (Mandailing Online) – Ketua TP PKK Madina Hj. Eli Mahrani M. Ja’far Sukhairi Nasution dan rombongan meninjau kesiapan calon desa binaan, Desa Batang Gadis Jae, Panyabungan Barat pada Rabu (6/10). Kedatangan rombongan TP PKK Madina disambut Gordang Sambilan dan dijamu masakan khas kampung seperti kacang rebus, jagung rebus, ubi ungu rebus dan […]

  • Alat Musik Mandailing, Etek

    Alat Musik Mandailing, Etek

    • calendar_month Minggu, 21 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Alat musik Mandailing Etek dimainkan oleh Sudirman Lubis dan kawan-kawan di teras Sopo SiIo Parsarimpunan (Juni 2011). Kesenian (musik) dan kehidupan tradisional masyarakat Mandailing dapat dibagi atas 3 kategori: 1. Berhubungan dengan ritual keagamaan tradisional maupun adat. Contohnya: ensambel Gordang Sambilan, ensambel Gordang lima dan ensambel Gondang Dua. Sebenarnya masih ada satu lagi yang penggunaannya […]

  • Provinsi sutra & tanggungjawab bupati

    Provinsi sutra & tanggungjawab bupati

    • calendar_month Jumat, 4 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ratusan tokoh dan elemen masyarakat asal Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) berkumpul dan melakukan diskusi soal upaya percepatan pembangunan Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), Jumat malam hingga Sabtu malam (20-21 Januari) di Hotel JW Marriot, Medan. Dari pusat ada Adnan Buyung Nasution, Todung Mulia Lubis, Bomer Pasaribu, dan Chairuman Harahap. Dari Medan ada Rahudman Harahap, Chaidir Ritonga, […]

  • Polda: BAP korupsi migor Tapsel P21

    Polda: BAP korupsi migor Tapsel P21

    • calendar_month Senin, 18 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara ( Kejati Sumut) menyatakan berkas Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kasus korupsi dalam penyaluran minyak goreng (migor) bersubsidi yang terjadi di Pemerintah Kabupetan( Pemkab) Tapanuli Selatan Tahun Anggaran (TA) 2012 yang sebelumnya dilimpahkan oleh penyidik Tindak Pidana Korupsi ( Tipikor) Polda Sumut sudah lengkap (P21). Artinya, tersangka Junaim Nasution, yang […]

  • Kejari Tetapkan Dua Tersangka, Dugaan Korupsi Dinas Kelautan Perikanan Madina

    Kejari Tetapkan Dua Tersangka, Dugaan Korupsi Dinas Kelautan Perikanan Madina

    • calendar_month Selasa, 19 Agt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Pos) – Kejari Madina menetapkan dua tersangka dugaan korupsi penggunaan anggaran dan kegiatan tahun 2012 di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Madina. Salah seorang diantaranya Kadis Kelautan dan Perikanan. Namun Kejari belum memperjelas Kadis yang menjabat sekarang atau sebelumnya. “Tersangka sudah ada, yang ditetapkan dua orang. Cuma identitasnya belum bisa kita publikasikan, karena […]

expand_less