Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

Mantan Sekda Madina: Tiga Alasan Memilih SAHATA

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 6 Nov 2024
  • print Cetak

HM Yusuf Nasution (kanan) di kediamannya ketika dikunjungi Saipullah Nasution

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dukungan memenangkan Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 2, Saipullah Nasution-Atika Azmi Utammi Nasution (SAHATA) terus berdatangan. Terlebih dalam beberapa hari belakangan elektabilitas pasangan ini terus melejit.

Kali ini dukungan datang dari mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Drs. HM Yusuf Nasution, MSi.

Tokoh agama yang juga ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Madina periode 2010-2023 itu mengungkapkan sejumlah alasan terkait dukungannya kepada pasangan calon bupati dan wakil bupati Madina nomor urut 2.

Menurut dia, ada tiga alasan untuk menjadikan seseorang itu jadi pemimpin. Yang pertama, dilihat dari pendidikannya. Kedua, dari pengalamannya. Ketiga, dari keimanannya. “Ketiga alasan ini saya lihat ada pada sosok Saipullah Nasution,” katanya.

Yusuf yang merupakan Calon Bupati Madina periode 2015-2020 itu mengungkapkan, untuk membangun kabupaten dengan sebutan Bumi Gordang Sambilan ini, diperlukan sosok yang memiliki ilmu pengetahuan dan berpengalaman dalam birokrasi. Terlebih-lebih Madina dikenal sebagai Kota Santri dan Kota Ulama di Sumatera Utara. “Nah, justru sosok itu terlihat pada Paslon SAHATA,” katanya.

Atas hal itu, menurut dia, dibutuhkan sosok yang memiliki pengetahuan keagamaan untuk mengayomi umat dan hal itu terlihat ada pada sosok Saipullah Nasution.

“Saya sebetulnya baru bergabung dengan tim SAHATA dan bukan berarti saya pilih-pilih Paslon. Saya bergabung dengan tim SAHATA ini, karena konsepnya dalam membangun Madina lima tahun kedepan sesuai dengan kriteria dan pikiran saya,” ungkapnya.

Dari segi pengalaman, sebut Yusuf, Saipullah Nasution juga merupakan mantan birokrat di Kementerian Keuangan. Hal itu, kata dia, merupakan salah satu bukti kemampuannya dalam menjalankan roda pemerintahan.

Untuk membangun Madina ke depan, kata Yusuf, dibutuhkan biaya yang besar. Itu sebabnya, dia yakin Paslon SAHATA nantinya memiliki strategi-strategi khusus untuk meningkatkan APBD, sehingga Madina bisa lebih maju dari kabupaten lain.

“Beliau juga sering bertanya kepada tokoh-tokoh yang ada di Madina seputar kemajuan Madina. Saya juga sering ditanya beliau terkait langkah dan strategi dalam menata kabupaten ini kedepannya. Sebagai mantan birokrat di kantor bupati, saya sampaikan sesuai dengan yang ada dalam pikiran saya dan beliau selalu menerima,” ujarnya.

Untuk itu, Yusuf berharap apabila Paslon Saipullah-Atika nantinya menang di Pilkada Madina 2024 agar mengubah kondisi perekonomian masyarakat saat ini, sehingga masyarakat bisa lebih sejahtera, salah satunya dengan membuka lapangan kerja baru.

“Ini merupakan tantangan bagi beliau untuk menyejahterakan masyarakat. Dengan ilmu pengetahuan yang dimiliki Paslon ini, saya yakin harapan itu nantinya dapat terwujud,” harapnya. (rel/dahlan)

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekda Madina Berganti

    Sekda Madina Berganti

    • calendar_month Kamis, 29 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 6Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) berganti. Marwan Bakhti Siregar yang selama ini Kepala Inspektorat Madina menggantikan jabatan sekda dari M. Daud Batubara dalam acara penyerahan SK pengangkatan, Kamis (29/8) di aula Kantor Bupati Madina oleh Wakil Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution. Pengangkatan Marwan sebagai Plt. Sekda itu berdasar surat […]

  • KPU Madina Buka Ruang yang Tak Memberikan Kepastian Hukum Dalam Pilkada

    KPU Madina Buka Ruang yang Tak Memberikan Kepastian Hukum Dalam Pilkada

    • calendar_month Selasa, 26 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Medan ( Mandailing Online ) Ahli Hukum Tata Negara dari Universitas Sumatera Utara, DR. Mirza Nasution dalam ulasannya menyatakan pernyataan KPU Madina terkait rekomendasi Bawaslu Madina terkesan tak sesuai hukum. Dengan membuka ruang kepada Pasangan Calon Saifullah Nasution – Atika Azmi Utammi untuk melengkapi berkas-berkas yang menjadi kekurangan sesuai dengan rekomendasi itu. Dirinya menilai secara […]

  • Karikatur Bincang Pilihan Calon Bupati Madina

    Karikatur Bincang Pilihan Calon Bupati Madina

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Karikatur Bincang Pilihan Calon Bupati Madina

  • Harapan Baru di Selatan Sumut: IKANAS Madina dan Jalan Panjang Nasution untuk Nusantara

    Harapan Baru di Selatan Sumut: IKANAS Madina dan Jalan Panjang Nasution untuk Nusantara

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Tim Mandailing Epicentrum   Ada yang perlahan bergerak dari selatan Sumatera Utara. Bukan suara ledakan politik. Bukan pula gegap-gempita proyek negara. Tetapi denyut lama yang seperti hendak dibangunkan kembali: kesadaran tentang persaudaraan, kehormatan sosial, dan tanggung jawab antargenerasi di tengah dunia yang semakin individualistik. Di Mandailing Natal, geliat itu mulai terasa melalui bangkitnya […]

  • Seputar Guru Olahraga Pukuli Wartawan

    Seputar Guru Olahraga Pukuli Wartawan

    • calendar_month Minggu, 24 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Korban Menolak Diajak Berdamai MADINA- Todung Mulya Lubis, wartawan media cetak yang dipukuli guru olahraga SMK Negeri 1 Siabu, Karoche, menolak diajak berdamai, Jumat (22/7). Menurut Todung, Kamis (21/7) malam keluarga Karoche mendatangi keluarganya. Mereka (keluarga Karoche) ingin berdamai agar kasus ini tak berlanjut. Namun, keluarga Todung tidak mau berdamai dan tetap ingin kasus berlanjut. […]

  • Proxy War dan Neo Imperialisme!

    Proxy War dan Neo Imperialisme!

    • calendar_month Senin, 12 Jun 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Umar Syarifudin (Lajnah Siyasiyah DPD HTI Jatim)   Dalam beberapa kesempatan, Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo mengingatkan Indonesia saat ini tengah menghadapi bahaya proxy war atau perang asimetris. Proxy war terjadi di Indonesia melaui beberapa cara, di antaranya narkoba, konflik antar kelompok, maupun terorisme. Panglima TNI mengingatkan tentang Proxy War sebagai ancaman nyata bagi […]

expand_less