Rabu, 8 Jul 2026
light_mode

Kilau Emas Madina yang Habis Jadi Asap

  • account_circle webmaster
  • calendar_month 6 menit yang lalu
  • print Cetak

Wartawan: Bang Ucok, saya perhatikan tiap sore banyak penambang turun dari bukit bawa hasil. Emas di Mandailing Natal ini kan melimpah. Logikanya, keluarga penambang sejahtera, pasar desa ramai, dan kampung ini cepat maju. Tapi kenapa kelihatannya ekonomi di sini jalan di tempat?

Ucok (Penambang Lokal): (Menyesap kopi, tersenyum pahit) Kalau hitung-hitungan di atas kertas, betul kata Abang. Sehari kami bisa pegang uang ratusan ribu sampai jutaan. Tapi uang itu menguap sebelum sampai ke meja makan rumah.

Wartawan: Menguap ke mana, Bang? Bukannya ditabung untuk modal usaha atau sekolah anak?

Ucok: Jadi asap, Bang. Ke sabu-sabu. Narkoba sudah masuk ke lubang-lubang tambang. Awalnya bandar bilang ini ‘vitamin’ biar kami kuat melek, kuat menggali lumpur berjam-jam, tidak gampang sakit pinggang. Lama-lama penambang kecanduan. Uang jutaan hasil mendulang emas hari ini, habis malam ini juga buat beli barang haram itu.

Wartawan: Berarti uangnya tidak berputar di desa?

Ucok: Sama sekali tidak. Istri di rumah cuma dapat sisa recehan, kadang malah harus berutang di warung untuk beli beras. Anak-anak terancam putus sekolah. Warung makan, toko baju, atau toko bangunan di desa ya sepi, karena uang penambang tersedot semua ke kantong bandar narkoba.

Wartawan: Bang Ucok tahu? Kisah seperti ini persis dengan sejarah kelam di tambang-tambang Amerika Selatan dan Afrika.

Ucok: Oh ya? Jauh kali. Di mana itu, Bang?

Wartawan: Di Kolombia, misalnya, atau di kawasan tambang berlian Sierra Leone, Afrika. Dulu saat emas dan berlian ditemukan melimpah, orang luar berpikir warga lokal akan kaya raya. Kenyataannya? Mafia dan kartel narkoba masuk. Para penambang dicekoki narkoba dan alkohol agar terus bekerja bagai mesin.

Ucok: Jadi mereka juga tidak kaya?

Wartawan: Uangnya diputar di lingkaran setan. Penambang dapat uang dari emas, lalu uangnya diserahkan kembali ke bos atau bandar untuk beli narkoba. Akhirnya, emas di tanah habis dikeruk, alamnya hancur beracun, tapi masyarakatnya tetap miskin, penyakitan, dan generasi mudanya hancur karena kecanduan. Yang kaya raya dan bisa membangun gedung mewah cuma para bandar di kota.

Ucok: (Terdiam sejenak memandang bukit) Astaga… Berarti kami di Madina ini sedang mengulang kebodohan yang sama ya, Bang? Kami peras keringat menggali emas, merusak alam kampung sendiri, tapi hasilnya cuma untuk memperkaya bandar narkoba.

Wartawan: Begitulah kenyataan pahitnya, Bang. Emas yang seharusnya jadi berkah untuk menyejahterakan keluarga dan membangun kemajuan desa, malah berubah jadi kutukan. Selama rantai narkoba di tambang ini tidak diputus oleh hukum yang tegas, emas Madina tidak akan pernah jadi jalan keluar dari kemiskinan.

Ucok: Abang tulis saja obrolan kita ini. Biar orang di luar sana, dan para pejabat itu tahu. Emas kami bukan membawa kami ke masa depan, tapi sedang mengubur kami pelan-pelan.

Catatan Penulis: Kisah dari Mandailing Natal ini adalah potret nyata bagaimana kekayaan alam tidak selalu berbanding lurus dengan kesejahteraan. Tanpa adanya edukasi, pemberantasan narkoba yang tegas, dan pengawasan sosial, “emas” hanya akan menjadi bahan bakar yang mempercepat hancurnya masa depan sebuah daerah.

  • Penulis: webmaster

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dampak Kelangkaan Gas 3 Kg di Panyabungan, Sejumlah Pedagang Makanan Tutup

    Dampak Kelangkaan Gas 3 Kg di Panyabungan, Sejumlah Pedagang Makanan Tutup

    • calendar_month Sabtu, 29 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) Langkanya tabung LPG 3 kilogram di kota Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal beberapa minggu terakhir membuat sejumlah pedagang makanan tutup dari biasanya. Seperti warung makan, penjual gorengan, sate, warung kopi, dan mie ayam. Seminggu belakangan, mereka mengaku masih bisa mengirit penggunaan gas agar bisa memperpanjang durasi penjual. Sekarang mereka justru tidak bisa […]

  • Al Washliyah Berangkatkan Tim Logistik Kemanusiaan ke Pantai Barat

    Al Washliyah Berangkatkan Tim Logistik Kemanusiaan ke Pantai Barat

    • calendar_month Sabtu, 25 Des 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Organisasi Islam Al Jam’iyatul Washliyah Mandailing Natal (Madina) memberangkatkan Tim Logistik Kemanusiaan ke Pantai Barat, Sabtu (25/12). Tim Logistik Kemanusiaan dilepas secara langsung oleh Wakil Ketua Mukhtar Nasution didampingi pimpinan dan kader Gerakan Pemuda Al Washliyah serta pengurus Muslimat Al Washliyah. Tim Logistik Kemanusiaan nantinya akan mendistribusikan sumbangan swadaya kader, warga […]

  • Sebaiknya Proyek Fisik Dilepaskan Dari Disdik Madina

    Sebaiknya Proyek Fisik Dilepaskan Dari Disdik Madina

    • calendar_month Kamis, 20 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online)-Ketua Komisi I DPRD Mandailing Natal (Madina) Iskandar Hasibuan menyarankan agar Dinas Pendidikan tidak usah lagi menangani proyek fisik maupun non fisik. Sehingga yang menjadi tanggungjawab instansi ini murni mengurusi pendidikan saja. “Agar pendidikan di daerah terus berkembang, kembalikan itu proses pembangunan berbagai bangunan sekolah kepada instansi yang lebih berkompeten, sehingga orang-orang yang […]

  • Pasar Beras Murah Diserbu Warga, Kadis Ketapang Madina : Beras Dipastikan Aman Meski Impor Dari Vietnam

    Pasar Beras Murah Diserbu Warga, Kadis Ketapang Madina : Beras Dipastikan Aman Meski Impor Dari Vietnam

    • calendar_month Senin, 16 Okt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online )- Dalam rangka hari Pangan Sedunia Sanin 16/10/2023, Desa Gunung Tua Raya, Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal ( Madina ), dapat jatah Gerakan Pangan Murah Nasional dari Pemda Madina. lokasi pasar murah pangan yang berada di pelataran Masjid Raya Assyuhada’a itu pun langsung diserbu warga. Panitia dari Dinas Ketahanan Pangan Madina sendiri menurunkan […]

  • Kasus DBD di Madina Mulai Makan Korban

    Kasus DBD di Madina Mulai Makan Korban

    • calendar_month Jumat, 1 Des 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )- Kasus demam berdarah ( DBD ) di Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) mulai mengkhawatirkan. Sejumlah warga dikabarkan meninggal dunia akibat penyakit tersebut. Kekhawatiran akibat jangkitan penyakit yang bersumber dari gigitan nyamuk itu pun mulai menjadi perbincangan khususnya kaum ibu. Derlina, warga Kelurahan Sipolu Polu pada Mandailing Online bercerita, di […]

  • Nelayan Madina Tidak Melaut Akibat Cuaca Badai

    Nelayan Madina Tidak Melaut Akibat Cuaca Badai

    • calendar_month Kamis, 17 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Sudah lebih dari sepekan para nelayan di wilayah Pantai Barat Mandailing Natal (Madina) tidak melaut akibat cuaca buruk dan musim badai. “Sehingga banyak nelayan yang menggangur,” ungkap Hasmar, seorang nelayan di Kecamatan Muara Batang Gadis kepada waratawan, Minggu lalu (13/10/2013). Hasmar mengatakan, akibat situasi cuaca badai atau angin barat, […]

expand_less