Kamis, 15 Okt 2026
light_mode

Kapolda Sumut Tuding Media Terlalu Besar-besarkan Penembakan di Sorikmas Mining Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 31 Mei 2011
  • print Cetak


MANDAILING NATAL:
Warga Desa Hutagodang,Kecamatan Siabu, Mandailing Natal (Madina) dan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Utara (Sumut) Inspektur Jenderal (Irjen) Pol Wisjnu Amat Sastro saling menyalahkan terkait aksi pembakaran camp PT Sorikmas Mining,Minggu 29 Mei 2011.

“Saya sangat menyesalkan tindakan masyarakat yang telah merusak dengan cara membakar camp PT Sorikmas Mining,” katanya kepada wartawan ketika saat berkunjung ke Kepolisian Sektor (Polsek) Siabu Senin 30 Mei 2011. Perbuatan puluhan warga sudah menyalahi peraturan sehingga pihak kepolisian akan serius mencari para pelaku.

Menurut dia, setiap masyarakat harus mendapatkan jaminan keamanan, sayangnya malah membuat ketidaknyamanan di perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan emas itu. Mantan Wakil Kepala Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) yang baru beberapa bulan bertugas di Medan ini malah menyalahkan media massa.

Menurut dia, media massa terlalu membesar- besarkan kejadian di Madina ini. “Saya mengimbau kepada awak media agar tidak membesar- besarkan kejadian itu,” ujarnya.Namun,Wisjnu menolak menjelaskan kasus kerusuhan yang berujung dengan pembakaran campPT Sorikmas Mining ini dan penembakan seorang warga bernama Solatiyah, 20.“Sudah,saya banyak pekerjaan lagi,”ungkapnya sambil masuk ke mobil dinasnya.

Sejumlah masyarakat yang menyaksikan peristiwa ini menyatakan, tembakan dari oknum kepolisianlah menjadi biang kerusuhan. “Jika polisi tidak menembak warga, kami juga tidak akan melakukan aksi itu (pembakaran),”kata Suwardi Lubis, 35,warga Desa Hutagodang. Menurut dia,begitu mendengar ada warga yang tertembak, massa langsung menerobos masuk ke camp.

“Pokoknya, polisi yang awalnya menembak warga, makanya kami mendobrak masuk,”ujarnya. Warga lainnya, Syahril, 40, juga menuding oknum polisi yang menjadi biangkerok kerusuhan ini.“Saat itu,warga hanya melakukan unjuk rasa secara damai bukan rusuh,”ujarnya. Awalnya warga dihadang sejumlah petugas kepolisian ketika warga ingin melakukan unjuk rasa.

Polisi langsung memberikan tembakan peringatan agar warga tidak bersikap anarkistis. Namun,massa terus berunjuk rasa sehingga polisi melepaskan tembakan ke arah warga. “Tembakan itu membuat warga langsung emosi karena salah seorang warga terkena tembakan,”bebernya.(si)
Sumber :Eksposnews

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kajatisu Terperangah Sidang Berhenti, Terdakwa Illegal Logging Bebas   Banyak Kasus Korupsi di Sumut Hilang

    Kajatisu Terperangah Sidang Berhenti, Terdakwa Illegal Logging Bebas Banyak Kasus Korupsi di Sumut Hilang

    • calendar_month Sabtu, 27 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN- Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajatisu), Sution Usman Aji, mengaku terkejut mengetahui banyak kasus-kasus dugaan korupsi yang pernah ditangani anak buahnya hilang begitu saja. Diantaranya, kasus pembalakan liar yang melibatkan Adelin Lis dan dugaan korupsi di kebun Limau Mungkur milik PTPN II. Sejumlah pihak seperti Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan dan Komisi A DPRD […]

  • PKS Tentukan Jokowi atau Foke Sebelum Lebaran

    PKS Tentukan Jokowi atau Foke Sebelum Lebaran

    • calendar_month Selasa, 7 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Sampai saat ini, kedua pasangan masih terus mendekati PKS. Partai Keadilan Sejahtera belum menentukan dukungan kepada calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta yang masuk dalam putaran kedua, Joko Widodo-Basuki T Purnama dan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli. Wakil Sekretaris Jenderal PKS, Mahfudz Siddiq mengatakan, partainya akan mendeklarasikan dukungan kepada salah satu pasang calon pekan depan. “Seperti […]

  • Bupati Tekan PT. Rendi, Tokoh Pantai Barat Ucapkan Terimakasih

    Bupati Tekan PT. Rendi, Tokoh Pantai Barat Ucapkan Terimakasih

    • calendar_month Selasa, 19 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Upaya bupati Madina memanggil semua pihak bagi upaya realisasi kebun plasma di Singkuang 1 dinilai sebagai langkah maju. Sebab, sudah 15 tahun warga Desa Singkuang 1, Kecamatan Muara Batang Gadis berjuang memperoleh hak-haknya berupa perkebunan plasma sawit dari PT. Rendi Permata Raya. Perusahaan itu memiliki kewajiban penuh membangun plasma untuk warga […]

  • Penyidik Segera Jemput Paksa Mantan Walikota Binjai

    Penyidik Segera Jemput Paksa Mantan Walikota Binjai

    • calendar_month Minggu, 17 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Mantan Wali kota Binjai Ali Umri yang statusnya masih sebagai saksi dalam dugaan kasus tindak pindana korupsi di Komita Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Binjai enggan memenuhi panggilan polisi. Polisipun diketahui sudah membentuk tim khusus yang menyebar di sejumlah daerah untuk memantau dan mencari Ali Umri. Tak ayal, Polda Sumut mengatakan segera menjemput paksa […]

  • Shafron: BPN Madina Harus Jelaskan Hutan Mangrove di Lokasi PT.TBS

    Shafron: BPN Madina Harus Jelaskan Hutan Mangrove di Lokasi PT.TBS

    • calendar_month Senin, 4 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tokoh Pantai Barat Madina, Shafron menanggapi bantahan Kepala BPN Madina soal tak adanya “kong kalikong” antara BPN Madina dengan PT. TBS. Kepada Mandailing Online, Senin (4/11/2019) Shafron menyatakan, Shafron meminta BPN Madina menjelaskan sertifikat yang diterbitkan di Desa Sikara-Kara itu apakah berada di kawasan hutan mangrove atau tidak. Dan, lebih […]

  • 4 Desa di Muara Batang Gadis Terendam, 2 Rambin Putus

    4 Desa di Muara Batang Gadis Terendam, 2 Rambin Putus

    • calendar_month Jumat, 6 Jun 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Foto: Rizfan Juliardy PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak 4 desa di Kecamatan Muara Batang Gadis, Mandailing Natal (Madina) terrendam sejak Kamis (5/6/2014). Demikian dilaporkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Madina. Banjir ke pemukiman ini akibat meluapnya satu ruas sungai disebabkan tingginya curah hujan sejak Rabu (4/6) yang melanda kawasan itu. Sejauh ini belum diketahui nama […]

expand_less