Jumat, 5 Jun 2026
light_mode

Ujian Bagi Demokrat Adalah Nazaruddin

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 24 Jul 2011
  • print Cetak


TANJUNGPINANG –
Pakar politik Zamzami A Karim mengatakan pernyataan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin dari tempat persembunyian yang dipublikasikan berbagai media massa merupakan ujian berat bagi Partai Demokrat.

“Ini sebagai ujian berat, apakah Partai Demokrat memang partai pionir dalam agenda reformasi dan pemberantasan korupsi atau tidak berbeda dengan partai lain yang mudah tergoda oleh gelimang duit yang mengelilingi politisi dan pejabat politik,” kata Zamzami di Tanjungpinang, Sabtu (23/7/2011).

Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik Raja Haji Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau itu menilai, akibat pernyataan Nazaruddin, tubuh Partai Demokrat saat ini sedang “panas dingin” apalagi sedang menggelar rapat kerja nasional di Sentul, Bogor. “Partai Demokrat harus berani buka-bukaan dan melakukan amputasi terhadap organ-organ tubuh yang membusuk,” kata Zamzami.

“Nyanyian” Nazaruddin, menurut dia, seharusnya sudah bisa menjadi alat pendahulu bagi pemerintah melalui Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan investigasi. “Saya menganggap bola saat ini berada di tangan Susilo Bambang Yudhoyono selaku Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat dan juga sebagai Presiden Indonesia, agar mendorong sungguh-sungguh segenap perangkat hukum melakukan investigasi atas apa yang diceritakan oleh Nazaruddin,” ujarnya.

Menurut dia, Partai Demokrat saat ini sedang diombang-ambing gelombang besar yang tak terkendali. Gelombang besar itu menurut dia adalah harapan masyarakat akan pemerintahan yang bersih, namun masih mengecewakan karena korupsi merajalela di semua lini. “Makin diberantas korupsi malah makin menjadi-jadi, sehingga masyarakat berpikir jangan-jangan memang pemerintahan kita memang sudah lumpuh. Sementara masyarakat miskin semakin banyak dan jurang antara si kaya dan si miskin sangat tajam,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengajak seluruh kader Partai Demokrat bersama-sama menunjukkan soliditas dan kekompakan. “Kader Partai Demokrat harus bisa membuktikan bahwa isu keretakan yang menerpa Partai Demokrat hanya persepsi masyarakat,” kata Anas Urbaningrum ketika memberikan sambutan pada pembukaan rapat koordinasi nasional Partai Demokrat (Rakornas PD) di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat.

Anas menegaskan, kader Partai Demokrat harus selalu melakukan konsolidasi internal sampai bisa menunjukkan sebagai partai yang besar, modern, dan kompak. Untuk menjadi partai yang besar dan modern, menurut dia, kader Partai Demokrat harus selalu kompak dan tidak terpengaruh oleh isu-isu negatif yang berkembang di luar.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan akan berada di depan dalam menghadapi badai politik yang tengah menerpa partai yang didirikannya itu. “Saudara-saudara, menghadapi badai politik ini, saya akan berdiri di depan,” kata Yudhoyono dalam pidatonya pada pembukaan Rakornas Partai Demokrat.

Kepada para kader dari seluruh Indonesia itu, ia mengimbau agar lebih kompak dan bersatu menghadapi segala tantangan dan ujian serta tidak berputusasa. “Kita tidak boleh kehilangan keyakinan diri juga tidak perlu saling salah menyalahkan. Sikap saling salah menyalahkan adalah contoh politik yang tidak cerdas. Justru di saat seperti ini kita harus lebih kompak dan lebih bersatu,” katanya.

Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan bahwa tanggapan dan komentarnya terhadap pernyataan-pernyataan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin adalah mudah dan sederhana yakni Nazaruddin kembalilah ke Tanah Air untuk memberikan keterangan kepada pihak-pihak terkait. “Tanggapan dan komentar saya (terhadap penyataan Nazaruddin) mudah dan sederhana. ‘Saudara Nazaruddin kembalilah ke Indonesia’,” kata Susilo Bambang Yudhoyono.

“Datanglah baik-baik,” katanya. Yudhoyono meminta Nazaruddin menjelaskan segala informasi ke penegak hukum. Selain itu juga menyampaikan ke partai, ke Dewan Kehormatan partai, kalau ada masalah serius di tubuh Partai Demokrat, kata Yudhoyono.
Sumber : tribunnews.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dahlan ungkap oknum pemeras BUMN ke DPR RI

    Dahlan ungkap oknum pemeras BUMN ke DPR RI

    • calendar_month Senin, 5 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta, (MO) – Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan akan mengungkapkan nama-nama oknum anggota DPR RI yang memeras BUMN ke Badan Kehormatan DPR RI. “Saya belum mau berkomentar sekarang, tapi akan saya sampaikan di Badan Kehormatan di dalam. Saya baru akan ngomong banyak setelah ketemu Badan Kehormatan DPR,” kata Dahlan, yang pada […]

  • Rakyat Tak Ingin Lagi “Pilih Kucing dalam Karung” ke Senayan

    Rakyat Tak Ingin Lagi “Pilih Kucing dalam Karung” ke Senayan

    • calendar_month Senin, 2 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Pengalaman publik menghirup kebebasan memilih wakilnya di parlemen tidak juga mendongkrak simpati bagi politisi Senayan. Publik menilai mereka yang pernah menjadi anggota DPR atau DPRD tidak terlalu layak untuk dipilih kembali menduduki kursi parlemen. Hasil jajak pendapat Kompas di 13 kota dua pekan lalu memperlihatkan publik cenderung menolak tiga jenis profesi untuk menduduki kursi legislatif. […]

  • Ruang Belajar SDN 380 Kunkun Cuma 3 Lokal, Halaman Sekolah Banjir Jika Laut Pasang

    Ruang Belajar SDN 380 Kunkun Cuma 3 Lokal, Halaman Sekolah Banjir Jika Laut Pasang

    • calendar_month Jumat, 19 Mei 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Peliput : Dahlan Batubara MUARA BATANGGADIS (Mandailing Online) – Inilah gambaran suram pendidikan di Mandailing Natal masih. Akibat kekurangan lokal, pelajar kelas 1,2,3 harus satu ruangan. Ini terjadi di Sekolah Desa Dasar Negeri 380 Kunkun Kecamatan Natal. sekolah ini memiliki 66 murid. Sekolah ini hanya memiliki 3 ruang belajar. Ruang pertama dipakai untuk belajar […]

  • Resiliensi: Meneguhkan Langkah Bangsa

    Resiliensi: Meneguhkan Langkah Bangsa

    • calendar_month Senin, 18 Agt 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Azhar Nasution Setiap bangsa yang besar selalu melalui ujian sejarah yang tidak ringan. Indonesia, misalnya, pernah mengalami masa penjajahan panjang, krisis ekonomi, hingga berbagai gejolak sosial. Namun, yang membuat bangsa ini tetap berdiri tegak adalah resiliensi yaitu kemampuan untuk bertahan, beradaptasi, dan bangkit dari kesulitan. Makna resiliensi dalam kehidupan bangsa bukan hanya soal bertahan […]

  • Dahlan Hasan Bisa Jatuh di Tengah Jalan

    Dahlan Hasan Bisa Jatuh di Tengah Jalan

    • calendar_month Kamis, 30 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Aliansi Rakyat Peduli Madina melihat Dahlan Nasution, yang pada Kamis, 30 Juni 2016, dilantik menjadi Bupati Mandailing Natal hingga Tahun 2021 mendatang, bisa “jatuh di tengah jalan”. Suasana politik di Madina tidak kondusif dan bisa menjadi bom setiap saat untuk menggulingkan Kepala Daerah terpilih, kata Kholik Lubis, menyimpulkan hasil diskusi pengurus […]

  • Takjub pada Al-Qur’an, Wanita Jerman Ini Masuk Islam

    Takjub pada Al-Qur’an, Wanita Jerman Ini Masuk Islam

    • calendar_month Selasa, 27 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Setelah masuk Islam, ia memiliki nama Aminah Amatullah. Aminah, berasal dari keluarga Protestan. Sebenarnya gadis yang tinggal di Hannover, Jerman, ini tidak merasa terlalu religius. Tetapi ia seperti menyadari ada yang salah dengan keyakinan yang dianut keluarga dan masyarakat umumnya. Dalam berdoa misalnya, Aminah tak mau berdoa kepada Yesus. Dan ia juga meyakini, berdoa bisa […]

expand_less