Rabu, 29 Jul 2026
light_mode

Setahun Lagi Pilgubsu, Partai Besar Mulai Bicara Soal Koalisi Golkar Sudah Punya Nama

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 16 Jan 2012
  • print Cetak

MEDAN- Kata koalisi seolah tak bisa dipisahkan, ketika berbicara mengenai pemilihan umum (Pemilu). Begitupun Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 2013.

Kemana arah koalisi partai-partai besar di Sumut seperti Golkar, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Indonesia Perjuangan (PDI P), dan Partai Demokrat dalam mengusung jago-jagonya dalam Pilgubsu 2013 mendatang?

Dalam perkembangan saat ini, dari sumber Sumut Pos diperoleh informasi bahwa arah koalisi partai-partai besar di Sumut saat ini masih cair. Maksudnya, masih sebatas simulasi atau masih bisa berubah-ubah setiap saat. Meski begitu, arah koalisi keempat partai besar tadi sudah bisa terlihat.
Menurut sumber tersebut, Partai Golkar sepertinya mengarahkan arah koalisinya ke Partai Hanura. Sedangkan untuk PKS, sangat berpeluang untuk mengulang apa yang telah dilakukan, khususnya pada Pilgubsu 2008 lalu. Dimana, PKS lebih memprioritaskan menggandeng partai-partai berbasis Islam seperti, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan partai Islam lainnya.

Untuk PDI P, kata sumber yang juga merupakan salah seorang elit partai di Sumut ini, untuk PDI P berpotensi menggandeng Partai Damai Sejahtera (PDS).
Bagaimana dengan Partai Demokrat? Untuk partai penguasa ini, kata sumber tersebut, berdasarkan aturan yang ada menyatakan, Demokrat bisa mengajukan atau mengusung calonnya sendiri, tanpa melakukan koalisi dengan partai lain.

“Partai yang mendapatkan 15 persen suara, atau untuk di legislatif Sumut berarti sekitar 15 kursi, maka partai itu bisa mengusung calonnya. Sudah mulai terlihat kalau di dewan, arahnya Golkar ke Hanura. Golkar punya 13 kursi, kalau koalisi dengan Hanura yang punya 5 kursi sepertinya sudah pas. Untuk PKS tetap ke partai Islam. PKS di legislatif punya 11 kursi, jika ditambah PPP yang gabung dengan PKB dengan 5 kursi juga sudah cukup. Kemudian PDI P. Partai ini  punya 12 kursi, jadi kalau berkoalisi saja dengan PDS yang punya 5 kursi sudah cukup. Yang sudah tenang Demokrat, karena punya 27 kursi di legislatif. Tidak koalisi pun, sudah bisa mengusung calon,” jelas sumber tersebut.

Mengenai calon-calon yang bakal maju, sumber tersebut menuturkan, PKS akan tetap dengan Gatot, PDI P juga kelihatannya tetap dengan Tri Tamtomo, sedangkan Demokrat memiliki jagoan HT Milwan selaku Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sumut.

Bagaimana dengan Golkar sendiri? Nah, mengenai itu, sumber itu menyatakan, sudah ada beberapa nama yang mulai merapat dan menunjukkan keinginannya untuk maju dari Golkar antara lain Anggota DPR RI Chairuman Harahap dan Bupati Langkat Ngogesa Sitepu.

“Yang maju dari Golkar ada Chairuman Harahap dan Bupati Langkat, Ngogesa Sitepu. Untuk Ngogesa, sebenarnya dia didorong oleh elit-elit partai. Dan pengaruh Syamsul Arifin, yang mendorong elit-elit Golkar di Sumut ini. Untuk Demokrat, HT Milwan cukup berminat dan berambisi. Tapi sebenarnya masih layak maju jadi nomor dua. Kemudian ada juga nama Kapoldasu Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro. Untuk nama ini, memang sangat ambisius. Kalau PKS tetap Gatot, PDI P sepertinya Tri Tamtomo,” ungkapnya.

Terkait isu tersebut, Penasihat Fraksi PKS DPRD Sumut Muhammad Nuh yang dikonfirmasi Sumut Pos, Minggu (15/1) menyatakan, PKS sudah melakukan penjajakan arah koalisi. Dan bukan hanya koalisi partai, PKS juga melakukan survey dalam rangka koalisi figur yang akan diusung nantinya di Pilgubsu 2013 mendatang.

M Nuh juga menuturkan, sejauh ini ada beberapa nama yang telah diajukan oleh para kader PKS di Sumut, dan telah diserahkan ke Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS pusat.

Sayangnya, mantan Ketua Komisi A DPRD Sumut ini, enggan menjabarkan jumlah dan nama-nama yang diajukan ke DPP PKS pusat.
Begitu pula, ketika ditanya apakah Gatot masuk dalam nominasi yang diajukan ke DPP untuk maju ke Pilgubsu 2013 mendatang, serta kader PKS yang saat ini menduduki jabatan Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Tiffatul Sembiring.

“Mengacu UU No.32 Tahun 2004 yang masih berlaku, peta koalisi saat ini masih dalam penjajakan. Tapi semuanya itu mungkin-mungkin saja. Selain itu, yang penting juga adalah koalisi figur. Koalisi figur ini, malah lebih jadi perekat. Ya, kita wait and see dengan regulasi yang ada. Secara formal, DPP belum memutuskan. Keputusan itu juga membahas dasar survey, pasangan calon serta mitra koalisi,” ungkapnya.

Lebih lanjut M Nuh mengatakan, dalam penentuan calon yang akan diusung pada Pilgubsu 2013, ditentukan berdasarkan rapat pleno DPP PKS pusat.
“Pilgubsu itu keputusannya berdasarkan rapat pleno DPP. Yang di daerah hanya mengikuti. Memang, suara kader di daerah sudah ada memasukkan beberapa nama, dan sudah diserahkan ke DPP. Belum defintif dan secara rinci belum untuk dipublikasikan dan akan diteliti di DPP. Jadi, karena di DPP maka di di daerah tidak membahasnya,” katanya.

Bagaimana dengan arah koalisi partai? Apalagi, diketahui pada 2008 lalu, PKS berkoalisi dengan PPP dalam mengusung Syamsul Arifin dan Gatot Pujo Nugroho (Syampurno).

Namun, beberapa waktu lalu PPP terlihat relatif keras mengkritisi Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu yang notabene berasal dari PKS. Apakah ada peluang tetap koalisi atau tidak melanjutkan koalisi dengan PPP?

Mengenai hal itu, M Nuh menuturkan, saat ini semua Partai Politik (Parpol) sudah bisa memasang kuda-kuda. Jadi, bisa saja nantinya PKS kembali melanjutkan koalisi dengan PPP, dan tidak menutup kemungkinan tidak melanjutkannya.

“Politik itu bisa berubah-ubah, tidak bisa ditentukan. Koalisi partai itu pasti, karena partai politik,” terangnya.

Sedangkan itu, dari pihak Golkar melalui Wakil Ketua DPRD Sumut Chaidir Ritonga yang berasal dari Fraksi Golkar, ketika dikonfirmasi nama-nama calon dari Golkar seperti, Chairuman Harahap dan Ngogesa Sitepu tidak menjawabnya secara eksplisit.

“Untuk yang itu, belum tahu dan belum ada perkembangan. Kalau soal kekuatan mengusung calon, benar bila harus ada 15 persen suara atau dengan kata lain, mesti ada 15 orang perwakilan yang duduk di legislatif. Tapi keadaan saat ini masih belum pasti. Segala kemungkinan masih berpeluang terjadi,” jawabnya.(ari.sumutpos)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Marhata-Hata Dalam Upacara Marhorja di Nagari Kota Nopan, Rao Utara, Pasaman (2-selesai)

    Marhata-Hata Dalam Upacara Marhorja di Nagari Kota Nopan, Rao Utara, Pasaman (2-selesai)

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      2) Pelengkap dalam Marhorja (Pernikahan) Ada empat jenis bahan dan hewan penting di dalam perlengkapan marhorja yaitu: pira manuk na nihobolan (telur ayam), manuk (ayam), hambeng (kambing), dan horbo (kerbau). Tingkat mangupa dalam marhorja kecil dan mendasar paling sedikit harus memenuhi bahan penting sebutir telur ayam, tingkat kedua harus mengandung ayam, tingkat ketiga harus […]

  • Direktur CV.Sinar Pakantan Adukan Kadis PU

    Direktur CV.Sinar Pakantan Adukan Kadis PU

    • calendar_month Selasa, 5 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pemenang Tender Paket APBN P Dinas PUPE Madina Direkayasa PANYABUNGAN (Berita): Direktur CV.Sinar Pakantan Arnold Nego Nasution akan mengadukan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pertambangan Dan Energi Kabupaten Mandailing Natal Ir.H.Abdollah Dalimunthe ke Kajaksaan Negeri terkait dengan Pemenang Tender Proyek Rehablitasi Jaringan Pada Bondar Saba Rimba Desa Bonan Dolok dengan Pagu Anggaran Rp 140.000.000,- yang bersumber […]

  • Pemkab Madina Disorot Gegara Banyak Mobdis tak Bayar Pajak Kendaraan

    Pemkab Madina Disorot Gegara Banyak Mobdis tak Bayar Pajak Kendaraan

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ): Giat operasinal kepatuhan pajak kendaraan bermotor yang dilakukan tim gabungan Samsat dan Kepolisian terhadap kendaraan bermotor di Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) penuh kejutan. Ratusan kendaraan terjaring. Paling mengejutkan ditemukan belasan kendaraan dinas pemkab madina yang tidak bayar pajak kendaraan padahal pajak kendaraan dinas itu dibayar oleh Anggaran Pendapatan […]

  • Komite Apresiasi Prestasi Doharni. Dispen Sumut Harus Investigasi ke SMA Negeri 3 Panyabungan

    Komite Apresiasi Prestasi Doharni. Dispen Sumut Harus Investigasi ke SMA Negeri 3 Panyabungan

    • calendar_month Kamis, 20 Apr 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Komite Sekolah SMA Negeri 3 Panyabungan mendesak Dinas Pendidikan Sumut segera melakukan investigasi di sekolah itu, terkait adanya mogok belajar para guru sejak Rabu. “Hal itu perlu dilakukan agar diketahui apa titik masalah di sekolah ini untuk dicari jalan keluarnya,” kata Komite Sekolah Bidang Pembangunan SMA Negeri 3 Panyabungan, Ali Musa […]

  • Kaum Muda Kotasiantar Rapatkan Barisan Siap Menangkan Saipullah

    Kaum Muda Kotasiantar Rapatkan Barisan Siap Menangkan Saipullah

    • calendar_month Minggu, 13 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemuda di Kelurahan Kotasiantar, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) siap berjuang memenangkan pasangan calon bupati dan wakil bupati Madina nomor urut 2, H. Saipullah Nasution dan Atika Azmi Utammi di Pilkada Madina 2024 di kelurahan itu. Dukungan kuat pada Saipullah-Atika (SAHATA) ini datang dari mantan Ketua PNNB Kotasiantar, Ahmad Rizal […]

  • MARSIDAO-DAO (episode 28)

    MARSIDAO-DAO (episode 28)

    • calendar_month Kamis, 9 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara Kuhur-kuhur Si Siti i dapur, marsiuman-umanan dohot sora ni tarahim i masojid. Mardahan manggule i marayak kotu Subuh, ima nangkan na giot kehe marsidao-dao. Dung sumbayang Subuh, ipalalusa mangan i dapur i sada-sadasa. Pinomparna na modom dope mungkor marsitune-tunean. Marayak mangalao tingon bagas i, ingotisa Si Poso i pantar […]

expand_less