Rabu, 23 Sep 2026
light_mode

Cahaya Islam di Timor Leste

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Senin, 6 Jan 2014
  • print Cetak

Dakwah pada masa sekarang justru lebih mudah dibandingkan dulu.

Timor Leste pernah menjadi bagian dari Indonesia. Meski dari dulu di daerah ini umat IsLam menjadi minoritas, saat masih menjadi bagian Indonesia, banyak perhatian dan peningkatan aktivitas dakwah di sana.

Timor Leste, dulu bernama Timor Timur,  juga sebagian daerah Nusa Tenggara Timur lainnya mayoritas penduduknya adalah Nasrani. Sebab utamanya adalah daerah ini lama dikuasai Portugis.

Padahal, kedatangan Islam di daerah ini lebih dulu tiba. Namun, sayang Islam banyak terkikis oleh agama Nasrani yang dibawa Portugis dengan semboyan gospelnya, yaitu menyebarkan agama Nasrani di wilayah kolonialnya.

Dalam buku Islam di Timor Timur karya Ambarak A Bazher, dijelaskan, Islam sudah ada di Dilli, ibu kota Timor Timur, sebelum kedatangan Portugis pada 1512.

Pasukan Portugis terusir dari Gowa, Sulawesi Selatan, mereka tiba di Dili dan disambut oleh pemimpin masyarakat setempat yang bernama Abdullah Afif,” tulisnya.

Dari nama masyarakat yang menyambut tersebut, bisa dinilai masyarakat setempat telah mengenal Islam dan ada orang Arab yang tinggal di sana. Banyak perbedaan teori yang mengatakan tentang kapan datangnya Islam di Timor Leste ini.

Ada yang mengatakan datangnya bersamaan dengan penyebaran Islam oleh para pedagang Arab yang berlayar hingga ke pulau-pulau dekat dengan Maluku melalui jalur laut di selatan Sulawesi.

Ada pula yang mengatakan penyebaran Islam ini dilakukan oleh para ulama dari kerajaan-kerajaan Islam di sekitarnya, seperti Gowa-Tallo, juga Ternate, bahkan Samudra Pasai.

Ketika Portugis berlabuh di sini, wajah Islam menjadi berubah. Peran kolonialis yang punya kekuatan yang lebih besar akhirnya perlahan-lahan mematikan budaya serta pengikut Islam. Bahkan, di daerah-daerah yang belum terjamah oleh Islam, Portugis dengan gencar melakukan Kristenisasi.

Karena hal tersebut, hingga sekarang pun jumlah Muslim di daerah ini sangat sedikit. Saat masih menjadi bagian dari Indonesia, tercatat hingga 1990, jumlah penduduk Muslim di sana mencapai lebih dari 31 ribu jiwa. Terdapat juga 13 buah masjid, 30 mushala, 21 madrasah, 20 lembaga Islam, dan 116 dai yang tinggal di Timor Timur.

Saat ini, jumlah Muslim yang tinggal di Timor Leste hanya sekitar 5.000 jiwa. Ini berarti hanya memenuhi tiga persen dari total penduduk Timor Leste.

Penyebab utamanya adalah karena banyak Muslim yang tadinya tinggal di sini adalah warga hasil program transmigrasi dari Pulau Jawa. Kemudian, setelah negara ini berdiri sendiri, mereka pun kembali pulang ke tempat asalnya.

Dalam pemerintahan barunya, penduduk mayoritasnya adalah Nasrani. Muslim hanya mendapatkan sedikit porsi eksistensi. Dalam konstitusi Republik Demokrasi Timor Leste, dalam Pasal 12 dan 45, tercantum negara ini menjamin kebebasan beragama.

Hari-hari besar Islam pun dijadikan hari libur nasional, seperti Idul Fitri dan Idul Adha. Namun, hari besar lainnya, seperti besar Maulid Nabi, Isra Mi’raj, dan tahun baru Hijriyah, belum menjadi hari libur nasional.

Di Timor Leste juga belum ditemukan aturan untuk memberikan dispensasi waktu bagi Muslim yang sedang bekerja untuk menjalankan shalat wajib atau shalat Jumat.

Meski Islam mengalami penurunan drastis dalam segi jumlah, semangat untuk tetap beribadah dan berdakwah di sini tetap terjaga.

Kini, umat Islam di Timor Leste telah membentuk lembaga Islam Timor Leste yang bernama CENCISTIL (Centro da Comunidade Islamica de Timor Leste) atau Pusat Komunikasi Islam Timor Leste.

Dalam akun Facebook-nya, dijelaskan lembaga ini berdiri sejak 10 Desember 2000. Tujuan pendiriannya adalah sebagai wadah pengayom umat, corong suara Komunitas Islam Timor-Leste, sebagai lembaga yang berusaha menjawab kesulitan umat pascamelepaskan diri, serta untuk menjawab kebutuhan umat Islam ketika itu, kini, dan akan datang.

“Keberadaan CENCISTIL sampai saat ini adalah sebagai mitra pemerintah dalam pengurusan mengenai kepentingan umat Islam di Timor Leste,” tulisnya.

Salah satu ikon lain yang menunjukkan eksistensi Muslim di Timor Leste adalah Masjid An Nur. Masjid ini punya nilai sejarah yang sangat tinggi.

Berdiri sejak sebelum Indonesia merdeka dan pernah dihancurkan oleh tembakan bom oleh tentara Jepang. Namun, demi menegakkan Islam di wilayah ini, Masjid An Nur kembali dibangun dan dibesarkan lagi.

Hingga pada 1976, masjid ini kegiatannya semakin meluas. Dibangun pula lembaga dakwah juga madrasah diniyah di dalam kompleksnya. Para dai dari Jawa pun banyak didatangkan untuk berdakwah dan membina Muslim di sini.

Laman Dewan Dakwah menyebutkan, pengiriman dai ke Timor Leste terus berlangsung hingga sekarang. Salah satu dai yang dikirim ke sana, yaitu Ustaz Anwar.

Ia berharap, pengembangan Islam di Timor Leste terus tumbuh. “Bahkan, saya merasa dakwah pada masa sekarang justru lebih mudah dibandingkan dulu,” ujarnya.

Anwar mengatakan, akhir-akhir ini, banyak warga Timor Leste yang memilih Islam dan masuk menjadi Muslim. “Jumlah mualaf baru di sana hingga 2011 saja sudah mencapai 500 orang,” katanya.

Meski sedikit, umat Islam di Timor Leste ini tidak boleh dipandang sebelah mata. Mereka terus berdakwah dan menegakkan syariat Islam meski menjadi minoritas.

Walaupun menghadapi tantangan berat karena fasilitas dan jumlah Muslim yang semakin berkurang, semangat untuk menjalankan syariat Islam tidak pernah pudar.(rmol)

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemberhentian Kepsek SD Sirangkap Sesuai Peraturan

    Pemberhentian Kepsek SD Sirangkap Sesuai Peraturan

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Mandailing Natal (Madina), Syafaruddin Nasution mengatakan bahwa pengangkatan dan pemberhentian kepala sekolah di Madina beberapa waktu lalu sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku. Itu dikatakannya di ruang Komisi I DPRD Madina, Senin (6/4) terkait adanya protes sejumlah warga dan komite sekolah atas pemberhentian Dorima, […]

  • Taman Kota Panyabungan Jadi Ruang Publik Multifungsi

    Taman Kota Panyabungan Jadi Ruang Publik Multifungsi

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH Madina) gulirkan program peremajaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) atau Alun alun Panyabungan yang lebih optimal. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Khairul ST,. Melalui Kepala Bidang P2KLH Edy Hamzah menjelaskan Taman Kota Panyabungan yang berada di kelurahan Kayu Jati merupakan Refrsentasi dari program DLH […]

  • JANJI YANG TERLUPAKAN

    JANJI YANG TERLUPAKAN

    • calendar_month Selasa, 25 Sep 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Cerpen JANJI YANG TERLUPAKAN Karya : WAHYUNI LUBIS     Entah apa yang paling menyakitkan dari janji yang terlupakan. Awalnya saja yang meyakinkan. Namun akhirnya berahir juga dengan kata selamat tinggal. Untukmu nama yang pernah kusebut dalam do’a. Kau sungguh ahli dalam luka. Dengan sengaja kau membuat hatiku patah untuk yang kedua. Aku tidak tau […]

  • Pantau Corona, Di Madina 17 Orang ODP

    Pantau Corona, Di Madina 17 Orang ODP

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) Jumlah warga dalam status Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kabupaten Mandailing Natal, Sumut saat ini terdata 17 orang. Dilansir media Antara, Kepala Dinas Kesehatan Mandailing Natal, dr. Syarifuddin Lubis didampingi Kadis Informatika dan Komunikasi Mandailing Natal, Drs. Sahnan Pasaribu kepada wartawan, Selasa (24/3/2020) menyampaikan, mereka yang ODP itu dikarenakan baru datang dari daerah […]

  • Anggota DPRD Madina Jalani Hukuman Penjara Pekan Depan

    Anggota DPRD Madina Jalani Hukuman Penjara Pekan Depan

    • calendar_month Kamis, 16 Jan 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (Mandailing Online) – Kejaksaan Negeri Panyabungan menyatakan sudah menerima salinan vonis Mahkamah Agung dari Pengadilan Negeri Panyabungan, Kamis (16/1/2014) sekira pukul 16.00 WIB. Vonis Mahkamah Agung ini menetapkan anggota DPRD Mandailing Natal (Madina), Ir. Ali Makmur Nasution alias Jaganding 2 tahun penjara, terkait delik penipuan terhadap calon bupati Madina Aswin Parinduri. Kajari Panyabungan, Satimin,SH […]

  • Warga Panyabungan Apresiasi Pengerukan Aek Mata

    Warga Panyabungan Apresiasi Pengerukan Aek Mata

    • calendar_month Senin, 12 Des 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Warga kota Panyabungan, Mandailing Natal, Sumut mengapresiasi pengerukan dan pembersihan sungai Aek Mata. Saat ini pengerjaan badan sungai yang membelah kota Panyabungan itu tengah berlangsung. “Mantap, Aek Mata termasuk wajah kota kita. Kalau bersih, kita senang,” ujar Lagut Borotan, warga Panyabungan kepada Mandailing Online, Senin (12/12/2022). Pemkab Mandailing Natal melalui […]

expand_less