Kamis, 16 Jul 2026
light_mode

Diduga Makam Tua, Ditemukan di Lokasi Proyek Panas Bumi, Dipindahkan Berdasar Syariat Agama

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 4 Agt 2015
  • print Cetak

 

PANYABUNGAN SELATAN (Mandailing Online) – Sebanyak empat unit yang diduga kuburan tua ditemukan di lokasi proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi PT.Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) di Desa, Roburan Dolok, Kecamatan Panyabungan Selatan, Mandailing Natal (Madina),Sabtu (25/7) lalu.

Penemuan ini masih dugaan sebagai kuburan tua, sebab hingga kini bukti konkritnya belum mengarah sebagai kuburan, karena hanya berbentuk arang hitam dan diatasnya tumpukan bebatuan. Namun tiba-tiba menjadi perbincangan hangat di tengah-tengah masyarakat luas.

Seperti dilansir Harian Waspada, dugaan kuburan di area sekitar 20 x 20 meter ini ditemukan pertama kali oleh pekerja operator alat berat dari rekanan PT.SMGP yang sedang melakukan pembersihan lahan. Pihak pekerja selanjutnya memberitahukan kepada manajemen perusahaan.

Sementara itu, pihak PT.SMGP telah membuat garis pembatas dilokasi yang diduga kuburan tersebut.

“Dan tidak di kerjakan sebelum ada kesimpulan bersama dengan masyarakat dan pemerintah,” kata Ade, pihak manajemen PT.SMGP menjawab wartawan, di Desa Roburan Dolok, Sabtu (1/8)..

Hal itu, katanya, dilakukan perusahaan sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya dan adat istiadat masyarakat guna menjaga kearifan lokal setempat.

Ade menjelaskan, lahan tersebut dulunya dibeli perusahaan dari warga Desa Roburan Dolok bernama Dahyar. Sabelum dilakukan jual beli, lahan tersebut telah diidentifikasi dan tidak ada mengatakan ada kuburan karena pihak perusahaan semaksimal mungkin menghindari yang namanya kuburan.

Lebih lanjut, perwakilan perusahaan juga mengkonfirmasi penemuan tersebut kepada Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Madina, dan mereka menyatakan bahwa dugaan kuburan yang ditemukan bukanlah cagar budaya atau bukan situs budaya yang dilindungi pemerintahan setempat.

Ketika dilakukan pembersihan lahanpun, pihak kontraktor tidak ada menemukan tanda-tanda adanya kuburan. Yang ditemukan hanya batu-batu besar saja.

“Begitupun, setelah perusahaan melakukan koordinasi dengan pemerintahan desa dan tokoh masyarakat setempat, empat unit yang konon ceritanya kuburan akhirnya dipindahkan ke pemakaman umum sesuai tata cara adat dan agama,” ujarnya.

Awalnya, pemindahan yang diduga kuburan itu ke pemakaman umum berjalan dengan baik karena tidak ada yang keberatan, dan tidak adanya satu pihak keluarga pun yang diketahui berhubungan dengan perihal dugaan kuburan tersebut.

Tetapi, pada Sabtu sore (25/7), tiba-tiba ada sekelompok orang yang tiba-tiba melakukan protes sehingga proses pemindahan yang sudah selesai, kembali dipindahkan dari tempat perkuburan umum ke tempat semula untuk meredakan ketegangan di tengah masyarakat.

“Yang sempat dipindahkan kembali hanya satu unit kuburan saja, selain karena sudah malam, pekerja penggali kuburanpun sudah kelelahan,” katanya.

Di sisi lain, seperti dilansir harian Waspada, Kepala Desa Roburan Dolok, Abdul Karim Lubis didampingi Kepala Desa Roburan Lombang, Ahmad Lubis dan tokoh masyarakat, Enda Mora Lubis membenarkan adanya dilakukan pemindahan diduga makam di desa mereka.

Abdul Karim menjelaskan, keributan yang terjadi dengan dalih kuburan diduga kuat hanya trik atau alasan yang sengaja dibuat oleh orang atau kelompok tertentu yang tidak suka dengan keberadaan PT.SMGP.

Karena menurutnya, jika benarpun ada kuburan, adalah kuburan yang usinya sudah ratusan bahkan ribuan tahun dengan posisi kuburan tidak mengarah kiblat.

Dengan kata lain, dugaan kuburan itu bukanlah situs sejarah atau budaya yang ada sebelum manusia mengenal agama. Kemudian itu kuburan keluarga siapa juga tidak ada yang mengetahui sama sekali.

Saat dilakukan penggalian yang disaksikan warga, juga tidak ditemukan tanda-tanda fisik atau non fisik yang mengarah pada petunjuk lokasi itu merupakan kuburan.

Yang ditemukan warga hanya setumpuk sejenis arang hitam, dan arang hitam inilah yang di pindahkan ke pemakaman umum, dan dipindahkan kembali ke tempat semula pasca keributan.

Hingga saat ini, kata kepala desa, pihaknya masih melakukan koordinasi dengan masyarakat dan pemerintah terkait hal itu.

Karena saat ini, katanya, sudah ada beberapa warga mereka yang sudah diteror dengan cara gubuk di sawah diduga sengaja dibakar oleh orang-orang tertentu sebanyak 3 unit gubuk.

Gubuk sawah yang dibakar adalah milik warga desa yang keluarganya bekerja atau ada hubungan dengan pihak perusahaan, yakni Hubban, Habib, dan Ibrahim, yang terjadi di hari yang sama saat dilakukannya pemindahan kuburan pada Sabtu (25/7).

Terkait kuburan, salah seorang dari 5 penggali kuburan yang berhasil di konfirmasi wartawan di Desa Roburan Dolok yang tidak mau disebutkan identitasnya menceritakan, saat dilakukan penggalian pihaknya hanya menemukan setumpukan arang hitam saja tidak ada yang lain.

Ia dan rekan-rekannya mengaku sudah takut dan tidak mau terlibat lagi dengan urusan rencana pemindahan kuburan yang berdasarkan jumlah galian masih ada 3 lagi yang belum di pindahkan kembali ke tempat semula dari pemakaman umum.

Camat Panyabungan Selatan, Syamsir Nasution, S.Sos, sebagaimana dilansir harian Waspada, membenarkan adanya laporan gubuk sawah warga yang diduga kuat sengaja di bakar.

Pihak kecamatan katanya akan musyawarah dengan unsur Muspika serta membuat laporan kepada Bupati Madina. Camat berharap warga di Desa Roburan Dolok jangan takut, dan mewaspadai setiap orang pendatang yang datang ke wilayah itu.

“Sudah terjadi dugaan teror dan intimidasi kepada warga saya, dan secara bersama-sama hal ini sudah kami musyawarahkan untuk melawan dan melakukan antisipasi terhadap gerakan orang-orang tertentu, baik dari dalam Desa Roburan maupun dari desa tetangga sekitarnya,” ucap Syamsir Nasution.

Terkait isu kuburan, Syamsir juga mengakui hal itu sempat menimbulkan pergolakan di tengah masyarakat, dan secepatnya akan diambil langkah-langkah konkrit.

Ia yakin setelah isu itu dinetralisir, warga akan merasa tenang dengan cara terus menerus memberikan informasi yang cukup dan berimbang.

Editor  : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga 4 Desa di Natal vs PT.DIS, Bupati Harus Progresif Memediasi

    Warga 4 Desa di Natal vs PT.DIS, Bupati Harus Progresif Memediasi

    • calendar_month Senin, 16 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    NATAL (Mandailing Online) – Bupati Madina diminta lebih progresif memediasi antara 4 desa di Kecamatan Natal dengan PT. DIS agar kebun plasma yang tak terrealisasi besalan tahun, bisa tuntas. Dan, konflik antara warga Sikara-Kara, Buburan, Bintuas dan Sundutan Tigo dengan PT.DIS bukanlah persoalan yang rumit jika ada kemauan masing-masing pihak untuk menyelesaikannya. Yakni kemauan yang […]

  • Bupati dan Ketua DPRD Sambangi SMP dan SMA Mereka

    Bupati dan Ketua DPRD Sambangi SMP dan SMA Mereka

    • calendar_month Jumat, 25 Nov 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jafar Sukhairi Nasution dan Ketua DPDR Madina Erwin Efendi Lubis mengenang masa kanak-kanaknya ketika menuntut ilmu di bangku sekolah dasar. Kedua tokoh politik Madina itu menyambagi sekolah dasar, SMP,SMA tempat mereka belajar calistung, Jumat (25/11). Sambil menbawa dan memberi bunga kepada guru, Sukhairi dan Erwin mendatangi […]

  • KKM Konversikan Kebudayaan Mandailing ke Industri

    KKM Konversikan Kebudayaan Mandailing ke Industri

    • calendar_month Jumat, 14 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dosen di Universitas Utrecht, Blanda Dr.Hayyan Ul Hag SH, LL.M menyatakan Kampoeng Kaos Madina (KKM) memiliki peran mengkonversi kebudayaan Mandailing ke dunia industri. “Saya terkesan melihat kesungguhan dan komitmen yang diperlihatkan Sobir Lubis dari Kampoeng Kaos Madina yang nota bene seorang pengusaha, tetapi memiliki perhatian serius dalam pengembangan kebudayaan,” katanya usai […]

  • Program BLT Akan Sedot Sekitar 15 Persen Dana Desa

    Program BLT Akan Sedot Sekitar 15 Persen Dana Desa

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) akan menyedot 15 persen dari total anggaran Dana Desa (DD) untuk tahun 2025. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut, Irsal Pariadi menjelaskan, Rabu (15/1/2025) merujuk Peraturan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Permendes) Nomor 2 tahun 2024. Program BLT merupakan […]

  • Satpol PP Tendangi Massa PP

    Satpol PP Tendangi Massa PP

    • calendar_month Jumat, 6 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Terjadi Saat Unjuk Rasa di Dinkes dan Kantor Bupati Unjuk rasa massa Pemuda Pancasila di Dinas Kesehatan Madina dan kantor bupati, Kamis (5/1) pagi, berlangsung ricuh. Massa dan Satpol PP terlibat bentrok. Mereka saling dorong. Seorang pendemo dipukul dengan pentungan. Pendemo lainnya, ditendangi. Ratusan pengunjuk rasa tiba di kantor Dinkes sekitar pukul 11.15 WIB dengan […]

  • 28 Masyarakat & Oknum Anggota Polri Ditangkap Polresta Padangsidimpuan

    28 Masyarakat & Oknum Anggota Polri Ditangkap Polresta Padangsidimpuan

    • calendar_month Selasa, 14 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Padangsidimpuan, : Sebanyak 28 masyarakat dan oknum anggota Polri yang ditangkap dan ditahan oleh satuan Polresta Padangsidimpuan di Kelurahan Pasar Pargarutan, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) pada tanggal 29 Januari 2012 yang lalu sekira pukul 17.00 wib, sedang tidak menyabung ayam. Demikian keterangan dua orang saksi pada sidang Praperadilan di PN Padangsidimpuan, Senin […]

expand_less