Sabtu, 6 Jun 2026
light_mode

Fahrizal: Penelitian Terhatap SMGP Penting Dilakukan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 30 Sep 2022
  • print Cetak

Fahrizal Efendi Nasution

MEDAN (Mandailing Online) – Rentetan insiden di PLTP Sorik Marapi menimbulkan kesadaran bahwa penelitian terhadap keberadaan PT SMGP di Mandailing Natal, Sumatera Utara, penting dilakukan.

Jangan sampai terlambat mengetahui tentang apakah perusahaan panas bumi itu suatu “mesin pembunuh” bagi penduduk atau tidak secara jangka panjang.

“Dari rentetetan insiden yang terjadi, keberadaan perusahaan panas bumi itu harus dikaji secara mendalam,” kata Anggota DPRD Sumatera Utara H. Fahrizal Efendi Nasution, SH., mengingatkan, dilansir Beritahuta, Kamis malam (29/9/2022).

Fahrizal Efendi Nasution anggota legislator dua periode–2014-2019 dan 2019-2024– itu menyebutkan hal itu menanggapi kasus keracunan dialami warga Desa Sibanggor Julu serta Sibanggor Tonga, Kecamatan Puncak Sorik Marapi (PSM), Madina yang terjadi pada, Selasa petang (27/9-2022).

Sebanyak 79 warga dilarikan ke RSUD Panyabungan disebabkan terpapar gas beracun dari kegiatan pembukaan Wellpad sumur T-11 miliki  PT SMGP (Sorik Marapi Geothermal Power).

Menurut anggota Komisi D DPRD Sumut, itu hingga saat ini belum ada medical check-up mengenai dampak kesehatan  jangka panjang bagi mereka yang sudah pernah menghirup gas beracun H2S (Hydrogen Sulfide) .

“Sementara mereka yang terpapar jelas langsung terlihat efeknya. Antara lain bisa pusing, mual atau muntah. Bahkan dapat menyebabkan kematian,” kata pria bergelar Sutan Kumala Bongsu Lenggang Alam.

Selain itu, penting dilakukan penelitian radius berapa meter gas yang diduga H2S aman jika terhirup manusia. “Ini perlu dikaji. Sejauh mana dampak buruknya  bagi kesehatan tubuh manusia mengingat ada pergerakan udara,” kata wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) Sumut 7.

Dia menyatakan khawatir H2S tersebut telah mencemari udara yang dapat menjangkau radius lebih jauh, yaitu melintasi pemukiman padat penduduk. Bahkan, tidak menutup kemungkinan sampai ke Panyabungan.

“Bagaimana efek kesehatan jangka panjang terhadap masyarakat mengingat ada pergerakan udara. Berapa radius jarak aman bagi kesehatan,” ujarnya.

Sebagai contoh, sebutnya, dalam jangka panjang  mercuri bisa berdampak buruk bagi kesehatan manusia atau mahluk hidup lainnya, meskipun zat itu hanya terhirup, tersentuh kulit, apalagi masuk kedalam tubuh.

“Apakah dampak mercuri sama dengan H2S jika dalam jangka panjang dalam tubuh kita. Perlu dilakukan penelitian atau tes emisi udara,” imbunya.

Politisi Hanura itu merasa yakin efek negatif H2S atau jenis zat lainnya yang menyebabkan warga di sekitar aktivitas PT SMGP keracunan, lebih ganas dari mercuri yang biasa dipakai dalam proses tambang emas.

“Kalau mercuri, bersentuhan dengan kita atau dipegang berapa kilo pun, saat ini tak ada efek samping. Namun dalam jangka panjang sangat tidak aman bagi kesehatan manusia,” katanya.

Itu sekadar perbandingan. H2S sifatnya bisa berpindah tempat melalui angin. Zat yang fisiknya tidak tampak, tetapi memungkinkan masuk ke dalam tubuh melalui udara.

Dalam kaitan ini, ujarnya, sama halnya perokok pasif. Pada jangka panjang tetap ada dampak buruknya bagi kesehatan manusia. Karena itu, jika keberadaan aktivitas PT SMGP menjadi “mesin pembunuh” manusia, baik jangka pendek atau jangka panjang, maka perusahaan itu harus diusir dari Madina karena keberadaan perusahaan yang memproduksi energi listrik tersebut tidak lebih penting dibanding kesehatan serta keselamatan.

Dikutip dari website EBTKE ESDM, pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) di Sibanggor, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Mandailing Natal merupakan proyek strategis nasional di sektor energi dengan proyeksi kapasitas total sebesar 240 MW. Menjadi bagian dalam Program 35.000 MW maupun Program FTP 10.000 MW Tahap II.

PLTP yang dikembangkan PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) ini masih dalam tahap pengembangan dari beberapa unit sumur geothermal. Saat ini SMGP telah menghubungkan Unit 1 kepada PLN sebesar 45 mega watt pada jaringan 150 kV PT. PLN.

Sumber: Beritahuta / ESDM
Editor: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Madina titip 9 pengeroyok ke Poldasu

    Polres Madina titip 9 pengeroyok ke Poldasu

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Kepolisian Resort Mandailing Natal (Polres Madina) mengirimkan Sembilan orang tersangka pengeroyokan yang menewaskan Ade (40) warga Desa Maga Lombang Kecamatan Lembah Sorik Marapi untuk dititipkan ke Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu), kemarin. Kapolres Madina AKBP Bony Johanes Sirait Sik melalui Kasat Reskrim AKP Wira Prayatna, membenarkan sembilan orang dari sebelas tersangka pengeroyokan yang […]

  • SKATTER… SKATTERRR…

    SKATTER… SKATTERRR…

    • calendar_month Kamis, 16 Jun 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Cerpen RINA YOULIDA Nasi sudah jadi bubur. Tak guna lagi disesali, tak perlu… Mungkin itulah kalimat yang pantas disampaikan terhadap Jaultop yang sudah jatuh bangkrut karena kebiasaan barunya yang ia lakoni, hanya sekitar lima bulan belakangan ini. Skatter… ya skatter. Sebuah permainan dengan aplikasi Higgs Domino yang sedang viral di masyarakat dan sangat digandrungi anak-anak, […]

  • Gaji Ke-13 Cair Bulan Juli

    Gaji Ke-13 Cair Bulan Juli

    • calendar_month Selasa, 5 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Gaji ke-13 PNS di lingkungan pemerintah provinsi Sumut dipastikan akan dicairkan pada bulan Juli 2011. Gaji ke-13 notabanenya sudah jelas dan tidak bisa diganggu gugat, karena telah dianggarakan di APBN. “Pasti dicairkan, namun hingga kini belum ada kita peroleh,” kata Assisten Bagian Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Sumut, Djaili Azwar kepada www.tribun-medan.com melalui telepon, […]

  • Pemkab Madina Bagikan Bea siswa

    Pemkab Madina Bagikan Bea siswa

    • calendar_month Selasa, 11 Feb 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Pemkab Mandailing Natal membagikan Beasiswa bagi mahasiswa Putra Daerah yang kuliah di Perguruan Tinggi Negeri yang ada, Rabu (5/2) di lapangan SMA Negeri I panyabungan. penyerahaan beasiswa ini langsung diserahkan oleh oleh Bupati Madina Drs. Dahlan Hasan Nasution.Pada kesempatan itu jumlah mahasiswa yang mendapat beasiswa dari Pemkab Madina pada tahun anggaran 2013 sebanyak 280 orang.(hol)

  • Sejumlah Proyek Jalan tahun 2025 di Madina Diduga Dikerjakan Group Perusahaan Milik Tersangka Kasus Suap Jalan di Sumut

    Sejumlah Proyek Jalan tahun 2025 di Madina Diduga Dikerjakan Group Perusahaan Milik Tersangka Kasus Suap Jalan di Sumut

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ): dari beberapa paket proyek pengaspalan jalan di Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) tahun anggaran 2025, diduga sebagian besar pekerjaan proyek tersebut dikerjakan perusahaan yang bergabung dalam PT Dalihan Natolu Group ( DNG ). PT Dalihan Natolu Group sendiri diketahui sebuah perusahaan kontruksi di Tapanuli Selatan yang sedang berurusan dengan […]

  • Tak Punya Uang 300 Ribu Biaya Melahirkan, RSU Panyabungan Tahan Ibu dan Bayinya

    Tak Punya Uang 300 Ribu Biaya Melahirkan, RSU Panyabungan Tahan Ibu dan Bayinya

    • calendar_month Kamis, 18 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Akibat tidak mampu membayar biaya persalinan, seorang ibu dan bayinya berasal dari keluarga miskin ditahan pihak Rumah Sakit Umum RSU Panyabungan. Hingga Kamis sore (18/2) Rodiah dan bayi laki-lakinya masih tertahan di rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal sejak melahirkan 3 hari lalu. Dia dan Aswir suaminya warga Kelurahan Panyabungan […]

expand_less