Minggu, 13 Sep 2026
light_mode

Fahrizal: Penelitian Terhatap SMGP Penting Dilakukan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 30 Sep 2022
  • print Cetak

Fahrizal Efendi Nasution

MEDAN (Mandailing Online) – Rentetan insiden di PLTP Sorik Marapi menimbulkan kesadaran bahwa penelitian terhadap keberadaan PT SMGP di Mandailing Natal, Sumatera Utara, penting dilakukan.

Jangan sampai terlambat mengetahui tentang apakah perusahaan panas bumi itu suatu “mesin pembunuh” bagi penduduk atau tidak secara jangka panjang.

“Dari rentetetan insiden yang terjadi, keberadaan perusahaan panas bumi itu harus dikaji secara mendalam,” kata Anggota DPRD Sumatera Utara H. Fahrizal Efendi Nasution, SH., mengingatkan, dilansir Beritahuta, Kamis malam (29/9/2022).

Fahrizal Efendi Nasution anggota legislator dua periode–2014-2019 dan 2019-2024– itu menyebutkan hal itu menanggapi kasus keracunan dialami warga Desa Sibanggor Julu serta Sibanggor Tonga, Kecamatan Puncak Sorik Marapi (PSM), Madina yang terjadi pada, Selasa petang (27/9-2022).

Sebanyak 79 warga dilarikan ke RSUD Panyabungan disebabkan terpapar gas beracun dari kegiatan pembukaan Wellpad sumur T-11 miliki  PT SMGP (Sorik Marapi Geothermal Power).

Menurut anggota Komisi D DPRD Sumut, itu hingga saat ini belum ada medical check-up mengenai dampak kesehatan  jangka panjang bagi mereka yang sudah pernah menghirup gas beracun H2S (Hydrogen Sulfide) .

“Sementara mereka yang terpapar jelas langsung terlihat efeknya. Antara lain bisa pusing, mual atau muntah. Bahkan dapat menyebabkan kematian,” kata pria bergelar Sutan Kumala Bongsu Lenggang Alam.

Selain itu, penting dilakukan penelitian radius berapa meter gas yang diduga H2S aman jika terhirup manusia. “Ini perlu dikaji. Sejauh mana dampak buruknya  bagi kesehatan tubuh manusia mengingat ada pergerakan udara,” kata wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) Sumut 7.

Dia menyatakan khawatir H2S tersebut telah mencemari udara yang dapat menjangkau radius lebih jauh, yaitu melintasi pemukiman padat penduduk. Bahkan, tidak menutup kemungkinan sampai ke Panyabungan.

“Bagaimana efek kesehatan jangka panjang terhadap masyarakat mengingat ada pergerakan udara. Berapa radius jarak aman bagi kesehatan,” ujarnya.

Sebagai contoh, sebutnya, dalam jangka panjang  mercuri bisa berdampak buruk bagi kesehatan manusia atau mahluk hidup lainnya, meskipun zat itu hanya terhirup, tersentuh kulit, apalagi masuk kedalam tubuh.

“Apakah dampak mercuri sama dengan H2S jika dalam jangka panjang dalam tubuh kita. Perlu dilakukan penelitian atau tes emisi udara,” imbunya.

Politisi Hanura itu merasa yakin efek negatif H2S atau jenis zat lainnya yang menyebabkan warga di sekitar aktivitas PT SMGP keracunan, lebih ganas dari mercuri yang biasa dipakai dalam proses tambang emas.

“Kalau mercuri, bersentuhan dengan kita atau dipegang berapa kilo pun, saat ini tak ada efek samping. Namun dalam jangka panjang sangat tidak aman bagi kesehatan manusia,” katanya.

Itu sekadar perbandingan. H2S sifatnya bisa berpindah tempat melalui angin. Zat yang fisiknya tidak tampak, tetapi memungkinkan masuk ke dalam tubuh melalui udara.

Dalam kaitan ini, ujarnya, sama halnya perokok pasif. Pada jangka panjang tetap ada dampak buruknya bagi kesehatan manusia. Karena itu, jika keberadaan aktivitas PT SMGP menjadi “mesin pembunuh” manusia, baik jangka pendek atau jangka panjang, maka perusahaan itu harus diusir dari Madina karena keberadaan perusahaan yang memproduksi energi listrik tersebut tidak lebih penting dibanding kesehatan serta keselamatan.

Dikutip dari website EBTKE ESDM, pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) di Sibanggor, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Mandailing Natal merupakan proyek strategis nasional di sektor energi dengan proyeksi kapasitas total sebesar 240 MW. Menjadi bagian dalam Program 35.000 MW maupun Program FTP 10.000 MW Tahap II.

PLTP yang dikembangkan PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) ini masih dalam tahap pengembangan dari beberapa unit sumur geothermal. Saat ini SMGP telah menghubungkan Unit 1 kepada PLN sebesar 45 mega watt pada jaringan 150 kV PT. PLN.

Sumber: Beritahuta / ESDM
Editor: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Oknum DPRD Tapsel Diduga Tilep Rp12 Juta Uang TI

    Oknum DPRD Tapsel Diduga Tilep Rp12 Juta Uang TI

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tapsel, Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan diminta melaksanakan tugas fungsi dan kewenangannya terkait dugaan pelanggaran etika oknum anggota DPRD Robinton Simanjuntak yang ketahuan menerima dana tukar informasi ke Bogor namun tidak turut pada kegiatan Komisi II tersebut. Sesuai informasi dan data yang diperoleh wartawan, Komisi II DPRD Tapanuli Selatan melaksanakan Tukar […]

  • KUA Panyabungan Timur Bagikan Zakat Bazda Kepada Mustahiq

    KUA Panyabungan Timur Bagikan Zakat Bazda Kepada Mustahiq

    • calendar_month Rabu, 29 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Kantor Urusan Agama Kecamatan Panyabungan Timur membagikan zakat  yang bersumber dari  Bazda Kabupaten Mandailing Natal kepada 85 orang mustahiq. Demikian dikatakan Kepala Kua Kecamatan Panyabungan Timur, H.Naziruddin.Lc menjawab Mandailing Online di kantornya, Rabu,((29/6). Dikatakan Nazir, untuk tahun 2016 penerima Bazda Kabupaten Mandailing Natal di Kecamatan Panyabungan Timur diterima oleh 85 orang […]

  • Berdalih Reklamasi, Pelaku Tambang Emas Ilegal  di Kotanopan Kembali Beroperasi

    Berdalih Reklamasi, Pelaku Tambang Emas Ilegal di Kotanopan Kembali Beroperasi

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Kotanopan( Mandailing Online ): tak takut memang, oknum P dan G pelaku tambang emas ilegal di wilayah hukum Polsek Kotanopan,Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) kembali beroperasi. Mereka kembali menggunakan alat berat jenis excavator untuk melakukan pengerukan material tanah yang mngandung amas. Lokasi operasi aktifitas tambang ini di belakang masjid Al Muhtadin Desa Jambur Tarutung. […]

  • SD Negeri 240 Bagai Kandang Ayam

    SD Negeri 240 Bagai Kandang Ayam

    • calendar_month Senin, 27 Mei 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUARASIPONGI (Mandailing Online) – Kondisi bangunan SD Negeri 240 Desa Bandar Panjang Tuo bagai kandang kambing. Warga meminta Kepala Dinas Pendidikan Mandailing Natal, Jamila Harahap,SH jangan menutup mata. Jangan membiarkan murid belajar di gendung yang bagai kandang kambing. Dalam laporan yang disampaikan warga kepada Mandailing Online, Senin (27/5) hampir semua sisi gedung sekolah itu tak […]

  • Ribuan Warga Blokir Jalinsum, Tuntut SMGP Angkat Kaki Dari Madina

    Ribuan Warga Blokir Jalinsum, Tuntut SMGP Angkat Kaki Dari Madina

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ribuan  warga dari lima kecamatan di Mandailing Natal (Madina) menutup jalur negara atau jalan lintas sumatera, Selasa ( 11/11) menuntut pemerintah agar mengeluarkan PT.Sorik Marapi Gheotermal Power (SMGP) dari Madina. Gerakan masyarakat 5 kecamatan ini merupakan lanjutan dari aksi-aksi unjukrasa sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan situasi investasi eksplorasi panas bumi bagi […]

  • Di Tengah Ketidakpastian Nasib Ada Rekrutmen Honorer Baru

    Di Tengah Ketidakpastian Nasib Ada Rekrutmen Honorer Baru

    • calendar_month Jumat, 22 Apr 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Terkait honorer Pemkab Madina yang tidak gajian sejak Desember 2021 lalu memunculkan fakta baru. Di tengah ketidakpastian nasib mereka ada indikasi rekrutmen honorer baru. Hal itu diketahui dari kesaksian salah satu honorer di Dinas PU PR. Honorer yang telah mengabdi bertahun-tahun ini menyebutkan ada penambahan 3-4 honorer baru. “Di Dinas PU […]

expand_less