Sabtu, 13 Jun 2026
light_mode

IPM Rendah, Pertumbuhan Ekonomi Madina Anjlok Sejak 2015

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 25 Sep 2020
  • print Cetak

Prof. Dr. H. Eddy Suratman, SE.,MA

Dalam lima tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi Madina terus menurun. Dari 6,21 persen (2015) anjlok menjadi 6,09 persen (2017). Lalu, terjun lagi menjadi hanya 5,30 persen (2019).

Kondisi inilah yang membuat angka pengangguran di Madina meningkat tajam, dari 4,43 persen (2018) menjadi 6,37 persen (2019).

Itu diungkap Prof. Dr. H. Eddy Suratman, SE.,MA.? Dia adalah salah seorang panelis saat debat Pilpres (pemilihan presiden) 2019 lalu?

Eddy, begitu ia biasa disapa, merupakan salah seorang putra terbaik Mandailing Natal (Madina), Sumut lulusan SMA Negeri 1 Panyabungan (1987). Saat ini ia menjabat guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat

Meskipun sudah meninggalkan Madina sejak lulus SMA, atau sekitar 33 tahun lalu, Eddy masih terus mengikuti perkembangan kemajuan tano hasorangan, baik melalui berita, juga lewat keluarga dan sahabat yang ada di kampung.

Informasi itu, kata Eddy, bisa juga didapat melalui pengamatan langsung. Sebab hampir dua atau tiga tahun sekali, dia pulang ke Panyabungan untuk melepas rindu dengan keluarga besar.

“Terus terang saya sangat khawatir melihat perkembangan ini,” kata peraih cumlaude saat lulus doktor dari Universitas Indonesia,Jakarta (2004), kepada Beritahuta.com, Jumat pagi (25/9-2020).

IPM juga sangat lamban, bahkan nomor 5 terrendah di Sumut.

Menurut Eddy yang juga lulus cumlaude saat mengambil gelar MA (Master of Arts) bidang ekonomi kependukan dan ketenagakerjaan di Universitas Indonesia (UI), Jakarta (1994), Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Madina juga berkembang lambat.

Pada 2019 memiliki nilai 66,52 dan menempati peringkat lima terbawah dari seluruh kabupaten/kota di Sumut. Dengan kata lain, IPM Madina hanya lebih baik dari 4 kabupaten di Pulau Nias, yaitu: Nias Utara, Nias, Nias Selatan, dan Nias Barat.

Angka IPM Madina yang rendah tersebut terutama disebabkan dua hal, pertama: Angka Harapan Hidup (AHH) yang sangat rendah bahkan terendah se-Provinsi Sumut. Yaitu, hanya 62,51 tahun.

“AHH yang rendah tentu saja menggambarkan ketertinggalan dalam pelayanan kesehatan,” jelas lulusan terbaik dan tercepat jurusan ekonomi pembangunan Universitas Tanjungpura (1991).

Kedua, angka Rata-Rata Lama Sekolah (RTL) yang relatif rendah, yaitu hanya sekitar 8,36 tahun. Artinya rata-rata penduduk di Madina belum tamat SMP (butuh waktu 9 tahun).

Angka ini hanya lebih baik dari kabupaten-kabupaten yang ada di Pulau Nias (RTL sekitar 6 tahun) dan Kabupaten Batubara (RTL sekitar 8,02 tahun).

Padahal menurut Eddy, Madina memiliki kekayaan sumber daya alam (SDA) melimpah dan juga memiliki sejarah sebagai daerah penyumbang tokoh-tokoh yang sukses yang berkiprah di tingkat provinsi dan tingkat nasional.

Oleh karena itu patut diduga kalau perkembangan Madina yang mengkhawatirkan tersebut disebabkan “salah kelola” atau “salah urus”.

Sebab itu, mantan pembantu rektor (PR) bidang kemahasiswaan dan alumni Universitas Tanjungpura ini berharap momentum Pilkada Madina 9 Desember 2020 nanti dapat digunakan masyarakat untuk mengevaluasi secara obyektif perkembangan kemajuan kabupaten paling selatan Provinsi Sumatera Utara ini.

Kalau betul faktor utama-nya adalah karena “salah kelola”, maka Madina membutuhkan perubahan kepemimpinan daerah dengan orang yang memiliki karakter kepemimpinan kuat sekaligus memahami kondisi riil daerah.

Untuk itu, ayah tiga anak yang pernah menjadi anggota tim asistensi menteri keuangan bidang desentralisasi fiskal di Kementerian Keuangan RI ini mengharapkan masyarakat Madina harus jeli menilai pasangan calon mana yang betul-betul menggambarkan adanya perubahan kepemimpinan di Madina.

“Madina harus bangkit. Madina harus dibenahi, dan saya kira masyarakat Madina sudah sangat cerdas menemukan solusi untuk mewujudkan perubahan itu,” kata Eddy. (*)

Sumber : Beritahuta.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Error Data Dinkes, Mertua Bupati Masih Hidup, Dinyatakan Ikut Wafat

    Error Data Dinkes, Mertua Bupati Masih Hidup, Dinyatakan Ikut Wafat

    • calendar_month Rabu, 8 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kesalahan input data covid-19 oleh Dinas Kesehatan Madina benar-benar kacau. Sampai-sampai mertua bupati pun ikut dinyatakan meninggal dunia, padahal masih sehat wal’afiat. “Anggota keluarga saya ikut (dinyatakan) meninggal, termasuk mertua saya,” ungkap Bupati Mandailing Natal (Madina), Jakfar Sukhairi Nasution geram. Itu diungkap bupati pada rapat Forkopinda Madina di aula kantor bupati, […]

  • Jembatan Bally Rantopuran Harus Kaji Ulang

    Jembatan Bally Rantopuran Harus Kaji Ulang

    • calendar_month Minggu, 28 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Truk Fuso Banyak Bertonase Diatas 18 Ton PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kalangan supir mulai mengeluhkan jembatan sementara Rantopuran di Jalur Lintas Sumatera titik Desa Gunung Tua, Panyabungan, Mandailing Natal yang sudah teramat rawan karena lantainya sering patah. Para pengguna jalan merasa terancam keselamatannya melewati jembatan jenis bally tersebut jika pemerintah tidak cepat mengkaji kembali kebijakan […]

  • Kadin Madina Gelar Pelatihan Enterpreneurship

    Kadin Madina Gelar Pelatihan Enterpreneurship

    • calendar_month Kamis, 14 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PUNCAK SORIK MARAPI (Mandailing Online) – Kadin Madina menyelenggarakan Pelatihan Intrepreneurship terhadap usia produktif. Pelatihan berlangsung di Desa Huta Lombang, Kecamatan Puncak Sorik Merapi, Mandailing Natal, Kamis (14/11/ 2019). Sobir Lubis tampil sebagai pemateri di pelatihan enterpreneurship (wirausaha) itu. Usaha yang dicanangkan saat ini masih fokus di industri penenunan sebagai upaya meningkatkan produk […]

  • Saragih, Malau dan Margono Dipecat Dari Polisi karena Konsumsi Narkoba

    Saragih, Malau dan Margono Dipecat Dari Polisi karena Konsumsi Narkoba

    • calendar_month Selasa, 1 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA : Briptu Andi Bonardo Saragih, Bripda Sumando Malau dan Ajun Brigadir Nurya Margono dipecat sebagai anggota polisi. Mereka memakai narkoba dan doyan membolos. Briptu Andi Bonardo Saragih dan Bripda Sumando Malau diketahui sempat bertugas di Samapta Polres Jakarta Barat. “Kalau Ajun Brigadir Nurya Margono, saya tidak tahu dia bertugas di mana. Ketiga polisi ini […]

  • Nama-nama Caleg Yang Akan Memperoleh Kursi di Dapil Madina I

    Nama-nama Caleg Yang Akan Memperoleh Kursi di Dapil Madina I

    • calendar_month Rabu, 23 Apr 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mandailing Natal (Madina) telah menyelesaikan rekapitulasi perolehan suara partai politik Pemilu 2014, Senin dini hari (22/4/2014). Sebanyak 10 kursi DPRD Madina yang diperebutkan di Daereh Pemilihan I (Dapil I) meliputi Kecamatan Panyabungan, Panyabungan Timur dan Panyabungan Barat. Partai Nasdem memperoleh 1 kursi di dapil I dengan total […]

  • Aku Ingin Diratukan, Tapi Sistem Telah Merampasnya

    Aku Ingin Diratukan, Tapi Sistem Telah Merampasnya

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nesty Laila Sari   Sejak awal menikah, aku punya impian sederhana: ingin diratukan. Sebagai seorang istri, aku hanya ingin taat kepada suami, merawat anak-anakku, dan membangun rumah tangga dengan penuh kebahagiaan, ketenangan, dan kedamaian. Namun, kenyataannya berbeda jauh. Setelah melewati hari demi hari, aku merasakan bahwa jalan ini tidak mudah. Terlebih setelah memiliki anak, […]

expand_less