Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

Kasus Mutasi di PU Madina Masuk ke Poldasu, Sejumlah Pejabat Terseret

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 2 Mar 2021
  • print Cetak

Adi Mansar (kiri), Jakfar Sukhairi (kanan) di depan gedung MK, Jakarta, beberapa waktu lalu. Foto : CNN Indonesia

JAKARTA (Mandailing Online) – Kasus mutasi jabatan Kabid Pengairan Dinas PU Mandailing Natal, Sumatera Utara, Ahmad Rizal kian melebar.

Surat Panggilan dari bupati Mandailing Natal kepada Ahmad Rizal terindikasi bertanggal mundur alias palsu. Dan saat ini telah diadukan ke Polda Sumatera Utara.

Pengaduan dilakukan Wakil Bupati Mandailing Natal, Jakfar Sukhairi Nasution ke Polda Sumut pada tanggal 16 Pebruari 2021. Pengaduan itu tercatat dalam laporan polisi STTLP/356/III/2021/SUMUT/SPKT II tanggal 16 Pebruari 2021.

Pengaduan ke Polda Sumut itu tercantum 3 nama sebagai terlapor, yakni Marwan Bakti, Riswan Harahap dan Munawar.

Dr Adi Mansar,SH.MH selaku kuasa hukum Jakfar Sukhairi Nasution kepada wartawan, Senin (1/3/2021) menerangkan bahwa pengaduan ke Poldasu Sumut itu karena terindikasi kuat sejumlah pihak diduga membuat surat palsu atau menggunakan surat palsu atau menyuruh membuat surat palsu panggilan pertama kedua dan ketiga terhadap Ahmad Rizal yang dimutasi pada tanggal 5 Agustus 2021.

“Dugaan surat palsu tersebut dilakukan pada tanggal 21 Desember 2020 di salah satu tempat atau di kantor Inspektorat Kabupaten Mandailing Natal,” kata Adi Mansar dalam keterangan pers.

Kasus mutasi ini awalnya bergulir di Mahkamah Konstitusi (MK) dalam sidang PHP Pilkada Mandailing Natal 2020.

Rahmad Daulay (ASN di Inspektorat Mandailing Natal) dalam kesaksian tertulis untuk MK menyatakan Surat Panggilan Pertama, Kedua dan Ketiga dari bupati Mandailing Natal kepada Ahmad Rizal itu tidak pernah ada sebelum kebijakan mutasi. SP 1,2 dan 3 itu terbit sejak didaftarkannya permohonan perselisihan hasil sengketa pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah kabupaten Mandailing Natal pada tanggal 21 Desember 2020.

Adi berharap polisi sesegera mungkin menindaklanjuti dengan mengamankan rekaman CCTV yang ada di sekitar ruangan Inspektorat Mandailing Natal untuk mengetahui secara detail di ruangan itu pada tanggal 21 Desember sekira pukul 17 WIB sampai dengan selesai.

Adi menilai betapa luar biasa pejabat di Pemkab Mandailing Natal menutupi kebohogan.

“Dengan cara membuat kebohongan baru untuk menutupi kesalahan yang sudah dilakukan dengan cara membuat kesalahan kembali, hal ini yang kita harapkan menjadi perhatian publik khususnya penegak hukum setelah dilaporkan untuk menjadi atensi bersama,” katanya.

“Hal ini menandakan bahwa keterlibatan ASN untuk memenangkan salah satu paslon semakin tidak bisa dibantah karena jelas yang membuat surat palsu tersebut adalah ASN yang mempunyai kewenangan untuk itu,” imbuhnya.

Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Madina Darurat Bencana, Al Washliyah Wajibkan Kader Bantu Masyarakat dan Buka Posko Bantuan

    Madina Darurat Bencana, Al Washliyah Wajibkan Kader Bantu Masyarakat dan Buka Posko Bantuan

    • calendar_month Sabtu, 18 Des 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. M. Ja’far Sukhairi Nasution melalui SK Bupati Nomor 360/0947/K/2021 menetapkan status Darurat Bencana Banjir selama selama 14 hari ke depan sejak surat tersebut dikeluarkan pada Sabtu (18/12). Menyahuti surat tersebut, kader Al Jam’iyatul Washliyah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) wajib membantu masyarakat terdampak banjir yang terjadi di […]

  • Legenda Si Penguasa Kerangkeng, Akankah Kebenaran Terungkap?

    Legenda Si Penguasa Kerangkeng, Akankah Kebenaran Terungkap?

    • calendar_month Minggu, 30 Jan 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Sadis! Horor! Tidak Manusiawi! Itulah sederatan kata-kata yang pastinya muncul di benak setiap orang yang telah mengetahui kasus seorang bupati salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Utara. Kisah tragis yang dikabarkan menimpa anak manusia dalam satu ruangan illegal bersama rantai kerangkeng yang sampai pemberitaan terkini belum ada […]

  • Banjir Aek Rantopuran Gunungtua

    Banjir Aek Rantopuran Gunungtua

    • calendar_month Senin, 18 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kondisi Daerah Aliran Sungai Aek Rantopuran Mandailing Online, Panyabungan. Kondisi di Daerah Aliran Sungai Aek Rantopuran di desa Gunungtua Jae Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal. Photo :EF/Emily Fynn.

  • Bupati Madina Bawa Birokrat Studi Tiru Pengembangan Serai Wangi di Garut

    Bupati Madina Bawa Birokrat Studi Tiru Pengembangan Serai Wangi di Garut

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      JAWA BARAT (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution membawa sejumlah birokrat ke Kabupaten Garut, Jawa Barat, melaksanakan studi tiru pengelolaan serai wangi. Studi tiru itu berlansung hari Rabu (13/5/2026). Yang dipelajari adalah sejak tahap penanaman sampai pengolahan menjadi produk jadi. Para birokrat Madina yang turut serta meliputi Kepala Dinas Pertanian […]

  • Warga Diimbau Pilih Jalur Alternatif

    Warga Diimbau Pilih Jalur Alternatif

    • calendar_month Sabtu, 27 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jelang Lebaran 1432 Hijriyah TEBING TINGGI- Untuk menghindari kepadatan arus mudik jelang lebaran 1432 H, pemudik diimbau memilih jalur alternatif saat melangsungkan perjalanan mudik ke kampung halaman. Kasat Lantas Polres Tebing Tinggi AKP Juliani Prihatini, kepada Sumut Pos diruang kerjanya, Jumat (26/8) menyarankan, bagi pemudik, hendaknya meng gunakan jalur alternatif menuju Ko ta Medan melalui […]

  • Klaim Menang di Arab dan Mesir, Jokowi-JK Malah Kalah

    Klaim Menang di Arab dan Mesir, Jokowi-JK Malah Kalah

    • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Klaim kemenangan yang dilakukan kubu Joko Widodo-Jusuf Kalla dinilai terlalu dini. Belajar dari pengalaman sebelumnya tim Jokowi-JK menggunakan data tidak valid untuk mengklaim kemenangan di luar negeri, seperti Arab Saudi dan Mesir. “Prabowo justru menang di Mesir dan Jeddah. Sebaiknya kubu Jokowi hati-hati menggunakan data. Publik disodori informasi tidak valid,” kata pengamat […]

expand_less