Selasa, 21 Apr 2026
light_mode

Leher Pengusaha Kopi Nyaris Putus Dibacok

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 28 Mei 2011
  • print Cetak


BATUBARA-
Nasib tragis dialami Nasrul alias Yuyun ( 43 ) warga Dusun VI, Desa Perkebunan Sei Balai, Kecamatan Sei Balai, Batubara, tewas dengan leher nyaris putus setelah dibantai Hermanto alias Anto (45) dan Ilham (19), Rabu malam (25/5) sekira pukul 22.00 WIB.

Menurut keterangan warga, pengusaha kedai kopi ini, tewas karena hal sepela. “Gara-gara sepele saja, hingga terjadi peristiwa ini,” cetus warga.

Awalnya, ungkap warga sekitar, pada siang itu korban mendatangi tersangka yang berpropesi sebagai tukang las. Dia menayakan pesanannya, namun entah bagaimana, pesanannya tidak ada, sehingga terjadi perang mulut dikeduanya.
Tak mau ribut dirumah tetangganya itu, korban pun pulang ke rumahnya. Ternyata, cekcok pada siang itu menjadi awal petaka bagi korban.

Menurut Yuni (34) pelayan kedai kopi di warung korban mengatakan, tersangka Hermanto datang ke warung dalam keadaan mabuk sekitar pukul 20.00 WIB. Kebetulan, korban sedang makan malam.
Tersangka yang datang dengan marah-marah, membuang piring yang digunakan korban hingga sisa nasinya berserakan ditanah.

Melihat itu, Rina Yanti (40) istri korban jatuh pingsan, diperkirakan karena shock menyaksikan ulah tersangka terhadap suaminya.

Melihat istrinya pingsan, spontan korban mendorong tersangka hingga tersungkur. Tersangka pun pergi meninggalkan warung kopi Nasrul.

Berselang 2 jam, tepatnya sekitar pukul 22.00 WIB, tersangka Anto datang kembali bersama anaknya Ilham. Tanpa banyak bicara keduanya menyerang korban dengan menggunakan sebila golok dan besi. Korban sempat menangkis tebasan golok yang dilayangkan Anto, kemudian berusaha melarikan diri. Naas, korban terjatuh dan akhirnya langsung dimanfaatkan tersangka dengan menebas leher korban hingga nyaris putus dan korban pun tewas ditempat.
Kapolres Asahan AKBP Marzuki dikonfirmasi melalui Kapolsek Labuhan Ruku AKP M Matondang didampingi Kanit Reskrim Iptu A Siringoringo membenarkan peristiwa tersebut.

“Kasus ini sudah kita tangani dan kami sedang melakukan pengejaran terhadap dua tersagka, bapak dan anak,” terangnya.

Untuk memenuhi persyaratan pemeriksaan, pihak Kepolisian serta keluarga memboyong jasad korban ke RSUD Kisaran. (mag-02/smg)
Sumber : Sumut pos

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Atika Bawa Warga Sopobatu Berobat ke RSU Panyabungan

    Atika Bawa Warga Sopobatu Berobat ke RSU Panyabungan

    • calendar_month Senin, 14 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Usai kunjungan ke Desa Sopobatu, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) calon wakil bupati nomor urut 2 Atika Azmi Utammi Nasution membawa warga berobat ke RSU Panyabungan. Atika awalnya berangkat ke Desa Sopobatu untuk menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim dan piatu. Dara kelahiran 1993 itu bahkan rela mengandarai sepeda motor […]

  • Polisi Temukan 4 Ladang Ganja

    Polisi Temukan 4 Ladang Ganja

    • calendar_month Rabu, 5 Apr 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tim dari Polres Madina dan Brimob Poldasu menemukan 4 ladang ganja di kawasan perbukitan Tor Sihite, Panyabungan Timur. Kapolres Mandailing Natal (Madina), AKBP Rudi Rifani dalam siaran persnya, Rabu (5/4/2017) menyatakan tim melakukan penyisiran sejak hari Minggu (2/4). Tanaman ganja yang ditemukan di empat lokasi itu berjumlah total sekitar 2.000 […]

  • Menanti Sikap Tegas Indonesia Soal Muslim Uighur

    Menanti Sikap Tegas Indonesia Soal Muslim Uighur

    • calendar_month Rabu, 19 Des 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Laporan-laporan soal kondisi mengenaskan Muslim Uighur di Provinsi Xinjiang, Cina, yang mengalami penahanan dalam kamp-kamp reedukasi di Xinjiang terus bermunculan. Belakangan ini, sejumlah media internasional mengungkapkan, Pemerintah Cina mempekerjakan paksa para tahanan etnis Uighur dan Kazakhs di kamp-kamp reedukasi tersebut. Wilayah Xinjiang yang terletak di bagian utara Cina dihuni oleh mayorits Muslim dari etnis […]

  • PETI dan Jatuhnya Korban Jiwa: Bukti Kegagalan Pemerintah Mengurus Rakyat

    PETI dan Jatuhnya Korban Jiwa: Bukti Kegagalan Pemerintah Mengurus Rakyat

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

      Oleh : Irwan H Daulay | Pemerhati Ekonomi Menurut pemberitaan Mandailing Online, telah terjadi musibah di lokasi PETI Dompeng, Desa Simanguntong, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal, pada Rabu (18/3/2026). Laporan yang diterima menyebutkan tiga orang tertimbun material tambang. Dua orang dinyatakan meninggal dunia, sementara satu orang lainnya berhasil selamat. Hingga saat ini, identitas […]

  • Lagi Sekretaris Komisi III DPRD Madina Nasrul Hilmi Nasution Tak Hadiri Rapat KUA PPAS APBD Tahun 2026

    Lagi Sekretaris Komisi III DPRD Madina Nasrul Hilmi Nasution Tak Hadiri Rapat KUA PPAS APBD Tahun 2026

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ‎(Mandailing Online ):untuk memastikan arah kebijakan anggaran tahun 2026 dapat berjalan optimal, tepat sasaran, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat Madina. Komisi III DPRD Kabupaten Mandailing Natal melaksanakan rapat pembahasan KUA-PPAS APBD Tahun Anggaran 2026. Rapat tersebut tentu berkomitmen menjaga kualitas perencanaan anggaran demi pembangunan Madina yang lebih baik. Rapat yang berlangsung di ruang komisi III […]

  • Penggabungan Malaria Center & Dinkes Kebijakan Keliru

    Penggabungan Malaria Center & Dinkes Kebijakan Keliru

    • calendar_month Senin, 4 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Pj Bupati Mandailing Natal Ir H Aspan Sofian Batubara MM sebaiknya mengurungkan niatnya untuk menggabungkan Kantor Malaria Centre dengan Dinas Kesehatan (Dinkes). Keberadaan Kantor Malaria Center dinilai masih sangat perlu dipertahankan karena telah berhasil meminimalisir jumlah penderita malaria di Madina. “Rencana penggabungan kantor itu keliru. Semua pihak harus jujur dan jangan karena sentimen pribadi […]

expand_less