Rabu, 9 Sep 2026
light_mode

Sumut Bakal Pecah Lima

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 26 Des 2010
  • print Cetak


Medan, Sumatera Utara bakal pecah menjadi lima provinsi yakni Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Tapanuli (Protap), Aslab, Sumatera Tenggara (Sutra) dan Nias. Hal ini sesuai data pengajuan pemekaran yang telah diterima Pansus Pemekaran Provinsi Sumatera Utara DPRD Sumut.

“Dari empat pengajuan usulan pemekaran provinsi, ada dua berkas yang direkomendasikan oleh pansus pemekaran yakni Protap dan Sutra untuk dilakukan pembahasan dan segera diparipurnakan,” ujar Koordinator Pansus DPRD Sumut Chadir Ritonga kepada wartawan disela-sela seminar pemekaran wilayah dan dampak pembentukan daerah otonom di Sumatera Utara yang berlangsung di Hotel Grand Antares, Medan, Rabu (22/12/2010).

Nantinya, setelah usulan pembahasan dilakukan oleh pansus selesai maka hasil putusan pansus kemudian dibahas dalam rapat pariupurna DPRD Sumut yang diperkirakan pada Akhir Januari 2011, untuk selanjutnya mengeluarkan rekomendasi yang akan diserahkan kepada Mendagri, Presiden dan DPR RI untuk pengesahan provinsi baru.

DPRD Sumut hanya sebatas memberi rekomendasi dalam pengajuan usulan pemekaran sesuai dengan PP No 78 Tahun 2007 tentang tata cara pembentukan, penghapusan dan pengabungan daerah.

“Jadi kewenangan DPRD Sumut hanya sebatas menerima usulan pemekaran dan memberikan hasil rekomendasi kepada pusat. Dalam hal ini, Mendagri, Presiden dan DPR RI yang memutuskannya,” ucapnya.

Menurutnya, pemekaran usulan Povinsi Sutra dan Protap tengah dilakukan pembahasan. Selain itu sesuai dengan PP 78 Tahun 2007, Sutra sudah memenuhi persyaratan dengan 1 kota dan empat kabupaten, diantaranya Kota Padang Sidimpuan dan Kabupaten Tapsel, Madina, Palas serta Paluta.

Dengan seminar ini diharapkan bisa mencapai tujuan dari program Pemprovsu untuk mengevaluasi daerah pemekaran yang sudah terjadi, karena saat ini Sumatera Utara memiliki 33 kabupaten/kota.

Kegiatan ini juga untuk memproyeksi apa yang disebut dengan grand desaian provinsi ke depannya. “Berapa sih jumlah provinsi yang boleh di Sumatra Utara, kalau melihat grand design yang dilakukan secara nasional dikatakan hanya ada boleh satu disini,” kata Chaidir Ritonga. (BS-021)
Sumber : Beritasumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Snowden Bocorkan Penyadapan SBY dan Menteri oleh Australia

    Snowden Bocorkan Penyadapan SBY dan Menteri oleh Australia

    • calendar_month Senin, 18 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Hubungan Indonesia – Australia bakal semakin memanas. Pasalnya, Senin (18/11), whistleblower asal AS, Edward Snowden kepada media Australian Broadcasting Corporation (ABC) dan harian Inggris The Guardian, membocorkan dokumen yang menunjukkan badan mata-mata Australia telah menyadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Bahkan sang istri, Ani Yudhoyono dan sejumlah menteri senior juga menjadi target penyadapan. AFP […]

  • BNPT Belum Pastikan Perampok Toko Emas Teroris

    BNPT Belum Pastikan Perampok Toko Emas Teroris

    • calendar_month Jumat, 20 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    JAKARTA, – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengakui dari beberapa indikasi yang terlihat, memang ada kemungkinan perampokan sejumlah toko emas di beberapa kota di Sumut dilakukan oleh kelompok teroris tertentu. Hanya saja indikasi tersebut belum cukup untuk dijadikan bukti untuk mengatakan perampokan toko emas yang terjadi di Pulo Brayan Medan dan di Tembung, Deli Serdang […]

  • Ribuan Siswa SMA di Sumut Tak Lulus UN

    • calendar_month Jumat, 24 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan – Sebanyak 4.564 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat di Sumatera Utara dinyatakan tidak lulus ujian nasional (UN) tahun 2013. Sekretaris Dinas Pendidikan Sumut Hendri Siregar merinci dari 4.564 peserta UN yang tidak lulus tersebut, 1.616 orang (1,96%) merupakan siswa Sekolah Menengah Kejuruan dan 2.948 orang (2,51%) adalah siswa SMA dan Madrasah Aliyah. Peserta […]

  • Dahlan Hasan, Mendengar dan Berbuat Bagi Perubahan (bagian 2-selesai)

    Dahlan Hasan, Mendengar dan Berbuat Bagi Perubahan (bagian 2-selesai)

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Seorang pemimpin dapat disebut sebagai “Community Worker” jika pemimpin tersebut selalu bekerja di tengah-tengah masyarakat, dan bukanlah yang menampakkan sifat elite yang berlebihan, apalagi lupa pada kampung halamannya. Kesan pemimpin yang begitu elite, mutlak harus ditinggalkan. Karena ke depan masyarakat butuh pelayan yang selalu mengabdi untuk kepentingan masyarakat. Yang memimpin proses rekonstruksi dan program kesejahteraan […]

  • Air PDAM Sering Mati, Warga Panyabungan Mengeluh

    Air PDAM Sering Mati, Warga Panyabungan Mengeluh

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Keluhan warga Payabungan, Mandailing Natal (Madina) bukan saja soal PLN yang sering padam, air bersih yang dikelola PDAM Tirta Madina juga dikeluhkan karena airnya keruh dan sering mati. Dalam reses yang dilakukan anggota DPRD Madina, Syahriwan Nasution baru-baru ini banyak menampung keluhan warga soal air bersih di Panyabungan. “Warga mengeluh […]

  • Hilangnya Frasa “Agama”, Peta Pendidikan Semakin Kehilangan Arah?

    Hilangnya Frasa “Agama”, Peta Pendidikan Semakin Kehilangan Arah?

    • calendar_month Kamis, 11 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Peta Jalan Pendidikan Nasional 2020-2035 yang diluncurkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menuai polemik.  Pasalnya, dalam draf sementara Peta Jalan Pendidikan Nasional 2020-2035, frasa ‘agama’ dihapus kemudian digantikan dengan akhlak dan budaya. Sekretaris Eksekutif Bidang Keadilan dan Perdamaian Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), Pendeta Henrek Lokra, turut menanggapi […]

expand_less