Kamis, 21 Mei 2026
light_mode

Kutipan di Aek Sijorni Kecewakan Pengunjung

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 3 Jan 2020
  • print Cetak

 

 

TAPSEL – Pengunjung Aek Sijorni kecewa akibat banyaknya kutipan di beberapa titik di lokasi wisata itu.

Alhasil, himbauan Pemkab Tapanuli Selatan (Tapsel) tak mempan untuk mempertahankan nama baik Aek Sijorni yang berada di Kecamatan Sayur Matinggi itu.

Betapa tidak, soalnya saat libur Tahun Baru, Rabu 1 Januari 2020 banyak pengunjung berbagai daerah yang datang yang merasa kecewa akibat banyaknya kutipan oleh masyarakat setempat.

“Aneh! setiap kita melangkah pada setiap jengkal tanah masyarakat dilokasi objek wisata ini kita (rombongan) dimintai bayaran yang besarannya bervariasi antara lima hingga duapuluh lima ribu,” kesal Mansyur pengunjung yang datang jauh dari  Pematang Siantar, Kamis (2/1/2020) sebagaimana dilansir Antara.

Dia tidak keberatan kalau untuk sewa lapak masyarakat yang berada di lokasi wisata untuk rehat keluarga Rp20 ribu untuk menghindari basah kalau hujan turun. Namun, soal parkir sebesar Rp20 ribu dia juga protes terlalu besar.

“Sebenarnya kita (pengunjung) tidak merasa keberatan dengan adanya retribusi resmi sekali bayar di pintu masuk. Jangan seperti ini setiap melangkah sejengkal tanah masyarakat ada kutipan, sehingga menjengkelkan banyak pengunjung,” kata Sofiyan menimpali.

Pun demikian demi terjaganya nama baik objek wisata Air Terjun Aek Sijorni yang berlokasi di daerah Desa Aek Libung ini, keduanya berharap pemangku kepentingan dapat meminimalisir lokasi objek wisata yang sudah tersohor itu dari kejengkelan kutipan-kutipan tersebut.

Sebelumnya Kadis Pariwisata Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan Abdul Saftar menyatakan demi bahwasanya tidak ada lagi bentuk kutipan apapun bagi pengunjung yang datang mengunjungi objek wisata alam Aek Sijorni.

Namun, sayangnya meski sejumlah plank merk pemberitahuan yang sengaja dipasang Dinas Pariwisata terkait pemberitahuan “tidak ada kutipan” di lokasi objek wisata tersebut dianggap ‘angin lalu’ bagi sejumlah oknum masyarakat.

Saftar juga mengakui adanya oknum-oknum nakal yang masih memanfaatkan situasi demi keuntungan meski sudah ada hasil pendekatan ke masyarakat sebelumnya objek wisata Aek Sijorni bersih dari kutipan.

Pada saat libur Tahun Baru 1 Desember 2020 Aek Sijorni cukup dipadati ribuan pengunjung dari berbagai daerah di Sumatera Utara maupun luar Sumatera Utara seperti dari Pulau Jawa maupun lainnya yang disinyalir bernasib sama kena kutipan juga.

Sumber : Antara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPU Madina Peringkat I Keterbukaan Informasi Publik se-Sumut

    KPU Madina Peringkat I Keterbukaan Informasi Publik se-Sumut

    • calendar_month Rabu, 6 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – KPU Madina kembali meraih Peringkat I Pengelolaan Keterbukaan Informasi Publik se-Sumut, kategori “Sangat Patuh” sebagai Lembaga Non Struktural yang terus berkomitmen untuk memberikan akses informasi kepada masyarakat. Raihan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mandailing Natal (Madina) itu berdasar pada pelaksanaan Pilkada Madina tahun 2015. Penghargaan tersebut secara langsung diberikan oleh Ketua KPU […]

  • 20 Kementerian/Lembaga Sampaikan Usulan Reformasi Birokrasi

    20 Kementerian/Lembaga Sampaikan Usulan Reformasi Birokrasi

    • calendar_month Selasa, 1 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta, Sebanyak 20 kementerian/lembaga telah menyampaikan dokumen usulan reformasi birokrasi pada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi E.E. Mangindaan selaku Ketua Tim Reformasi Birokrasi Nasional. “Tahun 2011 terdapat 20 kementerian/ lembaga yang telah menyampaikan dokumen usulan reformasi birokrasi,” kata Menpan dan RB, EE Mangindaan dalam rapat kerja dengan Komisi II DPR, di Jakarta, Senin. […]

  • Banyak Proyek Belum Siap, Tapi Dibayar 100 Persen

    Banyak Proyek Belum Siap, Tapi Dibayar 100 Persen

    • calendar_month Senin, 7 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kabid Perbendaharaan Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Madina, Sahri Ahmad KDT Harahap, Jum’at (4/1) mengakui pihaknya telah membayar 100 persen pada setiap paket proyek yang dikerjakan tahun anggaran 2012. Pengakuan Sari Ahmad ini kontan mengejutkan, karena masih banyak proyek yang masih terbengkalai alias tidak selesai dikerjakan 100 persen hingga limit […]

  • Dampak Kemarau, Produksi Kakao Turun

    Dampak Kemarau, Produksi Kakao Turun

    • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Pos) – Kemarau panjang yang melanda menyebabkan produksi kakao di Mandailing Natal (Madina) menurun sekitar 40 hingga 50 persen. Kamarau panjang menyebabkan kandungan air di tanah berkurang penyebab jumlah resapan akar tanaman menurun. Dampaknya banyak bunga kakao berguguran. Buah yang jadi pun tak semuanya berhasil mencapai masa panen kaena mengalami situasi kering buah. […]

  • Pandemi dan Momentum Kebangkitan Herbal Indonesia

    Pandemi dan Momentum Kebangkitan Herbal Indonesia

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Rio Ardi Mahasiswa Magister Kehutanan Universitas Sumatera Utara   Sudah lebih dua bulan sejak pemerintah Indonesia menyatakan Indonesia darurat corona. Dampaknya langsung terasa. Berbagai perlengkapan medis seperti masker kesehatan, hand sanitizer langka di pasaran. Masker Kesehatan, jika ditemukanpun harganya melonjak menjadi tiga kali lipat dibanding harga normal. Hand sanitizer juga demikian mendadak hilang […]

  • Tari Ular Waria, Bagaimana Islam Menyikapinya?

    Tari Ular Waria, Bagaimana Islam Menyikapinya?

    • calendar_month Jumat, 18 Feb 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Radayu Irawan, S.Pt Anggota Majelis Taklim Islam Kaffah   Akhir Januari lalu, jagat maya dihebohkan dengan video tari ular yang digelar pada acara pesta ulang tahun seorang waria di salah satu kafe di Panyabungan, Sumatera Utara. Dalam video yang beredar, Kamis (27/1) orang-orang yang hadir di pesta itu turut berjoget dan bersorak gembira […]

expand_less