Jumat, 30 Okt 2026
light_mode

Kutipan di Aek Sijorni Kecewakan Pengunjung

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 3 Jan 2020
  • print Cetak

 

 

TAPSEL – Pengunjung Aek Sijorni kecewa akibat banyaknya kutipan di beberapa titik di lokasi wisata itu.

Alhasil, himbauan Pemkab Tapanuli Selatan (Tapsel) tak mempan untuk mempertahankan nama baik Aek Sijorni yang berada di Kecamatan Sayur Matinggi itu.

Betapa tidak, soalnya saat libur Tahun Baru, Rabu 1 Januari 2020 banyak pengunjung berbagai daerah yang datang yang merasa kecewa akibat banyaknya kutipan oleh masyarakat setempat.

“Aneh! setiap kita melangkah pada setiap jengkal tanah masyarakat dilokasi objek wisata ini kita (rombongan) dimintai bayaran yang besarannya bervariasi antara lima hingga duapuluh lima ribu,” kesal Mansyur pengunjung yang datang jauh dari  Pematang Siantar, Kamis (2/1/2020) sebagaimana dilansir Antara.

Dia tidak keberatan kalau untuk sewa lapak masyarakat yang berada di lokasi wisata untuk rehat keluarga Rp20 ribu untuk menghindari basah kalau hujan turun. Namun, soal parkir sebesar Rp20 ribu dia juga protes terlalu besar.

“Sebenarnya kita (pengunjung) tidak merasa keberatan dengan adanya retribusi resmi sekali bayar di pintu masuk. Jangan seperti ini setiap melangkah sejengkal tanah masyarakat ada kutipan, sehingga menjengkelkan banyak pengunjung,” kata Sofiyan menimpali.

Pun demikian demi terjaganya nama baik objek wisata Air Terjun Aek Sijorni yang berlokasi di daerah Desa Aek Libung ini, keduanya berharap pemangku kepentingan dapat meminimalisir lokasi objek wisata yang sudah tersohor itu dari kejengkelan kutipan-kutipan tersebut.

Sebelumnya Kadis Pariwisata Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan Abdul Saftar menyatakan demi bahwasanya tidak ada lagi bentuk kutipan apapun bagi pengunjung yang datang mengunjungi objek wisata alam Aek Sijorni.

Namun, sayangnya meski sejumlah plank merk pemberitahuan yang sengaja dipasang Dinas Pariwisata terkait pemberitahuan “tidak ada kutipan” di lokasi objek wisata tersebut dianggap ‘angin lalu’ bagi sejumlah oknum masyarakat.

Saftar juga mengakui adanya oknum-oknum nakal yang masih memanfaatkan situasi demi keuntungan meski sudah ada hasil pendekatan ke masyarakat sebelumnya objek wisata Aek Sijorni bersih dari kutipan.

Pada saat libur Tahun Baru 1 Desember 2020 Aek Sijorni cukup dipadati ribuan pengunjung dari berbagai daerah di Sumatera Utara maupun luar Sumatera Utara seperti dari Pulau Jawa maupun lainnya yang disinyalir bernasib sama kena kutipan juga.

Sumber : Antara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pegawai Dishub Binjai Cekik Wartawan

    Pegawai Dishub Binjai Cekik Wartawan

    • calendar_month Jumat, 19 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BINJAI- Malam hari raya Idul Adha di Kota Binjai memang terlihat ramai, seluruh masyarakat berbondong-bondong mengendarai sepeda motor menuju pusat kota guna menyaksikan pawai takbir yang dilepas Wali Kota Binjai Idaham. Akibatnya, sejumlah ruas jalan di Kota Rambutan itu menjadi macat diantaranya, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Veteran, Jalan Kartini, Jalan Sultan Hasanuddin dan masih ada […]

  • Makna Kemerdekaan dari Kacamata Seorang Guru

    Makna Kemerdekaan dari Kacamata Seorang Guru

    • calendar_month Jumat, 16 Agt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Muttaqin Kholis Ali Guru Informatika SMA Negeri 1 Tambangan, Mandailing Natal Kemerdekaan bukan hanya tentang terbebas dari penjajahan, tetapi juga tentang bagaimana kita mengisi kemerdekaan itu dengan hal-hal yang bermakna. Di tengah hingar-bingar perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia, sering kali kita lupa bahwa salah satu pilar utama kemerdekaan adalah pendidikan. Sayangnya, ketika kita […]

  • Pemerintah dan Kadin Sepakat Genjot Kawasan Ekonomi Khusus Madina

    Pemerintah dan Kadin Sepakat Genjot Kawasan Ekonomi Khusus Madina

    • calendar_month Senin, 10 Feb 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      JAKARTA (Mandailing Online) – Pemerintah dan Kadin menyepakati kelanjutan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Mandailing Natal (Madina) karena memiliki prospek yang bagus. Berdasar kajian dan analisa yang dilakukan pemerintah Indonesia serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Utara disimpulkan KEK Madina mengandung peluang dan potensi besar sebagai salah satu kawasan ekonomi di sepanjang […]

  • Tradisi Memberi Makan Anak Yatim Usai Panen di Huraba

    Tradisi Memberi Makan Anak Yatim Usai Panen di Huraba

    • calendar_month Senin, 24 Mar 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Di Desa Huraba, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) ada tradisi memberi makan dan uang tunai kepada semua anak yatim setelah selesai musim panen padi di desa itu. Tradisi ini sudah bertahun-tahun berlaku dan telah menjadi kegiatan rutin sebagai salah satu ucapan syukur usai panen. Seperti kegiatan pada Minggu (23/3/2014) yang […]

  • Disporkap Madina adakan Sosialisasi Seni Adat dan Budaya

    Disporkap Madina adakan Sosialisasi Seni Adat dan Budaya

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kab.Mandailing Natal, Senin (15/12) menggelar  Seminar Seni Adat dan Budaya  di Hotel Madina Sejahtera Panyabungan, terlihat para pelajar dalam seminar ini sangat antusias mendengarkan materi dari para tutor. (hol)

  • Pendapatan Angkutan Pedesaan Turun 75 Persen

    Pendapatan Angkutan Pedesaan Turun 75 Persen

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) -Penurunan pendapatan angkutan pedesaan menurun sekitar 75 persen dalam 3 pekan terakhir. Itu diungkap Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Mandailing Natal, Palit Nasution menjawab Mandailing Online di Panyabungan, Selasa (7/4/2020). “Kondisi itu sudah sekitar 3 pekan,” ujar Palit. Menurutnya, faktor penurunan itu akibat penurunan perekonomian masyarakat dampak pendemi Corona dan […]

expand_less