Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Tambang Emas Batang Natal “Anjing Menggonggong Kafilah Berlalu”

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 24 Jun 2020
  • print Cetak

Jeritan rakyat di Kecamatan Batang Natal sangat nyaring. Tetapi telinga pejabat Pemkab Madina seperti tuli.

Bahkan, Madina saat ini bagai kabupetan tak berhukum. Buktinya tambang tambang emas liar di sepanjang sungai Batang Natal terus menjarah tanpa menghiraukan jeritan rakyat.

Pemkab Madina bagai penguasa ompong. Tak bertaring menyetop para mafia tambang.

Para mafia tambang pun sepertinya sudah menganggap Pemkab Madina pemerintahan lemah yang tak mampu menghardik mereka.

Maka mafia mafia tambang emas itu pun dengan rakus menghajar bantaran Sungai Batang Natal menyebabkan arus sungai menjadi kotor keruh kelat yang kelak dikhawatirkan menyemai bibit bibit penyakit di tubuh warga.

Di sepanjang sungai itulah warga desa mandi, cuci piring, cuci baju hingga berwudu.

Air sungai itu telah menjadi sumber kehidupan bagi warga di desa desa sepajang alirannya di Kecamatan Batang Natal.

Tetapi airnya kini sudah tercemar oleh mafia tambang dan oleh ketidakmampuan bertindak pemerintah daerah.

Bukan saja bagi kehidupan manusia, juga merusak ekosistem hingga keanekaragaman hayati.

Lantas, apa fungsi pemerintah daerah jika tak mampu menjamin ekosistem bagi hajat hidup rakyatnya?

Rakyat itu tak punya kekuatan di hadapan mafia tambang. Kepada pemerintahlah mereka berharap menegakkan aturan.

Rakyat menjerit sejerit jeritnya. Berbulan bahkan sudah setahun lebih jeritan rakyat itu bagai tangisan tanah.

Tetapi jeritan mereka tak didengar. Jika didengar tentu sejatinya sudah ada tindakan konkrit menyetop kegiatan tanbang itu.

Bahkan bupati yang berasal dari Kecamatan Batang Natal itu pun terkesan belum mampu bertindak dengan tegas.

Berdasar data dari pihak Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (KPPTSP) Madina yang diperoleh Mandailing Online, Rabu (24/6/2020) bahwa aktivitas tambang tambang emas sepanjang Sungai Batang Natal di Kecamatan Batang Natal belum memiliki izin.

Itu dibuktikan belum adanya rekomendasi dari Dinas Lingkungan Hidup kepada KPPTSP Madina.

Sampai kini jumlah exapator alias beko sudah mencapai nyaris 100 unit dari puluhan pengusaha tambang itu tiap hari beroperasi menggali bantaran sungai.

Melenggang-kangkungnya para mafia tambang ini menimbulkan dugaan di benak rakyat, tentang apakah para pejabat telah ikut menikmati aliran dana hasil hasil tambang itu dalam betuk sogokan sehingga tak lagi bernyali di hadapan mafia tambang?

Sehingga pemkab pura pura tuli? Entahlah.

Yang pasti gambaran ini sudah seperti ungkapan populer : “anjing menggonggong kafilah berlalu”. (redaksi)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 150 Miliar APBN Tahun ini Untuk Pembangunan Jalan di Batahan dan Muara Batang Gadis

    150 Miliar APBN Tahun ini Untuk Pembangunan Jalan di Batahan dan Muara Batang Gadis

    • calendar_month Selasa, 25 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) demi menunjang infrastruktur Kawasan Ekonomi Khusus ( KEK ) di Kabupaten Mandailing Natal, Presiden melalui Impres nya tahun ini mengalokasikan anggaran untuk pembangunan jalan  pelabuhan Palimbungan Batahan di Kecamatan Batahan senilai Rp 100 miliar. Selain di Kecamatan Batahan, di Kecamatan Muara Batang Gadis juga dialokasikan anggaran senilai Rp 50 miliar. Bupati […]

  • Polres Madina Janji Bongkar Kasus Dugaan Money Politic Pilkada Sampai Tuntas

    Polres Madina Janji Bongkar Kasus Dugaan Money Politic Pilkada Sampai Tuntas

    • calendar_month Jumat, 8 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online) – Polres Mandailing Natal berjanji membongkar kasus ada atau tidaknya kasus dugaan money politic pada Pilkada Madina 2015. Demikian dikatakan Kasat Reskrim Kapolres Mandailing Natal AKBP Andry Setiawan Sik melalui Kasat Reskrim Polres Madina AKP Hendro S,SH ketika menerima unjuk rasa dari Aliansi Masyarakat Madina Peduli Pilkada Bersih (AMMPPB) di halaman […]

  • BANDARA DI TENGAH JALAN ASPAL (bagian 3-selesai)

    BANDARA DI TENGAH JALAN ASPAL (bagian 3-selesai)

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      BELAJAR DARI SUSI AIR: JANGAN SAMPAI MADINA MENGULANG SIKLUS LAMA DENGAN WAJAH BARU   Oleh: Tim Mandailing Epicentrum   Subsidi Bisa Membuka Jalur, Tapi Tidak Bisa Menggantikan Ekosistem   Ada pelajaran mahal yang seharusnya tidak dilupakan Madina. Dulu kawasan Tabagsel pernah mencoba membangun konektivitas udara melalui Susi Air. Rute Aek Godang–Kualanamu sempat hidup dengan […]

  • Menghadapi MEA, Perantau Tabagsel Akan Gelar Lokakarya

    Menghadapi MEA, Perantau Tabagsel Akan Gelar Lokakarya

    • calendar_month Kamis, 29 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Menyonsong Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang sudah di depan mata, sejumlah lembaga asal Tabagsel menyelenggarakan lokakarya Pendidikan, Agribisnis dan Ekonomi Kreatif Tabagsel. Lokakarya akan dilangsungkan tanggal 2 Nopember 2015 di IPB International Convention Centre, Botani Square Baranangsiang, Bogor, Jawa Barat, yang diselenggara oleh Ikatan Keluarga Alumni Mahasiswa Tapanuli Bagian Selatan dan […]

  • Penyerangan Harian Orbit

    Penyerangan Harian Orbit

    • calendar_month Minggu, 8 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PENYERANGAN HARIAN ORBIT – Sejumlah karyawan Harian Orbit berada di kantor mereka pasca penyerangan yang dilakukan orang tidak dikenal terhadap kantor surat kabar tersebut, Medan, Sumut, Rabu (4/5). Kantor Harian itu diserang belasan orang diduga terkait pemberitaan yang diterbitkan dan mengakibatkan sejumlah peralatan rusak. sumber: Eksposnews

  • Mulak Tu Huta Mandailing Malaysia, Manduda “Bulung Gadung” Hingga “Mangan Mangoloi”

    Mulak Tu Huta Mandailing Malaysia, Manduda “Bulung Gadung” Hingga “Mangan Mangoloi”

    • calendar_month Kamis, 29 Nov 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Rombongan etnis Mandailing Malaysia sebanyak 76 orang mengunjungi tanah leluhur mereka, Mandailing, Sumatera. Kedatangan rombongan ini merupakan program tahunan “Mulak Tu Huta” yang diselenggarakan Ikatan Mandailing Malaysia Indonesia (IMAMI). Kegiatan “Mulak Tu Huta” itu diprogramkan sebagai upaya menyahuti dorongan kerinduan para keturunan Mandailing di Malaysia menginjakkan kaki di tanah leluhur mereka di Mandailing. Keturunan Mandailing […]

expand_less