Sabtu, 13 Jun 2026
light_mode

Umat Islam di Kanada Utara Berpuasa 19 Jam

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 17 Mei 2018
  • print Cetak

Muslimah Kanada (foto : Daily Mail)

 

EDMONTON (Mandailing Online) – Sebagian besar umat Muslim di dunia telah menjalankan ibadah puasa pada Kamis (17/5/2018). Meski berawal serentak di tanggal yang sama, lama berpuasa berbeda-beda bagi setiap wilayah.

Indonesia cukup beruntung dengan waktu berpuasa selama 13 jam. Di wilayah lain, waktu berpuasa bisa mencapai 19 bahkan 20 jam, termasuk di Kanada bagian utara.

Posisi seorang Muslim di bagian Bumi ini ternyata menjadi tantangan tersendiri. Tahun ini, Ramadhan datang pada bulan dengan masa siang hari terlama dalam 2018.

Muslim di Makkah, Arab Saudi berpuasa selama 14 jam. Di Toronto, komunitas Muslim berpuasa selama 16 jam. Muslim di Australia berpuasa dengan waktu cukup pendek yakni selama 10 jam.

Namun di Edmonton, Kanada bagian utara, komunitas Muslim harus berpuasa selama 19 jam. Bahkan di akhir-akhir Ramadhan, mereka harus menahan lapar, dahaga dan emosi selama 20 jam.

Waktu untuk makan di malam hari pun menyurut jadi hanya empat jam. Edmonton adalah wilayah Kanada paling utara sehingga mengalami siang paling lama di Bumi.

Meski cukup berat, sebagian besar dari mereka terbiasa dengan kondisi ini. Jadwal disesuaikan berdasarkan letak geografis meski matahari seperti tidak pernah tenggelam di sana.

Penasihat keagamaan pemuda di Canadian Ministries for Islamic Learning Edmonton, Arqum Riaz mengatakan waktu memang menjadi tantangan terbesar. “Waktu kerja yang panjang bisa menjadi tantangan, mereka juga kesulitan untuk tidur cukup, tidak ada waktu untuk beristirahat,” kata Riaz dilansir The Star, Kamis (17/5).

Ini membuat komunitas Muslim cukup sulit untuk beribadah dan memanfaatkan bulan penuh berkah ini. Seorang manajer desain jaringan di Whitehorse, Noor ul Amin mengatakan ia berpuasa dari pukul 03.30 pagi hingga 10.40 malam.

Menurutnya, banyak penduduk Whitehorse mengikuti zona waktu Vancouver yang lebih pendek. “Bagi saya tidak masalah (berpuasa lama) karena saya punya energi, tapi bagi yang tidak, mereka memilih waktu sahur dan berbuka Vancouver,” katanya.

Ia yakin Islam tidak membebani pemeluknya selama hal mendasar dalam berpuasa tidak dilanggar. Seperti mendekatkan diri pada Allah, banyak bersedekah, berbuat baik dan tidak berlaku jahat pada sesama.

Amin mengatakan salah satu cara untuk mengakali sempitnya waktu makan adalah dengan menggabungkan waktu berbuka dan sahur. Sehingga di sisa waktu mereka bisa lebih banyak beristirahat.

“Siang hari sangat panjang, jadi ketika kami pulang kerja sore, kami tidur hingga pukul 10.30 malam, kemudian kami buka puasa, beribadah dan makan sahur langsung,” kata Amin. Ini telah menjadi kebiasaan sebagian besar umat Muslim Edmonton.

photo

Mualaf Kanada, Nakita Valerio

 

Nakita Valerio sepakat dengan hal ini. Mualaf Kanada ini mengatakan masalah utama tinggal di wilayah dengan siang yang panjang adalah kekurangan waktu tidur. Wilayah multikultur dengan masyarakat yang beragam, menurutnya, tidak pernah mengubah ritme Ramadhan.

“Muslim mencoba beradaptasi pada jadwal tidur karena kami hanya punya beberapa jam untuk makan minum, tidak ada cukup waktu untuk tidur,” kata Valerio. Muslim juga shalat tarawih di malam hari.

Meski demikian, ia takjub karena tubuh manusia selalu beradaptasi. Sering kali mereka tertidur di sana sini untuk mencukup-cukupkan waktu istirahat.

Dicopy dari : Republika Online

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Usulan Bronjong di Sungai Batang Natal, Pemkab Harus Selektif

    Usulan Bronjong di Sungai Batang Natal, Pemkab Harus Selektif

    • calendar_month Jumat, 4 Feb 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Madina harus selektif meneliti setiap proposal usulan pembangunan bronjong di pinggiran Sungai Batang Natal. Tidak semua abrasi sungai Batang Natal diakibatkan bencana alam secara murni. Bisa jadi banyak titik pinggiran Sungai Batang Natal dan anak sungai lainnya rusak akibat aktifitas pertambangan liar menggunakan alat berat. Oleh karenanya sangat naif apabila […]

  • Inilah 14 CPNS yang ‘jadi’ lulus

    Inilah 14 CPNS yang ‘jadi’ lulus

    • calendar_month Selasa, 4 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Pasca kisruhnya pengumuman penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintahan Kota Medan, Walikota Medan Rahudman Harahap berjanji akan transparan dan terbuka dalam rekrutmen yang diduga terjadinya kecurangan. Mantan Sekda Tapsel ini mengatakan, semua hasil ranking akan diumumkan kepada publik pada saat pengumuman nama-nama CPNS yang lulus testing. Namun, panitia seleksi penerimaan […]

  • 2.000 Massa Muslim Istighosah di Panyabungan

    2.000 Massa Muslim Istighosah di Panyabungan

    • calendar_month Jumat, 4 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekitar 2.000 massa kaum muslim melakukan zikir akbar dan istighostah di lapangan Jl.Abri, Panyabungan, Mandailing Natal dalam mendukung aksi demo Bela Islam Jilid II hari ini 4 November 2016 di Jakarta. Ummat Muslim berkumpul di lapangan itu usai solat Jum’at yang berdatangan dari berbagai penjuru Panyabungan serta luar Panyabungan. Untuk menghindari […]

  • AGRO REBOISASI PASCA BENCANA BANJIR BANDANG SUMATRA

    AGRO REBOISASI PASCA BENCANA BANJIR BANDANG SUMATRA

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    STRATEGI INTEGRATIF PEMULIHAN LINGKUNGAN, KETAHANAN PANGAN DAN PEMBERDAYAAN EKONOMI RAKYAT   Oleh : Rahmad Daulay   PROLOG Hutan gundul di Indonesia telah berkembang dari sekadar persoalan lingkungan menjadi krisis multi dimensi yang mempengaruhi ketahanan air, ketahanan pangan, stabilitas ekonomi pedesaan dan keselamatan masyarakat. Deforestasi akibat pembalakan liar, alih fungsi lahan tak terkendali, kebakaran hutan serta […]

  • Sambut Normal Baru, PWI Madina Bagikan Masker

    Sambut Normal Baru, PWI Madina Bagikan Masker

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Menyongsong Normal Baru, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) membagikan masker berstandar kesehatan kepada masyarakat. Pembagian masker ini kerja sama PWI Madina dengan BPJS Tenaga Kerja Kabupaten Madina. Masker dibagi bagi kepada pelintas di jalan Willem Iskandar titik Kelurahan Pidoli Dolok, Panyabungan depan kantor PWI Madina, Kamis sore […]

  • Generasi Bangsa Aset Yang tiada terharga Nilainya

    Generasi Bangsa Aset Yang tiada terharga Nilainya

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Siswa Sekolah Dasar SD Negeri No.126 Gunung Baringin Antusias mengerjakan tugas yang diberikan guru. Mereka yakin bahwa hari esok pasti gemilnag. (MOL)

expand_less