Selasa, 14 Jul 2026
light_mode

Warga Madina Dukung Pemekaran Sumatera Tenggara

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 5 Mei 2011
  • print Cetak


Panyabungan,

Masyarakat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mendukung sepenuhnya pemekaran Provinsi Sumatera Tenggara. Provinsi Sumatera Tenggara yang terdiri atas Kota Padang Sidimpuan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Madina, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, sangat diidam-idamkan khususnya masyarakat Madina.

Demikian disampaikan Anggota DPRD Madina dari PDI Perjuangan Iskandar Hasibuan di Panyabungan, Selasa (03/05/2011). Dikatakannya, pihaknya sangat mendukung rencana pemekaran Provinsi Sumatera Tenggara yang sudah diparipurnakan di DPRD Provinsi Sumatera Utara, Senin (02/05/2011).

Pemekaran diyakini akan berdampak positif bagi masyarakat khususnya Madina, karena bisa meningkatkan perekonomian masyarakat dan mempercepat pembangunan, jelas Iskandar.

“Masyarakat Madina sangat berterima kasih kepada DPRD Sumut khususnya kepada Pansus Pemekaran yang telah memparipurnakan pemekaran Provinsi Sumatera Tenggara,” ujarnya.

Terkait pernyataan Plt Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho yang mengatakan tidak akan ada pemekaran di Sumut, Iskandar sangat menyanyangkannya karena rencana pemekaran Provinsi Sumatera Tenggara demi kesejahteraan masyarakat.

Iskandar yang juga Sekretaris Komisi I DPRD Madina, berharap supaya rencana pemekaran Provinsi Sumatera Tenggara cepat rampung agar masyarakat di lima kabupaten/kota bisa lebih sejahtera.

“Berdasarkan informasi yang kami terima, pemekaran Provinsi Sumatera Tenggara sudah sesuai PP No 78 Tahun 2007, antara lain didukung daerah otonom atau daerah pendukung, jumlah penduduk, potensi sumber daya alam (SDA), Produk Domestik Regional Brutto (PDRB), Indeks Pembangunan Manusia (IPM), sarana dan prasarana, pendapatan asli daerah (PAD), pertahanan dan keamanan (Hankam) serta kriteria lain,” papar Iskandar.

Hal yang sama dikatakan Ketua Ima Tabagsel Misron Saidi Batubara. Dia mengatakan, sebagai Ketua IMA Tabagsel yang mencakup lima kabupaten/kota, sangat mendukung pemekaran Provinsi Sumatera Tenggara.

“Kita dari mahasiswa telah mempersiapkan dukungan agar pemekaran cepat dilaksanakan. Dalam waktu dekat, kita dari Ima Tabagsel akan mengadakan pertemuan dengan petinggi pro pemekaran seperti Chairuman Harahap,” ujarnya.

Lanjut Misron, mengenai pernyataan Plt Gubernur Sumut, Ima Tabagsel tidak perlu ditanggapi karena Plt Gubernur bukan putra daerah yang berasal dari Sumatera Tenggara. Pernyataan tersebut diyakini tidak akan mempengaruhi rencana pemekaran dan Ima Tabagsel akan terus bekerja keras untuk percepatan pemekaran Provinsi Sumatera Tenggara. (BS-026)
Sumber : Beritasumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubsu Terkesan Hanya Butuh Tepuk Tangan

    Gubsu Terkesan Hanya Butuh Tepuk Tangan

    • calendar_month Kamis, 18 Agt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Fraksi Partai Golkar DPRD Mandailing Natal (Madina) meminta Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi untuk tidak bertindak seperti anak TK dan terkesan hanya butuh tepuk tangan. “Gubsu jangan seperti anak TK yang tidak bisa dikritik dan hanya butuh tepuk tangan,” ujar Ketua Fraksi Arsidin Batubara ketika dimintai keterangan terkait statemen Gubsu […]

  • Ribuan Teller Bank Bakal Menganggur

    Ribuan Teller Bank Bakal Menganggur

    • calendar_month Senin, 2 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta. Ribuan tenaga kerja outsourcing yang bekerja di sektor perbankan sebagai customer service (cs) dan teller saat ini masih belum jelas nasibnya. Pada 2013 mereka terancam menganggur dikarenakan keluarnya Peraturan Bank Indonesia (PBI) No 13/52/PBI/2011 pada tanggal 9 Desember 2011 lalu. Peraturan tersebut melarang perbankan menggunakan jasa outsourcing untuk beberapa bidang inti pelayanannya yaitu customer […]

  • Bupati Madina Bawa Birokrat Studi Tiru Pengembangan Serai Wangi di Garut

    Bupati Madina Bawa Birokrat Studi Tiru Pengembangan Serai Wangi di Garut

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      JAWA BARAT (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution membawa sejumlah birokrat ke Kabupaten Garut, Jawa Barat, melaksanakan studi tiru pengelolaan serai wangi. Studi tiru itu berlansung hari Rabu (13/5/2026). Yang dipelajari adalah sejak tahap penanaman sampai pengolahan menjadi produk jadi. Para birokrat Madina yang turut serta meliputi Kepala Dinas Pertanian […]

  • Wabup Atika Serahkan RAPD Tahun 2022 kepada DPRD

    Wabup Atika Serahkan RAPD Tahun 2022 kepada DPRD

    • calendar_month Sabtu, 27 Nov 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) melalui Wakil Bupati (Wabup) Atika Azmi Utammi menyerahkan dokumen Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) tahun 2022 kepada DPRD melalui sidang paripurna, Jumat (26/11). RAPBD tersebut diterima Wakil Ketua DPRD Madina Harminsyah Batubara dan Erwin Efendi Nasution. Penyerahan RAPBD dilakukan setelah fraksi-fraksi di DPRD […]

  • Kehadiran PTPN IV di Madina Dinilai Sengsarakan Masyarakat

    Kehadiran PTPN IV di Madina Dinilai Sengsarakan Masyarakat

    • calendar_month Rabu, 18 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN : Kehadiran PTPN IV pada tahun 2007 yang lalu sangat didambakan masyarakat Mandailing Natal untuk dapat mengangkat perekonomian masyarakat Mandailing Natal. Namun kenyataannya di lapangan kehadiran PTPN IV tersebut ternyata hanya membawa sengsara terhadap masyarakat Mandailing Natal terutama masyarakat yang bermukim di sekitar HGU yang mereka miliki, yakni hasil take over PT Agro Andalas […]

  • GANJA MEMBAHAYAKAN, OBAT TERLARANG

    GANJA MEMBAHAYAKAN, OBAT TERLARANG

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Indah Mustika Tanjung, S.Kom   Kementerian Pertanian (Kementan) mencabut sementara Keputusan Menteri Pertanian (Kepmentan) No 104/2020. Ada kontroversi dalam beleid tersebut yaitu masuknya ganja (Cannabis sativa) sebagai salah satu komoditas binaan pertanian. Sebenarnya ini bukan hal yang baru, karena ganja sudah ada dalam daftar binaan seperti tertuang dalam Kepmentan No 51/2006. Pengaturan ganja […]

expand_less