Sabtu, 13 Jun 2026
light_mode

Remaja Dihimbau Hindari Seks Pranikah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 30 Nov 2010
  • print Cetak


MEDAN : Psikolog Universitas Medan Area, Mustika Tarigan meminta remaja harus menghindari seks pranikah

sementara orang tua dituntut mewaspadai buah hati mereka agar tidak terjerumus untuk berhubungan intim.

“Perbuatan seperti itu tidak hanya menyangkut moral seorang remaja, tetapi juga merupakan tindakan tidak terpuji

yang harus dijauhi,” katanya di Medan, Selasa 30 November 2010, ketika diminta komentarnya mengenai 52 persen

remaja Medan melakukan hubungan seks sebelum nikah.

Sebelumnya, data Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada 2010 menunjukkan, 51 persen remaja di

Jabodetabek telah melakukan hubungan seks pranikah.

“Artinya dari 100 remaja, 51 sudah tidak perawan,” ujar Kepala BKKBN Sugiri Syarif usai memberikan sambutan pada

acara grand final Kontes Rap memperingati Hari AIDS sedunia di lapangan parkir IRTI Monas, Minggu (28/11).

Beberapa wilayah lain di Indonesia, seks pranikah juga dilakukan beberapa remaja. Misalnya saja di Surabaya

tercatat 54 persen, Bandung 47 persen, dan 52 persen di Medan.

Mustika mengatakan, sebagai remaja semestinya tidak perlu melakukan hubungan seks sebelum melaksanakan pernikahan,

karena ini bukan hanya tabu atau dilarang dalam ajaran agama, tetapi juga menyangkut harkat martabat remaja

tersebut.

“Jadi tidak sewajarnya seorang remaja harus berhubungan intim, karena ini tidak hanya akan merusak kepribadian

mereka, tetapi juga akan menjadi trauma bagi kehidupan dirinya,” katanya.

Menurut dia, hubungan seks hanya bisa dilakukan oleh pasangan suami-isteri yang sah dan telah melakukan pernikahan

sesuai yang diatur oleh undang-undang.

Sementara itu, pasangan remaja melakukan hubungan seks hanya karena dasar cinta atau sama-sama suka.

“Disinilah peranan orang tua untuk mengarahkan anak remajanya agar tidak berbuat sejauh itu, apalagi mereka belum

melakukan pernikahan,” ujar Mustika.

Dia menjelaskan, berdasarkan hasil survei BKKBN yang menyebutkan banyaknya remaja tidak perawan atau kehilangan

“kegadisannya” tidak perlu membuat kalangan orang tua jadi cemas atau merasa bigung.

“Mari dijadikan hasil survei itu sebagai instropeksi diri atau selalu mewaspadai agar anak jangan sampai berbuat

seperti itu.Ini harus dihindari,” kata Mutika.

Selain itu, katanya, data yang diperoleh BKKBN tersebut ada juga benarnya, dan bisa juga terjadi kekeliruan.Namun

hal ini dapat dijadikan sebagai peringatan bagi orang tua untuk tetap mengawasi anak remajanya.

“Tanggung jawab dari orang tua cukup besar dan sangat diperlukan untuk menyelamatkan remaja agar tidak melakukan

hubungan sek sebelum nikah,”katanya. (an)
Sumber : EksposNews

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Libatkan Partisipasi Publik, Wabup Atika Lantik DP-PPK RSUD Panyabungan

    Libatkan Partisipasi Publik, Wabup Atika Lantik DP-PPK RSUD Panyabungan

    • calendar_month Rabu, 18 Mei 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebagai upaya melibatkan partisipasi publik dalam meningkatkan transparansi dan perbaikan pelayanan, Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution melantik Dewan Pengawas Pola Pengelolaan Keuangan (DP-PPK) RSUD Panyabungan. Pelantikan yang berlangsung di aula RSUD Panyabungan ini juga untuk memenuhi amanat Permenkes nomor 10 tahun 2014 tentang Dewan Pengawas Rumah Sakit. […]

  • Uning-uningan ni Ompunta (2-selesai)

    Uning-uningan ni Ompunta (2-selesai)

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Edi Nasution Alat musikal ini disebut juga uyup-uyup yang terbuat dari selembar bulung tarutung bolanda (daun pohon sirsak) atau terbuat dari sepotong bulung pisang (daun pohon pisang) yang digulung membentuk kerucut, lalu dimasukkan ke dalam mulut untuk ditiup dengan cara dan teknik tertentu. Di samping itu, adakalanya sang kakak (perempuan) menyanyikan nina bobok bue-bue […]

  • Warga Sibanggor Merasakan Gas Ba’da Salat Asar

    Warga Sibanggor Merasakan Gas Ba’da Salat Asar

    • calendar_month Senin, 7 Mar 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kepanikan warga Sibanggor Julu, Mandailing Natal, Sumatera Utara seolah tiada akhir. Ancaman sebaran gas beracun jenis H2S kembali terulang. Paparan hidrogen sulfida (H2S) dari sumur geothermal diduga penyebabnya. Puluhan warga dilarikan ke rumah sakit akibat sesak dan lemas. Berdasar pengakuan sejumlah warga Sibanggor Julu di RSU Panyabungan, paparan gas mulai terasa ba’da salat azar, Minggu […]

  • Korupsi, Adakah Solusi ?

    Korupsi, Adakah Solusi ?

    • calendar_month Jumat, 10 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Di Indonesia, korupsi agaknya telah menjadi persoalan yang amat kronis. Ibarat penyakit, korupsi dikatakan telah menyebar luas ke seantero negeri dengan jumlah yang dari tahun ke tahun cenderung semakin meningkat. Hasil riset yang dilakukan oleh berbagai lembaga, juga menunjukkan bahwa tingkat korupsi di negeri yang penduduknya mayoritas muslim ini termasuk yang paling tinggi di dunia. […]

  • Madina Jaya FC Bersiap Menghadapi Liga Nusantara

    Madina Jaya FC Bersiap Menghadapi Liga Nusantara

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Madina Jaya FC Mandailing Natal saat ini tengah seirus mempersiapkan timnya untuk berlaga di Liga Nusantara yang akan digelar pada akhir April. Ketua Madina Jaya FC, Mukhtar Hanafi Rangkuti menjawab Mandailing Online, Kamis (15/4) Selain menjalani latihan rutin di stadion Pemkab Madina, Sarak Matua, mental para pemain kesebelasan club dari […]

  • Peningkatan Jumlah Mualaf di Prancis Tak Terbendung

    Peningkatan Jumlah Mualaf di Prancis Tak Terbendung

    • calendar_month Jumat, 16 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Kebijakan diskriminatif Prancis terhadap Islam, termasuk pelarangan jilbab, tak mampu membendung arus mualaf di negeri itu. Pejabat Kementerian Dalam Negeri Prancis yang menangani masalah isu-isu agama, Bernard Godard, takjub dengan pertumbuhan umat Islam yang terus meningkat dari tahun ke tahun. “Fenomena itu sangat mengesankan, terutama sejak tahun 2000,” kata Godard, dikutip Republika dari The New […]

expand_less