Sabtu, 12 Sep 2026
light_mode

Baru Lahir, Tanggung Utang Rp7,56 Juta

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 3 Des 2010
  • print Cetak


KONDISI bangsa Indonesia sungguh memprihatinkan akibat utang luar negeri pemerintah yang mencapai Rp1.800 triliun. Dampaknya, setiap warga termasuk bayi yang baru dilahirkan di bumi Indonesia, sudah menanggung beban utang Rp7,56 juta.

Diperkirakan beban utang bayi yang lahir pada tahuntahun mendatang akan jauh lebih besar dibanding sekarang. Pasalnya, utang yang ‘berbungabunga’ makin mencekik leher bangsa Indonesia dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Seorang pengamat ekonomi Prof. H. Aldwin Surya, SE, MPd, PhD menyebutkan, sampai saat ini jumlah kewajiban utang pemerintah Indonesia diperkirakan mencapai Rp1.800 triliun atau AS$ 180 miliar (dengan asumsi AS$ 1 = Rp10 ribu). Kalau utang itu dibagi 238,5 juta penduduk Indonesia (sesuai data Sensus Penduduk Mei 2010), setiap orang termasuk bayi yang baru lahir menanggung beban utang Rp7,56 juta.

Apalagi, kata Rektor Universitas Dian Nusantara ini, jumlah utang Indonesia semakin besar sejak pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mulai 20042009. Bahkan, peningkatannya mencapai hampir ratusan triliun rupiah. Peran utang itu tidak bisa dielakkan pemerintah seperti kepemimpinan Presiden Indonesia sebelumnya, yang masih mengandalkan posisi utang luar negeri sebagai dana pembangunan di Indonesia.

Sungguh ironis, sampai saat ini pemerintah belum mampu memanfaatkan kekayaan sumber daya alam untuk pelaksanaan pembangunan Indonesia. Padahal Indonesia memiliki kekayaan alam yang cukup luas, namun pengelolaannya diberikan kepada investor asing, sehingga bangsa ini hanya menikmati sebagian dari kekayaan alam tersebut.

Bayu Juliandra Putra, salah seorang mahasiswa FISIP USU, mengaku heran dengan kondisi Indonesia yang kaya raya dengan sumber daya alam. Ibarat pepatah “kelaparan di lumbung padi” dan jatuh ke dalam jerat utang. Bahkan menurut informasi di media yang pernah dia baca, salah seorang pengamat menyebutkan, perputaran uang juga tidak berpihak kepada masyarakat, karena kita hanya memperebutkan 10 persen, sedangkan 90 persen perputaran uang Indonesia dikuasai asing dan nonpribumi.

Padahal Indonesia memiliki tenagatenaga ahli (sumber daya manusia) yang bisa diandalkan untuk mengelola sumber daya alam yang ada. Namun pemerintah seolaholah tidak pernah peduli dengan SDM sendiri untuk dimanfaatkan mengelola sumber daya alam dan memilih menggunakan tenaga ahli dari luar negeri.

“Seharusnya kita malu masih terus berutang kepada pihak asing untuk membangun Indonesia. Padahal kita sudah 65 tahun merdeka, tapi masih saja tetap berutang. Kalau awalawal dulu boleh lah kita mengutang dan kita belum punya tenaga ahli untuk mengelola SDA. Kalau sekarang, seharusnya kita memanfaatkan hasil SDA dengan tenaga ahli kita sendiri untuk pembangunan Indonesia lebih maju lagi,” ujar Bayu seraya menyatakan tidak setuju dengan kebijakan pemerintah menambah utang luar negeri.

Sementara itu, Faisal, mahasiswa Politeknik LP3I Medan berpendapat, sahsah saja Indonesia berutang kepada luar negeri. Namun harus dimanfaatkan dengan sebaikbaiknya untuk pembangunan Indonesia sehingga meningkatkan kesejahteraan rakyat dan meningkatkan income per capita (pendapatan ratarata setiap penduduk) Indonesia. “Utang tersebut harus dimanfaatkan untuk pembangunan Indonesia, bukan untuk jalanjalan anggota DPR ke luar negeri dengan biaya yang sangat besar seperti selama ini terjadi,” ujarnya.

Seperti dikatakan Prof. Aldwin Surya, kalau income per capita kita baik, tentu akan semakin baik daya beli masyarakat. Artinya, peluang untuk mendapatkan pajak dari barangbarang yang dibeli masyarakat akan semakin besar. Kalau pajak semakin besar, kemampuan pemerintah untuk membiayai pembangunan dan membayar sebagian utangutangnya juga semakin besar. Tapi kalau income per capita tidak berubah, tentu ada dampaknya pada kemampuan untuk membayar utang ke luar negeri, karena daya beli masyarakat juga rendah. Karena pada prinsipnya setiap pembelian produk, kita dikenakan pajak.
Sumber :Waspada Online

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jadwal Ujian Seleksi TKD Cpns Kab. Mandailing Natal Tahun 2014

    Jadwal Ujian Seleksi TKD Cpns Kab. Mandailing Natal Tahun 2014

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Jadwal Ujian Seleksi TKD Cpns Kab. Mandailing Natal Tahun 2014. Ruang I. (Sesi II) Hari : Jumat, Pukul : 13.30 s/d 15.30 wib Tanggal : 12 desember 2014   NO.   RUANG UJIAN   NO. PESERTA   NAMA PESERTA 1 BKD MANDAILING NATAL Gedung SGB 1 52132000373 WENNY KHOLILAH 2 BKD MANDAILING NATAL Gedung SGB 1 […]

  • 11 Isu Strategis Dalam Visi Misi Yusuf Imron

    11 Isu Strategis Dalam Visi Misi Yusuf Imron

    • calendar_month Selasa, 1 Des 2015
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Di dalam visi misi pasangan calon bupati Madina Nomor 1, Yusuf Nasution-Imron Libis, terdapat 11 poin isu strategis daerah Madina. Berdasar inventarisir itu, pasangan ini menetapkan 6 solusi sebagai arah kebijakan dan sasaran pembangunan lima tahun ke depan. Adapun isu strategis Kabupaten Mandailing Natal adalah sebagai berikut : 1. Rendahnya kualitas […]

  • Dua Rumah Terbakar di Huta Godang Muda

    Dua Rumah Terbakar di Huta Godang Muda

    • calendar_month Selasa, 20 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Dua unit rumah terbakar di Huta Godang Muda Kecamatan Siabu, Selasa (20/10) sekira pukul 12:00 WIB. Penduduk melaporkan, tidak ada korban jiwa maupun korban luka di musibah itu karena penghuninya tidak berada di rumah saat kejadian bermula. Kedua rumah yang terbakar itu jenis dinding semen dimiliki rumpun keluarga, masing-masing Kabet (40) […]

  • Ulama Undang Jokowi ke Madina

    Ulama Undang Jokowi ke Madina

    • calendar_month Selasa, 18 Des 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Sejumlah ulama dari Mandailing Natal bertemu dengan Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Selasa (18/12/2018) pagi. Pertemuan itu dalam rangka menyampaikan undangan para ulama kepada Jokowi untuk menhadiri tabligh akbar pada pertengahan Janurai 2019 di Mandailing Natal (Madina). Rombongan ulama ini didampingi Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution serta Ketua […]

  • Pamkab Tetapkan Status Tanggap Darurat

    Pamkab Tetapkan Status Tanggap Darurat

    • calendar_month Kamis, 13 Mar 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal (Madina) telah menetapkan status Tanggap Darurat terhadap musibah kabut asap yang menyelubungi udara Madina. Demikian dinyatakan Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution yang dihubungi melalui telepon selulernya, Kamis (13/3/2014). “Saya bermohon kepada masyarakat Madina untuk tetap waspada dan Kepala Dinas Kesehatan telah saya mintakan membagikan masker kepada masyarakat sebagai […]

  • RSU Panyabungan Kini Punya Fasilitas Cuci Darah dan CT Scan

    RSU Panyabungan Kini Punya Fasilitas Cuci Darah dan CT Scan

    • calendar_month Kamis, 16 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – RSU Panyabungan kini sudah memiliki CT Scan dan fasilitas cuci darah. Dengan demikian warga Mandailing Natal (Madina) tak lagi jauh-jauh ke kota besar untuk cuci darah. Di sisi lain, kehadiran fasilitas CT Scan merupakan kemajuan teknologi peralatan di rumah sakit ini karena proses analisis berbagai penyakit tak lagi menggunakan foto Rontgen […]

expand_less