Sabtu, 13 Jun 2026
light_mode

Pansus DPRD Madina Terima LKPJ Bupati Dengan Sejumlah Catatan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 9 Jun 2015
  • print Cetak

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Panitia Khusus (Pansus) DPRD Mandailing Natal (Madina) menerima Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) bupati Madina Tahun Anggaran 2014.

Meski menerima, tetapi Pansus mengiringinya dengan sejumlah catatan yang harus diperbaiki kepala daerah di tahun-tahun selanjutnya.

Sikap  Pansus ini disampaikan pada rapat paripurna DPRD Madina, Selasa (9/6) dipimpin Ketua DPRD Madina Hj. Leli Hartati Butar-butar dan dihadiri Bupati Dahlan Hasan Nasution.

Catatan-catatan yang dicuatkan Pansus meliputi berbagai sektor, yakni sektor pendapatan, pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum dan tata ruang, perumahan rakyat dan kawasan pemukiman, ketenteraman dan perlindungan masyarakat, siosal, tenaga kerja, pertanahan, lingkungan hidup, administrasi kependudukan, penanaman modal dan statistik.

Di sektor pendapatan daerah, pendapatan daerah sejauh ini dinilai belum memiliki parameter obyektif yang dapat digunakan untuk mengukur prestasi peningkatan pendapatan.

Di sektor pendidikan, terdapat ‘anomali’ data yang disajikan antara trend Angka Partisipasi Murni (APM) pada pendidikan Sekolah Menengah Atas atau Sederajat Tahun 2013 ke Tahun 2014 dengan Angka Putus Sekolah (APL) pada pendidikan Sekolah Menengah Atas atau Sederajat Tahun 2013 ke Tahun 2014. Dimana APM meningkat hanya 10%, namun APL meningkat 51%.

“Perlunya dilakukan kajian secara mendalam untuk mengetahui penyebab meningkatnya secara signifikan APL pada Pendidikan SMA atau sederajat,” kata Ketua Pansus, Binsar Nasution yang membacakan laporan Pansus tersebut.

Sektor kesehatan, masih belum berimbangnya skala ketersediaan sarana pelayanan kesehatan berbanding jumlah penduduk dan penyebaran. Masih belum memadainya jumlah Tenaga Medis dimasing-masing sarana pelayanan kesehatan, khususnya di desa-desa terjauh. Belum transparannya pendistribusian Bantuan Iuran BPJS yang berasal dari APBD. Berdasarkan pemantau dilapangan, terdapat beberapa kegiatan pembangunan yang berpotensi menimbulkan masalah, seperti pengadaan Alat-Alat Kesehatan dan pembangunan Instalasi Limbah pada Rumah Sakit Umum Natal.

Panus merekomendasikan, perlu direncakan pembangunan sarana pelayanan kesehatan yang lebih banyak untuk memenuhi sekala minimal 1 : 10.000. Perlu dicadangakan anggaran untuk memenuhi kekurangan Tenaga Medis. Ada data penerima Bantuan Iuran BPJS yang berasal dari APBD dimasukkan kedalam web resmi kabupaten. Agar Dinas terkait melakukan evaluasi terhadap paket-paket kegiatan tersebut berdasarkan spesikasi dan kontrak.

Editor  : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Foto Naskah Ujian SD di Facebook Ternyata Rekayasa

    Foto Naskah Ujian SD di Facebook Ternyata Rekayasa

    • calendar_month Kamis, 16 Jun 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Misteri foto kertas ujian sekolah dasar di Mandailing Natal yang beredar di Facebook akhirnya terkuak. Foto-foto itu sempat menggegerkan publik karena tidak sinkron poin-poin pertanyaan dengan poin-poin jawaban. Setelah ditelusuri, ternyata lembar pertanyaan di foto itu adalah naskah untuk kelas 3, sedangkan lembar jawabannya naskah untuk kelas 5. Penelusuran yang dilakukan Mandailing Online di sejumlah […]

  • Tak Ada Alasan Pemda Tunda THR dan Gaji ke-13

    Tak Ada Alasan Pemda Tunda THR dan Gaji ke-13

    • calendar_month Rabu, 20 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      JAKARTA (Mandailing Online) – Kebijakan pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13 telah ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 16 Tahun 2022. Maka tidak ada alasan lagi adanya penundaan.  Pemberian Tunjangan THR dan gaji ke-13 pegawai daerah dianggarkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), yang sumbernya antara lain berasal dari Dana Alokasi […]

  • Forum Mahasiswa Desak Bupati Madina Minta Maaf

    Forum Mahasiswa Desak Bupati Madina Minta Maaf

    • calendar_month Senin, 29 Apr 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PADANG (Mandailing Online) – Forum Mahasiswa Mandailing Natal di Sumatera Barat  mendesak Bupati Madina meminta maaf kepada masyarakat Mandailing Natal (Madina). Itu dinyatakan Forum Mahasiswa Mandailing Natal-Sumbar  dalam rilis pers yang dikirim kepada Mandailing Online, Senin (29/4/2019), terkait surat Permohonan Berhenti Dari Jabatan Bupati oleh bupati Madina kepada Presiden Jokowi. Rilis pers itu dikirim Haris […]

  • Demokrat Proses Pemecatan Bupati Mandailing Natal
    Tak Berkategori

    Demokrat Proses Pemecatan Bupati Mandailing Natal

    • calendar_month Jumat, 17 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

                    JAKARTA – Partai Demokrat meminta Bupati Mandailing Natal Hidayat Batubara mengundurkan diri dari jabatannya di partai berlambang bintang mercy. Pasalnya, Bupati yang juga Politisi Demokrat telah ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Beliau harus mengundurkan diri sesuai pakta integritas,” kata Wasekjen Demokrat Ramadhan Pohan di Gedung DPR, Jakarta, […]

  • Miss Filipina Terpilih sebagai Miss World 2013

    Miss Filipina Terpilih sebagai Miss World 2013

    • calendar_month Senin, 30 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    JAKARTA, – Setelah kurang lebih selama tiga minggu berada di Bali, mengikuti seluruh tahapan dan acara yang dihelat oleh penyelenggara, Megan Young dari Filipina akhirnya terpilih sebagai Miss World 2013. Diliputi rasa haru dan bahagia, Megan mengucapkan terima kasih sambil terisak atas dukungan yang diberikan kepadanya. Sebelumnya, pada tahap penjurian Megan berjanji akan membantu banyak […]

  • “Adakah Karakter Pancasila?” (2-selesai)

    “Adakah Karakter Pancasila?” (2-selesai)

    • calendar_month Jumat, 27 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Dr Adian Husaini KONSEP TAUHID Seharusnya, bangsa Indonesia mau belajar dari kegagalan Orde Baru dalam upaya penempatan Pancasila sebagai pedoman amal. Upaya pemerintah Orde Baru untuk menempatkan Pancasila menjadi landasan moral dilakukan melalui sosialisasi dan indoktrinasi Pendidikan Moral Pancasila (PMP) dan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4). Tahun 1978, Partai Persatuan Pembangunan menolak pengesahan […]

expand_less