Selasa, 14 Jul 2026
light_mode

MARSIDAO-DAO (episode 44)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 6 Sep 2016
  • print Cetak

Novel Mandailing

Nanisuratkon : Dahlan Batubara

Marsidao dao grafis

Marsidao dao grafis

“Itu rumah kakek kalian, Nak. Paman kalian sekarang yang tinggal di sini. Namanya Hamzah. Dia adik ayahmu,” ning dadaboru i tu Si Poso.

Inotnoti Si Poso bagas i. “Onma najolo bagas ni ayangku,” ning roana. Bagas i ngada saru godang, hum sa bagas ni alai na i Mandailing i do pargodangna.

Mullop sada bayo i tingkap ni bagas i manaili tu alai. Tompana suang songon amang ni Si Poso. Tai, hum poso umpado amangna. Dosar taroktok ni Si Poso boti Si Pikek mangida bayo i.

Itiop dadaboru i tangan ni Si Poso dohot anggina salaos mangadopkonna tu tingkap i. “Hamzah…!! Kau konal anak-anak ni..?,” ning dadaboru i.

Na kacongang do bayo i manganotnotisa. “Hamzah..!!, ini anak-anak Imkhan datang dakhi Mandailing,” ning dadaboru i salaos tangis mandokonsa.

“Apa…!!, ya Alloh…!!,” ning Si Hamzah ompot marlojong tingon tingkap i, ilojongsa haruar sian  pintu i manjombai Si Poso dohot Si Pikek. Ialuksa daganak na dua i. “Alhamdulillah ya Alloh,” ningna laing mangaluk pompar ni angkang nia i.

“Apa Imran itu ayah kalian,” ningna salaos palua pangkalukanna. Abara ni daganak na dua i itiopsa sareto mamanati tompa ni daganak i.

“Iya, Udak. Ayah kami Imran, ibu kami Siti,” ning Si Poso.

“Oh…saya paman kalian. Kalian tinggal di mana selama ini,” ningna.

“Di Panyabungan, Udak,” ningna.

“Mana ayah kalian, Nak” ning amanguda nai.

“Ayah kami sudah meninggal, Udak,” ning Si Poso salaos bingkas tangisna, tangis na gogo maribo tondi mambaen tangis Si Pikek bingkas ngada tarantai be. Ialuk amanguda nai daganak i, matunguknguk manaonkon ate-ate na manyat-nyat mambege angkangna na madung jumolo i luat na dao. Marbolas taon parsarakan, saonok i ma inte-inte taili sanga adong dope parsuoan, manaonkon lungun tu angkangna naso muda-muda ro. Tai, goritna ngada jabat adong parsuoan laluna. Pomparna doma na ro manjalai sisolkotna tu huta ni amangna.

“Mari ke rumah, Nak. Ini rumah kita, rumah ayah kalian,” ning amanguda nai salaos maniop tangan ni daganak na dua i marobanna tu bagas.

Ngada sajia onok, ro dadaboru ni amanguda nai dohot pomparna. Idokon amanguda nai tu dadaboru i daganak na dua i pinompar ni mandiang Imran na ro tingon luat na dao. Namatunguknguk muse ma dadaboru i salaos mangapus-apus ulu Si Poso dohot Si Pikek.

“Arjun, panggilkan undemu, bilangkan copat kamakhi, katokan anak-anak si Imkhan sudah datang,” ningna tu daganakna na margorar Arjun. Marlojong daganak nai aruar tingon bagas i na kehe marlojong mamio bouna.

Adong do tolu halak bou ni Si Poso. Dua laing mariganan i huta i, ima bouna na margorar Mazidah dohot Waddah. Sada nai margorar Marwah, ngada i huta i igananna, i pandaraman do mangihutkon alaklaina i Jakarta.

Baen na ro i pompar ni mandiang Imran i, na i bagas i do bou-bou nai sabagas mardahan. Marlagut maroban tondi tu pompar ni iboto ni alai i.

“Ini foto-foto ayah kalian waktu muda,” ning Hamzah salaos mangalehensa tu Si Poso. Inotnotisa dohot anggina gambar-gambar ni amangna. Adong do jabat 9 bahatna gambar ni amangna. Na dohot inangna adong tar 5 gambar.

“Baru-baru menikah itu ayah dan ibu kalian tinggal di rumah ini, Nak. Tapi hanya sekitar sebulan, mereka pergi merantau. Paman dan bunde kalian tak tau kemana tanah rantau mereka. Tak ada kabar sampai kalian datang,” ning Hamzah.

“Iya, ibu kalian sangat baik. Orangnya lembut dan suka menolong orang,” ning bou nai.

“Sudah berapa lama ibunya yang sakit itu, Kahang,” ning Hamzah tu Si Isrot.

“Sudah hampir dua bulan, Kahang. Kalau yang parah itu sekitar dua pekan lah,” ning Si Isrot.

“Oh…besok pagi kita ke rumah nenek mereka. Setelah kakeknya meninggal dunia sembilan tahun lalu, neneknya pindah ke Bilah Hulu dan menjual rumah yang di sini,” ning Hamzah.

“Tinggal dengan siapa nantulang itu di sana,” ning Isrot.

“Sama putrinya, adik kak Siti, bibi anak-anak ini. Sebenarnya mertua itu orang sana. Karena tak ada yang merawat sawit, makanya di sanalah mereka tinggal. Putrinya itu sudah cerai, makanya mertua itu membawa putrinya sekalian. Jadi mertua itu pulang kampunglah boleh dibilang. Saya pernah sekali ke sana menemui mereka. Kalau mertua laki-laki itu asli orang sini,” ning Hamzah.

“Iya, Udak. Ibu pernah cerita, katanya kami punya etek di sini. Namanya etek Laila. Katanya mirip dengan ibu,” ning Si Poso.

“Betul, nak. Etek kalian itu sangat mirip dengan ibu kalian. Besok paman bawa kalian ke sana ya biar kalian jumpa sama etek kalian juga ya, Nak,” ning Hamzah.

“Iya, Udak,” ning Si Poso.

“Ayah kami juga pernah cerita, katanya ayah mirip sama udak,” ning Si Pikek.

“Iya, Nak. Betul kan, ayah kalian mirip sama udakmu ini,” ning bou nai.

“Iya, Bou,” ning Si Pikek.

“Sama bou kalian yang di Jakarta itu juga mirip,” ning bou nai salaos patidaon gambar ni Marwah tu Si Pikek.

“Mendiang bang Imran itu orang yang sangat baik, Kahang. Orangnya santun dan rajin. Kami sudah merasa seperti saudara saja. Saling bantu di masa sulit. Waktu dia dan istrinya datang ke kampung kami itu, dia datang ke keluarga kami supaya dijadikan kahanggi. Istilah Mandailingnya manopot kahanggi,” ning Isrot.

“Iya, Kahang. Kami sanggat sayang sama abang kami itu. Tapi, kami tak tau di mana dia tinggal. Dia juga tak pernah kirim surat. Tapi, kami faham kondisinya, dia harus sembunyi, karena mertua laki-laki sangat galak,” ning Hamzah.

“Ayah kami sudah mau bawa kami ke sini itu, Udak. Katanya uang ongkos sudah hampir cukup. Tapi, ayah kami kena malaria, Udak,” ning Si Poso.

“Oh..,” ning Hamzah.

“Iya, Kahang. Bang Imran sempat menyampaikan rencananya membawa anak istrinya berkunjung ke Bilah ini. Kami satu kahanggi pun sudah musyawarah waktu itu supaya ada beberapa orang kahanggi mendampingi mereka ke Bilah ini. Tapi, sebelum sempat ke mari itulah wabah malaria datang di kampung kami, banyak yang wafat saat itu,” ning Isrot.

“Oh..baya..akibat sakit malaria rupanya baya,” ning bou nai.

“Iya, Bou,” ning Si Poso. Iapus bou nai ulu si Poso dohot Si Pikek. “Bou dan udak kalian nanti akan datag ke sana, biar kita ziarah ya, Nak,” ningna.

“Iya, Bou,” ning Si Pikek.

“Dah masak nasi tu, makhi makan basamo kito sakakhang,” ning dadaboru i mamio alai so mangan. (marsambung)

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPU Madina Tetapkan Dahlan-Sukhairi dan Yusuf-Imron

    KPU Madina Tetapkan Dahlan-Sukhairi dan Yusuf-Imron

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mandailing Natal, Senin (24/8) menetapkan dua pasangan calon bupati/wakil bupati untuk Pilkada Madina 2015. Kedua pasangan yang ditetapkan adalah pasangan Drs. H. Dahlan Hasan Nasution-H. Jakfar Sukhairi Nasution dan pasangan Drs. HM. Yusuf Nasution,Msi – H. Imron Lubis,S.Pd.MM. Penetapan kedua pasangan ini berdasar Keputusan KPU Mandailing Natal […]

  • Mau Tahu Kenapa Demokrat `Goyang` Sultan?

    Mau Tahu Kenapa Demokrat `Goyang` Sultan?

    • calendar_month Senin, 20 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Partai Demokrat memiliki alasan kuat mengusung mekanisme pemilihan melalui DPRD untuk posisi Gubernur DI Yogyakarta. Bukan semata-mata menjadi penyokong pemerintahan SBY-Boediono, Partai Demokrat mendukung pemilihan untuk gubernur DI Yogyakarta lantaran keberadaan hasil survei Lingkaran Survei Indonesia Denny JA. Berbekal hasil survei LSI, masyarakat Yogyakarta menghendaki pemilihan sebesar 67 persen. “Survei dari LSI Denny […]

  • KHAMR HARAM DAN INDUK KEJAHATAN

    KHAMR HARAM DAN INDUK KEJAHATAN

    • calendar_month Jumat, 20 Nov 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      RUU Minuman Beralkohol yang diajukan DPR menuai kontroversi. Ternyata tidak semua pihak menyetujui pelarangan minuman beralkohol. Padahal sebagaimana disampaikan oleh sejumlah fraksi di DPR yang mengusulkannya, RUU Larangan Minuman Beralkohol (RUU Minol) ini adalah untuk melindungi masyarakat dari dampak negatif yang timbul karena minuman beralkohol. Berdasarkan temuan Kepolisian, banyak tindakan kriminal dilatarbelakangi minuman keras. […]

  • Gempa 5,5 SR Guncang Sidimpuan Sekitarnya

    Gempa 5,5 SR Guncang Sidimpuan Sekitarnya

    • calendar_month Jumat, 14 Jul 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN (Mandailing Online) – Gempa mengguncang wilayah Kota Sidimpuan, juga dirasakan di Tapanuli Selatan dan Padang Lawas Utara, Jum’at (14/7/2017). Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)  dalam laporan di situs www.bmkg.go.id, gempa sempat mengguncang sebanyak 3 kali dalam kekuatan dan waktu yang berbeda. Gempa pertama terjadi sekira pukul 08:25:16 WIB berkekuatan 5.5 Scala Rihcer (SR) […]

  • Ini Data Bantuan Alsintan Dari Provinsi Untuk Petani Madina tahun 2024

    Ini Data Bantuan Alsintan Dari Provinsi Untuk Petani Madina tahun 2024

    • calendar_month Kamis, 13 Mar 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – ( Mandailing Online) – Dinas Pertanian Mandailing Natal ( Madina ) kemaren selasa 12/3/2025 menyerahkan alat mesin pertanian ( Alsintan ) dari Kementerian Pertanian kepada sejumlah kelompok tani/ brigade pangan di Madina. Penyerahan sendiri dilakukan secara simbolis di Kecamatan Siabu. Setelah penyerahan Alsintan berlangsung ternyata salah satu brigade pangan penerima bantuan bersuara pada […]

  • ARTI PENTING WORKSHOP PEMBUATAN SPJ DESA

    ARTI PENTING WORKSHOP PEMBUATAN SPJ DESA

    • calendar_month Minggu, 10 Agt 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Rahmad Daulay, ST*   PENDAHULUAN Surat Pertanggungjawaban (SPJ) Desa merupakan dokumen resmi yang berfungsi sebagai bukti pertanggungjawaban atas penggunaan anggaran yang dikelola oleh Pemerintah Desa. SPJ tidak hanya menjadi kewajiban administratif tetapi juga bagian dari transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan desa sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Mengingat pentingnya hal ini, Workshop pembuatan SPJ desa […]

expand_less