Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

JANJI YANG TERLUPAKAN

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 25 Sep 2018
  • print Cetak

Cerpen

JANJI YANG TERLUPAKAN

Karya : WAHYUNI LUBIS

 

 

Entah apa yang paling menyakitkan dari janji yang terlupakan. Awalnya saja yang meyakinkan. Namun akhirnya berahir juga dengan kata selamat tinggal.

Untukmu nama yang pernah kusebut dalam do’a. Kau sungguh ahli dalam luka. Dengan sengaja kau membuat hatiku patah untuk yang kedua. Aku tidak tau apa yang terlintas di benakmu dengan mudahnya kau ludahi semua janji kita. Ku kira kau serius dalam hubungan ini. Nyatanya aku kau anggap hanya sekedar persinggahan saja .

Sungguh ini di luar kuasa. Kau pergi di saat semuanya menjatuhkanku. Kau pergi di saat keadaan membenciku. Kau pergi di saat waktu memojokkanku. Hanya karna diamku sampai hati kau memvonisku  jika aku memang tidak pantas untuk hidupmu. Padahal jika kau pahami aku hanya ingin dimengerti olehmu. Aku hanya ingin kau berpihak padaku. Setidaknya aku punya alasan untuk tidak terlalu memikirkan mereka yang selalu menjatuhkanku.

Masih terngiang di ingatan, saat ku bertanya kenapa sikapmu berubah padaku. Ku kira kau akan memperbaiki cara berfikirku. Nyatanya dengan sigap kau umumkan pada khalayak ramai jika aku bukanlah wanita yang baik untukmu. Tanpa kau fikirkan bagaimana perasaanku saat itu. Bahkan saat ku meminta penjelasanmu, kau malah menganggap jika tangisku hanya sebagai candaan.

Ah….,aku tidak habis pikir. Entah berapa wanita lagi yang akan kau jadikan korban.

Untuk kata maaf pun tidak ada kau tinggalkan sebagai pertanda jika kau sudah mulai bosan. Kau hanya terdiam membisu dengan seribu bahasa yang tidak kumengerti. Dan tiba-tiba tanpa sebab musabab kau berlalu dan pergi.

Kau pergi tanpa meninggalkan pesan perpisahan. Kau menggores kembali luka yang belum kering itu. Kau ucap seribu janji dan dengan sengaja kau sendiri yang mengingkari.

Untuk yang kesekian kali, aku jatuh di lobang yang sama namun pada waktu yang berbeda.

***

Aku menyesal telah salah suguh  padamu. Seharusnya bukan hati yang kusuguhkan padamu. Kuhidangkan sebakul sayang. Tapi kau malah memberiku setangkai belati yang membuat sakit  hati.

Aku sempat bertanya padamu, apakah kau sungguh-sungguh mencintaiku. Dengan lihai, kau berkata “jika kau akan selalu bersamaku apapun keadaaannya dan seburuk apapun situasinya”.

Seperti itu kan pernyataan yang pernah terlontar dari bibir manismu. Nyatanya sekarang hanya tinggal ucapan yang mati begitu saja dan mayatnya dengan paksa kukubur dalam hati berbatunisankan kecewa.

Kau memang sulit untuk diterka. Setiap kata yang keluar dari mulutmu, tidak lebih dari dusta. Kau tanam janji berbuahkan luka. Hingga membuatku jadi merana.

Aku tidak tahu entah di bagian mana lagi harus kusebut namamu. Bahkan saat ku meletakkan namamu dalam aminku. Dengan sengaja kau leburkan semua anganku.

Semudah hari kemarin kau mengukir bahagia dan  sesederhana hari ini kau memberi luka. Singkat bukan? Tidak butuh waktu lama. Hanya sekejap kita kembali asing di hati masing-masing. Kau dengan tawa lepasmu dan aku dengan tangis piluku.

Satu yang mesti kau tahu – ku tegaskan padamu – jangan sebut namaku Rani jika aku tidak bisa melupakanmu Riki. Sudah cukup untuk hari ini. Bila esok kita berjumpa lagi, anggap saja jika kita tidak pernah saling menyayangi.

Bekas memar ini, akan kurawat dengan ikhlas hati. Tidak perlu cemas, aku tidak akan mengutuk pertemuan kita dahulu. Aku yang salah, karna telah menaruh angan terlalu tinggi padamu sehingga membuatku jatuh di bebatuan yang mengakibatkan hatiku retak berantakan.

Maafkan aku, jika dulu aku pernah menyebut namamu dalam aminku. Pergilah jika bagimu aku bukan pemberhentian. Tidak mengapa, aku di sini saja menunggu hujan reda. Maksudku bukan di kotaku tapi di kelopak mataku.***

WAHYUNI LUBIS adalah penyiar radio, tinggal di Mandailing Natal. Karya-karyanya dalam bentuk cerpen banyak diterbitkan di surat kabar dan media online.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Orang Kaya Panyabungan dan Oknum Pejabat Gunduli Hulu Sungai Rantopuran

    Orang Kaya Panyabungan dan Oknum Pejabat Gunduli Hulu Sungai Rantopuran

    • calendar_month Kamis, 1 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Onlne) –  Ribuan hektar hutan kawasan hulu Sungai Rantopuran sudah gundul oleh kerakusan para orang kaya dari kota Panyabungan dan sejumlah pejabat pemerintah. Kawasan yang digunduli itu berada di wilayah Desa Sopo Batu dan Gungun Tua Julu, Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal. Hutan itu masuk dalam kawasan hutan register atau hutan lindung. Tetapi, para […]

  • Tipu 20 Orang, Tilep Rp600 Juta, Calo PNS Ditangkap

    Tipu 20 Orang, Tilep Rp600 Juta, Calo PNS Ditangkap

    • calendar_month Minggu, 26 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LANGKAT- Guru honorer di SMPN 1 Sawit Sebrang, Budiono (43) ditangkap polisi dari rumahnya di Lingkungan VI Kebun Sayur Bawah, Kecamatan Sawit Seberang, kemarin (20/12). Budiono diduga menipu 20 tenaga honorer. Di kantor polisi, Budiono mengaku sebagai perantara, menjanjikan hingga membantu Edi dan Riswandi memalsukan Surat Keputusan (SK) PNS bagi para korbannya, sejak awal 2010. […]

  • Kabid Di Dinas Keuangan Peras Rekanan 7 % Fee Proyek PU Madina

    Kabid Di Dinas Keuangan Peras Rekanan 7 % Fee Proyek PU Madina

    • calendar_month Senin, 3 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (MO) – Oknum pejabat di Dinas Keuangan Pemkab Mandailing Natal (Madina) diduga melakukan penekanan dan mencapuri urusan intren Dinas Pekerjaan Umum (PU) Madina. Oknum ini ditengarai akan mengganjal seluruh pencairan dana proyek PU jika para kontraktor tidak menyetor uang sebanyak 7 persen dari nilai masing-masing proyek. Penekanan oknum tersebut menjadikan persoalan di tubuh Dinas […]

  • Pemberian Gelar Pahlawan Nasional bagi Soeharto Soal Waktu

    Pemberian Gelar Pahlawan Nasional bagi Soeharto Soal Waktu

    • calendar_month Kamis, 11 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA-: Presiden RI ke-2 Soeharto dan Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid dipastikan tidak akan menerima gelar pahlawan nasional setelah pihak Istana mengumumkan sejumlah nama yang berhak menyandang gelar pahlawan. Bagi Golkar, hal ini hanya merupakan persoalan waktu. Hal ini disampaikan oleh Ketua DPP Golkar Priyo Budi Santoso kepada wartawan di Jakarta, Kamis (11/11). “Saya duduk […]

  • Demokrat Minta Pemilihan Ulang di Muara Batang Gadis

    Demokrat Minta Pemilihan Ulang di Muara Batang Gadis

    • calendar_month Kamis, 17 Apr 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Partai Demokrat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) meminta dilakukan pencoblosan ulang di Kecamatan Muara Batang Gadis karena diduga terjadi kejanggalan dan kecurangan oleh penyelenggara pemilu. Surat yang ditujukan kepada KPU dan Panwaslu Madina tertanggal 13 April 2014 yang ditandatangani Ketua DPC Partai Demokrat Madina, Syafaruddin Ansyari dan Sekretaris dan Harminsyah Batubara itu […]

  • Polisi Gerebek Gudang Pengoplosan Pupuk Bersubsidi di Simalungun

    Polisi Gerebek Gudang Pengoplosan Pupuk Bersubsidi di Simalungun

    • calendar_month Rabu, 17 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN: Kepolisian Daerah (Polda) Sumut menggerebek sebuah gudang pengoplosan pupuk subsidi,di Desa Nagujur Huta Bayu, Kabupaten Simalungun, Selasa 16 Agustus 2011 dini hari. Dalam penggerebekan itu, polisi mengamankan tiga orang yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka.Ketiga tersangka yakni, Rahmadani dan Isnandar Mawi, keduanya sebagai pekerja, serta Doni Sibarani selaku sopir truk. Sedangkan, pemilik gudang, diketahui bernama […]

expand_less