Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Harga Sawit Mulai Anjlok

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 27 Apr 2022
  • print Cetak

Seorang petani menyusun buah sawit usai pemanenan. Ilustrasi

MEDAN (Mandailing Online) – Menjelang penetapan aturan larangan ekspor minyak goreng oleh pemerintah Indonesia mulai berdampak pada harga buah sawit.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Sumut, Gus Dalhari Harahap, mengatakan, dampaknya ke petani langsung terasa. Harga TBS anjlok dalam dua hari terakhir.

Penurunannya di daerah penghasil bervariasi antara Rp 700 – Rp 1.200/kg. Padahal pekan lalu, harga rata-rata TBS di Sumut berkisar Rp 3.050 hingga Rp 3.655/kg. Iapun meminta kepada para pelaku industri sawit agar lebih serius untuk menyikapi situasi ini dan jangan berlaku culas pada saat negara butuh pengorbanan dari para pelaku sawit.

“Jangan hanya petani yg berkorban, sementara pengusaha memanfaatkan situasi untuk menambah pundi-pundi kekayaan yang belum tentu mereka nikmati semuanya,” katanya, Senin 25 April 2022.

Sementara itu, kalangan pedagang pengumpul (pengepul) kelapa sawit terkejut badan akibat kerugian yang tiba-tiba mendera mereka. Pasalnya, harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit mengalami penurunan sangat drastis, sekitar Rp 1.000 – Rp 1.100/kg pada Senin (25/4/2022).

“Saya membeli dari petani pekan lalu, yakni panen Jumat dan Sabtu masih Rp 3.080 – Rp 3.150/kg, untuk dibawa ke PKS Senin, kemarin. Eh, di pabrik ternyata harga TBS anjlok seribu seratus rupiah per kilogramnya, apa tidak rugi kami. Sementara buah sawit restan, artinya buah nginap yang mengalami kesusutan bobotnya,” kata Ismail, Bolang, Julianto dan Jhonson, pedagang pegepul sawit di Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Selasa (26/4/2022)

Menurut mereka, dengan modal pembelian sawit Rp 3.150/kg, seharusnya harga jual ke pabrik sebelum anjlok bisa mencapai Rp 3.400/kg, ternyata malah anjlok, dengan harga jual hanya Rp 2.200 – Rp 2.450/kg.

“Dengan keuntungan kotor Rp 250 – Rp 300/kg sawit, di situ untuk upah angkut, jasa pekerja dan biaya BBM, eh, malah nomboknya banyak, pastinya kami terkejut badan,” ungkap mereka.

Anjloknya harga sawit juga diakui, Pijer Pandia, salah seorang pedagang pengepul sawit lainya d Kecamatan Bahorok. Mulai hari ini, Selasa (26/4/2022) ia hanya mampu membeli sawit petani di lapangan Rp 2.000 – Rp 2.050/kg.

“Hari Jumat, 22 April 2022, kita masih beli Rp 3.080/kg. Eh kemarin tersiar kabar harga sawit turun hingga Rp 1.100/kg,” katanya.

Anjloknya harga sawit, sehubungan keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang melarang ekspor minyak sawit mentah atau cpo dan produk minyak goreng.

Keputusan Jokowi ini akan tertuang dalam aturan yang akan diberlakukan 28 April 2022.

Sumber: Medan Bisnis Daily

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Atika: TNI Selalu Hadir Membantu Pemerintah Daerah

    Atika: TNI Selalu Hadir Membantu Pemerintah Daerah

    • calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Padangsidimpuan (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina), Sumut Atika Azmi Utammi Nasution mengatakan TNI selama ini selalu hadir membantu pemerintah daerah dan masyarakat Bumi Gordang Sambilan. Kehadiran TNI ini, Atika, tidak hanya pada pesta demokrasi, tapi juga saat-saat masyarakat butuh bantuan. “Mulai dari penanganan covid, bencana alam, banjir bandang, pengamanan pilkada. Banyak […]

  • Warga Aek Galoga Temukan Jasad Bayi Perempuan

    Warga Aek Galoga Temukan Jasad Bayi Perempuan

    • calendar_month Kamis, 6 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN(Mandailing Online) Warga Aek Galoga, Desa Pidoli Lombang Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) digegerkan dengan penemuan sesosok mayat bayi yang tertimbun tanah berjenis kelamin perempuan yang diperkirakan berusia 2 minggu. Penemuan bayi malang ini pertama kali ditemukan oleh saksi mata Anwar (53) yang curiga melihat gundukan tanah pas di pekarangan rumahnya pada hari Rabu […]

  • Kepribadian Anak Tergantung Sistem yang Diterapkan

    Kepribadian Anak Tergantung Sistem yang Diterapkan

    • calendar_month Rabu, 11 Des 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Hadi Kartini Kisah Malin Kundang kembali terjadi. Seorang remaja  yang berinisial MAS 14 tahun tega menikam ayah, ibu, dan neneknya. Dikabarkan, ayah dan neneknya meninggal dunia, sedangkan ibunya mengalami luka tusuk dan telah mendapatkan perawatan medis. Peristiwa ini terjadi pada hari Sabtu (30-11-24), di Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan. Setelah melakukan penyelidikan, Pelaksana Harian […]

  • Tanpa Sapujagat

    Tanpa Sapujagat

    • calendar_month Selasa, 26 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Er Gham Kok Malaysia bisa. Padahal masalahnya sama. ———————– Membaca komentar Er Gham di Disway Jumat lalu itu saya langsung menghubungi ahli satu ini: Prof Dr Hendri Saparini. Dia terkenal dalam urusan “menghadirkan kembali fungsi negara dan rakyat untuk menegakkan kedaulatan pangan Indonesia”. Dia bisa bicara fasih apa yang dilakukan oleh Malaysia. Dr Saparini […]

  • Optimalisasi PBBP2 di Kecamatan Sinunukan: Sinergi Bapenda dan Koperasi Plasma

    Optimalisasi PBBP2 di Kecamatan Sinunukan: Sinergi Bapenda dan Koperasi Plasma

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    Sinunukan, Mandailing Online Bertempat Di Aula Kantor Camat Sinunukan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda)  melakukan sosialisasi dan pendidikan kepada masyarakat mengenai pentingnya pajak, serta bagaimana pajak tersebut akan digunakan untuk kepentingan umum. Optimalisasi PBBP2 menjadi salah satu fokus utama Bapenda, dengan tujuan untuk meningkatkan penerimaan daerah, memperbaiki pelayanan publik, serta memperkuat perekonomian lokal. Melalui sinergi dengan […]

  • Menelisik Asal Nama ‘Sumatra’ dalam Catatan Penjelajah Barat dan Islam

    Menelisik Asal Nama ‘Sumatra’ dalam Catatan Penjelajah Barat dan Islam

    • calendar_month Senin, 22 Nov 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tak selamanya Pulau Sumatra bernama Sumatra. Nama ‘Sumatra’ sejatinya tidak diketahui oleh penduduk di pulau itu. Berbagai nama dibubuhkan untuk pulau terbesar keenam di dunia ini oleh para penjelajah asing. Nama yang dikenal justru adalah Pulau Perca (atau Pritcho dalam dialek Melayu selatan) dan Indalas berdasarkan karya sastra Melayu yang merujuk pada pulau-pulau sekitar semenanjung […]

expand_less