Sabtu, 13 Jun 2026
light_mode

17 Tahun Terbaring Sakit, Bupati Janji Bantu Usman

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 17 Mei 2011
  • print Cetak


Warga Desa Lumbandolok, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Usman Zulkahfi (17) remaja, yang sejak lahir tak bisa berbuat apa-apa dan hanya terbaring di rumah panggung dan setiap hari ditemani ibunya, Rosmaita (43), dalam waktu dekat akan merasa lega. Pasalnya, Pj Bupati Madina, Aspan Sofian Batubara berjanji akan mengecek kesehatan Usman dan akan menindaklanjuti pengobatannya.
“Terima kasih atas informasinya. Dalam waktu dekat akan kita cek kesehatannya. Hari ini tidak bisa kita lakukan pengecekan, berhubung dua hari ini libur. Mungkin hari Rabu (18/5) besok akan ditinjau oleh Dinas Kesehatan,” ujar Ir H Aspan Sofian Batubara MM saat dihubungi METRO, Senin (16/5).
Aspan menjelaskan, Pemkab Madina akan tanggap mengenai kondisi masyarakat termasuk Usman yang saat ini sangat membutuhkan bantuan dari dermawan terutama pemerintah. Dia (Usman) perlu memperoleh perhatian berupa pengobatan atau bantuan kepada keluarganya.
”Akan kita tinjau melalui Kepala Puskesmas, karena kita juga perlu tahu apa penyakit sesungguhnya yang dialami oleh Usman baru kita akan tindaklanjuti,” tambah Aspan.
Sementara itu, seorang anggota DPRD Madina dari Dapil Kecamatan Siabu, Iskandar Hasibuan saat mengetahui kondisi Usman, langsung menghubungi METRO dan mengatakan sangat prihatin atas kondisi hidup Usman dan keluarganya. Menurut Iskandar, pemerintah tak boleh membiarkan kondisi tersebut dan harus memberikan pertolongan kepada keluarga Usman untuk meringankan beban keluarganya.
”Saya baru tahu masih ada warga yang memprihatinkan seperti Usman. Pemerintah jangan sampai tutup mata, dan saya berharap Usman segera memeroleh bantuan pengobatan dan bantuan biaya hidup,” sebut Iskandar.
Dalam waktu dekat, Iskandar bersama anggota DPRD asal Dapil Siabu akan berkunjung ke rumah Usman untuk melihat kondisinya. ”Kita akan berupaya supaya Usman bisa memeroleh bantuan,” tambahnya mengakhiri.
Untuk diketahui, Usman Zulkahfi (17), remaja yang mengalami penyakit mental dan lumpuh kaku meskipun belum dipastikan penyakit apa, namun sejak lahir Usman tak bisa berbuat apa-apa dan hanya terbaring di lantai papan tinggal bersama kedua orangtuanya di rumah panggung kontrakan di Desa Lumban Dolok
Usman merupakan putra kedua dari pasangan suami istri Sahadir (45) dan Rosmaita (43) yang setiap hari didampingi ibunya yang meskipun Usman tak bisa bicara seperti manusia lainnya dan hanya mampu bersuara dan bahasa isyarat. Saat itu saatnya Usman makan siang, lalu Rosmaita mengambil nasi putih dicampur bayam dan disuapkan ke mulut Usman secara perlahan, dan hanya 5 sendok makan saja Usman telah kenyang.
Kemudian, Usman berbalik lagi membelakangi wartawan, dan saat didekati Usman terus tertunduk dengan posisi terbaring sehingga air ludahnya membasahi lantai papan itu. Saat disapa wartawan koran ini mengenai radionya, Usman hanya tersenyum.
Amatan METRO, kondisi fisik atau panca indra Usman sebenarnya lengkap. Hanya saja kedua tangannya kaku tak bisa diluruskan dan selalu menghadak ke atas kemudian kedua kakinya juga terlihat sempurna hanya saja kaki kirinya tak bisa diluruskan dan berada di atas kaki kanannya dan jari-jari kakinya terlihat seperti mau mencakar.
Ibu Usman, Rosmaita kepada METRO menjelaskan bahwa anak keduanya lahir pada tahun 1993 lalu dengan kondisi sempurna seperti bayi lainnya. Dimana 6 bulan kemudian Usman belum juga terlihat memiliki kepandaian apa-apa bila dibandingkan dengan bayi seumuran Usman. Dimana usia 6ublan bayi biasanya telah belajar duduk sedangkan Usman tak bisa apa-apa hanya terbaring saja. Sejak itu muncullah kekhawatiran bagi kedua pasutri yang bekerja sebagai petani ini.
”Sejak itu kami mulai menemui orang pintar supaya Usman bisa seperti bayi yang lain dan kami juga membawanya ke mantri setempat dan dikatakan mantri, Usman tak memikiki kekurangan hanya saja perkembangannya agak lambat,” sebut Rosmaita, Minggu (15/5).
Lalu, diceritakan Rosmaita, dirinya bersama suami tak kunjung menyerah untuk membawa putra keduanya itu berobat kemana saja, hingga berusia 3 tahun Usman belum juga bisa apa-apa hanya terbaring dan yang keluar hanya suara saja.
”Usia 3 tahun mulailah nampak kaki Usman kaku dan kaki sebelah kiri naik ke atas yang kanan, kami terus bawa dia ke tabib untuk meluruskannya tetap tak berhasil juga” ujarnya sambil mengeluarkan isak tangis dan mengaku dirinya sangat sedih melihat kondisi putranya.
Dilanjutkan Rosmaita, sejak Usman lahir ia tetap menggendong Usman kemana saja pergi, baik ke sawah mapun berobat sampai Usman berusia 13 tahun. Di usian 13 tahun, Rosmaita mengaku tak sanggup lagi menggendong anaknya, dan dengan keputusannya bersama suaminya, Rosmaita tak ikut lagi membantu suaminya ke sawah dan tugasnya hanya menemani Usman bersama keempat anaknya yang lain.
”Pada usia 14 tahun saya tak sanggup lagi menggendongnya, akhirnya saya hanya bisa menemani anak saya ini sedangkan suami saya sendirian ke sawah,” katanya seraya menyebutkan bahwa disamping bersawah suaminya memiliki beruk atau monyet yang berguna untuk menurunkan kelapa warga.
Rosmaita berharap ada dermawan yang kasihan melihat kondisi anaknya dan menawarkan solusi bagaimana untuk meringankan beban keluarga ini, karena sejak anaknya menderita penyakit ini mereka belum pernah dibantu pemerintah.
”Kami belum pernah dibantu pemerintah dalam pengobatan anak kami ini, harapan kami adalah orang yang mau membantu supaya anak kami memeroleh pengobatan yang layak,” pinta Rosmaita mengakhiri. (wan/mer)
|Sumber : Metrotabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ibu Pembuang Bayi di Hutabargot, Ternyata Seorang Guru

    Ibu Pembuang Bayi di Hutabargot, Ternyata Seorang Guru

    • calendar_month Sabtu, 10 Mar 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ibu kandung yang mebuang bayi di kawasan Hutabargot ternyata seorang guru SMP. Tersangka berinisial RH (31) warga Desa Hutabargot Lombang Kecamatan Hutabargot, Mandailing Natal (Madina), pekerjaannya guru honor di salah satu SMP Negeri di Panyabungan. Wanita ini ditangkap Polres Madina di kawasan Lingkar Timur Panyabungan depan rumanh makan Paranginan usai menyaksikan […]

  • Sumut Kucurkan 2,7 T untuk Perbaikan Jalan Provinsi, Madina Dapat 169 M

    Sumut Kucurkan 2,7 T untuk Perbaikan Jalan Provinsi, Madina Dapat 169 M

    • calendar_month Kamis, 23 Jun 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) telah menganggarkan senilai Rp2,7 triliun untuk perbaikan jalan provinsi. Ploting terbanyak diproyeksikan untuk jalan provinsi yang ada di wilayah Tabagsel, sebesar Rp 649,1 miliar. Untuk wilayah Mandailing Natal (Madina) diplot sebesar Rp169 miliar. Alokasi anggaran APBD Sumut tahun 2022 ini dilaksanakan secara multi years. “Pemprov Sumut, dalam […]

  • 4 Sekdes Bimtek di Medan

    4 Sekdes Bimtek di Medan

    • calendar_month Rabu, 28 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PADANGBOLAK-Dalam rangka untuk meningkatkan kompetensi tugas Pokok dan Fungsi sekretaris desa (sekdes), empat sekdes diberangkatkan selama tiga hari (28-30/9) mengikuti bimbingan teknis (bimtek) di Hotel Citra Medan. Keempat sekdes tersebut yakni, Sekdes Portibi Julu (Maratimbul Harahap), Sekdes Siunggam Julu (Irdan Daulay), Sekdes Saba Sitahul-tahul (Endar Muda) dan Sekdes Hambiri (Mara Ganti Harahap). Hal tersebut diungkapkan, […]

  • Warga Batahan Tuding DPRD Madina Penghianat

    Warga Batahan Tuding DPRD Madina Penghianat

    • calendar_month Selasa, 4 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (MO) – Warga Kecamatan Batahan geram. Pasalnya kasus sangketa warga Batahan versus PT. Palmaris tak jelas berujung setelah ditangani Panitia Khusus (Pansus) DPRD Mandailing Natal (Madina). Muaranya, warga Batahan menilai para anggota DPRD Madina penghianat rakyat. Warga juga menuduh lembaga legislatif ini telah menghabiskan ratusan juta rupiah biaya Pansus, namun tak pernah ada hasilnya. […]

  • Tergiur Untung Besar, Petani Jual Ganja

    Tergiur Untung Besar, Petani Jual Ganja

    • calendar_month Senin, 19 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA-Tergiur mendapat keuntungan besar, Alimaddin Rangkuti (37) warga Desa Hutatinggi, Panyabungan Timur, nekat menjual daun ganja seberat 10 kilogram. Namun akibat perbuatannya itu, petani nilam ini ditangkap aparat Polres Madina. Alimaddin saat ditemui METRO di Mapolres Madina, Kamis (15/9), mengaku dirinya telah dua kali menjual ganja. Alasan menjual daun haram tersebut karena bisa memeroleh keuntungan […]

  • Terpesona Ajaran Wudhu, Pria Amerika Ini Akhirnya Memeluk Islam

    Terpesona Ajaran Wudhu, Pria Amerika Ini Akhirnya Memeluk Islam

    • calendar_month Senin, 16 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Islam sangat menganjurkan kebersihan dan wudhu menjadi contoh nyata praktik kesehatan bagi manusia. Itulah yang membuat takjub seorang warga AS bernama Matthew Braun. Perkara yang seringkali dianggap remeh itu justru membuat pria kelahiran Kota Brodhead, Wisconsin itu jatuh hati pada Islam. Braun memang seorang yang sangat peduli kesehatan. Minat pendidikannya pun pada segala ilmu kesehatan, […]

expand_less