Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

SMPN 2 MBG Kekurangan Mobiler

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 31 Jul 2011
  • print Cetak


MADINA-
SMPN 2 Kecamatan Muara Batang Gadis (MBG), Madina saat ini sangat membutuhkan mobiler yang mendukung proses belajar mengajar. Mobiler yang dibutuhkan adalah meja dan bangku belajar.
Karena keadan ini, saat ini masih banyak siswa yang tak ada tempat duduknya dan dengan terpaksa dalam 1 unit bangku ada 2 siswa yang duduk. Di samping itu SMPN 2 Muara Batang Gadis juga membutuhkan pagar sekolah karena setiap hari siswa terpaksa membersihkan kotoran ternak yang masuk ke lokasi sekolah
Hal ini disampaikan oleh Kepala SMPN 2 Muara Batang Gadis, Mawardi kepada METRO, Jumat (29/7) didampingi sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda di Panyabungan.
Dikatakan Mawardi, SMPN 2 Muara Batang Gadis telah beroperasi pada tahun 2003 lalu dan jumlah siswa dari tahun ke tahun semakin bertambah. Saat ini jumlah siswa di sekolah itu sebanyak 212 orang. Dengan jumlah sebanyak itu pihak sekolah menghadapi sejumlah kendala dan terutama pada masalah mobiler di dalam ruang belajar.
”Kami saat ini sangat membutuhkan sarana dan prasarana dalam menjalankan proses belajar mengajar yakni meja dan kursi sebanyak 60 buah dan meja sebanyak 30 buah,” tuturnya
Ditambahkannya, SMPN 2 ini juga sangat membutuhkan bantuan dana untuk pemasangan pagar di halaman sekolah. Pasalnya, selama ini setiap hari ternak milik masyarakat selalu masuk ke lokasi sekolah sehingga kotorannya tertinggal di lokasi sekolah.
”Terpaksalah para siswa harus gotong-royong setiap hari membersihkan kotoran terbak,” tambahnya
Tokoh masyarakat Muara batang gadis, H Amiruddin yang juga salah seorang anggota DPRD Madina kepada METRO mengatakan bahwa kondisi ini sudah selayaknya diperhatikan oleh Pemkab Madina, apalagi dikataka H Amir salah satu visi-misi Bupati-wakil bupati Madina yakni meningkatkan kualitas pendidikan di Madina.
Kami harap Disdik Madina jangan menutup mata atas kondisi ini. Artinya, kami Pemkab Madina harus membantu anggaran untuk melengkapi kekurangah mobiler itu, dan juga bisa mengalokasikan anggaran pembuatan pagar” sebutnya.
Sementara, Ketua Pantai Marat Mandailing Foundation, Kobol Nasution mengatakan, kondisi sekolah ini memang sungguh memperihatinkan. “Kekurangan mobiler ini seharusnya tak terjadi di Madina mengingat program pemerintah yang menyoroti dunia pendidikan. Kami sangat berharap Pemkab Madina melihat kondisi ini dan membantu siswa belajar,” katanya.(wan/mer)
Sumber : metrosiantar.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pujangga Mandailing

    Pujangga Mandailing

    • calendar_month Sabtu, 6 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sanusi Pane Sanusi Pane adalah satu diantara beberapa tokoh sastra Indonesia di era Pujangga Baru. Sastrawan yang dikenal sebagai pembaharu kesusastraan di tanah air kita ini, lahir di Muara Sipongi, Sumatera Utara, pada tahun 1905. Beliau adalah sastrawan yang banyak menyumbangkan perhatian dan karyanya untuk kemajuan kesusasteraan Indonesia, terutama pada periode diantara tahun 1919 hingga […]

  • Kota Panyabungan Sarang Sampah dan Bau Busuk

    Kota Panyabungan Sarang Sampah dan Bau Busuk

    • calendar_month Jumat, 9 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bendungan Aek Mata yang melintasi inti kota Panyabungan kondisinya sangat kotor akibat sampah menumpuk mengakibatkan wajah ibu kota Kabupaten Mandailing Natal (Madina) ini rusak dan terkesan tidak terurus. Sampah yang menumpuk di bendungan ini akibat warga kota Panyabungan belum siap secara mental dan cultural menjaga keindahan kota serta parahnya manajemen pengelolaan […]

  • Menko Perekonomian Kunjungi Kampoeng Kaos Madina

    Menko Perekonomian Kunjungi Kampoeng Kaos Madina

    • calendar_month Jumat, 11 Mei 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Menteri Perekonomian RI, Darmin Nasution menyatakan industri salah satu upaya mendongkrak perekonomian daerah. Itu dikatakannya saat mengunjungi Kampoeng Kaos Madina di Panyabungan, Mandailing Natal, Sumut, Jum’at (11/5/2018). Kampoeng Kaos merupakan industri kreatif yang memproduksi berbagai jenis kaos, batik Mandailing, Gordang Sambilan serta banyak ragam pernak pernik khas Mandailing. Darmin menyatakan, industri […]

  • Saat Amankan Alat Berat Penambang Emas Ilegal di Madina, Tim Poldasu Sempat Dihadang 12 OTK

    Saat Amankan Alat Berat Penambang Emas Ilegal di Madina, Tim Poldasu Sempat Dihadang 12 OTK

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online) – Upaya Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) menertibkan praktik Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mendapat perlawanan sengit. Tim gabungan dari Ditreskrimsus dan Satuan Brimob Polda Sumut mengalami intervensi oleh sekelompok orang saat berusaha mengamankan barang bukti di lapangan pada Senin (2/3/2026). Insiden ini bermula ketika […]

  • Harimau Muncul di Gutungtua, Pangguris Takut Mangguris

    Harimau Muncul di Gutungtua, Pangguris Takut Mangguris

    • calendar_month Jumat, 21 Jun 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Harimau muncul di kebun kawasan Gunungtua raya Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal (Madina). Kemunculan jenis harimau Sumatera ini sudah berlangsung dalam dua pekan terakhir. Akibatnya, banyak petani penyadap karet (pangguris) takut ke kebun menyadap karet (mangguris). Sejumlah warga Desa Gunungtua Julu dan Desa Gunungtua Lumban Pasir, Jum’at (21/6/2019) kepada Mandailing Online di […]

  • Kepsek SKB: Drs. Lauddin Lubis

    Kepsek SKB: Drs. Lauddin Lubis

    • calendar_month Sabtu, 16 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SKB Tidak Mempunyai Program Tutor dan Operasional PANYABUNGAN ( Berita ) : Ada-ada saja kepala sanggar kegiatan Belajar ( SKB ) yang katanya bahwa kegiatan program Honor Tutor paket A, tutor Operasional Paket C dan Paket B serta biaya Operasional Paket A,B dan C tidak ada di tampung di SKB, hal tersebut di sampaikanya dalam […]

expand_less