Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

SMPN 2 MBG Kekurangan Mobiler

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 31 Jul 2011
  • print Cetak


MADINA-
SMPN 2 Kecamatan Muara Batang Gadis (MBG), Madina saat ini sangat membutuhkan mobiler yang mendukung proses belajar mengajar. Mobiler yang dibutuhkan adalah meja dan bangku belajar.
Karena keadan ini, saat ini masih banyak siswa yang tak ada tempat duduknya dan dengan terpaksa dalam 1 unit bangku ada 2 siswa yang duduk. Di samping itu SMPN 2 Muara Batang Gadis juga membutuhkan pagar sekolah karena setiap hari siswa terpaksa membersihkan kotoran ternak yang masuk ke lokasi sekolah
Hal ini disampaikan oleh Kepala SMPN 2 Muara Batang Gadis, Mawardi kepada METRO, Jumat (29/7) didampingi sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda di Panyabungan.
Dikatakan Mawardi, SMPN 2 Muara Batang Gadis telah beroperasi pada tahun 2003 lalu dan jumlah siswa dari tahun ke tahun semakin bertambah. Saat ini jumlah siswa di sekolah itu sebanyak 212 orang. Dengan jumlah sebanyak itu pihak sekolah menghadapi sejumlah kendala dan terutama pada masalah mobiler di dalam ruang belajar.
”Kami saat ini sangat membutuhkan sarana dan prasarana dalam menjalankan proses belajar mengajar yakni meja dan kursi sebanyak 60 buah dan meja sebanyak 30 buah,” tuturnya
Ditambahkannya, SMPN 2 ini juga sangat membutuhkan bantuan dana untuk pemasangan pagar di halaman sekolah. Pasalnya, selama ini setiap hari ternak milik masyarakat selalu masuk ke lokasi sekolah sehingga kotorannya tertinggal di lokasi sekolah.
”Terpaksalah para siswa harus gotong-royong setiap hari membersihkan kotoran terbak,” tambahnya
Tokoh masyarakat Muara batang gadis, H Amiruddin yang juga salah seorang anggota DPRD Madina kepada METRO mengatakan bahwa kondisi ini sudah selayaknya diperhatikan oleh Pemkab Madina, apalagi dikataka H Amir salah satu visi-misi Bupati-wakil bupati Madina yakni meningkatkan kualitas pendidikan di Madina.
Kami harap Disdik Madina jangan menutup mata atas kondisi ini. Artinya, kami Pemkab Madina harus membantu anggaran untuk melengkapi kekurangah mobiler itu, dan juga bisa mengalokasikan anggaran pembuatan pagar” sebutnya.
Sementara, Ketua Pantai Marat Mandailing Foundation, Kobol Nasution mengatakan, kondisi sekolah ini memang sungguh memperihatinkan. “Kekurangan mobiler ini seharusnya tak terjadi di Madina mengingat program pemerintah yang menyoroti dunia pendidikan. Kami sangat berharap Pemkab Madina melihat kondisi ini dan membantu siswa belajar,” katanya.(wan/mer)
Sumber : metrosiantar.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati: Skabies Tidak Perlu Ditakuti

    Bupati: Skabies Tidak Perlu Ditakuti

    • calendar_month Selasa, 30 Agt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. M. Jafar Sukhairi Nasution menyampaikan agar masyarakat tidak perlu takut dengan wabah skabies karena sudah jamak ditemukan tim medis dan obatnya juga sudah ada. Hal itu disampaikan Bupati Sukhairi ketika meninjau posko konsultasi dan pengobatan gratis bagi warga terdampak skabies di Alaman Bolak Bagas Godang Kelurahan […]

  • Dana SP PKK Desa Sido Makmur 65 Juta

    Dana SP PKK Desa Sido Makmur 65 Juta

    • calendar_month Selasa, 23 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SINUNUKAN (Mandailing Online) – Koperasi Serba Usaha yang didirikan kaum ibu melalui PKK Cempaka di Desa Sido Makmur, Kecamatan Sinunukan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) semakin maju dan menunjukan eksistensinya di tengah-tengah masyarakat. Indikasi kemajuan itu berdasar jumlah modal usaha simpan pinjam yang sudah mencapai 65 juta rupiah. Saat didirikan beberapa tahun lalu, modalnya masih 550.000 […]

  • Bukti PT SMGP Tidak Peduli dengan Kehidupan Masyarakat

    Bukti PT SMGP Tidak Peduli dengan Kehidupan Masyarakat

    • calendar_month Senin, 7 Mar 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kejadian berulang terlepasnya gas beracun milik PT SMGP sehingga menyebabkan warga di sekitar WKP jadi korban adalah bukti perusahaan panas bumi itu tidak peduli dengan kehidupan masyarakat. Hal itu disampaikan anggota DPRD Mandailing Natal (Madina) dari fraksi Partai Golkar Arsidin Batubara menanggapi adanya lebih dari 50 orang terpapar gas beracun yang […]

  • Pengumuman Hasil Tes CPNS Jalur Umum 24 Desember

    Pengumuman Hasil Tes CPNS Jalur Umum 24 Desember

    • calendar_month Jumat, 13 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pengumuman hasil tes CPNS dari jalur honorer kategori dua (K2) molor sebulan lebih dari jadwal semula. Dari yang direncanakan 14 Desember 2013, menjadi akhir Januari 2014. Jadwal pengumuman terbaru ini diketahui dari surat edaran yang dikeluarkan Sekteratis Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) Tasdik Kinanto, yang ditujukan kepada seluruh Pejabat Pembina […]

  • Alokasi Biaya Gaji Pegawai Tembus Rp 547,1 Triliun
    Tak Berkategori

    Alokasi Biaya Gaji Pegawai Tembus Rp 547,1 Triliun

    • calendar_month Kamis, 2 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Gaji PNS Disarankan Tidak Naik Tiap Tahun Anggaram Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2013 tidak pro poor. Terbukti, pemerintah lebih senang menutupi jebolnya APBN dengan cara mengurangi subsidi BBM ketimbang melakukan efisiensi dan mengurangi ongkos yang sangat layak untuk dipotong. “Anggaran yang paling layak untuk dipotong adalah gaji pegawai negeri sipil (PNS),” kata Koordinator […]

  • Usai UN Siswa SMK Coret -coret

    Usai UN Siswa SMK Coret -coret

    • calendar_month Sabtu, 23 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIPIROK- Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) untuk SMK berakhir Rabu (20/4) kemarin. Berakhirnya UN tersebut, beberapa peserta meluapkan rasa kegembiraan dengan aksi corat-coret seragam. Bagi mereka tentu hal ini merupakan tren atau luapan kegembiraan, tetapi harus disadari tindakan tersebut kurang terpuji apalagi dibarengi dengan tindakan lain di luar corat-coret karena tidak mencerminkan generasi terdidik. Pantauan METRO, […]

expand_less