Jumat, 28 Agu 2026
light_mode

SMPN 2 MBG Kekurangan Mobiler

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 31 Jul 2011
  • print Cetak


MADINA-
SMPN 2 Kecamatan Muara Batang Gadis (MBG), Madina saat ini sangat membutuhkan mobiler yang mendukung proses belajar mengajar. Mobiler yang dibutuhkan adalah meja dan bangku belajar.
Karena keadan ini, saat ini masih banyak siswa yang tak ada tempat duduknya dan dengan terpaksa dalam 1 unit bangku ada 2 siswa yang duduk. Di samping itu SMPN 2 Muara Batang Gadis juga membutuhkan pagar sekolah karena setiap hari siswa terpaksa membersihkan kotoran ternak yang masuk ke lokasi sekolah
Hal ini disampaikan oleh Kepala SMPN 2 Muara Batang Gadis, Mawardi kepada METRO, Jumat (29/7) didampingi sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda di Panyabungan.
Dikatakan Mawardi, SMPN 2 Muara Batang Gadis telah beroperasi pada tahun 2003 lalu dan jumlah siswa dari tahun ke tahun semakin bertambah. Saat ini jumlah siswa di sekolah itu sebanyak 212 orang. Dengan jumlah sebanyak itu pihak sekolah menghadapi sejumlah kendala dan terutama pada masalah mobiler di dalam ruang belajar.
”Kami saat ini sangat membutuhkan sarana dan prasarana dalam menjalankan proses belajar mengajar yakni meja dan kursi sebanyak 60 buah dan meja sebanyak 30 buah,” tuturnya
Ditambahkannya, SMPN 2 ini juga sangat membutuhkan bantuan dana untuk pemasangan pagar di halaman sekolah. Pasalnya, selama ini setiap hari ternak milik masyarakat selalu masuk ke lokasi sekolah sehingga kotorannya tertinggal di lokasi sekolah.
”Terpaksalah para siswa harus gotong-royong setiap hari membersihkan kotoran terbak,” tambahnya
Tokoh masyarakat Muara batang gadis, H Amiruddin yang juga salah seorang anggota DPRD Madina kepada METRO mengatakan bahwa kondisi ini sudah selayaknya diperhatikan oleh Pemkab Madina, apalagi dikataka H Amir salah satu visi-misi Bupati-wakil bupati Madina yakni meningkatkan kualitas pendidikan di Madina.
Kami harap Disdik Madina jangan menutup mata atas kondisi ini. Artinya, kami Pemkab Madina harus membantu anggaran untuk melengkapi kekurangah mobiler itu, dan juga bisa mengalokasikan anggaran pembuatan pagar” sebutnya.
Sementara, Ketua Pantai Marat Mandailing Foundation, Kobol Nasution mengatakan, kondisi sekolah ini memang sungguh memperihatinkan. “Kekurangan mobiler ini seharusnya tak terjadi di Madina mengingat program pemerintah yang menyoroti dunia pendidikan. Kami sangat berharap Pemkab Madina melihat kondisi ini dan membantu siswa belajar,” katanya.(wan/mer)
Sumber : metrosiantar.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • MEMAKNAI  IDUL FITRI

    MEMAKNAI IDUL FITRI

    • calendar_month Rabu, 6 Jul 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    (PERSFEKTIF SOSIOLOGIS, ANTROPOLOGIS, DAN TEOLOGIS) Oleh : Moechtar Nasution Kepala Pusat Penelitian STAIM Kajian tentang agama dipastikan akan berkembang sesuai dengan transfromasi zaman karena agama memiliki nilai universal.Kendatipun perubahan sosial kerap merubah orientasi dan makna agama namun eksistensi agama tetap penting dalam kehidupan masyarakat sebab membicarakan masyarakat tanpa melihat agama sebagai salah satu komponen akan […]

  • KTNA dan Pertanian Madina

    KTNA dan Pertanian Madina

    • calendar_month Sabtu, 22 Mar 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pengurus baru Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Mandailing Natal (Madina) telah dilantik pada Kamis (20/3/2014). Tentunya kita berharap peran KTNA ini mampu lebih memperbanyak inovasi di sektor pertanian, baik dari sisi intensifikasi mapun eksentifikasi pertanian dan dunia nelayan. Pada kesempatan itu Plt Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution dan naskah pidatonya menyatakan bahwa saat ini program […]

  • Dianggap Kurang Bermasyarakat, Warga Minta Bupati Copot Lurah Panyabungan III

    Dianggap Kurang Bermasyarakat, Warga Minta Bupati Copot Lurah Panyabungan III

    • calendar_month Jumat, 29 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online )- Dianggap kurang perduli terhadap keagamaan dan sosial, Andi Bugis Lurah Panyabungan III, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) diminta warga agar di ganti karena karena sudah 3 tahun menjabat sebaga lurah, jarang mengikuti kegiatan keagamaan dan sosial. Hal ini diungkapkan warga pada saat memperingati Maulid Nabi Muhammad 12 Rabiul […]

  • Kejari Tetapkan Kadis dan Mantan Kadis Kelautan Madina Tersangka Korupsi

    Kejari Tetapkan Kadis dan Mantan Kadis Kelautan Madina Tersangka Korupsi

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Onine) – Kejaksaan Negeri Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) telah menetapkan mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Madina berinisial KS dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Madina berinisial ZMN menjadi tersangka terkait dugaan tindak pidana korupsi dana APBD 2012 dan 2013 di instansi itu. “Hingga saat ini kita baru bisa menetapkan dua oknum […]

  • Madina Tuan Rumah Pospedasu 2016

    Madina Tuan Rumah Pospedasu 2016

    • calendar_month Selasa, 19 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kabupaten Mandailing Natal dipastikan sebagai tuan rumah penyelenggaraan Pospedasu ke-7 tahun 2016. Pekan Olahraga dan Seni antar Pondok Pesantren Daerah ini akan dimulai pada tanggal 29 Mei sampai dengan 4 Juni 2016. “Diikuti oleh para pondok pesantren setiap Kabupaten/kota se sumatera Utara,” kata Kabid Keolahragaan, Disporbudpar Madina, Ali Himsar Nasution kepada […]

  • Kilau Emas Madina yang Habis Jadi Asap

    Kilau Emas Madina yang Habis Jadi Asap

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    Wartawan: Bang Ucok, saya perhatikan tiap sore banyak penambang turun dari bukit bawa hasil. Emas di Mandailing Natal ini kan melimpah. Logikanya, keluarga penambang sejahtera, pasar desa ramai, dan kampung ini cepat maju. Tapi kenapa kelihatannya ekonomi di sini jalan di tempat? Ucok (Penambang Lokal): (Menyesap kopi, tersenyum pahit) Kalau hitung-hitungan di atas kertas, betul […]

expand_less