Kamis, 16 Jul 2026
light_mode

Penyakit Merkuri tidak Spontanitas

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 12 Jan 2012
  • print Cetak

MADINA-Merkuri (air raksa) adalah hasil dari proses pengelolaan batuan emas. Merkuri biasanya akan menimbulkan berbagai penyakit, namun tidak datang secara spontanitas tapi terlihat beberapa tahun kemudian.
Hal ini dikatakan Kabid Pengendalian Kesehatan Masyarakat Dinkes Madina, Marah Rusli Harahap kepada METRO di ruang kerjanya, Rabu (11/1). Dia menjelaskan itu, sehubungan dengan maraknya penamabanagn emas di Hutabargot.
Dijelaskan Rusli, kadar merkuri di tiga sungai di Hutabargot sudah melewati batas standar. Namun, penyakit yang ditimbulkan mercuri akan muncul beberapa tahun kemudian setidaknya dua tahun kemudian. Indikasi penyakit awal munculnya penyakit iritasi dan gatal-gatal pada kulit
”Lama-kelamaan akan menjamur ke gigi dengan mudah rapuh, kemudian tulang juga akan tidak kuat, lalu penyakit akan menuju ginjal.” jelasnya.
Dijelaskannya, merkuri merupakan logam berat yang dapat ditemukan dalam beberapa bentuk seperti organik. Misalnya, cairan yang dicampur dengan senyawa karbon-metyl merkuri, dan anorganik seperti gas metalik merkuri yang menguap, cairan metalik merkuri, dan garam dicampur dengan sulfur, klorine dan oksigen.
Diungkapkannya juga cara merkuri masuk ke dalam tubuh manusia itu dapat terjadi melalui menghirup udara yang terkontaminasi, kemudian mengkonsumsi makanan dan minuman terkontaminasi serta penyerapan melalui kulit.
”Bahaya utama terhadap kesehatan meliputi keluhan pada saluran pencernaan berupa mual, muntah, keram perut dan diare, kerusakan sistem saraf pusat, kemudian kelaianan pada ginjal dan efek kejiwaan, defresi, mudah marah, cemas dan nafsu makan menurun. Sedangkan gejala yang harus diwaspadai yakni mati rasa pada tangan dan kaki, kulit merah dan gatal dan gangguan penglihatan. Sedangkan untuk kadar maksimum yang diperbolehkan untuk merkuri ini sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan adalah 0,001 mg/1, sedangkan hasil penelitian yang difasilitasi oleh PT Sorikmas Mining (SM) dan melibatan pemerintah untuk 2011 kondisinya adalah kadar nya 0,002 mg/1,” bebernya.
Kabag Humas Pemkab Madina, M Haposan yang dikonfirmasi METRO mengenai belum dilakukannya penelitian dari Pemkab Madina, karena belum ada sarana untuk itu. Msalnya, laboratorium dan sebagainya.
Namun Pemkab Madina tuturnya, dalam waktu dekat sudah berencana melakukan penelitian, tetapi masih harus berkoordinasi dengan seluruh unsur muspida.
Sementara salah satu staf di Badan Lingkungan Hidup membidangi masalah merkury ini, Edi Nasution menyebutkan seyogyanya penelitian ini dilakukan berkala atau rutin.
”Kalau standarnya harus dilakukan sekali dalam tiga bulan untuk mengetahui kondisi kadarnya,” sebutnya. (wan/mer.metrotabagsel)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 360 Ribu Tanah Transmigrasi Tanpa Surat

    360 Ribu Tanah Transmigrasi Tanpa Surat

    • calendar_month Jumat, 15 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sulit buat Usaha karena Belum Bersertifikat JAKARTA – Keamanan hukum tanah-tanah yang ditempati transmigran terancam. Sebab, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) mencatat, sekitar 360 ribu bidang tanah transmigran belum bersertifikat alias bodong. Direktur Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi (P2K-Trans) Kemenakertrans Jamaluddien Malik mengatakan, pihaknya terus mempercepat pembuatan sertifikat tanah hak milik bagi para transmigran. […]

  • Kontraktor Pasar Baru Panyabungan Belum Bayar Gaji Pekerja

    Kontraktor Pasar Baru Panyabungan Belum Bayar Gaji Pekerja

    • calendar_month Rabu, 17 Nov 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejumlah pekerja mengaku belum memperoleh gaji bulan ini dari kontraktor pembangunan Pasar Baru Panyabungan. Para pekerja yang berasal dari kawasan Kecamatan Panyabungan, yakni Desa Gunungtua Julu, Gunungtua Tonga dan Gunungtua Panggorengan kepada wartawan menyatakan sangat gelisah karena gaji yang tak pasti itu. “Sudah sebulan ini kami tak terima gaji. Sudah terus […]

  • Pemkab Madina dan PT. ALN Kangkangi Putusan PTUN Medan

    Pemkab Madina dan PT. ALN Kangkangi Putusan PTUN Medan

    • calendar_month Senin, 30 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Korwil VII Tabagsel LIRA Sumut, Madina Abdul Muis Pulungan menyatakan heran melihat belum adanya tindaklanjut putusan PTUN Medan terkait gugatan KP USU. Dalam putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan memerintahkan kepada Bupati Mandailing Natal (Madina) pihak terkait dengan objek sengketa untuk menunda pelaksanaan Surat Keputusan Bupati Madina Hidayat Batubara No. […]

  • Petani Blitar Lahirkan Padi Raksasa

    Petani Blitar Lahirkan Padi Raksasa

    • calendar_month Selasa, 27 Mar 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BLITAR (Mandailing Online) – Padi setinggi hampir dua meter yang ditanam warga Blitar jadi fenomena. Banyak orang datang ke rumah Mohammad Diaudin Aridowi (24). Udin, sapaan akrab Diaudin Aridowi, adalah warga Dusun Bebekan Desa Combong Kecamatan Garum Kabupaten Blitar, Jawa Timur yang menanam padi itu. Selain penasaran, mereka juga ingin mencoba menanam padi varietas baru […]

  • Ratusan Guru Menanti Transfer Tunjangan Fungsional

    Ratusan Guru Menanti Transfer Tunjangan Fungsional

    • calendar_month Sabtu, 25 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sebanyak 923 guru non pegawai PNS yang bernaung di bawah lingkungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menanti dana tunjangan fungsional guru non PNS dari Kantor Perbendaharaan Negara (KPPN), ditransfer ke rekening bank masing-masing. Hal ini disampaikan Kepala Kantor Kemenag Madina, Drs H Muksin Batubara MPd, melalui Kepala Seksi Madrasah dan Pendidikan Agama […]

  • Atika Letakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid Taqwa di Hutabangun Jae

    Atika Letakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid Taqwa di Hutabangun Jae

    • calendar_month Sabtu, 6 Agt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    BUKIT MALINTANG (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution menghadiri Peletakan Batu Pertama Masjid Taqwa dan Peresmian Ranting Muhammadiyah di Desa Hutabangun Jae, Kecamatan Bukit Malintang, Sabtu (6/8) Atika mengaku senang dapat berkumpul dan bersilaturahmi pada acara peletakan batu pertama Masjid Taqwa. Atika merasa bangga kepada ibu-ibu Aisyiyah yang sangat […]

expand_less