Minggu, 18 Okt 2026
light_mode

Gara-gara Isu Penculikan Anak, Satu Tewas Dimassa, Satu Meninggal Ditabrak

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 13 Des 2010
  • print Cetak


Mau Berobat Dituduh Penculik

TEBING TINGGI– Isu bahaya penculikan anak untuk mengambil dan menjual organ tubuh, menimbulkan kecemasan di sejumlah daerah. Isu yang tersebar melalui pesan singkat (short message system/SMS)berantai itu bahkan mengakibatkan dua orang tewas di Serdang Bedagai (Sergai) dan melukai lima orang di Percut Sei Tuan, Deli Serdang, di hari yang sama, Jumat (10/12) kemarin.

Di Serdang Bedagai, satu peronda malam di Desa Bartong Dusun I Kecamatan Sipis-pis, Sergai bernama Rasonang Purba Girsang (45) meninggal ditabrak mobil kijang BK 10 UT. Sedangkan seorang penumpang mobil kijang tersebut bernama Lando Lubis (35) dihakimi dan diseret massa hingga tewas.

Sedangkan di kawasan Pasir Putih, Desa Pematang Lahar, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, lima pria yang menaiki mobil kijang BK 7409 TX dilempari dengan batu dan dihajar warga hingga babak belur.

Isu penculikan anak membuat warga yang beronda di Desa Bartong Dusun I Kecamatan Sipis-pis, Sergai melakukan ronda selama sepekan terakhir. Dini hari kemarin, Jumat (10/12) sekitar pukul 02.00 WIB, petugas ronda melihat satu unit mobil Toyota Kijang Kapsul warna hitam BK 10 UT datang dari arah Tebing Tinggi menuju Raya Kahean, Simalungun.

Menurut cerita saksi mata di TKP, Salmoko (58), mereka curiga dengan para penumpang mobil yang melintas dari desa mereka saat dini hari. Mereka lalu menghentikan mobil tersebut.
”Karena lewatnnya dini hari, mobil kami stop untuk ditanyai mau kemana dan apa tujuannya,” kata Salmoko, kemarin siang.

Para peronda lalu menanyakan tujuan empat pria di mobil kijang tersebut. ”Kami mau ke Kota Galang, Dolok Masihul,” kata salah satu dari empat orang dari dalam mobil.
Warga makin curiga kepada orang-orang di mobil kijang karena jalan menuju Galang tidak bisa lewat Sipis-pis. Meski, warga mencoba mengingatkan, jembatan di jalan menuju Galang putus, tidak bisa lewat. Peronda kemudian mengarahkan mobil tersebut kembali ke arah Tebing Tinggi dan membelok ke kanan untuk mengambil jalan lain.

Pengemudi mobil tersebut menuruti anjuran. Karena masih curiga, peronda kembali menghentikan mobil dan memeriksa KTP penumpangnya. Saat diperiksa, Lando Lubis turun dari mobil dan memberikan KTP kepada warga.

Saat mobil dicek, peronda melihat di mobil ada linggis, parang, pemotong besi baja dan sejumlah plat nomor kendaraan. Tanpa pikir panjang, seorang peronda memberitahukan kepada temannya kalau di mobil ada gunting. Spontan sang supir menancap gas dan meninggalkan Lando Lubis yang kemudiaan melarikan diri ke belakang rumah warga di areal perkebunan sawit.

Saat menancap gas, seorang peronda, Rasonang Purba Girsang (45) Warga Desa Bartong Dusun I Kecamatan Sipis-pis menghadang mengunakan sepeda motor Honda Astrea Grand hitam di depan mobil. Pengemudi mobil tak perduli dan menabrak Rasonang hingga terbentur jatuh keras di aspal dengan luka di kepala. Rasonang yang sekarat langsung dilarikan ke Puskesmas terdekat. Sayang, di perjalanan nyawa ayah tiga anak itu tidak dapat lagi diselamatkan.

Mobil kijang yang berlari kencang dan Lando Lubi langsung dikejar peronda.
Pukul 02.45 WIB, warga berhasil menghentikan mobil. Tiga pria di dalamnya sempat melarikan diri ke areal perkebunan sawit PTPN III Gunung Pamela.

Setalah kejadiaan itu, warga tetap terus mengejar pelaku yang melarikan diri ke belakang rumah-rumah warga. Dini hari itu tiba-tiba suasana mencekam. Warga Desa Bartong dan Nagori Sambosar Raya Simalungun kemudian bergabung mencari keempat pria mencurigakan tersebut.

Pagi hari, sekitar pukul 06.30 WIB, seorang warga yang hendak ke ladang melihat seorang pria tak dikenal sedang duduk di bawah pohon sawit, tidak jauh dari sebuah gereja di Desa Nagori Raya dusun I Kecamatan Raya Kahean, Simalungun. ”Dia terlihat kelelahan,” kata pria itu sambil minta namanya tidak dikorankan.

Informasi dengan cepat menyebar. Warga kedua desa bertetangga tersebut langsung mendekatinya, kemudiaan menangkapnya.

Saat ditanya warga, pria yang ternyata Lando Lubis itu tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Massa yang geram langsung pemukulan terhadap pria asing tersebut hingga sekarat. Lando Lubis diseret ke jalan hingga sejauh 500 meter. Warga lain yang termakan isu penculikan selama sepekan terakhir, berdatangan dan kembali terjadi aksi pemukulan kepada pria itu.

Tak cukup membuat pria itu sekarat, massa mengaraknya sepanjang jalan sambil melayangkan pukulan menggunakan kayu. Sampai di perempatan jalan di Desa Nagori Raya, sekitar pukul 08.00 WIB, Lando Lubis akhirnya tewas dengan luka memar di sekujur tubuh. Telinga dan hidung mengeluarkan darah dan di kepala ditemukan bekas bacokan senjata tajam.

Tak lama kemudian, aparat kemanan dari Polsek Sipis-pis, Sergai dan Mapolsek Raya Kahean, Simalungun turun Ke TKP untuk membubarkan massa. Jenazah Lando kemudian diidentifikasi petugas Polres Tebing Tinggi dan selanjutnya dibawah ke RSUD Dr Kumpulan Pane, Tebing Tinggi untuk diotopsi.

———————
Dari hasil pemeriksaan awal polisi diketahui, Lando Lubis memiliki kartu wartawan sebuah surat kabar mingguan Madya Pos yang berkantor di Jalan Ahmad Yani 7 No 15 A, Medan.
——————
Kapolsek Raya Kahean, Simalungun, AKP J Sinaga mengatakan, kasus penganiayaan hingga menewaskan Lando Lubis ini masih dalam lidik. Sedangkan korbanlaka lantas dan segala hal menyangkut mobil kijang yang dibakar massa dan pemilik mobil akan ditangani petugas lantas Polsek Sipis-pis dan Sat Lantas Polres Tebing Tinggi.

Sedangkan Kapolsek Sipis-pis, AKP R Simanjorang mengatakan pelaku diduga akan melakukan aksi kejahatan. Namun aksi mereka dihentikan kemarahan warga Desa Sipis-pis dan Desa Raya Kahean yang resah akibat isu penculikan anak.

”Untuk penganiayaannya pihak Polsek Raya Kahean Simalungun yang menangani, sedangkan kasus pembakaran mobil oleh massa dan laka lantasnya pihak Polsek Sipis-pis, yang menanganinya karena wilayah hukumnya Polres Tebing Tinggi,’’ Terang R Simanjorang.
———

Berobat, Dilempari Batu
Sementara itu, rencana lima pria pergi berobat di kawasan Pasir Putih, Desa Pematang Lahar, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang juga berbuah petaka. Menaiki mobil kijang jenis Kapsul BK 7409 TX, mereka malah dilempari dengan batu dan dihajar warga karena dituding sebagai penculik anak yang akan menjual organ tubuhnya.

Menurut keterangan di Polsek Percut Sei Tuan, Jumat (10/10) siang. Kelima tersangka, Abdul Karim Pasaribu (36) Warga Pantai labu, D Ritonga Warga Rantau Prapat, Mahyaruddin (22), Budi Fadli, Syarifuddin Hidayat, ketiganya wrga Percut Sei Tuan yang membuat laporan di Polsek Percut Sei Tuan atas penganiayaan yang dilakukan oleh warga Pasir Putih.

Saat itu, sekitar pukul 07.30 WIB, mereka yang menemani Abdul Karim untuk berobat kampung karena penyakit asam labung yang sudah akut. Melintasi Desa Pematang Larang, kawasan Pasir Putih. Distop oleh beberapa warga karena dicurigai sebagai komplotan penculik anak yang akan dijual organ tubuhnya.

Saat dilakukan pemeriksaan oleh warga seluruh isi mobil. Warga yang tidak menemukan yang dicurigai langsung melepaskan dan mempersilahkan lewat.

Namun, sekitar pukul 09.00 WIB mereka kembali lagi melintasi jalan tersebut. Tiba-tiba, seorang warga yang menaiki sepeda motor jenis Suzuki Thunder langsung menjatuhkan tubuhnya di depan mobil mereka.

Dengan laju pelan mereka langsung memberhentikan mobil. Namun, tiba-tiba warga kembali datang menghampiri mereka dan langsung memeriksa kembali isi mobil. Seorang warga yang diduga provokator langsung mengatakan kalau mereka mau menaculik anak dan langsung memancing warga melempari batu kearah kelimanya.

Menghindari amukan warga, kelimanya langsung berlari kedalam mobil. Namun warga tetap melempari mobil tersebut dengan batu hingga mereka dapat melarikan diri kerumah Kades untuk melaporkan peristiwa tersebut. Kades yang dapat melerai amukan warga langsung mempersilakan kelima korban untuk berobat ke klinik akibat mengalami bocor dibagaian kepala dan langsung meluncur ke Polsek Percut Sei Tuan untuk membuat laporan

”Rencananya kami hannya mau berobat. Namun, warga malah menuding kami komplotan penculik anak yang akan menjual organ tubuhnya. Kami tidak terima makanya kami membuat laporan,” ujar Abdul sambil mengelus kepalanya.

Kapolsek Percut Sei Tuan, AKP Maringan Simanjuntak, langsung mengecek ke TKP (Tempat Kejadian Perkara) untuk memberikan penyuluhan agar warga tidak termakan isu. (mag-3/mag-1)
Sumber : Sumut POs

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kabut Asap Datang Lagi

    Kabut Asap Datang Lagi

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Setelah sempat hilang selama setu pekan akibat diguyur hujan, kabut asap kembali menyelimuti udara Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Pantaun wartawan, Jum’at (28/3/2014) kembalinya kabut asap membuat masyarakat kembali mengeluh. “Dalam satu pekan ini masyarakat sudah kembali senang karena kabut asap sudah hilang, namun dengan datangnya kembali kita pun harus antsipasi agar […]

  • Isu Gempa dan Tsunami Beredar, Camat Natal Umumkan Tak Ada Gempa

    Isu Gempa dan Tsunami Beredar, Camat Natal Umumkan Tak Ada Gempa

    • calendar_month Kamis, 25 Okt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      NATAL (Mandailing Online) – Terkait meredarnya isu akan terjadi gempa bumi dan tsunami tanggal 26 Oktober 2018 di Pantai Barat, Kabupaten Madina, pemerintah Kecamatan Natal menerbitkan pengumuman resmi mengeliminir isu tersebut. Pengumuman dari pemerintah Kecamatan Natal itu bertanggal 24 Oktober 2018 yang ditandatangani Camat Natal, Riplan, S.Sos. Pengumunan itu telah disebaran ke seluruh desa […]

  • Pajak Sawit, Pusat Menikmati, Daerah Merana

    Pajak Sawit, Pusat Menikmati, Daerah Merana

    • calendar_month Selasa, 16 Nov 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Lokasi perkebunan sawit itu berada di daerah. Tetapi justru pemerintah pusat yang selama ini menikmati uangnya. Yaitu pemasukan dari perkebunan-perkebunan sawit itu. Jenis pemasukan itu termasuk dari Bea Keluar (BK) dan Pungutan Eskpor (PE). Nilainya sangat besar. Daerah? Hanya menerima dampak lingkungan dan kerusakan infrastruktur, seperti kerusakan jalan dan jembatan akibat pengangkutan CPO. Tingginya potensi […]

  • Harga Karet Alam Naik Tipis di Panyabungan

    Harga Karet Alam Naik Tipis di Panyabungan

    • calendar_month Kamis, 11 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) Harga karet alam di Panyabungan, Mandailing Natal, Kamis (11/2/2021) naik tipis dari pekan lalu. “Naiknya 100 hingga 200 Rupiah lah perkilo,” ungkap Nairas petani dari Desa Gunung Tua Julu menjawab Mandailing Online. Lokasi penjualan karet alam di pasar Gunung Tua dibuka tiap hari Kamis atau sekali dalam sepekan. Harga mencapai 9.000 ribu […]

  • Pedagang Prediksi Harga Daging 170 Ribu Jelang Idul Fitri

    Pedagang Prediksi Harga Daging 170 Ribu Jelang Idul Fitri

    • calendar_month Rabu, 13 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Pedagang memprediksi harga daging sapi menyentuh Rp170 ribu per kg menjelang Hari Raya Idul Fitri.  Prediksi itu berdasar pergerakan harga daging sapi saat ini yang merangkak naik dari Rp110 ribu per Kg. “Daging sapi ya normalnya Rp110 ribu per Kg. Tapi makin ke sini, pelan-pelan naik jadi Rp130 ribu per Kg. Kadang bisa […]

  • Tak ada THR untuk PNS

    Tak ada THR untuk PNS

    • calendar_month Senin, 30 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sampit, Kalteng (MO)- Pemerintah Kabupatan Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah memastikan pegawai negeri sipil (PNS) tidak mendapat Tunjangan Hari Raya (THR). “Sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor. 13 Tahun 2005, tentang tunjangan bagi PNS pemerintah di larangan memberikan Tunjangan Hari Raya (THR),” kata Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kotim Kusdinata di […]

expand_less