Sabtu, 12 Sep 2026
light_mode

Jabatan Yang Mengancam Rakyat

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 2 Des 2021
  • print Cetak

Oleh: Astuti Sibarani, Amd.Keb
Aktivis Dakwah, Mahasiswi

Video seorang wanita yang mengaku anak jenderal TNI memarahi ibunda dari anggota DPR RI di bandara, viral di media sosial. Pemicu permasalahan ini dikarenakan hal sepele yang berujung cekcok dan pengancaman antar pihak. Merasa antar pihak tidak terima dengan kejadian ini, mereka saling melapor ke pihak berwajib. (Tribunnews.com)

Lalu video percekcokan ini viral di media sosial, sehingga menimbulkan komentar sinis dari masyarakat.

Kedua pihak akhirnya saling berdamai di hadapan media, pihak yang mengaku anak jenderal TNI tersebut mengklarifikasi bahwa pernyataan yang ia ucapkan tidak benar adanya. Meski antar pihak sudah berdamai akan tetapi proses hukum tetap berlangsung dikarenakan wanita yang mengaku anak jenderal tersebut melakukan pelanggaran hukum.

Dari peristiwa ini, bukanlah peristiwa yang tidak pernah terjadi sebelumnya, bahkan sudah menjadi hal biasa bahwa penguasa menjadikan jabatannya untuk menekan rakyat biasa, memang begitulah kenyataan yang terjadi. Tak jarang rakyat biasa pun banyak yang mengikuti peristiwa viral ini, jika terperosok dalam suatu masalah orang yang berkuasa/memiliki jabatan tinggi pun akan disebutkan dengan harapan masalahnya dipermudah sehingga membuat orang yang dihadapi merasa segan dan takut.

Tidak bisa ditutupi bahwa penguasa menjadikan jabatannya untuk mempermudah segala urusannya, semakin tinggi jabatannya maka akan semakin mudah urusannya.

Menjadi seorang penguasa/pemimpin tidaklah mudah, penguasa/pemimpin rakyat ialah yang bertugas untuk melayani keluh kesah rakyat bukan malah sebaliknya. Penguasa tak berhak menjadikan jabatannya untuk menekan rakyat, janganlah menjadi beban bagi rakyat, tetapi jadilah sebaik-baiknya pemimpin. Menjadikan hukum yang berasal dari Allah sebagai pegangan berpikir dan bertindak.

Tetapi saat ini kita semakin dijauhkan dari hukum Allah. Jika rakyat tak sesuai dengan ketetapan aturan dari penguasa, rakyat akan terancam dan ancaman itu akan menjadi kenyataan baginya. Hukum di negeri ini seperti pisau tajam ke bawah tapi tumpul ke atas.

Inilah sebagai gambaran, jika penguasa/pemimpin tak berpegang teguh kepada hukum Allah, tak akan ada keadilan karena manusia haruslah diatur sesuai fitrahnya dari sang Maha Pencipta.

Penguasa/pemimpin taatlah kepada Allah, jika taat kepada Allah tidak ada alasan apapun yang mampu untuk ingkar kepada nya.

Jabatan adalah amanah yang harus ditanggungjawabkan, seperti pada zaman Khalifah Umar bin Khattab, ketika menjadi Amirul Mukminin ia tak akan tidur pada malam hari sebelum memastikan rakyat dalam keadaan baik. Ketaatan kepada Allah SWT, tanggung jawab dan kerendahan hati haruslah ada pada diri setiap penguasa/pemimpin. Sebab jika tidak, jabatan yang diemban akan dilakukan sesuka keinginannya dan malah akan menyengsarakan rakyat.

Sebagai mana Firman Allah SWT:

وَا خْفِضْ جَنَا حَكَ لِمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ

dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang beriman yang mengikutimu.” (QS. Asy-Syu’ara’ 26: Ayat 215)

Dan Firman Allah SWT Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

اِتَّبِعُوْا مَاۤ اُنْزِلَ اِلَيْكُمْ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَلَا تَتَّبِعُوْا مِنْ دُوْنِهٖۤ اَوْلِيَآءَ ۗ قَلِيْلًا مَّا تَذَكَّرُوْنَ

Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu, dan janganlah kamu ikuti selain Dia sebagai pemimpin. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran.” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 3)

Wallahu’alam bishawaab

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • TNI Anggap Situs Wikileaks Bukan Ancaman Serius

    TNI Anggap Situs Wikileaks Bukan Ancaman Serius

    • calendar_month Jumat, 3 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pembocoran dokumen rahasia sejumlah negara oleh situs wikileaks, belum dianggap oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai ancaman serius. Pasalnya, sejauh ini TNI belum mendapatkan konfirmasi mengenai kebocoran dokumen rahasianya. Hal tersebut dituturkan oleh Panglima TNI, Laksamana TNI Agus Suhartono, usai upacara penerimaan 1.301 anggota TNI yang baru saja kembali dari Libanon untuk misi […]

  • Kapolres Diinstruksikan Berkantor di Polsek Tiap Jumat

    Kapolres Diinstruksikan Berkantor di Polsek Tiap Jumat

    • calendar_month Rabu, 28 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Setelah terjadinya aksi bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Solo, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro sangat mendukung dan menyambut baik dilaksanakannya acara silaturahmi dengan tokoh-tokoh agama yang digelar Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Medan di Tiara Convention Hall, Senin (26/09/2011) malam. “Silaturahmi ini sangat tepat, sebab semua […]

  • Mixing PAI dan PKn, Matching?

    Mixing PAI dan PKn, Matching?

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen Pendidikan Islam Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) meminta klarifikasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang sedang membahas kemungkinan penggabungan mata pelajaran PAI dengan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Jika upaya penggabungan PKN dan PAI menjadi satu mata pelajaran, Mahnan menegaskan, AGPAII menolak kebijakan itu karena menimbulkan persoalan besar. Dia […]

  • 6 Tersangka Ditetapkan Dalam Kasus Pembunuhan Ferdiansyah. Polisi Terus Lakukan Pengembangan

    6 Tersangka Ditetapkan Dalam Kasus Pembunuhan Ferdiansyah. Polisi Terus Lakukan Pengembangan

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ||Mandailing  Online- Kepolisian Resor Mandailing Natal (Polres Madina) menetapkan 6 orang sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Ferdiansyah (36), warga Desa Panyabungan Tonga, yang terjadi di Desa Runding, Kecamatan Panyabungan Barat, Rabu (8/4/2026). Kasat Reskrim Polres Madina, AKP Ikhwan, mengatakan bahwa penetapan tersangka ini merupakan tindak lanjut penyelidikan intensif terhadap insiden yang sempat memicu kesimpangsiuran […]

  • Masyarakat Harus Punya Ruang untuk Kelola Tambang Rakyat

    Masyarakat Harus Punya Ruang untuk Kelola Tambang Rakyat

    • calendar_month Sabtu, 1 Jan 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Masyarakat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dinilai harus punya ruang lebih untuk mengelola tambang rakyat sehingga perlu sikap serius pemerintah dalam melahirkan solusi terkait pertambangan rakyat. Hal itu disampaikan Ketua MPC Pemuda Pancasila Akhmad Arjun Nasution di Panyabungan, Sabtu (1/12). Arjun mengatakan, sesuai tagline pemerintah H. M. Ja’far Sukhairi Nasution-Atika Azmi Utammi […]

  • Madina Bentuk Brigade Pangan dalam Program Oplah Rawa

    Madina Bentuk Brigade Pangan dalam Program Oplah Rawa

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pasca merampungkan pematangan lahan dalam program Optimalisasi Lahan (Oplah) Rawa, kini Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut melanjutkan pembentukan Tim Brigade Pangan. Sebanyak 15 kelompok Brigade Pangan telah terbentuk di 13 Desa. 12 Desa di Kecamatan Siabu, 1 Desa di Panyabungan Utara. Tim Brigade Pangan ini merupakan lanjutan dari rangkaian program Optimalisasi […]

expand_less