Rabu, 29 Jul 2026
light_mode

Mengeksploitasi Galian C di Kelurahan Sihitang, Excavator PU Diangkut Paksa

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 15 Sep 2011
  • print Cetak

Satu unit Excavator milik Dinas PU Pemkab Tapsel ‘diangkut paksa’ dari lokasi eksploitasi galian C di Kelurahan Sihitang, Kecamatan Psp Tenggara, Senin (12/9) malam. Uniknya, yang melakukannya LSM LIRa dan diserahkan ke Mapolres Kota Padangsidimpuan.
Wali Kota LIRa Psp Edi Ariyanto Hasibuan, kepada METRO, di Sekretariat Kantor LIRa, Jalan Jenderal Sudirman, Rabu (14/9), mengatakan, langkah mereka membawa alat berat itu ke mapolres demi pertimbangan keamanan. Sebab kata dia, kegiatan tambang galian C di Sihitang, selain diduga tanpa izin juga sudah meresahkan warga sekitar.
Masih kata Ariyanto, yang saat itu didampingi Wawako LIRa Marahalim, dan Sekda LIRa Mukmin Manullang, menyebutkan, akibat aktivitas galian C itu, akses jalan di Sihitang rusak berat, tepatnya di belakang kampus STAIN. Terutama ketika hujan. Melihat kondisi itu warga tentu kesal. “Bila hal ini dibiarkan terus-menerus, kita khawatir warga kehilangan kesabaran. Itu sebabnya LIRa mengambil inisiatif membawa alat berat itu ke Polres Psp,” ujar  Ariyanto.
Diceritakan Ariyanto, ketika mereka mendapat informasi bahwa sedang berlangsung kegiatan galian C itu, mereka langsung turun ke lokasi dan menaikkan Excavator ke truk, lalu membawa alat berat tersebut ke Mapolres Psp untuk diproses secara hukum. Mereka menduga alat berat milik Dinas PU Tapsel itu tidak memiliki izin dan bekerja di galian C yang juga diduga tidak memiliki izin.
Mereka yakin, Polres Psp akan mengusut aktivitas galian C tanpa izin itu. “Kita sudah mensinyalir ada dugaan permainan sewa-menyewa alat berat di Dinas PU Tapsel selama ini secara ilegal. Alat yang kita serahkan ini ke Polres Psp bisa segera ditindaklanjuti untuk membuktikan apakah memang benar ada dugaan sewa-menyewa alat berat yang kita duga tidak memiliki izin begitu juga dengan galian C-nya,” tuturnya.
Kapolres Psp AKBP Andi S Taufik, melalui Kasatreskrim AKP Anjas Asmara membenarkan, adanya laporan dan penahanan alat berat milik Dinas PU Tapsel yang dilaporkan oleh LSM LIRa Psp. Sejauh ini, sudah 5 orang dimintai keterangan soal laporan tersebut.
Ketika ditanya siapa saja dan apa dugaan sementara, Kasat masih belum bersedia memberikan keterangan lebih lanjut. “Kita masih dalam proses penyelidikan. Nanti kalau sudah ada hasilnya akan kita sampaikan,” katanya.
Sementara Kadis PU Tapsel Sahril, tidak berhasil dikonfirmasi. Berulangkali dihubungi via telepon selularnya, Sahril tidak bersedia memberikan keterangan. (phn/dro)

Sumber : metrosiantar.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Madina Defisit Anggaran Keuangan TA 2010, Capai Rp 53 M

    Pemkab Madina Defisit Anggaran Keuangan TA 2010, Capai Rp 53 M

    • calendar_month Rabu, 29 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan Pemkab Mandailing Natal (Madina) mengalami defisit anggaran keuangan Tahun Anggaran 2010. Berdasarkan informasi yang diperoleh wartawan, Selasa (28/9) menyebutkan defisit anggaran Pemkab Madina mencapai sekitar Rp 53 M. Hasil tersebut diperoleh wartawan saat diadakannya rapat koordinasi Pj. Bupati Madina Ir Aspan Sofian Batubara dengan para pimpinan SKPD di ruang rapat bupati, Senin (27/9). Plt […]

  • Lewat Video, Warga Simpang Sordang Sampaikan Aspirasi ke Cabup Harun Mustafa Nasution

    Lewat Video, Warga Simpang Sordang Sampaikan Aspirasi ke Cabup Harun Mustafa Nasution

    • calendar_month Minggu, 3 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan (Mandailing Online ) Sejumlah kaum ibu warga Simpang Sordang, Kecamatan Lingga Bayu mengeluhkan kondisi jalan ke calon Bupati dan wakil Madina nomor urut 1, Harun-Ihcwan lewat postingan rekaman video, Sabtu (2/11/2024). Salah satu warga Siti Salamah mengatakan, kami bermohon kepada Harun Mustafa Nasution untuk membangun jalan menuju RT 4, Desa Simpang Sordang, Kecamatan Lingga […]

  • Kapolda Copot Kapolres Siantar

    Kapolda Copot Kapolres Siantar

    • calendar_month Senin, 6 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Dilaporkan Siksa Wartawan Trans TV, AKBP Fatori Membantah Diusut Propam, Diancam Sanksi Kode Etika dan Pidana MEDAN- Sikap tak terpuji Kapolres Siantar AKBP Drs Fatori SIK membuat Kapoldasu Irjend Pol Oegroseno berang. Dampaknya tak tanggung-tangung, Fatori dicopot dari jabatannya lantaran diduga menganiaya Andi Siahaan (37), wartawan kontributor Trans TV di Pematang Siantar. ”Indikasi ada. Sekarang […]

  • Tokoh Pemuda Desak KPK Ambil Alih Kasus Korupsi Madina

    Tokoh Pemuda Desak KPK Ambil Alih Kasus Korupsi Madina

    • calendar_month Jumat, 10 Agt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Sejumlah kasus dugaan korupsi di Mandailing Natal masih “dipeti-es-kan” di institusi penegak hukum. Untuk itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta mengambil alih kasus-kasus tersebut agar azas keadilan dapat tercapai di negara ini. Itu dikatakan tokoh pemuda Mandailing Natal, Irwansyah Nasution menjawab Mandailing Online, Jum’at (10/8/2008). Disinyalir bahwa macetnya kasus-kasus hukum di […]

  • Plt. Bupati: Polemik Tambang Rakyat Akibat Kesalahan Pemerintah

    Plt. Bupati: Polemik Tambang Rakyat Akibat Kesalahan Pemerintah

    • calendar_month Senin, 25 Agt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Plt Bupati mengakui, bahwa selama ini pemerintah lah yang salah terkait maraknya tambang rakyat liar serta tidak tertatanya lokasi-lokasi gelondongan emas (galundung) yang menyebar di pemukiman-pemukiman penduduk. Dilema tambang rakyat di Madina selama ini terkait belum adanya penghunjukan WP yang diperlukan bagi tahapan awal bagi proses legalitas usaha tambang mineral maupun […]

  • Tiap malam geng motor harus diberantas

    Tiap malam geng motor harus diberantas

    • calendar_month Minggu, 19 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Maraknya aksi geng motor atau geng kereta yang belakangan ini meresahkan masyarakat harus segera diantisipasi dan disikapi secara kolektif. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Medan telah bersikap melakukan kebijakan bersama untuk mengatasi geng kereta. Salah satu upaya yang akan dilakukan dengan penekanan terhadap peran guru di sekolah, untuk mengawasi berkembangnya kelompok-kelompok tersebut. “Setiap […]

expand_less