Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Pembongkaran Lapak Jajanan Sore, Kebijakan Mematikan Ekonomi Daerah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pembongkaran lapak-lapak pedagang kuliner jajanan sore di pinggiran Jl. Willem Iskander, kawasan Aek 8, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) menimbulkan keprihatinan karena mematikan usaha masyarakat.

Memutus harapan para pelaku usaha kecil untuk berkembang. Mematikan peluang pengembangan ekonomi daerah. Memenggal lapangan kerja di tengah tingginya angka rakyat pengaggur.

Sekitar 2O unit usaha mati, harapan pengembangan usaha sirna. Para pedagang kehilangan usaha di kawasan itu.

Padahal kawasan ini terbukti sangat strategis, yang awalnya dirintis para pelaku usaha. Konsumen berjibun saban sore. Harusnya menjadi momentum bagi daerah dalam membuka ruang bagi pengembangan usaha kalangan pedagang kecil.

Pedagang berjasa membuka peluang lapangan usaha di kawasan itu, menyedot lapangan kerja di tengah angka pengangguran yang tinggi.

Namun, harapan itu sirna hanya karena pemerintah gagal melakukan pengaturan yang komprehenship. Terkesan tidak melaksanakan kebijakan yang bersifat menyeluruh.

Selama ini rakyat selalu menanti kebijakan pemerintah daerah yang lebih luas, dan mencakup banyak hal atau aspek secara mendalam, bukan semata dari sudut pandang penataan kota.

Seharusnya, ketika pedagang menciptakan peluang lapangan usaha, pemerintah sejatinya hadir sebagai pendukung dan regulator. Bukan monster yang mematikan usaha.

Data dari BOC (Business Owners Community) Panyabungan, setidaknya terjumlah 20 pedagang yang berjualan di kawasan Aek 8 itu.

Angka itu tidaklah berhenti di jumlah 20 pedagang. Justru berlipat karena tiap unit usaha mempekerjakan setidaknya satu orang tenaga kerja. Belum lagi jika data diperluas, maka ada aspek serapan bahan baku dari para petani di Madina. Juga para penarik beca bermotor yang jasanya dipakai para pedagang mengangkut bahan dagangan dari rumah ke lokasi jualan.

Para pedagang ini adalah orang orang muda usia anak kampus dan pasangan muda yang sudah berkeluarga.

Mereka ini harus dilihat sebagai generasi yang memilih karir di dunia usaha. Generasi yang tidak ingin menjadi beban negera. Mereka memilih di posisi sebagai penyumbang pajak sekaligus menciptakan lapangan kerja.

Pedagang di Aek 8 adalah pedagang kreatif yang memanfaatkan sunset dan panorama pingiran sawah, sehingga membuat suasana santai pengunjung yang penat bekerja seharian.

Beberapa bulan ini fakum karena di bulan Ramadan lalu mereka mencoba di tempat lain.

Jika gerobakan mereka terlihat lusuh itu karena faktor modal. Pedagang usaha mikro biasanya hanya bermodal ide dan uang secukupnya ditambah mental baja untuk bertahan hidup.

Berjualan di lokasi ini hanya di waktu sore. Durasi berjualan pun hanya kisaran 4 jam.

Menertibkan bukan harus dengan mengangkat seperti sampah. Menertibkan adalah upaya pembinaan untuk penambahan manfaat lebih luas dan pembinaan serta pengaturan.

Menertibkan juga bisa dengan cara relokasi dengan dialog yang jelas.

Lapak Aek 8 bukan sekedar onggokan grobakan lusuh, tetapi ada pedagang muda kreatif, tempat magang yang dipakai komunitas BOC membina calon pengusaha muda. Tempat pengunjung santai menikmati indahnya sawah Mandailing pulang kerja. Tempat orang muda beradu kreatif dengan menu kekinian. Tempat inspiratif menumbuhkan titik titik lapak berikutnya di Mandailing Natal.

Lokasi lapak para pedagang itu disadari berada di fasilitas umum pemerintah. Namun, Pemkab Madina seharusnya tidak bertindak mematikan usaha-usaha kecil, melainkan harus hadir sebagai pendukung dan regulator agar dunia usaha berkembang, pengangguran terkurangi, kemiskinan tertekan.

Kita miris melihat data pengangguran di Madina, tergolong salah satu tertinggi di kawasan Tapanuli Bagian Selatan.

Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga akhir 2025, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tercatat sebesar 7,22%. Jumlah penduduk yang bekerja tercatat sebanyak 211,77 ribu orang, dengan tingkat pengangguran tersebut menjadikannya salah satu yang tertinggi di wilayah Tapanuli Bagian Selatan. (Antara edisi 15/10/2025).

BPS juga menyebut bahwa angka kemiskinan di Madina juga masih tergolong tinggi. Kondisi ini sangat dipengaruhi oleh tingkat pengangguran dan rendahnya pendapatan masyarakat. (Antara edisi 15/10/2025).

Angka ini bisa dikatakan bahwa Madina menjadi salah satu penyumbang pada grafik pengangguran dan kemiskinan di Indonesia.

Dalam 10 daftar negara miskin di dunia versi World Bank tahun 2025 menempatkan Indonesia di urutan kedua (60,3%) berada di bawah Zimbabwe (84,2%).

Pada Trading Ekonomics 2025 yang dilansir SindoNews, Indonesia peringkat teratas angka pengangguran dalam Daftar Negara dengan Pengangguran Terbanyak di Asean yakni 4,76%.

Pemerintah harus menyadari bahwa pemerintah tak mampu menyediakan lapangan kerja untuk rakyat. Justru pelaku usaha-lah (pedagang dan industriawan) yang menyediakan lapangan kerja.

Jika tak mampu menciptakan lapangan kerja, setidaknya jangan matikan peluang lapangan kerja. Karena orang-orang yang menciptakan lapangan kerja itulah sebenar-benar yang dubutuhkan daerah. (Dahlan Batubara)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Madina Disorot Gegara Banyak Mobdis tak Bayar Pajak Kendaraan

    Pemkab Madina Disorot Gegara Banyak Mobdis tak Bayar Pajak Kendaraan

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ): Giat operasinal kepatuhan pajak kendaraan bermotor yang dilakukan tim gabungan Samsat dan Kepolisian terhadap kendaraan bermotor di Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) penuh kejutan. Ratusan kendaraan terjaring. Paling mengejutkan ditemukan belasan kendaraan dinas pemkab madina yang tidak bayar pajak kendaraan padahal pajak kendaraan dinas itu dibayar oleh Anggaran Pendapatan […]

  • Warga Panyabungan Serbu Pasar Beras Murah

    Warga Panyabungan Serbu Pasar Beras Murah

    • calendar_month Kamis, 31 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) Pagi ini Kamis 31/8/2023 Ratusan warga di Pasar Lama Panyabungan, Mandailing Natal ( Madina ) menyerbu pasar murah beras yang digelar Pemkab Madina. ada 7 ton beras ukuran 5 kg yang jual dengan harga Rp.49.500/ Saknya atau Rp.9900/ kg nya. Operasi pasar ini sendiri digelar ditengah tengah naiknya harga beras di […]

  • Produksi dan Harga Karet di Madina Turun

    Produksi dan Harga Karet di Madina Turun

    • calendar_month Senin, 20 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA : Hujan yang terus mengguyur wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dalam satu pekan terakhir mengakibatkan produksi dan harga getah karet di pasar-pasar lelang karet menurun. Seperti di Kelurahan Kota Siantar, harga getah karet turun dari semula Rp15.000 menjadi Rp13.500 per kilogramnya. Begitu juga di Desa Gunungtua Kecamatan Panyabungan, harganya hanya Rp13.000 per kg, dan […]

  • Kades yang Rusak Aset Pemkab Madina di Desa Jambur Baru Mulai Kumpulkan Material Dari Warga

    Kades yang Rusak Aset Pemkab Madina di Desa Jambur Baru Mulai Kumpulkan Material Dari Warga

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Batangnatal||Mandailing Online- Warga Desa Jambur Baru, Kecamatan Batang Natal, Madina, Sumatera Utara, digulung emosi. Kepala Desa (Kades) mereka, Riswan Haedy, yang menghancurkan jalan lingkungan yang dibangun Dinas Perkim pada 2022 senilai Rp147.674.010 kini menjadi beban dimasyarakat. Warga kini diminta membawa 2 batu per orang untuk memperbaiki jalan yang dirusak itu. ” Kades yang merusak, masyarakat […]

  • ODP Tersisa 1 Orang di Madina

    ODP Tersisa 1 Orang di Madina

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jumlah ODP (Orang Dalam Pantauan) tersisa 1 orang di Mandailing Natal (Madina). Data itu berdasar laporan Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 Pemkab Madina posisi Selasa (5/5/2020). Posisi ODP hingga Selasa pagi masih 3 orang, namun karena 2 orang sudah berstatus selesai masa pantau menyebabkan tersisa 1 orang lagi. Ahmad […]

  • Pemerintah Perlu Waspadai Pekerja Cina di PT SMGP Yang Liburan Imlek

    Pemerintah Perlu Waspadai Pekerja Cina di PT SMGP Yang Liburan Imlek

    • calendar_month Kamis, 30 Jan 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejumlah pekerja asal negara Cina di Mandailing Natal, Sumut dikabarkan sedang berlibur untuk merayakan hari raya Imlek. Sayangnya, belum diperoleh data kemana pekerja asal negara Cina itu berlibur. Dan berapa jumlah mereka yang berlibur. Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dan Pemprov Sumatera Utara diminta menelusuri tujuan liburan Imlek pekerja asing itu. […]

expand_less