Sabtu, 13 Jun 2026
light_mode

Kunker DPRD: Kualitas Pendidikan Madina Jauh Tertinggal

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 26 Mar 2011
  • print Cetak


Panyabungan,

Kualitas pendidikan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) jauh tertinggal dibandingkan dengan Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi I DPRD Madina Dodi Martua di Panyabungan, Ahad (20/03/2011), setelah pulang kunjungan kerja dari Kendal.

Padahal, apabila dilihat dari banyaknya sekolah, alokasi dana, sarana dan prasarana di Madina, tidak berbeda jauh dengan Kendal. Oleh karena itu, pendidikan harus menjadi perhatian serius dan sungguh-sungguh oleh Pemkab Madina. Pembangunan sektor pendidikan ke depan harus dilihat secara konprehensif.

Politisi Pelopor ini menambahkan, bila penanganan kurang tepat dan tidak berorientasi pada pasar kerja, justru akan melahirkan pengangguran terdidik. Hal ini akan menjadi beban sosial pemerintah dan masyarakat.

Masih kata Dodi, di Kendal, ada sebuah SMK 90% siswanya belum lulus, sudah dikontrak perusahaan asing yang dipekerjakan di dalam maupun luar negeri. Ini membuktikan bahwa lulusannya mampu bersaing di pasar kerja dan kualitas menjadi prioritas pendidikan.

Jadi seharusnya Pemkab Madina mempunyai arah yang jelas mau dibawa kemana pendidikan Madina dan harus ada parameter yang jelas tentang peningkatan kualitas pendidikan. Jangan anggaran banyak habis, namun kualitasnya tidak bagus.

Lanjut Dodi, salah satu solusinya menurut amanat UU No 20 Tahun 2003, seharusnya Pemkab Madina mampu mendirikan Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI). Karena RSBI adalah salah satu pendekatan untuk menciptakan lulusan berkualitas dan bisa menjawab kualitas pendidikan Madina yang dipertanyakan banyak orang.

DPRD Madina yang melaksanakan kunker ke Kendal antara lain, Wakil Ketua DPRD Syafaruddin Ansari, Ketua Komisi I M Jafar Rangkuti, Wakil Ketua Komisi I Dodi Martua, Sekretaris Komisi I Iskandar Hasibuab dan Anggota Komisi I Wildan Nasution, Aminah Ismail, Maratua Nasution, Zubeir Lubis, Sahirman dan Rahmat Rizky.

Sementara itu Wakil Bendum Badko HMI Sumut Iswadi Batubara mengatakan, sejumlah prestasi dan keberhasilan yang diklaim Dinas Pendidikan Madina ternyata jauh dari fakta sebenarnya. Banyaknya persoalan dan permasalahan di dunia pendidikan Madina menunjukkan tidak jelasnya mau dibawa kemana arah pendidikan Madina. (BS-026)
Sumber : Beritasumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Madina Akui M3 Ambil Kayu

    Pemkab Madina Akui M3 Ambil Kayu

    • calendar_month Kamis, 11 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Mandailing Natal, Drs. Mara Ondak Harahap mengakui PT. Madina Madani Mining (M3) melakukan pemanfaatan kayu sebanyak 46,5000 meter kubik untuk bangunan barak karyawan sebanyak yang terdiri dari 15 unit barak karyawan. PT. Madina Madani Mining adalah perusahaan yang berinvestasi di sektor pertambangan emas di Madina pada […]

  • Lahan PT GPL Kurang, Masyarakat Sinunukan Meradang

    Lahan PT GPL Kurang, Masyarakat Sinunukan Meradang

    • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Masyarakat Kecamatan Sinunukan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), meradang. Kebun plasma kelapa sawit yang dijanjikan PT Gruti Pratama Lestari (GPL), hingga kini tak kunjung terealisasi. Warga meradang, anggota dewan tak tinggal diam. Komisi II DPRD Madina lantas memanggil pihak perkebunan, kenapa kebun plasma untuk masyarakat tak kunjung direalisasikan. Pada pertemuan di Kantor DPRD Madina, Panyabungan, […]

  • Satu Unit Rumah di Muara Parlampungan Ludes Terbakar

    Satu Unit Rumah di Muara Parlampungan Ludes Terbakar

    • calendar_month Sabtu, 6 Apr 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Batang Natal ( Mandailing Online ): rumah milik Nasaruddin atau Caian di Desa Muaraparlampungan RT I Pasar, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ), ludes dilalap sijago merah. Peristiwa itu terjadi pukul 20.00 wib malam ini sabtu 6/4/2024. Sumber Mandailing Online dilokasi api dengan cepat menghabiskan seisi rumah meski warga berupaya memadamkan api […]

  • Jualan “Silua” di Panyabungan Sepi

    Jualan “Silua” di Panyabungan Sepi

    • calendar_month Rabu, 14 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pedagang penjual Silua (oleh-oleh) ciri khas Mandailing di Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tergolong sepi selama rentang arus balik lebaran tahun ini. Kondisi ini berbeda dengan saat arus balik lebaran tahun lalu. “:Ada penurunan penjualan sekitar 50 persen dibanding lebaran tahun lalu,” ungkap Darwis, seorang pedagang kepada wartawan, Rabu, (14/8). Katanya, […]

  • Drainase Tersumbat, Jalan Kota Panyabungan Terendam

    Drainase Tersumbat, Jalan Kota Panyabungan Terendam

    • calendar_month Jumat, 7 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online) hujan yang mengguyur wilayah Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) Jum’at malam 7/7/2023 membuat jalan kota Panyabungan tepatnya di pasar lama terendam air. Ketinggian air di jalan bahkan mencapai betis orang dewasa. Air yang menggenangi badan jalan diduga akibat drainase jalan tersumbat sampah, akibatnya air meluber ke jalan raya. Sejumlah sepeda […]

  • Bupati Madina : Gordang Sambilan Mulai Diperhitungkan Secara Nasional

    Bupati Madina : Gordang Sambilan Mulai Diperhitungkan Secara Nasional

    • calendar_month Minggu, 22 Jul 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Terkait keikutsertaan kesenian Mandailing, Gordang Sambilan di acara pembukaan Asian Games pada Agustus mendatang menjadi kebaggaan bagi Mandailing Natal. Momen ini menunjukkan gambaran bahwa kesenian Mandailing, Gordang Sambilan telah diperhitungkan secara nasional. Dan, juga menjadi cemeti sebagai daya dorong untuk lebih memaksimalkan go internasional keberadaan Gordang Sambilan. Lebih dari itu, kesempatan […]

expand_less