Senin, 21 Sep 2026
light_mode

Waspada Online akan tindak Kajati Sumut

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 7 Jul 2011
  • print Cetak


MEDAN –
Penanganan kasus korupsi Tunjangan Penghasilan Aparatur Pemerintahan Desa Tapanuli Selatan (TPAPD Tapsel), yang menjadikan Walikota Medan, Rahudman Harahap sebagai tersangka, mengundang keraguan publik. Meski Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) telah menetapkan Rahudman sebagai tersangka, penuntasan kasus ini terkesan sengaja dibiarkan.

Ketidakjelasan dan lambannya proses ini karena pihak Kejati Sumut disebut-sebut telah menerima aliran dana dari Rahudman untuk mengamankan kasus ini dari proses hukum. Waspada Online menanyakan kebenaran hal ini kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajati Sumut), AK Basuni. Namun pertanyaan itu mendapat reaksi tidak menyenangkan dari Basuni yang membentak dan mengancam Waspada Online. Kejadian ini terjadi di ruang kerja Kajati Sumut, Selasa (5/7) kemarin.

Tidak hanya Basuni membentak Waspada Online, tapi para stafnya juga melakukan agresi fisik dan memaksa untuk menghapus rekaman wawancara tersebut.

“Siapa bilang?” teriak Basuni dengan nada tinggi kepada Waspada Online.

Asisten Intel (Asintel) Kejati Sumut, Andar Perdana Widiastono, langsung bereaksi dan mempertanyakan media mana yang memberitakan dugaan Kejati Sumut telah melakukan negosiasi dengan Rahudman agar kasus ini ‘aman’.. “Media mana? Mana, mana, tulisannya mana? Waspada Online?” bentak Andar, yang disambut dengan situasi tegang karena para staf Kajati Sumut ramai-ramai mendekati Waspada Online.

Aksi itu pun langsung disambut keluhan Basuni. “Lho jangan kamu asumsi begitu dong, saya ndak mau kamu ini. Ini Asintel “Udah Pak nanti saya anu,” ucap Andar kepada Kajati Sumut.

Namun ketika Waspada Online hendak keluar dari ruangan itu, Kajati Sumut menahan langkah Waspada Online dan memerintahkan untuk tetap duduk di ruangannya. “Enggak kamu ini dulu, disini! Belum selesai urusan saya dengan kamu! Kamu maksudnya apa? Kamu mau wawancara yang baik atau mau menjebak saya? Kamu mau ini apa judulnya wawancara dengan saya sekarang ini? Tadi waktu Asintel suruh menghapus (rekaman, red), apa maksudnya? Gak mau kamu?” tanya Basuni dengan bentakan keras.

“Itu yang berkembang itu bahwa saya hanya memalukan dong, saya datang kesini menerima uang dalam perkara kayak begitu. Jangankan, apa saya takut ke pejabat, nangani perkara? Track record saya tanya di sana. Jangankan walikota, gubernur saya kandangi. Jangan menganggap ragu ke saya, Dek. Apa saya istilahnya, mau memproses Rahudman, kalau proses awal kayak begitu, jadi ditimpahkan ke saya. Saya sudah berusaha maksimal untuk ekspose segala ke Kejagung, kok saya masih disalahkan? Kok adek masih menjebak-jebak saya kek gitu?” keluh Basuni.

Disaat bersamaan, ajudan Basuni, Irwanto, meminta kartu pers yang digunakan Waspada Online dengan alasan mau menyalin, namun wartawan Waspada Online menolak dengan keras.

Sebelum menghakhiri percakapan, Basuni mengancam Waspada Online. “Anda mau bersahabat tetap dengan saya silahkan. Kalau saya tersinggung tadi, anda me.. meralat oke. Kalau meralat ini saya selesai. Kalau masih dibawa masalahnya panjang. Silahkan!” kata Basuni dengan nada tinggi.

Ketika barjabat tangan, Basuni juga memberikan pernyataan. “Tolong dibaguskan kalau mau bersahabat,” tukasnya.

Menanggapi peristiwa ini, Asisten Redaktur Pelaksana Waspada Online, Harles Silitonga, menyesalkan sikap Kajati Sumut itu. “Tidak seharusnya pejabat seperti dia (Basuni) bersikap seperti itu. Wartawan kami bertanya dengan cara yang baik dan menjunjungtinggi KEJ (Kode Etik Jurnalistik), tapi wartawan kami langsung dimaki-maki. Belum lagi secara fisik bisa dikatakan telah melakukan agresi atau penyerangan. Diancam pulak,” tegas Harles, tadi malam.

Harles menegaskan, pihaknya sedang mempelajari peristiwa ini dan akan menindaklanjuti sesuai dengan hasil evaluasi redaksi dengan pimpinan. “Ini aksi yang tak betul. Kami akan pelajari dan bahkan ini sudah menjadi perhatian pemimpin redaksi kami. Kami tidak takut menindaklanjuti ancaman Basuni itu,” Harles menegaskan lagi.
Sumbr : Waspada.co.id

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Guru Harus Ciptakan Suasana Senang, Bukan Tegang

    Guru Harus Ciptakan Suasana Senang, Bukan Tegang

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Sekolah harus menjadi tempat yang menyenangkan bagi siswa. Sebagai tempat terjadinya proses belajar mengajar, sekolah jangan menjadi lokasi yang membuat siswa tertekan. "Bapak Pendidikan Nasional Ki Hadjar Dewantara telah membuat konsep yang menjadikan sekolah sebagai taman. Taman ini adalah tempat yang menyenangkan," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan, Senin (18/5). Konsep […]

  • Jalan Rusak Madina vs Kantor Sementara Nias: Kebijakan Pilih Kasih Gubsu

    Jalan Rusak Madina vs Kantor Sementara Nias: Kebijakan Pilih Kasih Gubsu

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      … MEDAN (Mandailing Online) — Gubernur Sumatera Utara Bobbi Afif Nasution dinilai pilih kasih dalam kebijakan pembangunan di Sumut. Salah satu barometernya adalah ketimpangan perhatian antara Nias dengan Madina (Mandailing Natal). Keprihatinan itu disampaikan tokoh masyarakat Madina yang berdomisili di Medan, H. Syahrir Nasution kepada Mandailing Online, Ahad (2/8/2026). Langkah gubernur Sumatera Utara beserta […]

  • Parpol dianggap jadi bunker koruptor

    Parpol dianggap jadi bunker koruptor

    • calendar_month Jumat, 26 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Mandailing Online) – Anggota DPR dari Fraksi PAN, Bima Arya menegaskan, partai politik (parpol) jangan sampai menjadi bunker (tempat berlindung) para koruptor. “Jangan sampai partai politik tercemar, dianggap menjadi bunker para koruptor,” kata Bima Arya saat dihubungi wartawan, di Jakarta, tadi malam, menanggapi kasus gagalnya kejaksaan mengeksekusi mantan Kabareskrim Polri Komjen (Purn) Susno Duadji […]

  • Dinas Kehutanan Sita Kayu Olahan di Lokasi PT PSU

    Dinas Kehutanan Sita Kayu Olahan di Lokasi PT PSU

    • calendar_month Selasa, 29 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Manailing Onine) – Dinas Kehutanan Perkebunan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menemukan sekira 10 kubik kayu olahan di lokasi PT Perkebunan Sumatera Utara di Kecamatan Lingga Bayu tanpa dokumen yang sah dan tanpa pemilik. Kabid Kehutanan Dinas Kehutanan Perkebunan Madina, Ahmad Faizal di ruang kerjanya, Senin (28/10/2013) menyatakan kayu olahan itu yang mereka temukan sekitar […]

  • Marissa Nasution, Nggak Suka Keringetan

    • calendar_month Jumat, 24 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Bintang film Namaku Dick, Cowok Bikin Pusing dan Kejar Cinta Javanua ini senantiasa menjaga penampilan. Agar body-nya yang semok tetap segar, Marissa Nasution selalu rutin berolahraga. Namun ia tetap pilih-pilih jenis olahraganya. Apaan tuh? “Aku nggak suka berkeringat. I am a water girl. Olahragaku itu pokoknya yang ada di air. Berenang jelas yang utama dan […]

  • Dua Pendeta Jadi Korban

    Dua Pendeta Jadi Korban

    • calendar_month Rabu, 15 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    * Termakan Isu Penculikan, Warga Pancurbatu Mengamuk * Poldasu Lacak Penebar Isu, 15 Tahun Penjara untuk Penganiaya MEDAN-Aksi main hakim sendiri terkait isu penculikan anak kembali terjadi. Kali ini di Kecamatan Pancurbatu, Selasa (14/12) sekitar pukul 11.00 WIB. Keluarga pendeta dari Gereja Gerakan Pentakosta (GGP) nyaris meninggal sia-sia dibakar warga yang tak percaya mereka pelayan […]

expand_less