Jumat, 12 Jun 2026
light_mode

Masyarakat 4 Kecamatan Minta Bupati Tapsel Jangan Hanya Pikirkan Sipirok

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 8 Jul 2011
  • print Cetak


P. Sidimpuan,

Masyarakat empat kecamatan di Kabupaten Tapuli selatan masing-masing Batang Toru, Muara Batang Toru, Marancar, dan Batang Angkola meminta Bupati H. Syahrul M Pasaribu jangan hanya memikirkan kepentingan warga Kecamatan Sipirok.

“Kami juga bagian dari Tapsel, namun kok Bupati sepertinya belakangan ini hanya sibuk memikirkan kritik yang timbul pasca penetapan lokasi perkantoran di Sipirok. Perhatikan juga dong kami, ” ujar Mura Siregar, anggota DPRD Tapsel dan juga Ketua BASIMA kepada Analisa di P. Sidimpuan, Selasa (5/7).

Dikatakan, masyarakat Batang Toru, Muara Batang Toru dan Marancar, mendukung lokasi perkantoran Pemkab Tapsel di Desa Janji Mauli sekitarnya yang juga merupakan wilayah Kec. Sipirok dan harusnya masyarakat Sipirok juga mendukungnya.

Menurutnya, jika mau berpikiran luas, pusat perkantoran di Desa Janji Mauli sekitarnya justru memberi keuntungan besar bagi warga Sipirok karena nantinya akan terjadi pengembangan wilayah pemukiman atau perkotaan mulai dari Pasar Sipirok hingga ke Pal XI di Angkola Timur dan daerah lainnya.

“Coba lihat Mandailing Natal yang membangun pusat perkantoran di bukit Paya Loting. Saat ini mulai dari Kota Panyabungan hingga kelurahan dan desa sepanjang jalan sampai ke pusat perkantorannya berkembang pesat,” terangnya.

Karena itu, Mura Siregar berpendapat, penetapan pusat perkantoran di Desa Janji Mauli sekitarnya sudah tepat, karena akan menjadikan Sipirok lebih berkembang. Jika ini terwujud, diyakini ke depannya nanti Sipirok akan menjadi ibukota terbesar dan terluas di Sumatera Utara.

Hal senada juga dikatakan Masyarif Harahap, anggota DPRD juga ketua Partai Bulan Bintang (PBB) Tapsel yang menyatakan, dukungan masyarakat Kec. Batang Angkola atas langkah-langkah yang ditempuh Pemkab Tapsel terkait lokasi perkantoran.

“Kita mendukung sepenuhnya langkah Pemkab Tapsel tentang lokasi pusat perkantoran. Kami harap saudara-saudara kami dari Sipirok juga demikian. Karena ini demi kepentingan kita semua rakyat Tapsel yang tersebar di 14 kecamatan,” katanya.

Disebutkan, kalau ada masyarakat yang minta lokasi perkantoran di Tor Simago Mago, tentu ini merupakan satu langkah mundur. Karena Pemkab Tapsel akan mengajukan kembali usul pembebasan lahan ke Menteri Kehutanan dan menyediakan lahan hutan pengganti. Tentu butuh waktu yang cukup lama.

“Kalau ke Simago Mago, kapan lagi pembangunan dimulai dan kapan lagi pusat pemerintahan Kab. Tapsel pindah dari Padangsidimpuan. Seandainya UU No.37 dan 38 menyebut Kab. Tapsel beribukota di Batang Angkola atau Batang Toru, masalahnya tidak akan seperti ini dan tentu sudah ada kantor SKPD yang dibangun,” ujarnya.

Diharapkannya, agar oknum-oknum yang menolak lokasi perkantoran di Desa Janji Mauli sekitarnya untuk berpikiran jernih. Jangan hanya memandang kepentingan Sipirok semata, tapi juga masyarakat 13 kecamatan lainnya.

“Andai saudara-saudara kami tidak setuju Kab. Tapsel beribukota di Sipirok. Kami dari Batang Toru, Muara Batang Toru, Marancar, dan Batang Angkola, siap membantu mengajukan revisi UU No. 37 dan 38 tahun 2007. Khususnya pasal mengenai ibukota Tapsel ,” tegas Mura dan Masyarif.

Sepakat

Terpisah, Ketua Fraksi Pemda DPRD Tapsel, Drs H Fajaruddin Tanjung, mengaku sepakat atas penetapan lokasi pusat perkantoran Pemkab Tapsel di Desa Janji Mauli sekitarnya.

Ketua Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) Tapsel ini justru meminta Pemkab Tapsel segera memasang tanda atau plank merek yang menegaskan lokasi yang tersebut dalam SK Menhut No.244/2011 itu sebagai pertapakan perkantoran pemerintah.

“Selain untuk sosialisasi dan membuktikan konsistensi Pemkab Tapsel atas apa yang telah diperjuangkannya. Plank merek tersebut juga sebagai tanda lahan itu milik pemerintah. Sehingga tidak ada lagi aktifitas perambahan, pengkavlingan, dan jual beli tanah di lokasi tersebut,” katanya.

Fajaruddin yang juga Ketua Umum LSM Taman itu menghimbau agar bupati konsentrasi saja terhadap percepatan pembangunan perkantoran di Desa Janji Mauli sekitarnya. Karena masyarakat Tapsel sudah merasa gerah karena kantor-kantor pemerintah daerahnya masih menumpang tinggal di daerah lain.

“Kami harap Bupati Tapsel tidak terporsir memikirkan penolakan atau kritik atas lokasi perkantoran sesuai amanat SK Menhut 244 karena akan mengganggu konsentrasi pembangunan kecamatan. “tegasnya. (hih/ben)
Sumber : analisadaily.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fahrizal: Bupati Berwenang Cabut Izin Perusahaan Yang Mengancam Nyawa Warga

    Fahrizal: Bupati Berwenang Cabut Izin Perusahaan Yang Mengancam Nyawa Warga

    • calendar_month Senin, 3 Okt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) — Anggota DPRD Sumatera Utara H. Fahrizal Efendi Nasution, SH berpendapat bupati berwenang mencabut izin operasioal satu perusahaan berdasar ketentuan tertentu. Ketentuan itu, apabila suatu perusahaan gagal menjaga lingkungan hidup, mengancam kesehatan warga, serta keselamatan jiwa masyarakat sekitar. Itu diungkap Fahrizal, Minggu petang (2/10/2022) mengamati PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) […]

  • 65,21 Persen ODGJ Berat di Madina Sudah Dapat Pelayanan

    65,21 Persen ODGJ Berat di Madina Sudah Dapat Pelayanan

    • calendar_month Rabu, 7 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  jumlah penderita Orang Dengan Gangguan Jiwa Berat (ODGJ) tahun 2022 di Kabupaten Mandailing Natal terdapat 420 orang, Skizoprnia 418 orang, dan Psikotik Acut 2 orang. Sementara pasien yang di Pasung ada 20 orang, namun dari 20 pasien pasung ini terdapat 3 orang pasien pasung Situasional atau (Lepas buka pasung). data ini […]

  • Jaringan Advokasi Tambang Akan Didirikan

    • calendar_month Rabu, 5 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) berencana membuka perwakilan di Mandailing Natal. Aktivis pemerhati lingkungan dan pertambangan di Madina, Parwis Nasution kepada wartawan, kemarin menyatakan Jatam diharapkan mampu bersinergis dalam peran advokasi maupun pencerahan tentang tambang kepada rakyat. Dikatakan, saat ini Parwis mengaku sudah membangun komunikasi dengan pengurus Jatam di Jakarta dan sudah […]

  • Perantau Keluhkan Galundung

    Perantau Keluhkan Galundung

    • calendar_month Senin, 27 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Perantau asal Kabupaten Mandailing Natal (Madina) khususnya Panyabungan mengeluhkan kondisi lingkungan pemukiman masyarakat yang sudah banyak dimasuki Galundung (mesin penghancur batu mengandung biji emas, red). Pasalnya, galundung yang diketahui menggunakan mercury atau bahan beracun bakal membahayakan kesehatan masyarakat, dan perantau juga menyesalkan sikap pemerintah dan juga instansi terkait karena hingga saat ini belum berhasil menertibkannya […]

  • Listrik Padam Massal, 4 Provinsi di Sumatera Terdampak

    Listrik Padam Massal, 4 Provinsi di Sumatera Terdampak

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PADANG (Mandailing Online) – Pemadaman listrik massal terjadi di sejumlah wilayah di Sumatera pada Jumat (22/5/2026) malam. Gangguan tersebut berdampak pada wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, hingga Riau. Dikutip Kompas, General Manager PLN UID Sumbar, Arjun Karim, mengatakan gangguan terjadi akibat terpisahnya sistem Sumatera Bagian Utara (SBU) dan Sumatera Bagian Tengah (SBT). “Mohon maaf […]

  • Nasib Driver Ojol Terpuruk dalam Genggaman Kapitalis

    Nasib Driver Ojol Terpuruk dalam Genggaman Kapitalis

    • calendar_month Selasa, 11 Apr 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Dewi Soviariani Ibu dan pemerhati umat Siang malam berjuang di jalan untuk mengais rupiah yang kian hari kian susah. Driver ojol makin menderita nasibnya saat potongan besar yang dilakukan oleh aplikator berlangsung sejak beberapa tahun lalu. Ibarat sapi perah, para driver ojol tersebut menjadi pelaksana teknis yang menghasilkan uang untuk disetorkan pada perusahaan aplikatornya. […]

expand_less